
"plaaaaakkkk.....!!!"
"aaaaaawwwww.....!!"
Aleta memekik saat itu juga. Sebuah telur busuk mendarat di tubuhnya entah dari mana dan siapa yang melempar nya ia tak tahu.
Aleta mengangkat kedua tangannya sambil nyengir geli. Telur itu mendarat tepat di bagian dada Aleta, hingga menimbulkan bau yang teramat sangat menyengat. Wanita itu bahkan serasa ingin muntah dibuatnya.
"ini kerjaan siapa sih? mana bauk banget lagi...." ucap Aleta menggerutu.
Ia kembali mengedarkan pandangannya. Mencari cari sosok yang mungkin adalah tersangka pelemparan telur terhadap dirinya, tapi tidak ada.
Aleta berdecak kesal. Dengan segera ia melangkah kembali ke tokonya sambil terus menggerutu.
Sesampainya di toko....
"assalamualaikum......" ucap Aleta dengan wajah kesal.
"wa alaikum salam.... eeeeemmmmhhhh..." ucap Sarah sambil reflek menutup hidungnya saat mencium aroma tak sedap dari tubuh sang putri.
"kamu kenapa Al...? itu apa?"tanya Sarah
"nggak tau buk ...ada yang lempar telur busuk di jalan....bauk banget ....." ucap Aleta kesal.
"kok bisa sih?" tanya Sarah heran.
"nggak tauk...." jawab Aleta kesal.
"ya udah....kamu ke kamar mandi aja...bersihin badan kamu, biar ibu ke toko baju sebelah buat beliin baju ganti buat kamu...." ucap Sarah.
"ya udah deh ...ini makan siangnya buk...aku ke kamar mandi dulu..."ucap Aleta sambil menyerahkan kantong kresek putih berisi makan siang yang tadi di belinya itu.
Aleta segera menuju kamar mandi yang berada di lantai dua. Dimana disana juga ada ruang televisi dan dapur yang biasa digunakan olehnya dan sang ibu untuk istirahat makan siang. Aleta mempercepat langkahnya, ia benar benar sudah tak tahan dengan bau menyengat dari benda menjijikkan yang kini menempel di bajunya itu.
Dengan segera ia pun melepas semua pakaiannya, lalu membersihkan dirinya di bawah guyuran air shower disana.
__ADS_1
Sedangkan di lantai bawah, Sarah meletakkan kresek putih berisi dua box makanan itu. Dengan segera ia pun meninggalkan tempat itu dan menuju sebuah toko pakaian yang jaraknya dua toko dari tempat usaha nya itu.
Sarah masuk ke dalamnya. Ia pun dengan cepat memilih milih baju yang sopan untuk Aleta. Tak lama, wanita itupun selesai dengan aktifitasnya lalu segera menuju kasir untuk membayar barang barang yang ia pilih tersebut.
"semuanya dua ratus ribu buk...."ucap sang penjaga kasir.
Sarah pun mengeluarkan dua lembar uang seratus ribuan dari dalam dompetnya. Wanita itu kemudian keluar dari tempat tersebut dan segera kembali ke tokonya untuk menyerahkan baju yang dibelinya itu untuk sang putri.
Saat dalam perjalanan kembali ke toko....
buuuuuggghhhh......
"astaghfirullah haladzim....." ucap Sarah memekik.
Wanita yang nampak buru buru itu tak sengaja menabrak seorang wanita berpenampilan seksi yang tengah berjalan bersama seorang pria disana.Membuat kantong belanjaan berisi baju baru untuk Aleta itu pun jatuh.
"aduuuuuhhhhh.....ati ati dooong....!!!" ucap wanita itu.
"maaf mbak....nggak sengaja....! saya lagi buru buru..."ucap Sarah sambil meraih kantong belanjaan nya.
"Ayu....!!" ucap Sarah dengan sorot mata bahagia.
"aaaaaaaaaakkkkkhhhhhhhh.......!!!!"
Dua wanita paruh baya itu loncat loncat lalu saling memeluk satu sama lain dengan eratnya. Ayu adalah sahabat Sarah di wisma pluus pluus tempat tinggalnya dulu. Ayu lah orang yang paling baik untuk Sarah dan Aleta selama keduanya tinggal disana. Mereka begitu dekat bahkan melebihi seorang saudara sendiri. Ayu juga sangat tahu semua tentang Aleta dan ibunya. Namun semenjak Aleta dinikahi oleh Leon, mereka sudah hilang kontak dan tak pernah lagi bertemu. (Ayu ada di bab awal novel ini..)
"kamu kemana aja....?! kok tiba tiba ilang nggak ada kabar...?"tanya Ayu.
Sarah tersenyum. Ayu mengamati penampilan Sarah yang terlihat lebih sopan dan tertutup.
"kamu beda sekarang Sar...." ucap Ayu sambil menyentuh dress selutut yang Sarah gunakan.
Ibu kandung Aleta itu hanya tersenyum.
"kamu mau kemana Yu?"tanya Sarah mengalihkan pembicaraan.
__ADS_1
"biasa....aku nemenin pacarku..."ucap Ayu sambil menggandeng mesra laki laki disampingnya. Sarah hanya memberikan senyuman lembut ke arah pria berperut buncit itu.
"oh gitu...."ucap Sarah.
"ngomong ngomong kamu tinggal dimana sekarang Sar? Aleta mana? dia jadi nikah sama tuan Leon?" tanya Ayu menggebu gebu.
Sarah tersenyum lagi.
"iya...Aleta sudah menikah dengan tuan Leon. Sekarang kamu tinggal di rumahnya...itu toko bunga ku dan Aleta pemberian tuan Leon...kamu mampir ya kalau ada waktu..." ucap Sarah.
Ayu menoleh ke arah toko bunga dua lantai itu.
"waaah....hebat kamu....udah jadi orang kaya sekarang..."ucap Ayu.
"kaya apanya? yang kaya itu suami anakku...aku mah apa Yu...."ucap Sarah.
"ah ...kamu mah dari dulu selalu begitu....ya udah....aku duluan ya.....keburu panas banget ini..aku mau nemenin pacarku beli baju..."ucap Ayu.
"oh....ya udah....hati hati ya.....kapan kapan mampir ke toko bunga ku sama Aleta...."ucap Sarah.
"pasti....aku pasti mampir kapan kapan....aku kangen pengen ngobrol seru seruan sama kamu sama Aleta..." ucap Ayu.
"ya udah....aku pergi dulu ya..."ucap Ayu sambil merentangkan kedua tangannya. Dua wanita yang dulu satu profesi itu pun berpelukan lalu berpisah.
Ayu kembali melanjutkan perjalanan nya bersama sang kekasih, sedangkan Sarah kini segera menuju toko bunganya untuk menyerahkan baju untuk Aleta.
...----------------...
***Selamat siang...
up 11:36
banyak teka teki dan konflik disini.... semoga nggak membosankan ya.....
jangan lupa kasih dukungan nya.....🥰🥰***
__ADS_1