
Disebuah cafe mewah di kota besar itu....
Suara merdu mengalun indah dari bibir seorang wanita cantik yang kini berdiri di atas panggung sambil memainkan gitar kesayangannya. Disaksikan puluhan mata, wanita itu terlihat begitu percaya diri mendendangkan lagu lagu indah di depan banyak khalayak itu.
Semua mata tertuju padanya, tak terkecuali seorang pria dewasa dan dua buah hatinya yang kini nampak duduk di salah satu bangku di cafe mahal itu.
Pria itu sedari tadi seolah tak berkedip menatap ke arah panggung. Dimana wanita cantik itu sesekali juga nampak tersenyum ke arahnya sambil terus bernyanyi. Wanita itu seolah lupa, bahwa hari ini ia tidak datang sendiri ke tempat ini. Ada pria lain berkulit sawo matang dengan rambut cepak yang menunggu di bawah panggung, Bobby.
"paa....itukan kakak yang kecopetan itu pa...!" ucap Alka yang berada di cafe itu bersama sang papa sambil menunjuk ke arah Aleta.
Leon tersenyum simpul ke arah Aleta.
"dia jahat kak?" tanya Ahsa sambil melahap spaghetti nya.
"enggak kayaknya....dia baik kok ...dia nggak nuduh aku nyopet...dia kan yang ngejar kita itu Sa...trus marah marah sama papa...."ucap Alka mengingat kan sang adik.
Ahsa mengangguk ingat.
"dia galak ya pa?" tanya Ahsa.
Leon menoleh ke arah sang putri sambil tersenyum.
"enggak kok...dia baik....kan kemarin cuma salah paham aja...." ucap Leon.
Ahsa mengangguk lagi.
"Ahsa....Alka...." ucap Leon.
"ya pa...."jawab kedua bocah itu.
"kalau kakak itu yang jadi mama kalian..kalian mau nggak?" tanya Leon sambil mengulum senyum.
Ahsa dan Alka melongo dibuatnya. Keduanya lantas menatap ke arah Aleta dan Leon secara bergantian dengan tatapan bingung. Sedangkan Leon sejak tadi hanya senyum senyum sendiri melihat penampilan wanita cantik itu.
"papa yakin?" tanya Alka.
Leon mengernyitkan dahi.
"emang kenapa?" tanya Leon lagi.
"itu bukannya harusnya jadi kakak kita pa?" tanya Ahsa polos.
"what??!!!" ucap Leon kaget dengan ucapan putri kecilnya itu. Memang nya dia terlihat se tua itu?? pikir Leon.
prokk....prokk....prokk....prokk.....
Suara tepuk tangan bersahutan. Aleta membungkuk di atas panggung pertanda mengucap terima kasih. Wanita cantik itu dengan segera turun dari panggung nya dan hendak mendekati Leon dan anak anaknya. Namun tiba tiba....
"kamu keren..." ucap seorang pria yang sedari tadi menunggu nya di bawah panggung.
Aleta mengehentikan langkahnya, menatap kearah Bobby lalu tersenyum kaku.
"eemm...makasih..." ucap Aleta.
"mau langsung pulang, atau makan dulu?" tanya Bobby.
"eeeemmmmmm..........." ucap Aleta seolah berfikir sambil menatap ke arah Leon dan anak anaknya yang kini juga tengah memperhatikan dirinya.
"eeee....Bobby...maaf.... sebenarnya kemarin sebelum papa bilang sama aku kalau kamu mau nemenin aku hari ini, aku udah terlanjur buat janji sama temen aku...aku mau nemenin dia sama anaknya nonton bola...." ucap Aleta.
"oh....kamu suka bola juga?" tanya Bobby.
"enggak terlalu sih....cuma pengen nyenengin anaknya aja....kasihan nggak pernah nonton bola langsung ke stadion...." ucap Aleta.
"oh gitu....." ucap Bobby.
"iya....tapi kamu kalau masih ada urusan...mau pulang duluan nggak apa apa kok...biar nanti aku pulang sendiri aja....ntar aku biar ngomong sama papa..." ucap Aleta mencoba mengusir secara halus namun sepertinya Bobby tidak menyadari hal itu.
"enggak kok...aku nggak sibuk..." ucap Bobby.
"orangnya mana? aku juga suka bola...kita nonton bareng aja...." ucap Bobby lagi.
"oh...gitu..." ucap Aleta setengah kecewa.
"orangnya mana?" tanya Bobby lagi.
"eemm....tuuhh......" ucap Aleta sambil mengangkat dagunya menunjuk ke arah Leon dan putra putrinya.
"itu? itukan Leonardo? produser terkenal itu kan? kamu kenal sama dia?" tanya Bobby
Aleta hanya nyengir.
__ADS_1
"ya udah....kalau gitu kita kesana aja...." ucap Bobby. Aleta hanya mengangguk sambil tersenyum kaku.
Mereka pun lantas berjalan menuju bangku Leon.
"permisi....." ucap Bobby.
Leon hanya tersenyum simpul. Aleta nampak melirik ke arah pria yang tiba tiba raut wajahnya berubah datar itu. Padahal saat ia masih di panggung, Leon nampak terus menebar senyuman. Tapi saat Aleta turun dan bertemu Bobby, kenapa tiba tiba raut wajah Leon berubah? ia pasti salah paham lagi..! pikir Aleta.
"temannya Aleta ya?" tanya Bobby. Leon hanya tersenyum sambil mengangguk.
"ya...." jawab nya kemudian.
"silahkan duduk...." ucap Leon mempersilahkan. Bobby dan Aleta pun duduk.
Ahsa dan Alka nampak memperhatikan dua manusia yang kini bergabung di mejanya itu. Katanya calon mama mereka? kok malah datang sama laki laki? mana lebih muda dari papanya pula...!
"hai...nama kamu siapa?" tanya Bobby pada Alka.
"Alka om..." jawab bocah sepuluh tahun itu.
"oh Alka...kamu suka bola ya?" tanya Bobby.
"iya om"
"klub favorit kamu apa?"
"banyak om..." ucap Alka. Kedua pria beda usia itu terus mengobrol mencairkan suasana, tak jarang Bobby yang memang ramah itu juga sesekali mengajak si kecil Ahsa berbincang.
Saat Bobby dan dua anak Leon itu tengah asyik mengobrol. Diam diam Aleta meraih ponsel nya, ia lantas mengetikkan sesuatu di room chat nya dengan pria yang kini duduk di hadapan nya sambil terus menatap nya datar itu, siapa lagi kalau bukan Leon..!
ponsel Leon berbunyi tanda pesan masuk. Dibukanya sebuah pesan WhatsApp dari nomor yang ia beri nama "Mantan" itu.
"dia bukan siapa siapaku...!" tulis wanita itu.
Leon tersenyum samar nyaris tak terlihat. Lalu melirik datar ke arah Aleta yang kini nampak menatap nya tajam.
Leon kemudian meletakkan ponselnya di atas meja seolah enggan menjawab pesan wanita itu. Ia bahkan merebahkan tubuhnya di sandaran kursi yang ia duduki sambil melipat tangannya di depan dada dan menatap angkuh ke arah Aleta.
Aleta nampak kesal di buatnya. Dengan segera ia kembali mengetik kan pesan untuk pria itu.
tingg.....
ponsel Leon berbunyi lagi. Pertanda pesan dari Aleta sudah masuk ke ponselnya. Namun Leon hanya melirik singkat ponsel itu tanpa mengubah posisinya. Ia kemudian kembali menatap angkuh ke arah Aleta.
Wanita itu makin kesal. Jari jarinya terus bergerak di atas keypad benda pipih itu.
Ting....
Ting....
Pesan bertubi tubi Aleta kirimkan, membuat ponsel itu tak berhenti berbunyi dan sukses menarik perhatian Bobby yang masih asyik berbincang dengan Alka.
"tuan.. sepertinya anda sedang sibuk? ponsel anda dari tadi bunyi terus.." ucap Bobby.
Leon tersenyum dalam mode tenang nya.
"hanya pesan dari artis baru...dia ngeyel minta masuk PH saya tapi saya tolak...jelek soalnya..." ucap Leon samb melirik ke arah Aleta membuat wanita itu makin emosi dibuatnya. Lalu....
daaaaaaaggggggghhhhh....!
"aw...!" pekik Leon singkat. Aleta menghantam kaki Leon yang berada di bawah meja itu menggunakan kakinya yang berbalut sneaker.
"ada apa tuan?" tanya Bobby.
"nggak...! nggak apa apa...!" ucap Leon sambil menahan sakit di kakinya.
Leon menatap kesal ke arah Aleta. Aleta makin melotot ke arah pria itu. Ahsa yang duduk di samping sang papa hanya menatap dua manusia itu secara bergantian.
Leon kembali membenarkan posisi duduknya. Ia kemudian meraih ponselnya dan membuka dua puluh pesan yang Aleta kirimkan padanya.
"malah di taroooo...!!!"
"jawab....!!"
"nggak usah ngambekan deh"
"udah tua...!"
"hellooooo..."
"astaga Tuhan....!"
__ADS_1
"jelek banget whooe...!"
"jawab...!!"
"bapak...!"
"B"
"A"
"P"
"A"
"K"
"bapaaaaaakkkk.....!!!"
"T"
"U"
"A"
"tuwaaaaakk....!!!"
"bodo amat....!"
Leon sekuat tenaga menahan tawanya agar tak pecah. Membuat Aleta kini makin kesal di buatnya. Andai hanya ada ia dan Leon di tempat ini, pasti sudah cakar cakar laki laki itu.
Leon kemudian mengetikkan sesuatu di room chat nya dengan Aleta. Lalu klik kirim. Ia kemudian melirik nakal ke arah Aleta yang nampak masih bersungut itu.
pesan Leon masuk ke hp Aleta.
Di bukanya pesan itu lalu dibacanya.
"seperti nya kau takut sekali jika aku cemburu dan salah paham?apa kau takut kehilangan ku?" tulis Leon sukses membuat Aleta bungkam sekaligus malu. Dengan raut wajah kesal sekaligus menahan malu ia melempar ponsel mahalnya ke atas meja, membuat semua yang ada di sana pun menoleh ke arah wanita itu.
"Aleta, kamu kenapa?" tanya Bobby membuat wanita itu menoleh.
"oh? eng....nggak...nggak apa apa" ucap Aleta berbohong.
Leon sekuat tenaga menahan tawanya. Ia terus tersenyum lebar seolah berada di atas awan.
Ahsa yang sejak tadi memperhatikan gerak gerik papanya dan Aleta itu kemudian berucap.
"kakak cantik...." ucap Ahsa.
Aleta menoleh ke arah bocah itu.
"iya sayang...ada apa?"tanya Aleta.
"nama kakak siapa?" tanya Ahsa.
"nama kakak Aleta, nama kamu siapa?" tanya Aleta manis.
"aku Ahsa...ini kakak aku namanya Alka....aku anaknya papa Leon..." ucap Ahsa polos.
"namanya bagus ..cantik kayak orang nya..." ucap Aleta lagi.
Ahsa tersipu malu. Lalu....
"kakak...." ucap Ahsa lagi.
"iya..." jawab Aleta.
"kata papa....kakak calon mama aku...emang bener?"
.
.
.
"uhuuukkk...."
🤭🤣
...----------------...
***Selamat malam....up 18:01
__ADS_1
yuk... dukungan dulu...🥰🥰🥰🥰
maafkan banyak typo nya🤭😁😁***