
Beberapa jam kemudian,
Disebuah rumah mewah yang kini ditempati dua wanita beda usia itu...
Mayang yang nampak sesenggukan itu sesekali melirik ke arah Renata.Wanita paruh baya yang kini duduk bersamanya sambil menenggak minuman beralkohol favorit nya.Tak lupa,sebatang benda bernikotin ter apit di antara jari telunjuk dan tengah nya.Wanita itu sesekali menyesap benda tersebut sambil otaknya tak henti berfikir.Memikirkan cara,bagaimana mengetahui silsilah keluarga dan latar belakang seorang Aleta yang digadang gadang menjadi istri kesayangan putranya saat ini.
"ma....gimana?"tanya Mayang nampak sesenggukan.Ia tau,wanita itu sangat mendukung hubungan nya dengan Leon.Ia juga tau seperti apa sosok Renata dan kisah masa lalunya dulu.Mayang yakin,Renata pasti bisa di andalkan.Ia pasti akan menemukan cara untuk menyingkirkan Aleta dari sisi Leon.
"jadi kamu tadi ketemu asisten Leon?"tanya Renata.
"iya ma....aku ketemu sama Fathur, asistennya mas Leon.Aku ketemu sama dia waktu aku lagi makan di cafe sama temen temen aku.Aku coba tanya sama dia tentang Aleta,tapi dia nggak mau kasih tau...dia bungkam ma....dia ikut melindungi wanita itu...hiks...."ucap Mayang menangis.
Renata nampak menatap tajam ke arah depan.Wanita itu kembali menenggak minuman nya lalu menoleh sejenak ke arah sang menantu.
"kamu tenang aja sayang....mama akan cari cara lain kalau memang para anak buah Leon tidak bisa diandalkan...Leon pasti sudah memerintah kan anak buahnya untuk menjaga rapat rapat identitas wanita itu...kamu jangan khawatir...mama akan cari cara lain untuk menemukan identitas wanita murahan itu .."ucap Renata dengan sorot mata tajam sambil menghisap rokoknya.
Mayang tersenyum....
"makasih ma....mama baik banget sama aku...."ucap Mayang.
Renata hanya tersenyum singkat mendengar ucapan menantunya.Renata pasti akan melakukan apapun untuk mempertahankan Mayang sebagai menantunya.Karena dengan menjadi mertua Mayang lah popularitas nya sebagai wanita kaya raya akan aman.Berbesan dengan konglomerat,bergaul dengan kalangan elit,sudah pasti membuatnya dipandang waahh oleh masyarakat luas.Itulah yang Renata cari dan Renata jaga dari seorang Mayang Anjani.
...****************...
Menjelang dini hari.....
Di dalam sebuah kamar mewah yang masih terbuka jendelanya.
Semilir angin malam berhembus,menerpa tirai tirai putih yang tergantung indah menjuntai disana.Lilin lilin yang berjajar membentuk nama Aleta masih menyala dengan indahnya.Puluhan tangkai bunga mawar berserakan.Kelopak kelopak bunga indah itu sebagian jatuh dari atas ranjang yang baru saja menjadi saksi,betapa sebuah kenikmatan baru saja direngkuh oleh sepasang anak manusia yang sudah memiliki ikatan yang sah sebagai sepasang suami istri tersebut.
Disana,diatas ranjang kusut yang menjadi saksi pergulatan panas Leonardo Alfindo Ganada dan Aleta Balqis Aqilah..
Pria berjambang itu nampak tiduran miring sambil menyangga kepalanya.Tubuhnya polos tak berbusana.Hanya selimut tebal lah yang menjadi penutup atas raga yang kini nampak dipenuhi bercak berwarna merah keunguan itu.
Leon menatap dalam sang istri yang kini sudah terlelap itu.Tangannya sedari tadi bergerak mengusap lembut perut rata sang istri.
Malam ini Leon tak bisa tidur.Entahlah...berbagai pikiran berkecamuk dalam dirinya.
Tentang Aleta,tentang status wanita itu,tentang pernikahan mereka yang pasti tak mendapatkan restu dari ibundanya,Renata.
Batin Leon berkecamuk.
__ADS_1
Apa mungkin ia harus menceraikan Mayang,agar ia bisa sepenuhnya menjadi suami untuk Aleta?
Kasian wanita ini.Ia pasti memikul beban berat.Di cap sebagai perebut suami orang.Padahal bukan begitu kenyataannya.Ia yang mencari Aleta.Ia yang memaksa wanita itu untuk menikah dengannya.
Leon mengusap kembali perut Aleta.Dua bulan lebih ia menikah dengan wanita itu.Rasanya ingin sekali ia untuk segera memiliki momongan.Menjadi seorang ayah untuk anak yang terlahir dari rahim istri penurut nya ini.Leon pasti akan sangat bahagia nantinya.
"terima kasih sudah hadir di kehidupan ku sayang...."ucap Leon pelan dan lembut tanpa menghentikan pergerakan tangan nya di atas permukaan perut rata Aleta.
"maaf...aku membawamu masuk ke dalam kehidupan ku dengan paksaan yang menyakitkan hatimu..." ucap pria itu.
"aku berjanji, setelah ini aku akan menjadikanmu ratu dalam kehidupan ku...."
"aku akan menjadikan mu satu satunya wanita yang berhak atas diriku..." ucap Leon.
"tunggu aku sayang....beri aku waktu..aku akan membereskan semua yang perlu ku bereskan.... setelah itu,kita akan menjadi sepasang suami istri yang sempurna..."
"tidak akan ada lagi istilah istri kedua....kau akan jadi satu satunya untukku setelah ini..." ucap Leon tulus.
Laki laki itu lantas mendekat kan wajahnya ke wajah sang istri yang terlelap. Dikecupnya kening wanita itu lembut. Seolah ingin mengatakan, betapa ia sangat mencintai wanita itu kini.
Leon menarik selimutnya. Ia kemudian memposisikan tubuhnya,bersandar miring di samping sang istri lalu mendekap erat tubuh ramping yang kini sudah dalam menyelam ke alam bawah sadarnya itu.
...****************...
"papaaaaa............"
"papaaaaaaa.....aku kangen papaaaaaa........."
"papaaaaaaaaaa........."
.
.
.
.
"hhaaaaaaaahhhh.....!!!"
Pria paruh baya itu terbangun dari mimpinya.
__ADS_1
Keringat bercucuran.Dadanya naik turun.Wajahnya terlihat sangat tegang...!
Mimpi itu kembali datang.Mimpi yang sama yang berkali kali datang mengganggu tidurnya.Mimpi bayangan seorang wanita berambut panjang yang memanggil manggil namanya dengan sebutan papa.
"astaghfirullah haladzim...." ucap sang jenderal sambil mengusap wajahnya kasar.
Dadanya masih naik turun. Ia lantas meringsut, menyandarkan tubuhnya di sandaran ranjang yang empuk itu.
tok.....tok.....tok......
suara pintu diketuk dari luar...
"jenderal....! anda baik baik saja?" tanya seorang pria dari luar pintu.
Mario, sang jenderal, ia bangkit dari posisinya.Ia berjalan menuju pintu kamar itu lalu membukanya. Dilihatnya disana Sean sudah berdiri di depan pintu masih dengan piyama tidur nya.
"anda baik baik saja, jenderal..?"tanya Sean.
Mario menghela nafas panjang.....
"aku mimpi lagi,Sean..."ucap sang jenderal.
Laki laki itu lantas mendudukkan tubuhnya di atas ranjang. Sean mengikuti langkah sang jenderal masuk ke dalam kamar itu.
Mario menoleh ke arah foto pernikahan nya disana.Ia menatap sendu ke arah benda tersebut,
" nanti siang....antar aku ke makam istriku....mungkin ia dan putriku merindukan ku..."ucap pria itu dengan mata yang nampak mengembun.
Sean membungkuk
"baik jenderal...." ucap Sean
"*ada apa nak? kenapa kau hadir dalam mimpi papa hampir tiap malam....?adakah yang ingin kau katakan sayang?" batin pria itu pilu.
"tenanglah di alam mu gadis kecil....papa akan selalu mendoakan mu dan mamamu dari sini....papa menyayangimu nak....." lanjut pria itu berucap dalam hatinya.
🥺🥺🥺*
...----------------...
****Selamat malam....
__ADS_1
up 20:27
yukkk....dukungan dulu...🥰🥰🥰****