Istri Kedua Tuan Leon

Istri Kedua Tuan Leon
89


__ADS_3

Pagi menjelang....


Seorang pria tampan dengan penampilan rapi nampak berjalan menuruni tangga rumah mewahnya. Dengan kemeja putih dan dan celana panjang berwarna hitam, pria yang kini hanya memiliki seorang istri itu nampak melangkah menuju meja makan di mana disana sudah ada dua wanita beda usia yang menunggu kedatangan nya.


"hai sayang.... selamat pagi...." ucap Renata yang nampak duduk di sebuah kursi di meja makan berbentuk persegi panjang itu.


"mas...." ucap Mayang yang juga duduk di sana berhadapan dengan sang mertua.


Leon hanya tersenyum simpul sambil menggulung kemejanya hingga ke siku.


Leon mendekati meja makan itu.


"duduk sayang ... lihat nih, istri kamu udah nyiapin ini semua khusus buat kamu...banyak banget....rajin banget loh dia...." ucap Renata memuji Mayang.


Leon menoleh ke arah wanita itu.


"terima kasih...." ucap Leon.


Mayang tersenyum.


"apapun buat kamu mas...."jawab wanita itu.


Leon mendudukkan tubuhnya di salah satu kursi disana dengan mimik wajah tenang. Mayang pun bangkit, dengan segera ia pun memperlihatkan salah satu bentuk perhatian nya pada laki laki itu. Ia bangkit dan menyendok kan nasi untuk pria tampan itu.


Leon hanya diam. Enam tahun mereka menikah, namun nyatanya baik Mayang maupun Renata tak tahu kebiasaan Leon tiap pagi.


Ia tak suka makan nasi di pagi hari, ia lebih suka makan sandwich telur untuk mengganjal perutnya, seperti yang tiap pagi Aleta siapkan dulu saat ia masih tinggal bersama Leon.


Leon diam tak bergerak....


"makan dulu mas...." ucap Mayang


Leon masih tak bereaksi. Ia menoleh ke arah Mayang dengan sorot mata datar...


"aku tidak terbiasa makan nasi di pagi hari" ucap Leon membuat Mayang dan Renata diam sejenak dan saling pandang kemudian.


"oh.....em....maaf mas....aku nggak tau ..." ucap Mayang lalu buru buru menyingkirkan nasi di hadapan Leon.


"tidak apa....aku tahu kau tak tahu kebiasaan ku tiap pagi..." ucap Leon sambil tersenyum ke arah Mayang.


"aku janji mas...aku akan belajar lagi, aku minta maaf ya ...." ucap Mayang.


Leon hanya tersenyum lalu mengangguk.


"eee....ya udah....kamu mau apa? biar aku bikinin...." ucap Mayang.


Leon tersenyum lagi...


"nggak usah, aku langsung berangkat ke kantor saja...tapi.........." ucap Leon sambil menyentuh punggung tangan Mayang dan mengusapnya lembut, membuat wanita itu terkaget sekaligus bahagia.

__ADS_1


"kalau kau tidak keberatan, boleh aku minta tolong?" tanya Leon


"apa?" tanya Mayang.


"antar kan makan siang untukku nanti....aku ingin kau ke kantor siang ini...apa kau tidak keberatan?" tanya Leon.


Mayang nampak bahagia.


"kenapa harus keberatan? aku akan sangat bahagia mengantar makan siang buat kamu mas..." ucap Mayang.


Leon tersenyum manis.


"thanks baby....terima kasih sudah menjadi istri yang baik" ucap Leon. Mayang dan Renata nampak tersenyum bahagia. Leon benar benar mulai kembali ke pangkuan dua wanita itu. Tak sia sia usaha mereka selam ini menyingkirkan Aleta. Berkat luka yang terlalu perih itu, kini Leon perlahan mulai bisa membuka hatinya untuk Mayang,pikir dua wanita itu.


Leon kemudian bangkit.


"ya sudah...aku berangkat dulu ya..." ucap Leon. Mayang mengangguk.


"hati hati ya mas..." ucap wanita itu sambil merangkul pundak Leon dan hendak melayangkan kecupan manis ke bibir pria itu namun lagi lagi Leon menolak.


"kenapa?" tanya Mayang kecewa.


"maaf ...beri aku waktu...aku masih perlu berdamai dengan semua ini..." ucap Leon beralasan.


Mayang menghela nafas panjang. Lagi lagi ia belum bisa merasakan kedekatan yang intim dengan pria itu. Tapi ya sudah lah ya ....mungkin Leon masih trauma. Ia masih perlu waktu untuk menyesuaikan diri, pikir Mayang.


"ya udah....aku ngerti kok...kamu hati hati ya mas...." ucap Mayang.


"Leon...." ucap Renata.


Laki laki itu pun menoleh


"ya ma....." jawab Leon.


"mama seneng deh....akhirnya kamu mulai bisa menerima Mayang....akhirnya kamu sadar juga, kalau Mayang lah wanita yang benar benar tulus dan mau menunggu sekian lama demi mendapatkan kembali cinta kamu... cepatlah berdamai dengan kenyataan sayang....mama nggak sabar pengen cepet-cepet punya cucu dari kalian..." ucap Renata.


Leon tersenyum manis. Namun dalam hatinya ia seolah terbakar.


Ia adalah pria yang di vonis "susah" punya keturunan, ia bahkan tak tau apakah "sakit" yang ia derita ini bisa disembuhkan atau tidak. Mengingat semenjak ia menerima surat hasil lab dari Ayu hingga saat ini ia belum pernah pergi ke dokter dan memeriksa kan kondisi nya secara menyeluruh.


Namun jika memang apa yang tertulis dalam surat itu benar, maka ada satu pertanyaan dalam diri Leon.


Mayang pernah hamil enam tahun yang lalu. Yang kemudian menjadi alasan kenapa ia kembali datang pada Leon dan meminta untuk dinikahi. Jika kini Leon terbukti susah punya anak, sedangkan rahim Aleta saja dinyatakan sangat subur dan sehat. Lalu yang dulu hidup di rahim Mayang itu anak siapa?


Ingin sekali rasanya Leon mengumpat hebat saat itu juga namun ia tahan. Ia lebih memilih tersenyum penuh kepalsuan guna membahagiakan dua wanita yang tengah merasa diatas awan itu.


"ya sudah...aku berangkat dulu...Mayang....mama..." ucap Leon.


"iya sayang ..." ucap Leon

__ADS_1


"iya mas...." ucap Mayang.


Laki laki itupun melangkah pergi. Tanpa mengecup kening sang istri, tanpa mencium tangan ibunya, karena memang Renata tak pernah mengajari hal demikian pada Leon sejak kecil. Justru Leon mengenal tradisi tradisi semacam itu semenjak bertemu dengan Aleta.


Leon pun berlalu, meninggalkan dua wanita itu yang kini nampak berbinar bahagia.


.....


Leon pun masuk ke dalam mobilnya yang sudah terparkir di halaman rumah mewah itu.


Ia kemudian meraih sebuah ponsel yang ia letakkan di dashboard kendaraan berharga milyaran itu. Sebuah ponsel baru, yang baru saja ia beli kemarin dan khusus ia gunakan sebagai alat penyadap bagi ponsel dua manusia yang semalam ia pergoki tengah asyik bercumbu di parkiran sebuah tempat hiburan malam itu.


Leon membaca pesan pesan yang masuk. Beberapa pesan dari seorang pria muda untuk wanita tiga puluh lima tahun itu. Dari Fathur untuk Mayang.


"*Hay lovely...."


"hari ini suamimu tidak pulang lagi..."


"bagaimana kalau besok siang kita bertemu..."


"aku masih merindukan mu, bahkan makin merindukan mu...."


"bisa kan?


"sayang....."


"halooo...."


"my lovely*......"


Dan banyak pesan pesan lain yang Fathur kirim kan namun tak dibalas oleh Mayang, sepertinya wanita itu terlalu bahagia lantaran bisa tidur seranjang dengan Leon semalam, ia sampai mengacuhkan baby boy nya.


Leon menyeringai....


"kalian memang pasangan yang serasi...akan ku pastikan...kalian bahagia selamanya, sampai ke neraka...." ucap Leon mengerikan dengan sorot mata iblis yang menakutkan.


Laki laki itu kemudian memasukkan ponselnya ke saku celananya,lalu mengeluarkan satu ponsel lagi dari saku celananya yang lain. Ia kemudian menuju fitur galery, menuju ke album vidio kemudian memutar sebuah lagu disana sebagai teman perjalanan nya.


Itu adalah bekas ponsel milik Aleta. Dimana ada puluhan rekaman vidio wanita itu yang terekam disana, dan kebanyakan adalah vidio Aleta yang tengah bernyanyi sambil memainkan gitar.


Ya...kini ia tak bisa menatap wajah ayu itu dan mendengarkan suara merdunya, maka hanya dengan cara inilah Leon bisa mengobati kerinduan nya, mendengar kan suara wanita cantik itu melalui rekaman video di ponsel itu tiap kali ia tengah sendiri.


Berbahagia lah disana Aleta. Aku disini sedang berjuang menyelesaikan apa yang harusnya ku selesai kan....


...----------------...


***Selamat malam....


up 19;55

__ADS_1


yuk, dukungan dulu 🥰🥰🥰🥰***


__ADS_2