Istri Kedua Tuan Leon

Istri Kedua Tuan Leon
116


__ADS_3

Hari berganti hari,


pasca pernyataan perasaan yang Leon dan Aleta ungkapkan di dalam stadion..


Kian hari hubungan keduanya kian hari kian dekat. Meskipun jarang bertemu akibat kesibukan di dunia kerja masing masing, nyatanya kedua anak manusia itu masih selalu saling berhubungan satu sama lain meskipun hanya melalui sambungan telepon.


Hari ini,


Di sebuah mall di tengah kota, Leon tengah menikmati waktu senggangnya bersama dua putra putrinya.


Hari ini ia sengaja meluangkan waktu nya untuk mengajak Ahsa dan Alka keluar jalan jalan. Setelah jam makan siang laki laki itu tak lagi kembali ke kantornya, melainkan memilih untuk menjemput dua buah hatinya dan mengajak mereka untuk keluar jalan jalan.


Kini, pria berjambang lebat itu nampak sibuk dengan ponselnya. Ia nampak duduk bersila di sebuah karpet luas di samping tempat mandi bola di pusat permainan anak anak di mall besar tersebut.


Leon terlihat acuh sambil berbalas pesan dengan Bayu sang asisten. Ia tak menggubris tatapan tatapan dan bisik bisik penuh kekaguman dari beberapa ibu ibu yang juga menunggu anaknya bermain di tempat itu.


Sosok pria tampan berbadan tegap, wajah putih berjambang dan penampilan yang meyakinkan, sudah pasti menjadi magnet tersendiri bagi para wanita wanita disana. Terlebih lagi ia nampak duduk sendiri tanpa di dampingi seorang istri, ditambah sikap Leon yang begitu lembut dan kebapakan pada kedua anak nya. Siapa yang tak terpesona..?


Leon masih asyik dengan ponselnya. Si kecil Ahsa dengan lelehan keringat di dahinya nampak mendekati sang papa..


"papaaa....." ucap Ahsa sambil berlari mendekati Leon.


Leon menghentikan aktifitasnya. Ia lantas tersenyum ke arah bocah itu.


"paaa...hauuus...." ucap Ahsa.


"kamu haus? papa nggak bawa minum.." ucap Leon di sambut dengan wajah cemberut dari sang putri.


"kamu tunggu sini bentar ya...papa beliin minum dulu..." ucap Leon lagi.


Ahsa mengangguk riang. Leon kemudian bergegas untuk segera bangkit dari posisi duduknya. Namun tiba tiba....


"haiii....."


suara itu berhasil membuat sepasang ayah dan anak itu menoleh ke arah sumber suara.


Dilihatnya disana seorang wanita cantik dengan jeans abu abu dan hoodie coklat nampak berdiri di samping Leon dan Ahsa.


"kakak Aleta..!" ucap Ahsa riang.


Leon tersenyum melihat kehadiran wanita itu.


Aleta yang menggunakan kupluk hoodie guna menutupi wajahnya dari fans yang mungkin mengenalinya itu kemudian duduk di samping Leon.


" kamu haus ya?" tanya Aleta


"iya....papa nggak bawa minum..." ucap Ahsa.


"ck...! papa kamu emang nggak peka banget...!" ucap Aleta kemudian merogoh saku hoodie nya lalu mengeluarkan sebuah minuman dalam botol yang tadi ia beli sebelum memasuki area bermain.


"nih...kakak udah beliin buat kamu..." ucap Aleta sambil menyerahkan minuman dingin itu.


"waaah.... makasih kakak..." ucap Ahsa girang.


"mama" sahut Leon.


"ih....apa sih...kakak....! udah bener dia manggil kakak..." ucap Aleta pada Leon.


"ya nggak bisa lah...kan kamu calon mamanya..masa di panggil kakak..." ucap Leon membuat Aleta tersipu malu.


"apasih...?! nggak jelas...!" ucap Aleta malu malu. Leon hanya ikut tersenyum lucu melihat pipi Aleta yang memerah.


Ahsa selesai dengan minumnya. Ia kemudian menyerahkan kembali botol minum yang tinggal setengah itu pada Aleta.


"aku main lagi ya pa....kak...." ucap Ahsa


"iya sayang .." jawab Leon dan Aleta.

__ADS_1


Bocah itupun kemudian berlari kembali menikmati aneka permainan yang ada di tempat tersebut.


Aleta dan Leon nampak tersenyum melihat dua anak yatim piatu yang kini kembali asyik menikmati berbagai permainan di tempat tersebut.


Leon menoleh ke arah Aleta


"kau kesini sendiri?" tanya Leon


Aleta menoleh lalu mengangguk.


Ya....keduanya memang sempat berbalas pesan tadinya. Leon mengatakan bahwa ia dan anak anaknya berada di sebuah mall, Aleta yang kebetulan baru saja selesai manggung tak jauh dari tempat itupun akhirnya memutuskan untuk menyusul pria itu.


Sambil melepas rindu, mengingat walaupun sudah kembali menjalin hubungan sejak beberapa hari terakhir, nyatanya mereka juga sangat jarang bertemu karena kesibukan masing masing.


"kapan papamu pulang?" tanya Leon sambil meraih minuman di tangan Aleta dan menenggak nya.


"harusnya nanti sore...." ucap Aleta.


"baguslah...aku ingin segera menemuinya..." ucap Leon.


Aleta menoleh ke arah Leon.


"kamu udah siap...?" tanya Aleta.


"aku sudah siap sejak lima tahun yang lalu Aleta...." ucap Leon pada sang wanita kesayangan.


Di tatapnya wajah wanita yang kini tersenyum lembut ke arahnya itu.


"bagaimana denganmu..? kau siap untuk ku pinang,lagi.....?" tanya Leon.


Aleta tersenyum manis. Lalu mengangguk.


"aku sudah tua, Aleta" ucap Leon.


"aku tau" jawab Aleta.


"ada Alka dan Ahsa..." ucap Aleta.


"aku pernah menyakiti mu..." ucap Leon lagi


"aku sudah mendoakan mu, dan Tuhan sudah menjawab doaku...Dia sudah mengetuk pintu hatimu..." ucap Aleta.


Leon tersenyum. Di raihnya punggung tangan wanita itu lalu diremasnya lembut.


"besok aku akan kerumah mu saat pak jenderal sudah berada di rumah.." ucap Leon.


"datang baik baik, minta baik baik, tunjukkan kalau kamu bukan Leon yang dulu..." ucap Aleta tanpa melepaskan pandangannya dari wajah pria empat puluh tahun itu.


Leon mengangguk


"pasti..." jawab pria itu.


Keduanya lantas tersenyum hangat. Leon mendekat kan lengannya yang kini menggenggam punggung tangan Aleta. Di kecup nya punggung tangan itu lembut lalu kembali menatap wajah ayu itu dengan lembutnya.


"terimakasih sudah mau memberikan kesempatan kedua untukku, sayang..." ucap Leon.


"aku hanya mengikuti jalan yang Allah tetapkan. Seperti yang aku bilang dulu...kalau memang Tuhan mentakdirkan kita untuk bersama, suatu saat kita pasti akan bertemu lagi" ucap Aleta.


Leon makin merasa bahagia. Di hirupnya aroma punggung tangan wanita itu lagi. Menciuminya berkali kali seolah tak mau melepaskan nya barang sedetikpun.


...****************...


Sementara itu di tempat terpisah.


Seorang pria berbadan tegap dengan seragam loreng membalut tubuhnya nampak masuk ke dalam sebuah mobil yang menjadi tunggangan nya. Seorang pria yang usianya lebih muda dari sang jenderal masuk ke dalam mobil yang sama, mengambil kendali kemudi mobil lalu melajukan kendaraan roda empat itu meninggal kan tempat yang menjadi lokasi pemberangkatan bagi sejumlah prajurit yang tergabung dalam sebuah tim yang di tugaskan pada sebuah misi perdamaian di salah satu negara konflik di luar negeri sana.


Mario menghela nafas panjang.

__ADS_1


"Sean..." ucap Mario.


"siap Jenderal..!"


"bagaimana dengan tugas yang ku berikan tempo hari?"


"siap..! sudah jenderal....!" jawab Sean lalu mengeluarkan sebuah ponsel dan menyerahkan nya pada sang jenderal


"silahkan jenderal" ucap Sean.


Mario membuka ponsel itu.


"menurut yang berhasil saya selidiki... Aleta akhir akhir ini memang mulai dekat dengan laki laki itu jenderal, termasuk saat Aleta pergi dengan Bobby. Ternyata mereka menyaksikan pertandingan sepak bola bersama Leon dan anak anak angkatnya."


" Seperti yang sudah saya sampaikan sebelumnya, nona Aleta bertemu pertama kali dengan laki laki itu di panti asuhan...laki laki itu berada disana..." ucap Sean pada pria yang beberapa hari lalu meminta Sean menyelidiki gerak gerik Aleta secara diam diam. Tepatnya saat Aleta pulang malam bersama Bobby.


Mario yang curiga dengan sikap Aleta yang tiba tiba suka bola itu kini nampak mengamati satu per satu foto yang berhasil Sean kumpulkan. Sedangkan telinganya sibuk mendengar kan Sean yang kini nampak menjabarkan tentang Leon selama lima tahun kebelakang. Tentang bisnisnya, serta kehidupan pribadinya yang berhasil Sean kulik.


Ya....Mario memang meninta Sean untuk diam diam memata matai Aleta.


Mario bukanlah orang bodoh yang gampang percaya akan suatu hal. Melihat perubahan sikap Aleta yang mendadak mau menyaksikan pertandingan sepak bola membuat jiwa intelejen Mario sebagai seorang prajurit pun menggelora. Terlebih lagi beberapa hari sebelum nya Sean juga melaporkan bahwa Aleta sempat bertemu dengan Leon di sebuah panti asuhan. Juga pengakuan dari Lala yang mengatakan pada Sean ada seseorang yang mengaku di rugikan oleh ulah Aleta di sebuah tempat rekreasi. Tak laim dan tak bukan, ia adalah Leonardo Alfindo Ganada,mantan suami Aleta.


Berbekal kecurigaan dan pengakuan pengakuan itu, Mario pun dengan segera meminta Sean sang ajudan sekaligus orang kepercayaan untuk menyelidiki putrinya itu, termasuk juga dengan Leon.


Dan benar saja....


Tak butuh waktu lama Sean berhasil membongkar semuanya.


Semua tentang Leon dan pertemuan nya dengan Aleta. Semua terungkap dari mulut Sean.


Mario diam tak bereaksi. Ia hanya sibuk mendengar penjelasan Sean tentang kehidupan Leon lima tahun kebelakang sambil melihat lihat deretan foto yang berada di ponsel milik Sean.


"jadi sekarang dia mengangkat dua anak yatim piatu?" tanya Mario.


"benar tuan"


"apa ini terjadi setelah kepulangan Aleta ke negeri ini? jangan jangan dia sengaja ingin terlihat baik dimata putriku?" tebak Mario.


"sepertinya tidak, jenderal. Leon sudah sering bertemu dengan bocah bocah itu jauh sebelum Aleta pulang ke negara ini" ucap Sean.


"dia juga aktif di acara acara sosial sejak empat tahun terakhir...."


"ibunya dipenjara, ia bercerai dengan istri pertama nya beberapa bulan setelah insiden di pesta ulang tahun itu. Dan sekarang, mantan istrinya itu lumpuh, perusahaan ayahnya bangkrut dan mereka jatuh miskin..." ucap Sean menjelaskan.


Mario menghela nafas panjang.


"sepertinya Leon memang sudah banyak berubah jenderal...!" ucap Sean lagi.


Mario nampak meremas ponsel Sean yang berada di tangannya, lalu membuang pandangannya jauh ke luar jendela.


"sepertinya mereka masih saling mencintai" ucap Mario pelan dengan sorot mata yang sulit di artikan.


"apa yang harus aku lakukan?" ucapnya pelan namun dapat di dengar oleh Sean.


"maksud jenderal?" tanya Sean


"apa aku harus membiarkan putriku kembali bersama laki laki itu? dia sudah menorehkan luka untuk putriku, Sean..." ucap Mario.


"aku tidak mau putriku di sia siakan lagi...." ucap Mario terdengar gamang.


...----------------...


**Up 12:32


maafkan mungkin beberapa hari ini up nya nggak bisa efektif...ada beberapa kendala di sini....


yuk...dukung dulu...

__ADS_1


🥰🥰🥰🥰**


__ADS_2