Istri Kedua Tuan Leon

Istri Kedua Tuan Leon
98


__ADS_3

Hari berganti hari.....


Sesuai jadwal yang sudah di tetapkan, hari ini Leon akan menghadiri acara bakti sosial yang akan di selenggarakan di sebuah panti asuhan di kota itu.


Dengan kaos putih yang menjadi dreescode pada acara kali ini, Leon melangkah menuju mobilnya bersama Bayu di belakangnya.


Keduanya pun masuk ke dalam mobil dan melajukan kendaraan roda empat itu menjauh dari PH tempat Leon bekerja.


"Bayu...." ucap Leon.


"saya tuan...."


"mampir ke mall sebentar, saya mau cari mainan sama makanan buat Alka sama Ahsa..." ucap Leon.


"baik tuan..." jawab Bayu.


Mobil pun melesat menuju sebuah pusat perbelanjaan di kota itu.


Tak sampai lima belas menit, kendaraan roda empat itupun sampai di sebuah mall yang cukup besar di sana. Kedua pria itupun turun dari mobilnya yang terparkir di basemen dan segera masuk ke dalam area mall yang luas itu.


"tuan...." ucap Bayu yang berjalan di belakang Leon. Leon pun menghentikan langkahnya dan berbalik badan.


"saya izin ke toilet sebentar...." ucap Bayu.


Leon hanya mengangguk. Bayu pun lantas pergi meninggalkan tempat itu.


Leon kembali melanjutkan perjalanan nya menuju sebuah toko mainan disana.


"selamat siang tuan..mau cari apa?" tanya seorang karyawan yang berjaga di sana.


Leon tak menjawab. Dengan kedua tangan yang di masukkan ke saku celananya, pria yang kini berusia empat puluh tahun berjalan mengelilingi toko yang bagaimana surganya mainan bagi anak anak itu.


Leon lantas mengambil sebuah boneka Mickey mouse berukuran L dan nampak memilih milih mainan untuk anak laki laki disana. Leon bingung. Apa yang harus ia beli untuk Alka? sedangkan bocah itu pola pikirnya sudah tidak seperti anak anak seusianya. Ia seolah sudah dipaksa dewasa sebelum waktu nya oleh faktor lingkungan hidup yang keras.


Leon berjalan mengelilingi toko.


Tak ada yang cocok.


Leon pun akhirnya memilih keluar dari toko itu dengan satu boneka Mickey mouse saja di tangannya.


Leon kembali mengayunkan kakinya mengelilingi pusat perbelanjaan modern yang luas itu. Sorot matanya beredar mencari cari apa yang kiranya cocok ia berikan untuk Alka.


Hingga ....


Leon tersenyum, matanya langsung tertuju pada sebuah toko yang letaknya paling ujung, tepatnya di samping sebuah tangga eskalator di sana.


Mungkin Alka akan suka jika dibelikan sepatu bola, dia kan suka main bola, pikir Leon.


Pria itupun mengayunkan kakinya menuju toko itu dengan langkah yang tenang.


Namun tiba tiba.....


Fokus matanya terhenti pada seorang wanita yang nampak setengah berlari sambil menunduk. Wajahnya ia sembunyikan di balik kupluk hoodie yang di kenakan nya.


Sesekali ia menoleh ke belakang, melihat sekumpulan anak muda dan ibu ibu yang nampak celingukan sambil memanggil manggil namanya.


"Aleta...!"


"kak Aleta...!"


"tadi disini kan?"


"iya tadi gue lihat dia disini kok"

__ADS_1


Ucap beberapa anak muda yang berada di sana.


Para remaja itu masih nampak celingukan, hingga.....


"itu dia....!! Aleta.....!!!" ucap salah seorang remaja putri disana.


Si wanita berhoodie itu nampak membuka mulutnya tanpa suara.


"mampus...!" ucapnya lirih. Wanita itu dengan segera berlari menjauhi kerumunan masa yang ternyata adalah fans nya itu.


Leon yang menyaksikan adegan itu hanya tertawa kecil. Ia kemudian mengayunkan kakinya lebih cepat ikut mengejar wanita yang nampak menghindari para penggemar nya. Aleta masih sibuk mencari tempat sembunyi, hingga.....


seeeeetttt.......


"aaaaaaaaaakkkkkhhhhhhhh.......!!!"


Sebuah tangan kekar menarik tubuh ramping itu. Dengan cepat si pemilik tangan itu membawa Aleta masuk ke sebuah lorong yang merupakan jalan menuju toilet di mall besar tersebut.


Buuuuuggghhhh......


Dihempasankan nya tubuh ramping berbalut hoodie itu ke dinding lorong. Seorang pria berkaos putih yang tadi menarik nya itu kemudian mengungkung wanita cantik tersebut dan memposisikan kepalanya miring,menutupi wajah sang wanita hingga tak terlihat jika di amati dari luar lorong. Posisi mereka akan terlihat seperti sedang berc**man jika di lihat dari samping.


Aleta mendongak,


deeeeggghhhh......


.


.


.


Wanita cantik berusia dua puluh empat tahun yang kini menjelma menjadi idola kaum muda itu nampak melotot. Matanya membola melihat seonggok wajah yang kini berada di hadapannya dengan posisi sangat dekat itu.


Dilihatnya disana, pria yang menarik tangannya itu nampak tersenyum manis. Jambang lebat nya terlihat menggoda menambah kesan jantan pada pria yang masih sangat ia kenali itu.


Ia menyunggingkan senyuman termanisnya.


Ya....ia adalah Leonardo Alfindo Ganada, Sedangkan wanita yang kini berada dalam kungkungan tangannya itu adalah Aleta Balqis Aqilah, wanita cantik mantan istri keduanya yang sudah terlepas dari genggaman nya, namun selalu ia perhatikan dari jauh gerak geriknya semenjak kepulangan sang wanita satu tahun yang lalu dari luar negeri.


Keduanya saling pandang dengan sorot mata lekat. Mereka seolah mendadak tuli tak mendengar suara suara para fans Aleta yang perlahan nampak mendekat ke arah mereka saat ini.


Ya.....


Kedua makhluk yang pernah dipersatukan dalam ikatan pernikahan itu nampak saling memandang satu sama lain.


Leon tersenyum manis, sedangkan Aleta masih nampak tak bergerak menatap wajah pria yang masih terlihat gagah itu. Semenjak perpisahan mereka lima tahun lalu, Aleta tak pernah melihat Leon lagi. Kabar terakhir yang ia dengar hanyalah tentang kekacauan yang terjadi di pesta ulang tahun mertua Leon, itupun ia tahu dari ayahnya, setelah itu ia sama sekali tak mau cari tahu tentang pria itu lagi.


"Aleta....!!!"


"kak Aleta...!!"


"Aleta....!!!!!”.


Suara para fans masih bersahutan, kini bahkan terdengar semakin mendekat.


Leon makin mendekat kan wajahnya, menutupi wajah Aleta agar tak terlihat dari samping. Aleta yang kaget pun reflek menggerakkan tangannya, hendak mendorong tubuh laki laki itu menjauh, namun...


"mereka mendekat... jangan bergerak, atau mereka akan tau kau disini...." ucap Leon lembut tepat di telinga Aleta.


Wanita itu menggerakkan kepalanya, kembali menatap wajah pria tampan itu yang kini makin dekat dengan wajahnya seolah hampir tak berjarak. Ia bahkan bisa merasakan hembusan nafas laki laki dewasa itu.


Leon kembali tersenyum melihat wajah cantik wanita yang pernah membuat nya hampir setengah gila itu. Aleta yang tangannya masih berada di dada Leon akibat pergerakan nya yang hendak mendorong mantan suaminya itupun nampak meremas kaos putih laki laki tersebut

__ADS_1


Ada perasaan yang tak bisa dijelaskan dengan kata kata. Jantung Aleta berdetak lebih kencang. Ingin rasanya ia memalingkan wajahnya dan tak sudi bertatapan mata dengan pria itu, namun semua terasa sulit.


Netra kedua anak manusia itu seolah saling terkunci, seolah waktu berhenti berputar untuk sementara.


Leon masih menyunggingkan senyum manisnya, Aleta tak bergerak di bawah kungkungan badan tegap itu.


Tak bisa dipungkiri, tak ada yang berubah dari dalam diri pria itu. Senyumnya, wajahnya, matanya, aroma tubuhnya, semua masih sama seperti yang dulu saat mereka masih sering memadu kasih selayaknya sepasang suami istri yang saling mencintai.


Aleta nampak memejamkan matanya, dalam hatinya mengucap istighfar, mencoba menyingkirkan berbagai perasaan yang berkecamuk dalam dirinya.


"i miss you...." ucap Leon lembut.


Aleta reflek membuka matanya lagi.


Leon tersenyum lagi.


Bisikan setan toilet seolah mulai mencoba merayu keduanya. Leon mendekat kan wajahnya dengan posisi miring. Aleta nampak memejamkan matanya, ujung hidung mancung keduanya saling bergesekan, bibir keduanya makin mendekat, lalu.....


.


.


.


.


.


.


"whooooeeeeee.....!!!"


Sepasang pria wanita itu terjingkat kaget dan reflek menjauhkan kepala masing masing.


Dilihatnya disana seorang bapak bapak berperut buncit nampak keluar dari toilet dan menatap kesal ke arah dua anak manusia itu.


"kalau mau mes*m jangan disini...!!!" bentak pria itu.


Aleta nampak menunduk, menyembunyikan wajahnya.


"maaf..." ucap Leon sambil tersenyum kaku.


Pria buncit itu pergi.


Leon dan Aleta nampak salah tingkah. Leon menggaruk garuk kepala belakang nya yang tak gatal sedangkan Aleta celingukan menatap ke segala arah.


Setan......setan.....nggak tau tempat banget mau goda manusia...!!🤦


"mau.....keluar....?" tanya Leon pada Aleta sambil menunjuk ke arah luar lorong.


Aleta mengangguk canggung.


Leon menggerakkan tangannya, mempersilahkan Aleta untuk keluar.


Wanita itupun bergegas pergi dengan dada berdebar hebat.


Aleta berkali kali menarik nafas panjang sepanjang perjalanan, mencoba menetralkan degup jantungnya yang seolah mau copot kala bertemu dengan Leon.



...----------------...


***Selamat pagi....

__ADS_1


up 05:55


yuk.... dukungan dulu 🥰🥰🥰***


__ADS_2