
Satu minggu kemudian,
Setelah hari dimana Leon menyanggupi permintaan Mario untuk menikahi putrinya segera. Sejak saat itu Leon dan Aleta pun mulai di sibukkan dengan berbagai persiapan menjelang pernikahan. Mulai dari menyiapkan surat surat kelengkapan dokumen pernikahan, dan berbagai persiapan lainnya.
Untuk urusan pernikahan keduanya tak mau yang muluk muluk. Toh mereka sudah pernah menikah sebelum nya. Yang penting hubungan mereka sah di mata agama dan negara. Tak perlu resepsi yang mewah yang penting ikrar sehidup semati di hadapan Tuhan bisa segera Leon ucapkan.
Dan di hari ini, tepat satu minggu setelah bertemunya Leon dengan sang jenderal, kini Leon siap memantapkan hatinya untuk meminang sang pujaan hati.
Bertempat di kediaman Jenderal Mario. Sebuah pernikahan yang berlangsung tertutup pun diselenggarakan. Sebuah pernikahan sederhana yang hanya dihadiri keluarga dan kerabat kerabat dekat dan terkesan di sembunyikan. Mengingat identitas Aleta dan ibunya masih di tutup rapat oleh sang jenderal.
Di ruang tamu luas kediaman megah pak jenderal. Leon nampak sudah siap di depan meja penghulu. Disekelilingnya nampak duduk beberapa tamu undangan yang merupakan kerabat dan orang orang terdekat sang jenderal.
Selain itu, juga ada kedua anak Leon, Alka dan Ahsa, serta Bayu sebagai asisten pribadi pengantin pria itu. Hanya merekalah tamu dari pihak Leon. Sedangkan Renata sang ibunda, sampai saat ini, wanita itu tak tahu bahwa putranya akan menikah hari ini. Leon sudah tak pernah lagi menemui ibunya setelah kunjungan nya dengan Aleta hari itu. Leon masih sakit hati bahkan hingga saat ini.
Para tamu sudah berkumpul, pengantin pria juga sudah siap. Dua bocah yang duduk di belakang Leon juga nampak sangat antusias menyambut pernikahan ayah angkat mereka yang akan segera di selenggarakan sebentar lagi. Si kecil Ahsa nampak begitu heboh. Ia yang tampil dengan baju princess serta sebuah kipas tangan kecil berwarna pink di tangan nya itu nampak sesekali meminta sang kakak untuk memotret dirinya menggunakan ponsel miliknya. Ia berpose begitu imut dan menggemaskan menjurus ke centil meskipun hanya sambil duduk. Membuat semua yang ada disana sesekali nampak tersenyum gemas melihat aksi putri kecil Leon yang ceria itu.
Tak butuh waktu lama untuk para tamu menunggu, seorang wanita cantik dengan balutan kebaya putih nampak berjalan menuruni tangga bersama ibunda tercinta yang nampak anggun dengan gamis syar'i dan hijab segi empat nya.
Wanita itu nampak tersenyum. Parasnya cantik mirip ibunya. Senyuman nya mengembang, matanya sesekali melirik malu malu ke arah pria ber jas hitam yang kini menatapnya kagum.
Kecantikan Aleta sejak dulu tak pernah luntur. Untuk kali kedua Leon melihat Aleta sebagai seorang pengantin yang akan dimilikinya.
Bodohnya ia yang dulu menyia nyiakan wanita secantik itu. Kini Tuhan memberikan kesempatan kedua baginya, ia berjanji, tak akan lagi menyia nyiakan bidadari itu.
__ADS_1
Ia pastikan Aleta akan bahagia di sisinya, selamanya.
Aleta duduk di samping Leon. Wanita itu nampak menunduk antara malu dan gugup. Sedangkan Leon sejak tadi tak mengalihkan pandangannya pada sosok wanita pujaan hatinya itu.
Sedangkan di belakang mempelai, dua bocah yang nampak duduk berjejer dengan Bayu itu tak henti mengeluarkan celotehan nya seolah mengomentari penampilan ayah dan calon ibunya tersebut.
"kakak, kakak, mama kita cantik ya.." ucap Ahsa.
"iya, cantik kayak artis..." ucap Alka.
"ih, kan memang artis, kak. Kakak gimana sih? nanti kalau aku udah gede aku juga mau deh di dandani kayak mama, jadi pengantin...buat menikah..."
"ih, Ahsa, masih kecil udah ngomongin menikah,nggak baik.."
"ih, nggak apa apa, nanti aku kalau menikah mau nya sama mimin ho" ucap Ahsa polos.
"itu, yang nyanyi Bts.." ucap Ahsa lagi sok tau.
Alka yang memang tak mengerti soal artis artis luar pun hanya menggaruk garuk kepala nya.
"emang iya?" tanya Alka.
"iya, ih, kakak, nggak gaul.." ucap Ahsa meremehkan sambil menggerakkan kipas pink di tangannya guna mengusir hawa panas yang mulai menderanya.
__ADS_1
Alka hanya menggelengkan kepalanya mendengar ucapan bocah empat tahun itu, begitupun Bayu yang sejak tadi duduk di samping dua yatim piatu tersebut. Senyumnya terus mengembang mendengar celotehan dua bocah kesayangan tuannya tersebut.
Suasana masih terasa sangat riuh, hingga,
Pak penghulu mulai mengucapkan salamnya disambut oleh para tamu undangan yang berada di sana.
Dengan mengucap rasa syukur dan beberapa sambutan khas seorang pria yang bertugas untuk menikah kan sepasang sejoli, sang penghulu pun memulai tugasnya.
Pria berkumis melintang itu mengulurkan tangannya ke arah Leon, disambut dengan mantap oleh pria yang sudah menjalani pernikahan untuk ketiga kalinya ini.
Di mulai dengan bacaan basmalah, sang penghulu pun mulai menikah kan Leon dan Aleta di hadapan para saksi dan tamu undangan.
Dengan satu tarikan nafas, Leon mengucab ijab qobulnya. Dinikahi wanita itu secara sah di mata agama dan negara. Wanita cantik yang berhasil mengubah hidupnya. Yang ia kejar dan ia pertahankan sekuat jiwa raganya.
Kini, ia kembali mendapatkan wanita itu. Ia kembali memiliki wanita cantik dengan segala kelembutan dan jiwa keibuan yang dimiliki perempuan cantik itu.
Aleta sah menjadi istri Leon. Kini mereka resmi menjadi sepasang suami istri. Keduanya berjanji, akan kembali menjalankan kehidupan berumah tangga yang lebih baik lagi. Tanpa adanya kekerasan. Lebih mengutamakan komunikasi dan rasa saling percaya dan menerima apa adanya.
Meskipun kini mereka masih punya satu tuhas yang belum mereka selesaikan, meminta restu Yang Mulia Renata.
...----------------...
***Selamat siang...
__ADS_1
up 13:54
yuk . dukungan dulu 🥰🥰 8***