Istri Kedua Tuan Leon

Istri Kedua Tuan Leon
131


__ADS_3

Leon nampak memejamkan matanya mendengarkan celotehan polos dari kedua putra putrinya. Inilah yang ia khawatirkan. Ahsa memang sangatlah polos dan apa adanya. Ingatkan, betapa ia dulu dengan polosnya bertanya pada Aleta, apakah benar wanita itu adalah calon ibu mereka langsung pada orang nya?


Ya.... seperti itulah anak kecil bukan? apa yang ia ingin tahu, apa yang ia rasakan pasti ia utarakan.


Leon tersenyum kaku. Lain hal nya dengan Aleta yang terlihat lebih santai.


"maaf nyonya, tuan.....Ahsa memang suka begitu..." ucap Leon.


Sarah menoleh ke arah Leon.


"nggak apa apa Leon.. namanya juga anak anak..." ucap Sarah.


Leon hanya tersenyum kaku.


Mario masih menatap ke arah Alka dan Ahsa yang nampak kagum pada Sean dan Mario yang berseragam prajurit itu.


"om....om sama kakek ini tentara ya?" tanya Ahsa polos pada Sean yang tersenyum ke arah mereka.


"iya...." jawab Sean.


"waaaaahhh....."ucap Alka kagum.


"tuh kak...bener kan..." ucap Ahsa lagi.


Alka hanya mengangguk.


"iya...."jawab Alka.


"berarti...nanti...kita akan jadi cucu nya pak tentara kak.....hebat ya...." ucap Ahsa.


"Ahsa...!" ucap Leon seolah meminta sang putri untuk diam. Sean yang mendengar ucapan Ahsa hanya tersenyum lucu. Sebegitu yakinnya dua bocah ini kalau Aleta adalah calon ibu mereka.


"kalian mau jadi tentara juga?" tanya Sean lagi.


"aku mau om..." ucap Alka.


"aku nggak mau...aku kan cewek...aku mau jadi penyanyi aja kayak mama.." ucap Ahsa membuat Sean tersenyum lucu.


Alka dan Ahsa bangkit. Keduanya sudah selesai dengan aksi makan siang mereka. Sepasang saudara kandung itu pun membuang box makanan itu dan segera menuju kamar mandi untuk mencuci tangan mereka di wastafel.


Setelah selesai....


"Alka....Ahsa...ikut om mau nggak?" tanya Sean.


"kemana om?" tanya Alka.


"kita jalan jalan yuk...beli es krim...papa mama sama kakek nenek nya mau ngobrol dulu.... kalian sama om dulu ya..." ucap Sean.


"iya deh om...." jawab Alka.


Kedua bocah itupun menurut. Mereke pergi bersama Sean setelah berpamitan dengan Leon dan mencium tangan para orang orang dewasa di dalam ruangan itu. Keduanya pun lantas pergi bersama Sean .


......................


Seperginya Alka, Ahsa, dan Sean....


Mario mendekati ranjang pasien, dimana di samping kanan dan kiri ranjang itu sudah ada Sarah dan Aleta yang duduk di sebuah kursi di sana.


"bagaimana kondisimu, Leon?" tanya Mario.


Leon tersenyum. Aleta menunduk di samping ranjang.

__ADS_1


"saya sudah jauh lebih baik tuan..." jawab Leon.


"syukurlah kalau begitu, saya ikut senang mendengarnya...." ucap Mario.


Leon tersenyum lagi.


"terima kasih tuan, saya juga mau minta maaf, gara gara saya sakit, Aleta jadi terlalu banyak di sini menjaga anak anak saya...saya minta maaf...." ucap Leon.


Mario tersenyum.


"kau pasti sudah tahu jika putriku ini memang sangatlah menyukai anak anak, bukan?" tanya Mario membalas ucapan Leon.


Leon nampak mengangguk membenarkan.


Suasana hening sejenak....


Lalu...


"Leon ..." ucap Mario.


Leon menoleh ke arah pria ayah kandung Aleta tersebut.


"kedatangan ku dan istriku kemari, pertama, aku ingin menjenguk mu, dan yang kedua...aku ingin minta maaf... karena sikapku yang cukup arogan beberapa hari lalu.." ucap Mario.


Leon tersenyum.


"siapa yang arogan tuan? anda tidak arogan, saya paham maksud anda...mungkin jika saya berada di posisi anda, saya juga akan melakukan hal yang sama seperti yang anda lakukan .." ucap Leon.


Mario tersenyum...


"Leon...Aleta.....ada satu hal lagi yang ingin ku sampaikan...." ucap Mario.


Leon dan Aleta menoleh ke arah pria itu, begitu juga dengan Sarah.


Leon dan Aleta yang sejak sadar nya Leon belum pernah sama sekali menyinggung masalah ini pun nampak saling pandang.


"aku minta maaf....jika sikapku pada kalian tempo hari terlalu keras...sebagai orang tua....aku hanya ingin mencoba untuk melindungi putriku...aku hanya tidak mau, jika putriku kembali menangis seperti yang dulu..." ucap Mario.


Leon tersenyum, ia hendak menimpali ucapan Mario namun pria berseragam militer itu nampak mengangkat tangannya, seolah mengisyaratkan Leon untuk diam dan tak menjawab dulu ucapan nya.


Leon pun menghentikan niatannya.


"Leon....jujur saja....hal yang paling menyedihkan bagiku adalah tangisan Aleta...lima tahun lamanya aku dan istriku membawa Aleta pergi menjauh dari mu, harapanku hanya satu, berharap Aleta segera bangkit dari traumanya, memulai kehidupan barunya dan kembali menata hati untuk laki laki baru yang bisa membahagiakan nya..." ucap Mario.


"aku pernah mencoba menjodohkan Aleta dengan beberapa pria, tapi nyatanya Aleta tidak pernah mau...ia selalu menolak dengan alasan belum siap menikah dan tidak cocok..."


"Aleta tidak pernah membawa laki laki kerumah dan mengenalkannya pada kami, orang tuanya... hingga.... lima tahun setelah kalian berpisah, untuk pertama kalinya seorang laki laki datang ke rumah kami...dan menyatakan niatannya untuk meminang putri kami...."


"yaitu kau....satu satunya orang yang pernah dekat dengan Aleta, mantan suaminya yang sangat ingin ku jauhkan dari kehidupan Aleta..."


"maaf, tentu saja aku tidak setuju...aku tidak mau anakku kembali masuk dalam kandang mu yang dulu pernah menyiksanya...."


"itulah sebabnya kenapa aku menolak niatanmu, dan berencana untuk menjodohkan Aleta lagi, dengan salah satu anak buahku, Bobby...."


"tapi nyatanya tidak semudah itu.... setelah kecelakaan yang kau alami, Aleta berubah drastis....dia menjadi pemurung, pendiam, tidak mau merawat dirinya, tidak peduli kehidupan nya, tidak peduli karir dan pekerjaan nya, setiap hari ia hanya menghabiskan waktunya di tempat ini, menangis, berdoa, beribadah di sepertiga malam, merawat putra putrimu, dan juga merawatmu yang tertidur lelap empat hari lamanya..." ucap Mario yang rupanya diam diam pernah datang ke rumah sakit tengah malam dan melihat aktifitas Aleta di kamar rawat inap itu.


"niatku menolakmu adalah untuk kebahagiaan putriku, tapi nyatanya aku tidak mendapatkan itu....Aleta tidak bahagia, tidak ada tawa dari bibirnya ,yang ada hanya tangisan dan duka yang berkepanjangan, dan sedihnya lagi...bukan hanya dari Aleta...tapi juga dari putra putri kecilmu..."


Mario menarik nafas panjang.


"dari situ aku mulai sadar...bahwa terbaringnya kau di atas ranjang ini sudah menyakiti banyak orang...bukan hanya putriku tapi juga anak anak mu...mereka semua menyayangi mu..."

__ADS_1


"aku merasa bersalah... karena kejadian yang menimpamu terjadi sesaat setelah penolakan ku... aku merasa ikut andil dalam masalah ini..." ucap Mario.


Leon diam menunduk, begitu juga Aleta.


Mario menatap dua manusia itu secara bergantian.


"Leon....Aleta...." ucap Mario.


Leon dan Aleta mendongak.


"aku hanyalah orang tua yang menginginkan hal terbaik untuk anakku... keputusan ku memintam kalian untuk saling menjauh kurasa bukanlah sebuah keputusan yang tepat. Aleta tidak mendapatkan kebahagiaan nya...ia seolah tak bernyawa selama kau sakit....namun kini, aku bisa melihatnya...ada kebahagiaan di balik kesibukan nya mengurus anak anakmu...meskipun aku juga sebenarnya tidak tahu, apa yang ada dalam pikiran putriku sampai rela melakukan semua ini demi kau dan anak anakmu..."


Aleta makin menunduk.


"Leon...aku tau kau juga memiliki perasaan yang sama dengan Aleta...aku tahu kalian saling menyayangi...."


"aku akan berusaha memberimu kesempatan kedua..." ucap Mario lagi membuat Leon dan Aleta mendongak menatap sang jenderal.


"tapi dengan beberapa syarat...." ucap pria itu lagi.


Mario menoleh ke arah Sarah. Wanita itu lantas mengeluarkan sebuah map coklat dari dalam tas jinjing yang sejak tadi di bawanya dan menyerahkan nya pada Mario.


Mario pun membukanya dan menyerahkan map itu pada Leon.


Pria itu pun membaca isi map yang ternyata merupakan sebuah perjanjian sebelum pernikahan yang di ajukan oleh Mario pada pria tersebut.


"aku memberimu kesempatan kedua...tapi...aku punya syarat...."


"yang pertama, kau harus secepatnya menikahi putriku jika memang kau masih mencintainya, aku tidak mau kalian terlalu lama menjalin hubungan tanpa adanya pernikahan..."


"yang kedua...aku mau kau meminta izin pada ibumu di penjara dan memastikan, bahwa Aleta akan aman saat nanti wanita itu selesai dengan masa hukumannya...aku mau kau memastikan dia tidak akan ikut campur dengan urusan rumah tangga kalian.."


"yang ketiga...aku mengizinkan kalian menikah, tapi aku mau, kalian tinggal seatap dengan kami sampai batas waktu tertentu....aku ingin meyakinkan diriku, bahwa kau benar benar sudah berubah dan bisa menjadi imam yang baik untuk putriku..."


"dan yang terakhir...aku akan bertindak tegas dan menuntut mu jika sampai kau kembali mengulangi kesalahanmu dan menyakiti putriku...dalam bentuk apapun itu. Entah itu kekerasan baik fisik maupun mental, perselingkuhan, ataupun yang lainnya..." ucap Mario.


"aku hanyalah seorang ayah yang takut terjadi sesuatu dengan putriku... aku melakukan ini, bukan bermaksud untuk ikut campur urusan rumah tangga anak. Aku hanya ingin memastikan, kau benar benar bisa menggantikan posisi ku, menjadi laki laki yang bisa ku andalkan untuk menjaga dan menyayangi putriku..."


"aku tidak akan masuk ke dalam rumah tangga kalian selama kau bisa menjalankan perjanjian yang ku buat ini...aku akan mengizinkan kalian untuk tinggal sendiri di rumah kalian nantinya, jika aku sudah merasa yakin, kau pantas untuk membawa Aleta pergi bersamamu..." ucap Mario.


Leon menoleh ke arah Aleta. Aleta diam tak bergerak seolah pasrah pada keputusan Leon.


Leon kemudian menoleh ke arah Mario.


"bagaimana dengan anak anakku?" tanya Leon.


"aku tidak pernah mempermasalahkan anak anak...silahkan... bawa dia ikut bersamamu kemanapun kau pergi...aku tidak keberatan...." ucap Mario.


Leon mengangguk. Mario menyodorkan pulpen yang Sarah berikan.


Leon diam sejenak.


Lalu....


diambilnya pulpen tersebut. Dengan mantap dan penuh keyakinan, di tanda tangani nya surat perjanjian itu. Pertanda ia siap menjalankan mandat sang jenderal. Ia akan menikahi Aleta secepatnya. Menjadi laki laki yang bisa Aleta banggakan dan sang jenderal percayai untuk menjaga permata berharga milik Mario dan Sarah.


...----------------...


***Selamat pagi menjelang siang..


up 08:04

__ADS_1


yuk.. dukungan dulu 🥰🥰🥰😘***


__ADS_2