Istri Kedua Tuan Leon

Istri Kedua Tuan Leon
176


__ADS_3

Pagi menjelang,


Saat gema subuh berkumandang,


Sepasang suami istri itu masih terlihat begitu nyenyak berkutat dengan selimut mereka. Dengan piyama lingerie yang begitu tipis, Aleta nampak terlelap manja dalam dekapan hangat sang suami yang kini bertelanjang dada, hanya menggunakan sebuah boxer ketat berwarna putih yang membuat bagian tubuh kebanggaan nya itu tercetak dengan sangat jelasnya.


Ya, setelah semalam Leon bersedia menemani Aleta makan di warung tenda, Leon pun lantas meminta imbalan nya. Leon meminta untuk di layani selayaknya seorang suami meskipun Aleta tak bisa melakukan sepenuhnya.


Alhasil, mereka pun tidur cukup larut malam tadi, membuat keduanya kini seolah begitu malas untuk sekedar bangun pagi dan menjalankan ibadah subuh mereka.


tok....tok....tok.....


"ma, pa, nggak solat subuh?" tanya Alka dari balik pintu kamar kedua orang tuanya itu.


tok....tok....tok....


"ma, pa..! bangun..!" ucap Alka lagi yang sudah rapi dengan baju koko dan kopiahnya.


Aleta menggeliat. Lalu mengerjab ngerjabkan matanya saat mendengar pintu kamarnya di ketuk dari luar.


"ma, pa..." ucap Alka lagi.


"apa, nak?" tanya Aleta dengan suara serak khas bangun tidur itu tanpa beralih dari posisinya.


"udah adzan, ma" ucap Alka.


"oh, iya. Kamu tunggu di mushola ya," ucap Aleta.


"iya, ma" jawab Alka.


Bocah itu pun segera turun, menuju mushola keluarga yang berada di lantai bawah rumah itu. Menyusul kakek, nenek serta adiknya yang sudah berada di sana.


Aleta bangun dari tidurnya. Digoyang goyangkan nya tubuh sang suami guna membangunkan laki laki itu dari buaian mimpi mimpi indahnya.


"sayang, bangun, udah subuh.." ucap Aleta.


Leon tak bergerak.


"sayang, bangun..!!!" ucap Aleta lagi


"eeemmmhh...!!" ucap Leon sambil menggeliat.


"bangun, udah di tungguin papa di bawah" ucap Aleta lagi.


Leon pun perlahan mulai mengerjab ngerjabkan matanya.


"jam berapa?" tanya Leon dengan suara serak seraknya


"udah adzan. Bangun yuk, buruan mandi..!" ucap Aleta.


Leon hanya mengangguk. Pria dengan dada yang dipenuhi bekas gigitan wanita cantik itupun lantas bangkit. Dengan mata yang masih belum sepenuhnya terbuka, Leon pun berjalan menuju kamar mandinya untuk segera membersihkan diri.


...****************...

__ADS_1


Kurang lebih setengah jam kemudian,


Saat serangkaian ibadah sholat subuh sudah dijalankan di pimpin pak jenderal sebagai imam sholat nya,


keluarga bahagia itu kini nampak duduk berkumpul di mushola rumah mewah itu. Menghabiskan waktu bersama, sembari berbincang menunggu mentari naik dan memulai aktifitas mereka masing masing.


"Al.." ucap Sang jenderal memulai perbincangan.


"ya, pa" ucap Aleta sambil melepas dan melipat mukenah nya.


"mulai hari ini Sean ikut sama papa lagi. Nanti sebagai gantinya biar Wanda yang jadi bodyguard kamu. Dia akan stay di rumah ini nantinya" ucap Mario.


Aleta tersenyum.


"terserah papa aja. Lagian aku juga mau kemana, pa? orang aku males mau ngapa ngapain" ucap Aleta.


"kamu juga nggak boleh males malesan terus, Al. Kamu kan lagi hamil. Kurang gerak itu nggak bagus. Kalau pagi kayak gini mending kamu jalan jalan, ajak suami kamu, sambil nikmatin udara pagi kan masih seger. Ibuk dulu waktu hamil kamu juga gitu" ucap Sarah.


Aleta hanya tersenyum.


"iya deh, buk. Ntar kalau aku nggak males aku jalan jalan pagi, pakai motor... hehehe..." ucap Aleta sambil nyengir kuda di akhir kalimat nya membuat Leon dan Mario terkekeh.


"kok pakai motor? ya sama aja dong, Al.." ucap Sarah lagi.


"bercanda..!" ucap Aleta kemudian.


Ahsa dan Alka pun ikut terkekeh.


"kakek tentara. Wanda itu yang mbak tentara cantik yang kemarin kesini ya?" tanya Ahsa polos.


"dia juga tentara? sama kayak kakek?" tanya Ahsa lagi.


"iya, dia tentara wanita. Wanita juga bisa loh jadi tentara. Kalau kamu mau, kamu juga bisa nanti kalau sudah besar" ucap Mario


Ahsa nampak berfikir sejenak.


"kalau aku jadi tentara...enak sih kek, aku bisa nembak nembakin orang jahat. Tapi....kalau aku jadi tentara, kulitku item nggak ya? ntar aku kalau item nggak cantik dong? nggak bisa jadi yutuber dong" ucap Ahsa lagi seolah bimbang memikirkan masa depannya yang belum jelas mau dibawa kemana.


Para orang dewasa di sana nampak terkekeh. Sedangkan Alka kini nampak menggelengkan kepalanya.


"Ahsa, Ahsa... emang kalau jadi yutuber harus putih? harus cantik? yang penting itu konten nya" ucap Alka.


"ya tetep aja, kak..! kalau aku item aku nggak cantik. Masak aku kalah sama orang orang BTS..!" ucap Ahsa lagi.


"BTS lagi..BTS lagi..! terserah kamu lah..!" ucap Alka capek sendiri. Dasar Ahsa..! Apapun pembahasan nya, selalu larinya ke BTs.


Keluarga itupun lantas kembali melanjutkan perbincangan hangat mereka di dalam mushola yang tak terlalu luas itu.


...****************...


Mentari mulai naik,


Jam sudah menunjukkan pukul tujuh pagi.

__ADS_1


Kembali ke dalam kamar milik sepasang suami istri yang tengah menantikan kehadiran buah hati pertama mereka itu.


Aleta dengan daster bercorak polkadot yang melekat di tubuh nya itu nampak membantu sang suami yang sudah rapi dengan setelan jas tersebut untuk mengenakan dasinya. Aleta terlihat begitu fokus, sedangkan Leon nampak tersenyum melihat wajah sang istri yang memiliki tinggi se pundaknya itu.


"dah, cakep..!" ucap Aleta.


Leon tersenyum. Di lihatnya hasil karya tangan sang istri dari pantulan cermin lalu tersenyum.


"thank you.." ucapnya.


"dah yuk, turun," ucap Aleta.


Leon pun mengangguk. Aleta membawa tas kerja suaminya, lalu berjalan beriringan bersama sang laki laki keluar dari kamar itu dan menuruni tangga menuju ke lantai bawah.


"selamat pagi, tuan, nyonya," ucap seorang wanita cantik ber postur tinggi ramping dengan rambut sebahu yang indah. Wanita dengan celana panjang hitam dan kaos hitam lengan pendek itu nampak tersenyum ke arah sepasang suami istri tersebut, memperlihatkan lesung pipit yang menambah kesan manis dalam diri wanita yang kini berusia dua puluh lima tahun itu, Wanda.


Wanita itu bangkit dari posisi duduk nya saat mengetahui kedatangan calon bos nya itu.


"selamat siang, mbak. Kamu yang gantiin mas Sean?" tanya Aleta.


"benar, nyonya." ucap Wanda yang kini masih menunggu sang jenderal turun dari kamarnya.


"oh, ok. Papa masih di kamar. Tungguin bentar lagi ya, paling bentar lagi turun" ucap Aleta.


"siap, nyonya" ucap Wanda.


Aleta dan Leon pun kembali meneruskan langkahnya keluar rumah. Aleta melepas keberangkatan sang suami menuju kantornya dengan mencium punggung tangan pria tampan empat puluh tahun tersebut.


...----------------...


Selamat siang


up 12:14


yuk, kasih dukungan dulu


..


Author punya rekomendasi novel lagi nih, semua novel author sudah tamat selain novel ini dan Angkasa (Kisah Cinta Anak Mafia)


yuk, mampir dulu sambil nungguin yang on going update👇👇👇


🍓Makmum Untuk Sang Pendosa🍓


*Jika ada yang bilang....


Tuhan menciptakan manusia berpasang-pasangan,Tuhan menciptakan wanita dari tulang rusuk sebelah kiri prianya...maka mungkinkah wanita se sempurnamu adalah tulang rusuk pendosa sepertiku?


Jika ada yang bilang...


Pasangan kita adalah cerminan diri kita,maka mungkinkah jika wanita solehah layaknya bidadari syurga sepertimu bersanding dengan pria ahli neraka sepertiku?


Aku mencintaimu...tapi aku tau aku bukan calon pemimpin yang baik untukmu.Aku hanya berharap....semoga Tuhan memberikan kesempatan pada pendosa seperti ku untuk bisa dekat denganmu,membuktikan keseriusanku bahwa aku ingin menjadikanmu makmumku.

__ADS_1


.



__ADS_2