Istri Kedua Tuan Leon

Istri Kedua Tuan Leon
164


__ADS_3

Pria itu melajukan mobilnya ugal ugalan. Dengan kecepatan di atas rata rata, Leon menembus jalanan yang cukup lengang itu dengan terburu buru.


Satu yang kini mengganggu pikirannya. Ialah wanita cantik pujaan hatinya yang saat ini dilarikan ke rumah sakit.


Ya, baru saja Lala, manager Aleta menghubunginya. Ia mengatakan bahwa wanita itu pingsan saat manggung beberapa waktu yang lalu. Hal itupun membuat Leon kalap. Entah apa yang terjadi pada Aleta. Memang sejak kemarin istri tersayang nya itu menunjukkan gelagat kurang sehat. Mulai dari mual, muntah, hingga, malas malasan hingga tak mau makan.


Pikiran Leon benar benar kacau. Ia tak mau jika sampai terjadi sesuatu pada wanita itu. Dengan kecepatan tinggi, Leon melajukan kendaraan roda empatnya. Meninggalkan semua pekerjaan nya yang menumpuk dan menyerahkan sepenuhnya pada Bayu sang asisten pribadi.


Sepuluh menit berselang,


Leon sampai di rumah sakit tempat dimana Aleta di rawat.


Leon dengan segera turun dari mobilnya. Dengan langkah lebar dan cepat ia berjalan menyusuri koridor rumah sakit. Menuju ruangan tempat dimana Aleta kini tengah dirawat.


Raut wajahnya nampak tegang. Pikirannya kacau. Berbagai pemikiran buruk menari nari dalam pikiran nya. Ia takut terjadi hal hal buruk pada Aleta. Ia tak mau jika sampai terjadi sesuatu pada teman hidupnya itu.


Leon sampai di ruangan Aleta yang sempat Lala beri tahukan tadi. Tanpa permisi, pria empat puluh tahun itu pun masuk ke dalam ruangan itu.


ceklek....


pintu terbuka....


"Aleta..!" ucap Leon khawatir. Membuat tiga manusia yang berada di dalam ruangan itupun menoleh. Lala dan Sean di samping ranjang, dan Aleta yang terbaring lemah di atas ranjang pasien itu.


"sayang," ucap Aleta lemah.


Leon setengah berlari mendekati istri tercinta nya. Pria itu membungkuk. Di belainya pucuk kepala Aleta lembut.


"kamu kenapa? apa yang terjadi?" tanya Leon khawatir.


Aleta yang masih lemah hanya tersenyum simpul.


"aku nggak apa apa" ucapnya.


"nggak apa apa gimana? orang kamu pingsan sampai di bawa kesini. Masih bisa kamu bilang nggak apa apa?!" ucap Leon sedikit kesal.


"jangan marah marah. Istri nya lagi sakit malah dimarahin..!" ucap Aleta yang lemah itu dengan sedikit merengek.


"nggak gitu, sayang. Kamu tuh dari kemarin nggak bisa jaga kondisi kamu tahu nggak. Udah nggak makan, nggak mandi, males malesan. Sakit kan sekarang?! susah kamu tuh di bilangin..! nggak tahu apa kamu itu kalau aku khawatir sama kondisi kamu. Kalau terjadi apa apa sama kamu gimana?!" tanya Leon nyerocos setengah kesal membuat Aleta nampak mengembun.


Sean dan Lala saling pandang.


Seperti nya Sean hafal dengan berbagai gejala dan tingkah polah yang Leon sebutkan tadi. Seingatnya, Siska, istrinya juga pernah mengalami hal seperti itu. Apa jangan jangan....??


"aku lagi sakit. Bisa bisanya kamu datang cuma buat marah marah...!!" ucap Aleta lagi kini bahkan mulai menangis.


Leon membuang wajah. Tak mau melihat Aleta yang kini nampak menangis. Ia jadi kesal sendiri di buatnya.

__ADS_1


Sean dan Lala jadi tak enak sendiri. Mereka seperti terjebak di tengah tengah konflik keluarga.


"eem... tuan Leon, Aleta, kami permisi keluar dulu" ucap Sean.


Leon menoleh ke arah kedua manusia itu. Sedangkan Aleta nampak sesenggukan sambil sesekali mengusap lelehan air matanya.


"em, mbak Lala. Boleh minta tolong...?" tanya Leon.


"minta tolong apa, tuan?" tanya Lala.


Leon merogoh saku celananya. Ia lantas mengeluarkan sebuah dompet coklat yang terlihat begitu gemuk lalu mengeluarkan selembar uang berwarna merah di sana.


"tolong belikan makanan untuk Aleta. Biar dia makan dulu.." ucap Leon.


"aku nggak mau makan....." rengek wanita di atas ranjang itu yang disambut dengan tatapan mata tajam dari sang suami.


Aleta kembali sesenggukan. Ia kemudian mengubah posisi tidurnya menjadi miring membelakangi Leon dan menutupi tubuh dan wajahnya menggunakan selimut.


Sean mengulum senyum. Fix...! apa yang ada dalam pikiran Sean benar.


Lala kemudian menerima uang pemberian Leon itu. Ia pun kemudian keluar dari ruangan itu bersama Sean di belakangnya. Meninggalkan sepasang suami istri itu berduaan di dalam kamar.


Seperginya Lala dan Sean.


Leon menarik kursi di samping ranjang. Ia lantas mendudukkan tubuhnya disana dengan posisi tangan terlipat di depan dada, kaki menyilang dan tubuh tersandar di sandaran kursi tersebut. Ditatapnya dengan tenang wanita yang kini nampak meringkuk membelakangi nya sambil sesenggukan itu.


"Aleta.." ucap pria itu.


Aleta tak menggubris. Ia masih sesenggukan.


"Aleta..!" ucap Leon lagi.


Aleta masih berada dalam posisinya.


"Aleta, aku bicara sama kamu..!"


"apa lagi?! kamu dateng dateng cuma mau marah marah...!!" ucap Aleta sambil berbalik badan menatap Leon. Wanita itu bahkan menangis dengan pipi basah karena lelehan air mata.


Leon menghela nafas panjang.


Tak tega juga rasanya melihat wanita itu menangis seperti itu.


Leon bangkit. Aleta masih sesenggukan. Pria itu kembali menarik nafas panjang. Di sentuhnya pucuk kepala Aleta. Di usapnya lembut dan di belai nya dengan penuh kasih sayang.


"Sayang, maksud aku bukannya mau marah marah."


"aku cuma khawatir sama kamu, sayang. Aku panik. Aku nggak mau kamu kenapa napa. Susah payah aku mendapatkan kamu, aku nggak mau kalau sampai kamu sakit. Aku akan merasa bersalah kalau sampai itu terjadi.." ucap Leon membuat Aleta perlahan mulai menghentikan.

__ADS_1


Leon tersenyum. Tangannya tergerak mengusap lelehan air mata wanita itu dengan lembut.


"jangan nangis lagi ya.. aku minta maaf. Aku udah ngomong keras sama kamu..." ucap Leon lembut sambil tersenyum.


Aleta mengangguk.


"setelah ini, kamu makan. Istirahat yang cukup. Nggak usah kerja dulu.." ucap Leon lagi. Aleta hanya mengangguk pasrah saja mendengar ucapan sang suami tercinta itu.


Leon tersenyum gemas. Dikecupnya singkat kening Aleta sebagai ungkapan rasa sayang.


Tok....tok....tok....


pintu kamar rawat inap di ketuk.


"masuk" ucap Leon.


Seorang dokter datang bersama seorang perawat di belakangnya. Ia adalah dokter yang tadi memeriksa kondisi kesehatan wanita cantik itu.


"selamat siang, nyonya, tuan.." ucap sang dokter.


"siang, dok" ucap Leon dan Aleta.


Dokter wanita dengan tampilan hijab itupun mendekati Aleta.


"bagaimana kondisinya, nyonya?" tanya sang dokter.


"udah lebih mendingan, dok" ucap wanita cantik itu.


"Alhamdulillah, syukurlah kalau begitu" ucap sang dokter.


"memangnya istri saya sakit apa, dok?" tanya Leon.


Sang dokter tersenyum.


"istri anda tidak sakit, pak" ucap sang dokter.


"tapi.... saat ini, ada janin yang sedang tumbuh di dalam perut istri anda..." ucap sang dokter.


deeeeggghhhh.....


"janin???"


...----------------...


Selamat malam


up 20:22

__ADS_1


yuk, dukungan dulu 🥰😘😘😘


__ADS_2