
Hari berganti hari....
Di dalam sebuah ruang rawat inap vvip.
Pria berjambang lebat itu masih terbaring di atas ranjang pasien di sana. Beberapa alat bantu masih terpasang di tubuhnya. Dengan tubuh yang terlihat sedikit lebih kurus, netra yang biasanya selalu nampak tajam itu masih saja terpejam sejak beberapa hari terakhir.
"assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh...."
dua kalimat salam terdengar mengalun dari bibir mungil bocah sepuluh tahun itu. Di ikuti gerakan menoleh kan kepalanya ke kanan dan ke kiri pertanda berakhirnya ritual sholat wajib yang kini ia dan dua wanita di belakang nya lakukan.
Ya.....saat ini Alka, Ahsa dan Aleta tengah menjalankan sholat berjamaah di dalam ruangan itu. Tiap hari mereka menunggu Leon. Alka dan Ahsa selalu datang di antar Bayu tiap kali Alka selesai dengan homeschooling nya, sedangkan Aleta, ia seolah tak pernah beranjak dari ruangan itu. Ia selalu ada di sana hampir dua puluh empat jam. Ia kadang pulang sesekali hanya untuk menengok ibu dan papanya barang beberapa menit lalu kembali lagi.
Tiga hari sudah Leon terbaring di atas ranjang sana. Lantunan doa doa tak henti Aleta, Alka dan Ahsa panjatkan untuk kesembuhan pria empat puluh tahun itu.
Bukan hanya dari ketiga manusia itu, tapi juga dari Sarah yang selalu mendoakan semua yang terbaik baik untuk Leon, Aleta, suaminya dan dua yatim piatu yang sangat menyayangi mantan menantunya tersebut.
Banyak orang yang menyayangi laki laki itu sekarang. Doa doa terus terlantun demi kesembuhan mantan pendosa yang kini tengah dalam fase perbaikan diri itu.
Alka berbalik badan,
"kak....." ucap Alka pada Aleta.
"ya...." jawab wanita cantik itu.
"udah tiga hari papa kayak gini? kok papa belum bangun bangun juga kak..? apa papa akan baik baik aja?" tanya Alka menanyakan kondisi Leon yang masih belum melewati masa kritis nya.
Aleta tersenyum dengan mata bengkaknya.
"papa akan baik baik aja....pasti baik baik aja....kalian jangan berhenti doain papa ya..." ucap Aleta.
Aleta dan Alka menoleh ke arah bocah kecil di samping Aleta. Bocah yang semenjak Leon masuk rumah sakit tak pernah sama sekali menampakkan senyuman di wajahnya. Bocah dengan balutan mukena pink ber motif princess itu nampak menunduk dengan butiran cairan bening yang menetes deras membasahi sajadahnya.
Aleta menyentuh pundak Ahsa.
"Ahsa kenapa?" tanya Aleta.
"papaaa...." ucap Ahsa pelan sambil menangis.
"Ahsa...jangan nangis terus...." ucap Alka.
"aku takut....." ucap Ahsa.
__ADS_1
"takut kenapa?" tanya Aleta.
"aku takut nggak punya papa lagiii.....hiks....huhuhuuu....." ucap Ahsa kembali sesenggukan.
Aleta meraih tubuh mungil itu.
"sini pangku kakak..." ucap Aleta.
Ahsa yang banjir air mata itu lantas naik ke pangkuan Aleta. Merebahkan kepalanya di dada Aleta sambil sesekali mengusap lelehan air mata di pipinya.
"nak....papa nggak akan kenapa napa selama Ahsa sama Alka nggak berhenti minta kesembuhan papa sama Allah..." ucap Aleta sambil membelai kepala berbalut mukena itu.
"papa sayang sama Alka sama Ahsa...sekarang, saat papa lagi sakit kayak gini....giliran Alka sama Ahsa yang buktiin ke papa, kalau kalian juga sayang sama papa....jangan berhenti doain papa...jagain papa...Alka juga harus belajar sama guru yang udah papa tunjuk...dan Ahsa....Ahsa nggak boleh nangis terus.... karena papa Leon nggak suka sama orang yang lemah...walaupun perempuan...tapi kita harus kuat...nggak boleh gampang nangis...ya sayang ya...." ucap Aleta sambil terus membelai kepala gadis kecil yang sangat dekat dengan papa angkatnya itu.
"tapi papa sembuh kan?" tanya Ahsa.
"Insyaallah....papa pasti sembuh...." ucap Aleta sambil tersenyum.
Ahsa masih sesenggukan dalam pelukan wanita cantik itu. Sedangkan Alka kini nampak mengusap setitik air matanya. Bocah itu nampak lebih tegar. Bahkan bisa dikatakan lebih tegar dari Aleta. Ia adalah laki laki. Anak jalanan yang besar dan dewasa karena keadaan. Ia selalu berusaha tegar dan kuat di depan banyak orang, meskipun terkadang sisi melankolis nya sebagai seorang anak masih sesekali muncul saat ia tengah sendiri.
Alka melepas kopiahnya, melipat sajadahnya dan melepas sarungnya. Ia kemudian meletakkan kan peralatan sholat tersebut di atas sebuah sofa panjang yang berada di dalam ruangan itu.
Tiba tiba.....
Pintu kamar rawat inap Leon di ketuk.
"siapa ya? Alka, tolong bukain ya nak..." ucap Aleta
"iya kak...." ucap Alka. Alka berjalan menuju pintu kamar rawat inap tersebut sedangkan Aleta dan Ahsa kini melucuti mukenanya.
ceklek....
pintu kamar terbuka...
"om Bayu...." ucap Alka.
Bayu, asisten pribadi Leon tersenyum.
Ia nampak sedikit membungkuk sambil tersenyum melihat ke arah Aleta yang nampak melipat mukenanya.
Wanita itu mendekat bersama Ahsa di belakangnya.
__ADS_1
"ada apa mas?" tanya Aleta.
"saya bawa makan siang buat kalian...makan dulu...." ucap Bayu.
Aleta tersenyum.
"biar anak anak dulu yang makan...." ucap Aleta.
"Alka, Ahsa, kalian makan dulu ya...." ucap wanita itu lagi.
"kakak gimana?" tanya Alka.
"gantian....biar kakak tungguin papa dulu, kalian makan dulu..." ucap Aleta.
"iya kak..." jawab Alka.
"aku mau makan sama kak Aleta..." ucap si kecil Ahsa sambil meraih tangan Aleta.
Aleta tersenyum.
"ya udah ...nanti Ahsa makan bareng kakak..Alka makan sendiri di temenin om Bayu nggak apa apa ya..." ucap Aleta.
"nggak apa apa kak...." jawab Alka.
Bocah laki laki itu lantas keluar. Ia bergegas makan siang di luar kamar ditemani Bayu sang asisten pribadi tuan Leon.
Sedangkan di dalam kamar, kini Aleta nampak berdiri di samping ranjang. Tangannya bergerak telaten mengusap wajah mantan suaminya yang masih terbaring di atas ranjang itu dengan menggunakan kain basah guna membersihkan tubuhnya.
Sedangkan di atas kursi di samping ranjang yang sama, bocah kecil itu nampak menggenggam tangan Leon sambil mengusap usap lengan berbulu halus itu.
"pa....bangun.....Ahsa kangen pengen di pangku papa...." ucap gadis kecil itu pilu membuat Aleta terdiam seketika hingga meneteskan air matanya.
"Ya Allah.... jangan ambil papaku....papaku orang baik....aku sayang papa....hiks...." ucap Ahsa lagi.
Aleta mencoba tak memperlihatkan tangisnya. Di usapnya kembali wajah putih berjambang itu dengan kain hangat. Ditatapnya sendu wajah sang pria dengan batin berucap....
"banyak orang yang menanti kesembuhan mu.... bangun sayang.... semua yang ada disini sayang sama kamu....bangun...demi aku dan kedua anak kamu...." batin Aleta pilu.
...----------------...
***Selamat sore...
__ADS_1
up 17:23
yuk... dukungan dulu 🥰🥰***