
Malam menjelang setelah kumandang adzan maghrib...
Sebuah mobil berhenti di depan sebuah rumah mewah milik sang jenderal. Bobby dan Aleta dengan kaos serba oren dan syal serta topi macan sebagai atribut pelengkapnya nampak turun dari kendaraan roda empat yang menjadi tunggangan mereka itu.
"makasih ya Bob, udah nemenin hari ini..." ucap Aleta.
"sama sama Al...aku juga seneng kok bisa nemenin kamu..." ucap Bobby sambil tersenyum disambut anggukan kepala dari wanita cantik mantan istri Leonardo Alfindo Ganada itu.
"ya udah....aku masuk dulu ya..." ucap Aleta.
Bobby hanya mengangguk.
Wanita itupun bergegas masuk ke dalam rumah miliknya, namun baru selangkah ia hendak menaiki tangga menuju teras rumah, tiba tiba pintu rumah terbuka, Mario keluar dari rumah tersebut menyambut kedatangan putri dan anak buahnya.
"papa...." ucap Aleta pada sang papa.
Mario hanya tersenyum.
Bobby yang menyadari kedatangan sang jenderal pun mau tak mau mendekat ke arah laki laki berpostur tubuh tegap itu.
"jenderal" ucap Bobby sambil memberi hormat selayaknya seorang prajurit.
"kalian dari mana?" tanya Mario.
Aleta menunjukkan syal yang terkalung di lehernya sambil tersenyum manja ke arah sang papa.
"sejak kapan kamu suka bola?" tanya Mario.
"sejaaaaakkk.........tadi...." ucap Aleta sambil tersenyum lucu di akhir kalimatnya. Sepertinya wanita itu bahagia sekali.
Mario mengernyitkan dahinya. Sedangkan Bobby yang mengetahui semuanya termasuk adegan mesra antara Leon dan Aleta di stadion pun hanya mengulum senyum.
"aku ke dalam ya papa....mau mandi...bau asem..." ucap Aleta.
Mario hanya mengangguk. Wanita cantik itupun melangkah menuju kedalam rumahnya sambil bersenandung riang.
Kini tinggal ada Mario dan Bobby di teras rumah.
"kau mengajaknya menonton bola? dia mau?" tanya Mario.
"siap...! mau jenderal...!" ucap Bobby.
Mario hanya mengangkat dagunya. Ia bahkan tak tau kalau putrinya suka bola.
Mario kemudian mengangguk.
"kalau begitu saya pamit, jenderal" ucap Bobby.
Mario mengangguk lagi.
"ya...silahkan..." ucap Mario.
__ADS_1
Bobby pun kembali memberi hormat, lantas meraih punggung tangan pria itu dan menciumnya sebagai tanda bakti terhadap orang yang lebih tua. Pemuda itu lantas pergi meninggalkan tempat tersebut.
Mario masuk ke dalam rumahnya. Ia segera menuju ruang tengah dimana sang istri tengah berada di sana menonton acara televisi.
"Aleta mana?" tanya Sarah.
"ke kamarnya ..." jawab Mario sambil kembali duduk di samping sang istri dan memasukkan tubuh wanita yang kini berhijab itu kedalam dekapannya.
"Sarah...." ucap Mario.
"ya....." jawab Sarah.
"apa selama ini Aleta memang suka nonton bola?" tanya Mario.
Sarah mendongak menatap wajah sang suami.
"bola?"
"ya...."
"enggak...! setahuku dia tidak suka semua cabang olah raga...dia lebih suka musik..." ucap Sarah.
Mario diam tak bergerak.
"memangnya kenapa?" tanya Sarah.
Mario tersenyum.
"oh ya...?" tanya Sarah sangsi
"ya...." jawab Mario sambil tersenyum.
Sarah hanya mengangguk ragu. Cepat sekali..setau nya Aleta begitu sulit di dekati laki laki sejak dulu. Terlebih lagi setelah perceraian nya dengan Leon. Aleta seolah tak pernah tertarik dan melirik laki lakk manapun.
Jika memang Bobby berhasil meluluhkan hati Aleta, maka laki laki itu benar benar patut di acungi jempol.
Sarah kembali merebahkan kepalanya di pundak Mario. Sedangkan laki laki paruh baya bertubuh atletis itu kini nampak merogoh ponsel di saku celananya lalu mengotak atik nya sejenak.
...****************...
Hari berganti......
Pagi ini di sebuah ruangan milik pria berjambang lebat, Leonardo Alfindo Ganada...
tok....tok....tok.....
pintu di ketuk dari luar..
"masuk" ucap Leon tanpa mengalihkan pandangannya pada sebuah laptop di hadapannya.
Ceklek.....
__ADS_1
pintu terbuka...
Tami sang sekretaris pribadi datang dari luar sambil membawa sebuah sebuah buket bunga mawar merah dan sebuah paper bag.
Leon mengernyitkan dahinya.
"permisi tuan..tadi ada kurir datang, mengantar ini katanya untuk tuan...." ucap Tami sambil menyerahkan barang barang yang di bawanya itu kepada sang atasan.
Leon nampak memiringkan kepalanya
"dari siapa..?" tanya Leon.
"kurang tau tuan...ada suratnya tapi saya tidak berani membukanya..." ucap Tami.
Leon pun menerima bunga dan paper bag itu.
"makasih ya..." ucap Leon.
"sama sama tuan...kalau begitu saya permisi" ucap Tami
Leon hanya mengangguk. Wanita yang kini penampilan nya terlihat lebih sopan itu pun keluar dari ruangan Leon.
Seperginya Tami, pria yang kini mempunyai dua buah hati itu nampak membuka sebuah surat kecil yang tergantung di buket bunga berwarna merah tersebut.
"selamat siang tuan....jangan lupa ngemil 🖤"
~Aleta~
bunyi surat itu.
Leon tersenyum hingga memperlihatkan barisan gigi gigi nya yang putih. Leon kemudian meraih paper bag di sana, satu toples rendah berisi kue kering berada disana. Leon hanya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum.
Ini yang selalu laki laki itu rindukan dari sosok Aleta. Perhatian dan kepedulian nya. Hal hal kecil yang bisa membuat Leon serass di hargai sebagai seorang laki laki.
Leon meriah ponselnya, lalu menuju aplikasi WhatsApp, masuk ke room chat nya dengan Aleta dan menuliskan sesuatu di sana....
"terima kasih anak pak jenderal..." tulis Leon.
ting....
1 pesan masuk tak lama setelah Leon mengirim pesan
*Mantan...
"sama sama calon mantu pak jenderal..😁*"
...----------------...
***Selamat pagi.....
up 09:09
__ADS_1
yuk... dukungan dulu 🥰🥰🥰***