
00:05 tengah malam.,
Mobil mewah itu sampai di depan sebuah rumah megah yang nampak di perketat dengan beberapa penjaga yang bersiap siaga disana. Leon turun dari mobilnya dengan terburu buru. Ia mendekati pagar besi nan tinggi itu sambil kepalanya terus bergerak gerak seolah mencari sosok Aleta. Hal itupun memantik reaksi dari beberapa penjaga disana. Seorang pria berbadan tegap nampak mendekati pria matang itu dari balik pagar.
"selamat malam tuan...cari siapa?" tanya sang penjaga.
Leon menatap si penjaga.
"mana atasan mu?" tanya Leon.
sang penjaga mengernyitkan dahinya.
"atasan?" tanya penjaga itu.
Leon tak menjawab.
"jenderal sedang istirahat..." ucap sang penjaga.
Leon mengernyitkan dahi nya.
"oh...jadi dia seorang jenderal...? suruh dia keluar...! katakan bahwa aku datang untuk menjemput istriku...!" ucap Leon lagi angkuh.
"istri?" tanya si penjaga lagi seolah belum paham dengan apa yang Leon ucapkan.
"maaf tuan... sepertinya tuan salah rumah.. istri anda tidak mungkin ada di sini..." ucap si penjaga menjelaskan. Alih alih paham dan berucap sopan, Leon yang sudah seperti orang gila berhari hari mencari Aleta itu justru ngamuk dan menendang pagar besi rumah megah itu dengan sekuat tenaga.
daaaaaaaggggggghhhhh......
"panggil atasanmu dan bawa keluar istriku...!!!!" bentak Leon kesal membuat sang penjaga melotot.
"tuan, ini tengah malam...!tolong yang sopan jika bertamu ke rumah orang...!" ucap sang penjaga.
Beberapa rakan penjaga lain dirumah itupun mendekati dua pria yang mulai bersitegang tersebut.
"ada apa ini..?!"tanya salah seorang penjaga yang baru saja datang
"buka gerbangnya....!!aku ingin bertemu dengan istriku....!" ucap Leon sambil kembali menendang pagar besi menimbulkan bunyi yang cukup kencang membuat Mario dan Sarah yang baru saja selesai dengan aktifitas malam mereka sebagai sepasang suami istri pun terusik.
"ada apa itu?" tanya Mario sambil mengangkat kepalanya mencoba mempertajam pendengaran nya.
Sarah pun melakukan hal yang yang sama.
"kayak ada yang ribut ribut mas di luar..." ucap Sarah.
Mario bangkit dengan segera. Di raihnya pistol di atas meja, diselipkan di celana pendeknya lalu ia meraih sebuah piyama kimono yang tergeletak di atas kasur. Ia pun dengan segera mengenakan kain tersebut guna menutupi tubuh bugarnya, lalu berjalan dengan langkah cepat dan lebar keluar dari kamar pribadinya.
Sarah yang masih tak berbusana pun melakukan hal yang sama. Ia meraih kimono nya dan segera berlari menyusul sang suami.
Di ruang tamu, mereka bertemu Sean yang juga baru keluar dari kamarnya. Mereka pun berjalan bersama sama menuju ke luar rumah untuk memastikan keributan apa yang sedang terjadi.
.
.
.
Di depan gerbang,
Keributan terjadi. Leon memaksa masuk ke dalam rumah itu dengan cara memanjat pagar. Namun para penjaga pun menghalangi.
Kini pintu pagar terbuka. Namun para penjaga yang berjumlah empat orang itu nampak berjibaku mengusir Leon yang masih berada di luar pagar.
Mereka nampak meladeni serangan demi serangan menantu sang jenderal yang kini terlihat seperti orang kesetanan tersebut.
__ADS_1
Mario,Sean dan Sarah menyaksikan adegan perkelahian itu dari teras rumah. Hingga....
"Berhenti.....!!!!" suara tegas itu menggema menembus malam. Membuat para pria pria dewasa di luar gerbang itu seketika menghentikan pergerakan mereka dan menoleh ke arah sumber suara.
Leon mengangkat dagunya..!
itu dia...! pria tua tak tahu diri yang berani beraninya mencoba bermain main dengan istrinya. Ia berdiri diapit oleh pria yang dulu ia pergoki bersama Aleta di sebelah kanannya, dan Sarah di sebelah kirinya...!
Amarah Leon memuncak melihat sosok tiga manusia itu. Leon menatap bengis ke arah mereka. Dengan segera ia melangkahkan kakinya cepat dan lebar mendekati Mario. Para penjaga hendak menahan nya, namun Mario mengangkat satu tangannya seolah melarang para penjaga untuk mengejar Leon yang kini nampak murka.
Mario berdiri dengan tenangnya. Leon kini sudah berdiri tepat di hadapan nya dengan sorot mata tajam penuh kebencian. Makin murka saat ia melihat Sarah yang berdiri di samping sang jenderal dengan piyama kimono menutup tubuhnya. Kain yang sama seperti yang Mario kenakan.
Sarah pasti baru saja melayani naffsu si tua banggka ini.
Lalu dimana Aleta?
Jangan bilang Sarah mulai mempengaruhi Aleta untuk terjun ke dunia yang sama dengan yang digeluti ibunya...!
Tidak...! ini tidak boleh terjadi..! ia harus segera membawa Aleta pergi dari tempat ini...!
Sepasang pria dewasa beda usia itu masih saling menatap dengan sorot mata yang sama sama tajam.Lalu....
"ada apa ini?" tanya Mario.
"ada perlu apa tuan Leonardo Alfindo Ganada yang terhormat datang ke gubuk saya malam malam begini... mohon maaf, sebagai tuan rumah, saya merasa terusik..." ucap Mario.
Leon mengangkat dagunya.
"dimana istriku?" tanya Leon dingin.
Mario mengangkat satu sudut bibirnya. Sarah nampak meremas kimono di bagian dada nya.
"istri anda? mana saya tahu..." ucap Mario tenang.
"jangan bohong orang tua...! aku tau Aleta ada di dalam...!!" ucap Leon murka.
"jangan bohong prajurit kepaarat...! sebagai seorang aparat tingkah mu sangat menjijikkan...! kau sama sekali tidak pantas di sebut prajurit...!" ucap Leon berani membuat Sean bergerak hendak melakukan tindakan pada Leon namun Mario menahan nya dengan satu lengan, sedangkan Sarah nampak menggelengkan kepalanya seolah ingin berucap untuk Leon menghentikan ucapannya.
Mario tersenyum sambil tertawa ringan.
"oh.....maaf.....rupanya begitu penilaian anda...kalau begitu saya benar benar minta maaf, lain kali saya akan belajar soal tata krama yang baik lagi dari anda tuan Leon...putra dari ibu Renata dan tuan Roy, seorang produser, yang merangkap menjadi seorang penjudi kelas ulung biasa melakukan perjudian casino W, bar X, Y, Z dan A...." ucap Mario membuat Leon terdiam. Pria itu kini nampak melotot ke arah Mario yang nampak tersenyum ke arahnya.
"dari mana kau tau?" tanya Leon.
"anda juga mempunyai dua orang istri... istri pertama anda bernama Mayang, yang tidak pernah anda sentuh selama pernikahan anda...setelah itu anda memaksa menikahi seorang gadis kecil yang malang, bernama Aleta Balqis Aqilah...selama pernikahan anda dengan Aleta, wanita itu selalu anda rendahkan, anda caci maki, anda kata katai dengan ucapan ucapan anda yang sangat tidak pantas, sampai pada akhirnya anda menuduh istri anda berselingkuh dan menunda kehamilan nya...membuatnya pergi dari rumah anda dan hilang tanpa jejak, sampai hari ini...!" ucap Mario lagi dengan tegas.
Mata Leon menajam.
"tutup mulutmu orang tua...! aku tau....kau mengetahui semuanya dari Aleta bukan? dimana dia..?! dimana kau sembunyikan istriku....?!!!!" ucap Leon membentak penuh emosi.
"mas....." ucap Sarah lirih mulai khawatir. Leon mulai menggila dengan sorot mata iblis nya.
Leon yang mendengar ucapan itupun langsung menoleh ke arah Sarah.
Ia nampak tersenyum sinis ke arah wanita itu.
"hmmmmh....kau memang jalaang yang hebat..! kau bisa menggaet pria ini dengan tubuhmu...hebat sekali kau... aku harap kau tidak menjual anakmu pada pria pria ini...!" ucap Leon lagi begitu lancang di depan sang jenderal.
Mario mulai tak suka dengan ucapan Leon.
"jaga bicaramu anak muda...! kau tidak tau sedang berhadapan dengan siapa?!" ucap Mario tegas.
"memangnya siapa? kau tidak terima aku berkata seperti ini? harusnya kau tau....wanita di sampingmu ini adalah wanita rendahan..! dia sudah berkali kali dijamah oleh pria pria asing di luar sana... ditelanjangi, di gilir, di sentuh sembarangan, di tawar murah, di........................"
__ADS_1
buuuuuggghhhh.........
"maaaasss........!!!!!"
Leon yang belum selesai berucap itu jatuh tersungkur. Sang jenderal naik darah...! istrinya di rendahkan tepat di hadapan nya oleh menantunya sendiri. Ia tak terima..! baginya Sarah adalah wanita terhormat....!
Leon terlalu lancang sebagai seorang laki laki dan menantu...!
"jaga bicaramu...!!" ucap Mario dengan dada naik turun. Tangannya menunjuk ke arah Leon yang kini berada di bawah kakinya.
Pria itu pantas bangkit, ia tak terima di hantam pipinya oleh pria paruh baya itu. Dengan senyuman angkuh di bibirnya, ia mengangkat tangannya yang mengepal dan bersiap untuk menghantam wajah Mario, namun....
Buuuuuggghhhh.........
Mario terlebih dahulu memberi pukulan untuk Leon.
Laki laki itu meringis. Sarah menarik kimono Mario.
"mas....udah...." ucap Sarah memohon.
"dia perlu diberi pelajaran Sarah...! sebagai seorang laki laki....mulutnya terlalu menjijikkan menghina mertuanya sendiri...! ibu dari wanita yang di nikahi nya...yang katanya ia sayangi dan ia cari cari...!" ucap Mario murka.
Leon yang terduduk di lantai sambil memegangi pipinya yang memar nampak menatap ke arah dua manusia itu.
Mario terlihat begitu marah. Sarah memeluk pinggang sang suami seolah menahan pria itu untuk berbuat lebih pada Leon.
"pergi kau dari rumahku...! jangan harap kau bisa menemui Aleta lagi...!" ucap Mario murka.
"siapa kau berani mengusirku.....!!" ucap Leon sambil kembali bangkit.
"aku tidak akan pergi tanpa Aleta...! PANGGIL ALETA SEKARANG...!!" bentak Leon tepat di depan wajah Mario.
Pria paruh baya itu benar benar habis kesabaran. Tangan pria itu terangkat hendak kembali melayangkan pukulan untuk sang menantu namun tiba tiba.......
.
.
.
.
"stop........!!!!"
Pintu rumah terbuka. Wanita cantik dengan celana pendek berwarna putih dan kaos lengan pendek berwarna biru nampak keluar dari dalam rumah.
Semua menoleh ke arah sumber suara...
.
.
.
.
"Aleta...!!!"
...----------------...
***Selamat malam...
up 18:04***
__ADS_1
yuk ...dukungan dulu....