Istri Kedua Tuan Leon

Istri Kedua Tuan Leon
126


__ADS_3

Sore menjelang.....


Setelah sejak kemarin berada di rumah sakit menunggui mantan suaminya. Siang ini, wanita cantik itu pulang ke rumahnya, untuk berganti baju dan menemui kedua orang tuanya.


Sejak Leon dirawat di rumah sakit, Aleta jadi jarang pulang. Ia lalai akan pekerjaan nya, ia melupakan semuanya. Fokusnya hanya pada Leon dan anak anaknya. Hari ini pun ia pulang juga setelah ada Bayu yang menggantikannya menunggu Leon dan menjaga Alka- Ahsa di rumah sakit. Jika tidak, mungkin ia tak akan pulang hari ini.


Aleta turun dari taxi yang mengantarnya. Dengan wajah polos tanpa polesan make up, mata yang terlihat lelah, tubuh terlihat lebih kurus, rambut yang ia tekuk dengan jepit ke atas, dan tas selempang di bahu kiri, wanita itu berjalan memasuki rumah megah kediaman nya dan kedua orang tuanya.


"assalamualaikum...." ucap wanita itu lesu.


"wa alaikum salam...." jawab seorang pria paruh baya yang duduk di ruang tamu masih dengan seragam dinas loreng loreng yang menempel di tubuhnya.


Ya....itu Mario...ia baru pulang dari bekerja tak lama sebelum Aleta pulang.


Aleta mendekati ayahnya, diraihnya punggung tangan pria itu lalu menciumnya.


"kamu baru pulang?" tanya Mario sambil mengamati wajah sang putri yang terlihat tak terawat dan lelah.


Aleta hanya mengangguk sambil tersenyum tipis.


"Aleta ke kamar dulu pa" ucap wanita itu pelan tak bersemangat.


Mario hanya mengangguk. Aleta pun berbalik badan. Mengayunkan kakinya menaiki tangga rumah berlantai dua itu dan segera menuju ke kamar pribadinya.


Mario hanya diam tak berekspresi menatap punggung ringkih sang putri yang perlahan menjauh dari pandangannya hingga hilang tertelan pintu kamar di lantai atas rumah megah itu.


Sarah datang dengan secangkir kopi di tangan.


"mas...." ucap Sarah.


Mario menoleh.


"ini kopinya..." ucap wanita berpenampilan tertutup itu sambil meletakkan secangkir kopi di atas meja lalu duduk di samping sang jenderal.


"Aleta udah pulang? aku tadi kayak denger suara dia..." ucap Sarah.


"sudah....dia masuk ke kamarnya..." ucap Mario.


Sarah mengangguk.


"kamu mau aku siapin air buat mandi dulu?" tanya Sarah lagi.


"nanti saja...." ucap Mario.


Sarah mengangguk.


"ya sudah....aku ke dapur dulu ya mas...." ucap Sarah.


"ya...." jawab Mario. Wanita itu pun lantas pergi meninggalkan suaminya dan bergegas menuju dapur rumah mewah itu.


......................


17:00

__ADS_1


Belum genap satu jam setelah kepulangan Aleta.


Wanita cantik itu kembali keluar dari kamarnya. Dengan pakaian yang sudah berganti, polesan make up tipis agar tak terlihat pucat, rambut terikat ekor kuda dan tak lupa sebuah tas selempang di bahu kanannya, Aleta nampak kembali menuruni tangga rumahnya berniat untuk kembali ke rumah sakit menjaga laki laki yang kini masih terbaring lemah di sana.


Aleta mendekati kedua orang tuanya yang masih berada di ruang tamu...


"pa....buk...." ucap Aleta.


Mario dan Sarah menoleh.


"Al...." ucap Sarah.


"Aleta mau ke rumah sakit lagi buk...pa...." ucap Aleta.


"Al...kamu kan baru pulang... istirahat dulu nak....nanti kamu capek...." ucap Sarah.


"nggak apa apa kok buk...." ucap Aleta sambil meraih punggung tangan sang ibu dan menciumnya sebagai tanda bakti.


"kamu kelihatan pucet loh Al...kamu pasti kurang tidur... istirahat dulu nak...biar asisten Leon dulu yang menjaga atasan nya, kamu di rumah dulu, sehari aja sayang....." ucap Sarah nampak khawatir.


"Aleta nggak apa apa buk, kasian anak anak nggak ada temennya...nanti Aleta istirahat di rumah sakit aja...." ucap Aleta sambil tersenyum. Ia lantas meraih punggung tangan sang jenderal yang sedari tadi diam tak bersuara lalu menciumnya sebagai tanda hormat.


"Aleta pamit pa...." ucap wanita itu namun tak di respon oleh sang jenderal.


"assalamualaikum...." ucap wanita itu


"wa alaikum salam..." jawab Sarah. Mario hanya diam.


Mata sang jenderal menatap nanar. Ia menghela nafas panjang melihat sang putri yang kian hari terlihat makin tak terawat. Entah bagaimana perasaan nya saat ini melihat putri yang ingin ia bahagiakan nyatanya kini justru terlihat menyedihkan.


Sarah meraih punggung tangan sang suami. Mario pun menoleh..


"kenapa?" tanya Sarah.


Mario membuang muka.


"entahlah...." ucap Mario.


Sarah tersenyum....


"mungkin ada baiknya kita menjenguk Leon mas...sejak pertama dia masuk rumah sakit sampai saat ini, kita belum pernah menjenguknya lagi..." ucap Sarah.


"bagaimana pun juga dia pernah jadi bagian dalam kehidupan Aleta, nggak salah kalau kita luangkan waktu untuk melihat kondisi dia sebentar saja..." ucap Sarah.


Mario mengangguk.


"ya....kita akan kesana nanti, aku ingin menunggu dia sadar lebih dulu...." ucap Mario.


Sarah hanya tersenyum lalu mengangguk.


...****************...


Beberapa menit kemudian di tempat terpisah....

__ADS_1


Aleta sudah sampai di rumah sakit. Wanita itu segera menuju ruang rawat inap yang menjadi tempat istirahat mantan suaminya itu. Dengan menggunakan lift, tak butuh waktu lama ia pun sampai di deretan lantai atas bangunan bertingkat cukup tinggi tersebut.


ceklek.....


pintu ruang rawat inap terbuka...


"assalamualaikum...." ucap Aleta pelan saat memasuki ruangan luas tersebut.


"wa alaikum salam...." jawab dua bocah yang nampak duduk di sisi kanan dan kiri ranjang pasien tempat Leon terlelap tenang.


Aleta tersenyum lalu mendekati dua bocah itu. Dilihatnya disana, Alka tengah memegang sebuah Al Qur'an saku di tangannya, sedangkan si kecil Ahsa nampak memegang sebuah tasbih dengan satu tangan nya sedangkan tangan lainnya menggenggam telapak tangan besar milik sang papa angkat.


Aleta seketika merasa terenyuh melihat dua bocah yatim piatu itu. Didekatinya kedua bocah itu dengan mata mengembun.


"kalian lagi apa?" tanya Aleta menahan tangis.


"kita lagi doain papa kak...." ucap Alka.


"iya...kak Alka baca Alquran...aku dzikir aja...aku belum bisa baca Alquran kak..." ucap Ahsa polos.


Aleta meneteskan air matanya melihat aksi dua yatim piatu ini. Dua bocah polos yang begitu mengharapkan kesembuhan pria malang yang kini terbaring tak bergerak itu. Mereka tak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Yang mereka tahu Leon adalah pria baik hati, dan mereka menyayangi pria tersebut.


Aleta tersenyum sambil mengusap pucuk kepala Ahsa.


"kalian anak anak baik nak....papa pasti bangga punya anak seperti kalian..." ucap Aleta.


Alka dan Ahsa tersenyum.


"kak....kak Aleta jangan sedih, kakak juga harus jaga kesehatan kakak....saat ini kita nggak punya siapa siapa....papa angkat kita sedang sakit...kita cuma punya kakak yang tulus sayang sama kita, sama seperti papa....kakak jangan capek capek...kakak istirahat aja...biar kita yang gantian jagain papa..." ucap Alka begitu dewasa dan pengertian.


"iya sayang ...makasih ya..." jawab Aleta.


"iya kak...kakak tidur aja dulu, biar nanti kita bangunin kalau udah adzan Maghrib...." ucap Alka.


Aleta hanya mengangguk.


Ia kemudian meletakkan tasnya di atas meja. Seperti yang Alka sarankan ia pun mendudukkan tubuhnya di sebuah ranjang kosong bersebelahan dengan ranjang pasien di sana. Baru saja ia hendak merebahkan tubuhnya, tiba tiba....


.


.


.


"papa.....!!" pekik Ahsa membuat semua menoleh ke arah bocah kecil itu.


...----------------...


***Selamat malam


up 20:39


yuk... dukungan dulu 🥰🥰😘😘***

__ADS_1


__ADS_2