Istri Kedua Tuan Leon

Istri Kedua Tuan Leon
162


__ADS_3

Malam menjelang,


di meja makan milik keluarga pak jenderal. Para anggota keluarga tengah berkumpul di sana. Menikmati santap malam mereka dengan ditemani aneka hidangan yang di sajikan oleh para pelayan di rumah megah milik sang jenderal.


Pak jenderal tersenyum, di lihatnya dua cucu cucunya yang menggemaskan nampak begitu lahap menghabiskan makan malam mereka. Terlebih lagi si kecil Ahsa. Begitu juga Leon yang nampak begitu lahap dengan makanan di hadapannya. Entahlah, padahal satu toples snack milik anaknya sudah ludes ia libas habis, tapi seolah itu cukup. Ia masih lapar..!


"enak?" tanya Mario pada Ahsa. Gadis kecil itupun menoleh.


"enak, kek. Aku udah lama nggak makan masakan bibik di rumah ini. Enak banget..!" ucap Ahsa.


Mario dan Sarah tersenyum.


"gimana liburan kalian seminggu ini? ngapain aja kalian di luar kota?" tanya Mario lagi.


"eeemmmhh....enak kek. Rumah kontrakan punya papaku bagus, gede, kayak istana. Trus abis itu ya kek ya, pemandangan nya bagus. Terus sejuk, pokoknya enak banget...!" ucap Ahsa.


"villa, Ahsa" ucap Alka menjelaskan.


"sama aja, kak..!" ucap Ahsa ngeyel.


Mario dan Sarah terkekeh.


"kamu itu lucu sekali, sayang. Rumah ini jadi sepi nggak ada kalian.." ucap Sarah sambil tersenyum. Begitu pun Mario.


"ciiee, nenek sama kakek tentara kangen kita ya...?" ucap Ahsa menggoda membuat sepasang suami istri itu makin gemas dibuatnya.


Santap malam pun terus berlanjut. Leon yang nampak lahap menyantap makanan nya itu kini menoleh ke arah sang istri yang duduk di sampingnya. Dilihatnya disana, Aleta sejak tadi nampak diam sambil memainkan butiran butiran nasi di atas piring itu. Seolah enggan untuk menyendok nya apa lagi melahapnya.


"sayang, kenapa nggak di makan?" tanya Leon membuat semua yang berada di meja makan itu menoleh ke arah wanita cantik tersebut.


Aleta hanya menggelengkan kepalanya dengan raut wajah murung.


"masih sakit perutnya?" tanya Leon perhatian. Aleta hanya menggelengkan kepalanya.


"trus kenapa nggak makan?" tanya Leon.


"nggak naffsu..!" ucap Aleta cemberut.


Sarah dan Mario saling pandang sejenak,


"Al, kamu sakit?" tanya Sarah.

__ADS_1


"enggak, buk. Cuma males makan aja.." ucap Aleta.


"males makan?" tanya Sarah heran.


Aleta hanya mengangguk.


"aku ke kamar duluan ya..." ucap Aleta.


"kamu nggak makan dulu? nanti sakit loh," ucap Leon.


"aku males makan..! aku pengen tidur..!" ucap Aleta setengah merengek.


Leon menghela nafas panjang.


"ya udah, kalau gitu kamu duluan aja ke kamar ya, ntar aku nyusul.." ucap Leon.


Aleta pun masuk ke dalam kamarnya terlebih dahulu meninggalkan meja makan yang masih ramai tersebut.


"ih, mama ada ada aja. Orang makanan enak kayak gini kok nggak mau" ucap Ahsa polos sambil terus melahap makanannya. Sarah hanya tersenyum simpul mendengar celotehan sang cucu.


Mario menatap penuh selidik ke arah Leon.


"apa ada masalah?" tanya Mario dengan sorot mata menelisik.


"nggak ada, pa" ucap Leon sejujurnya.


Mario tak menjawab. Ia masih menatap Leon seolah mencoba mencari tahu kebenaran melalui gestur tubuh pria itu.


Seminggu di ajak pergi yang katanya liburan, kenapa pulang pulang putrinya jadi murung? pikir pria itu.


Leon mencoba bersikap sewajarnya. Di tatap seperti itu oleh sang mertua membuat naffsu makannya hilang seketika.


Makan malam pun terus berlanjut meskipun tanpa Aleta. Suasana mendadak di rasa kaku oleh Leon. Ia seperti kembali di curigai oleh ayah mertuanya itu.


......................


Selesai makan malam,


Leon naik ke lantai atas. Ditinggalkan nya Alka dan Ahsa yang asyik bermain dengan nenek dan kakek tentaranya. Pria itu segera masuk ke dalam kamar pribadinya dan Aleta untuk melihat kondisi sang istri yang sepertinya tidak baik baik saja tersebut.


ceklek,

__ADS_1


pintu kamar terbuka, dilihatnya disana Aleta nampan berada di atas ranjang. Tidur memeluk guling sambil memainkan ponsel miliknya.


Leon pun berjalan mendekati wanita cantik tersebut. Di dudukkan nya tubuh tegapnya itu di tepi ranjang.


"sayang," ucap Leon


Aleta menoleh.


"apa?" tanya Aleta.


"kamu baik baik aja?" tanya Leon.


"baik baik aja" ucap Aleta yang kembali menjadi Aleta yang biasanya. Tidak lagi cemberut sepertu saat di meja makan.


"kamu nggak makan? dari siang kamu belum makan, sayang" ucap Leon.


"aku nggak naffsu makan, sayang." ucap Aleta.


"tapi kamu harus makan" ucap Leon.


Aleta tak menjawab. Ia kembali asyik dengan ponselnya.


"atau kalau kamu nggak suka makanan dirumah, biar aku beliin makanan di luar. Kamu mau beli apa?" tanya Leon.


Aleta nampak diam sejenak.


Ia kemudian bangkit. Duduk bersila di samping suami tampan nya itu. Wanita itu nampak berfikir sejenak.


"aku pengeeeen.....apa ya? nggak pengen apa apa..!" ucap Aleta. Entahlah, ia seolah merasa sangat malas untuk mengisi perutnya. Rasanya hanya ingin tidur rebahan saja di dalam kamarnya.


"tapi kamu belum makan, sayang. Aku nggak mau kamu sakit" ucap Leon.


"aku nggak apa apa. Udahlah, aku cuma pengen tiduran di kamar aja" ucap Aleta.


Leon hanya bisa menghela nafas panjang. Pria itupun kemudian bergegas keluar dari kamar tidur itu, menuruni tangga dan keluar dari rumah itu. Ia berniat untuk mencari kan makan malam untuk Aleta. Entah apapun, asalkan wanita itu mau makan malam ini. Aleta hanya makan pagi tadi, sedangkan waktu makan siang mereka habis di jalan saat perjalanan pulang dari villa. Leon tak sempat istirahat makan siang lantaran Aleta, Alka, dan Ahsa yang sama sama terlelap.


...----------------...


Selamat sore,


up 15:45

__ADS_1


yuk, dukungan dulu🥰


__ADS_2