Istri Kedua Tuan Leon

Istri Kedua Tuan Leon
51


__ADS_3

Pagu menjelang......


Para umat manusia kembali memulai aktifitas mereka seperti biasanya.


Pagi ini, dengan penampilan yang sudah rapi,Aleta sudah berada di dapur rumah mewahnya dan Leon. Seperti biasa, wanita itu nampak menyiapkan sarapan pagi untuk suami tersayangnya itu. Hari ini Leon sudah berjanji, ia akan menemani Aleta untuk membagikan peralatan solat ke masjid masjid yang ada di kota ini.


Hari ini pun, Aleta terpaksa menutup tokonya untuk satu hari. Ia tak mau kalau sampai ibunya bekerja sendiri di toko. Akan lebih baik jika untuk sehari mereka libur dulu, sekalian istirahat bukan?


Tak.....tak.....tak .....


Suara itu menggema. Sesosok pria tampan turun dari tangga rumah itu dengan tampilan yang lebih casual. Sebuah sweater abu abu nampak melekat sempurna di badan Leon. Berpadu dengan celana jeans hitam yang membalut kakinya yang kokoh.


"morning baby..." ucap Leon sambil mendekati sang istri. Dikecupnya kening wanita cantik itu saat ia sudah berada di samping wanita cantik kesayangan nya tersebut.


"pagi suami....."ucap Aleta sambil memeluk tubuh tegap pria yang semalaman memeluk tubuh rampingnya itu dengan begitu erat.


"sayang...hari ini jadi temenin aku bagiin alat sholat kan?" tanya Aleta.


Leon tersenyum.....


"jadi dong... kan aku udah janji..." jawab Leon.


Aleta nampak sumringah.


"ya udah, kalau gitu sarapan dulu ya... tunggu sini bentar, aku ambilin sandwich kesukaan kamu dulu..."ucap Aleta.


Leon hanya mengangguk sambil tersenyum.


Ia pun duduk di kursi meja makan, Aleta berjalan menuju dapur, mengambil dua potong sandwich kesukaan Leon dan meletakkannya di atas meja tepat di hadapan sang suami.


"thank you sayang....."ucap Leon pada wanita tersebut.


Aleta pun memposisikan dirinya. Ia duduk di pangkuan Leon lalu memulai aktifitasnya menyuapi makan sang suami seperti yang biasa ia lakukan tiap pagi jika sedang bersama seorang Leonardo Alfindo Ganada.


"toko kamu gimana hari ini?"tanya Leon yang tanpa sadar berbicara dengan bahasa yang tak se kaku biasanya.


"tutup dulu sayang...biar ibuk juga sekalian istirahat...." ucap Aleta.


Leon tersenyum sambil meraih pinggang sang istri yang duduk di pangkuan nya lalu mendekapnya erat.


"hari ini jadi kan ke masjidnya?" tanya Aleta.


"jadi dong...kan aku udah janji...."ucap Leon.


Wanita itu lantas tersenyum.Keduanya pun kembali melanjutkan aktifitas makan pagi mereka bersama sama.


...****************...


Beberapa jam kemudian,


saat mentari mulai naik dan panas mulai terasa semakin terik ....


Di tempat yang berbeda....


Sebuah mobil mewah nampak berhenti di depan sebuah toko bunga berlantai dua di sana.Seorang pria matang berusia tiga puluh lima tahunan nampak turun dari kursi kemudi yang sejak tadi di dudukinya.Ia kemudian berjalan menuju pintu belakang mobil mewah berwarna hitam itu dan membukakan pintunya disana.

__ADS_1


Seorang pria paruh baya yang masih terlihat gagah dengan perawakan khas seorang militer nampak keluar dari dalam mobil itu.


Ya....itu Mario dan Sean sang ajudan.Hari ini mereka akan pergi ke makam istri Mario.Sebelum ke makam,Mario meminta untuk di antar ke toko bunga terlebih dahulu guna membeli dua belas tangkai lili putih kesukaan nya dan istri.


Namun sepertinya hari ini kedua pria itu harus gigit jari. Toko berlantai dua itu tutup. Tidak ada orang disana. Tulisan berbunyi "close" juga tergantung di pintu utama toko bunga langganan Sean itu.


"sepertinya tokonya tutup jenderal..."ucap Sean.


Mario menatap sebuah papan persegi panjang disana.


"Aleta Florist"


Mario terdiam sejenak membaca papan bertuliskan nama toko bunga itu.


"jadi bagaimana jenderal...?"tanya Sean. Mario menoleh tenang ke arah Sean.


"kita cari toko bunga yang lain saja kalau begitu..."ucap Mario.


"baik jenderal..." jawab Sean sang ajudan.


Kedua pria beda usia itupun lantas kembali masuk ke dalam mobil mereka.Sean kembali melajukan kendaraan berharga fantastis itu menyusuri jalanan kota besar tersebut sambil matanya tak henti celingukan mencari keberadaan sebuah toko bunga di sana.


Cukup lama mereka berkeliling,hingga sampailah mereka di depan sebuah bangunan.Toko bunga yang tak terlalu besar,terletak di samping sebuah masjid yang juga tak terlalu besar disana.


Sean turun,tak lupa ia berjalan ke belakang guna membukakan pintu untuk sang jenderal.


Mario pun turun dari mobil tersebut, mendekati kiso bunga itu dan menghampiri pemilik nya...


"permisi...."ucap Mario.


"saya pesan dua belas tangkai lili putih,bisa tolong di buatkan buketnya?" tanya Mario.


"oh bisa tuan....silahkan tunggu sebentar,saya buatkan dulu ..." ucap sang penjual.Mario hanya mengangguk.


Wanita muda itupun mulai merangkai buketnya,Mario duduk di sebuah kursi disana,sedangkan Sean berdiri di samping sang jenderal dalam posisi siap.


Tak lama,buket bunga pun jadi.Wanita itu mendekati Mario lalu menyerahkan buket bunga lili putih buatannya itu kepada sang jenderal yang kini hanya mengenakan setelan celana panjang dan kemeja hitam itu.


"silahkan tuan..." ucap wanita itu.Mario pun menyerahkan beberapa lembar uang ratusan ribu untuk sang penjaga kios bunga.


"ini kebanyakan tuan .." ucap wanita itu.


"nggak apa apa...kembaliannya buat kamu aja...." ucap Mario sambil tersenyum.


"wah.... terima kasih banyak tuan ..." ucap sang penjual bunga.


Mario hanya tersenyum lembut.


Ia pun bergegas untuk kembali masuk ke dalam mobilnya bersama Sean,namun tiba tiba.....


Allahu Akbar.... Allahu Akbar.......


Gema adzan dhuhur berkumandang dari sebuah mesjid yang berada di samping toko bunga.Mario menghentikan langkahnya.Ia berbalik badan menatap masjid yang terlihat masih sangat lengang itu.Hanya ada sebuah mobil hitam yang cukup mewah disana dan dua buah motor.


"Sean...." ucap Mario.

__ADS_1


"siap jenderal..!" ucap Sean.


"kita sholat dhuhur dulu, kita ke makam setelah selesai solat...." ucap Mario.


"baik jenderal..." ucap Sean.


Mario pun membuka pintu mobil. Diletakkannya buket bunga yang ia beli itu di atas jog bagian belakang mobil tersebut. Ia kemudian menutup kembali pintu kendaraan roda empat tersebut lalu melangkah menuju masjid bersama Sean di belakang nya.


Mario berjalan dengan langkah lebar dan cepatnya.Ia segera menuju ke samping masjid untuk mengambil wudhu.Hingga .......


.


.


.


.


buuuuuggghhhh......


"aaawww ....!!"


Seorang wanita muda tiba tiba nyelonong dari dalam masjid. Sepertinya ia juga hendak ke tempat wudhu,namun lantaran tak hati hati, ia pun tak sengaja menabrak tubuh kokoh sang jenderal, membuat tubuh rampingnya itupun oleng dan jatuh terpelanting ke lantai masjid.


"kamu nggak apa apa?" tanya sang jenderal. Wanita itu meringis. Mario mengulurkan tangannya berniat memberikan bantuan untuk wanita muda itu bangkit.


Wanita cantik itupun meraih tangan sang jenderal. Ia kemudian bangkit dari posisinya semula.


"nggak apa apa pak....saya nggak apa apa...." ucap wanita itu sambil mendongak dan menatap wajah sang jenderal.


.


.


.


.


Deeeeggghhhh......


.


.


.


bersambung😁


...----------------...


***Selamat pagi...


up 05:51


yuk.... dukungan dulu 🥰🥰😘😘***

__ADS_1


__ADS_2