
Hari berganti hari, semua berjalan seperti yang seharusnya.
Satu minggu sudah Leon dan Aleta menikah. Kehidupan kedua nya kian hari kian terlihat bahagia. Aleta begitu bersemangat menjalankan perannya sebagai seorang istri di tengah karirnya yang kian hari kian melejit. Leon juga tak pernah menghalangi wanita itu berkarya. Leon justru mendukung. Terserah apa saja yang Aleta lakukan, toh ia juga sangat yakin jika Aleta bisa membawa dirinya. Mengatur jadwalnya agar tak sampai menelantarkan kedua buah hatinya.
Alka dan Ahsa juga tak keberatan. Di rumah pun mereka tak pernah merasa sepi. Ada neneknya yang selalu bisa menjadi teman, guru sekaligus sahabat untuk nya.
Alka juga masih aktif homeschooling. Enam hari dalam seminggu sang guru selalu datang ke kediaman sang jenderal untuk mengajari Alka yang sudah tertinggal banyak sekali pelajaran di usianya yang sudah menginjak sepuluh tahun.
Siang ini, semua berjalan seperti biasa.
Seorang wanita nampak turun dari sebuah mobil mewah yang mengantarkannya menuju PH besar milik sang suami. Dengan sebuah paper bag di tangan berisi makan siang yang ia beli dari salah satu restoran ternama di kota itu, Aleta berjalan dengan santainya menuju lantai atas tempat dimana ruangan sang produser berada.
Para karyawan nampan menyapa sambil membungkuk ke arah Aleta. Leon memang sudah memperkenalkan dirinya sebagai istri sah pria itu beberapa hari lalu. Membuat Aleta pun kini begitu di hormati di tempat kerja suaminya tersebut.
ting...
pintu lift terbuka ..
Aleta keluar dari kotak besi itu dan segera berjalan menuju ruangan Leon.
"nyonya, selamat siang" ucap Tami, sekretaris Leon sambil membungkukkan tubuhnya seolah memberi hormat.
Aleta hanya tersenyum manis.
"tuan ada?" tanya Aleta.
"ada, nyonya" ucap Tami.
"saya masuk ya.." ucap Aleta.
"silahkan, nyonya" jawab Tami.
Aleta pun masuk ke dalam ruangan luas milik Leonardo Alfindo Ganada itu.
ceklek....
pintu terbuka..
"assalamualaikum...." ucap Aleta
"wa Alaikum salam" jawab dua pria yang berada di dalam ruangan itu. Bayu dan Leon.
Leon tersenyum.
"nyonya" sapa Bayu yang berdiri di samping Leon itu sambil membungkukkan badannya. Laki laki itu memang tengah membahas pekerjaan dengan Leon saat Aleta datang.
Aleta hanya tersenyum.
"aku ganggu ya?" tanya Aleta.
"nggak kok. Kamu duduk aja dulu, biar aku selesaikan pekerjaan ku dulu dengan Bayu" ucap Leon sambil tersenyum manis.
"oh, oke..." ucap Aleta manis.
Aleta pun memilih untuk duduk di sofa panjang yang berada di ruangan itu. Ia meletakkan paper bag berisi makan siang Leon di atas meja rendah di hadapannya. Dilihatnya dari tempat nya duduk, Leon nampak masih sibuk dengan pekerjaan nya yang ia bahas bersama Bayu. Aleta hanya tersenyum. Ia lantas mengeluarkan ponsel yang berada di dalam sakunya, memainkannya sambil menunggu Leon selesai dengan pekerjaannya.
................
Sepuluh menit berselang,
__ADS_1
Bayu dan Leon selesai dengan aktifitasnya. Jam sudah menunjukkan pukul dua belas siang. Saatnya jam makan siang.
Bayu pamit undur diri. Leon pun mempersilahkan.
Pria berkacamata itupun keluar dari ruangan sang tuan. Leon kemudian menyandarkan tubuhnya di sandaran kursi kerjanya. Tangannya tergerak melonggarkan dari yang melingkar di kerah kemejanya itu sambil menatap ke arah wanita cantik yang kini nampak rebahan di atas sofa panjang yang berada di ruangan tersebut.
Leon bangkit. Ia berjalan mendekati Aleta yang masih sibuk dengan ponselnya.
buuuuuggghhhh......
"aaaaakkkhhhh...!" pekik Aleta kaget. Leon menjatuhkan tubuh tegap nya menimpa tubuh ramping Aleta. Laki laki itu kini tidur tengkurap sambil memeluk tubuh wanita yang kini berada di bawahnya itu.
"aaahhh, beraat...!!" rengek Aleta.
"diam..! aku capek, sayang" ucap Leon sambil menempelkan kepalanya di dada Aleta dalam posisi miring seolah menganggap benda yang terasa empuk itu adalah bantal.
"ya tapi jangan di tindih juga, badan kamu gede banget, engap aku nya..!!" ucap Aleta sambil menggeliat seolah berontak.
Leon tak peduli, ia justru makin mengeratkan pelukannya.
"sayaaang...." rengek Aleta lagi
"apasih?" tanya Leon sambil mengangkat kepalanya menatap wajah Aleta.
"engap..! nggak bisa nafas...!!" ucap Aleta kesal.
Leon tersenyum gemas.
"cium dulu kalau gitu" ucap Leon.
"nggak mau..!" ucap Aleta.
"bauk keringet..!" ucap Aleta meledek. Leon makin dibuat gemas oleh tingkah wanita cantik itu.
Pria itu bergerak. Mendekatkan wajahnya pada wajah Aleta lalu mencium singkat bibirnya.
Pria itu pun bangkit. Begitupun sang istri. Keduanya lantas duduk berdampingan di atas sofa panjang yang berada di sana.
Aleta mengeluarkan dua box makanan dari dalam paper bag bertuliskan nama sebuah restoran ternama di kota itu.
"kamu bawa makan siang apa?" tanya Leon sambil menyandarkan tubuhnya di sandaran sofa. Tangan kekarnya tergerak memainkan beberapa helai rambut panjang Aleta yang duduk di sampingnya.
"tadi aku beliin ini buat kamu.." ucap Aleta sambil membuka salah satu box makanan yang ia keluarkan dari paper bag itu.
Leon tersenyum.
"makan dulu gih" ucap wanita cantik itu sambil menyodorkan salah satu box makanan tersebut.
"suapin dong" ucap Leon.
Aleta menoleh.
"manja banget?" tanya Aleta.
"ya nggak apa apa. Dari pada kamu yang aku makan.." ucap Leon tanpa dosa membuat Aleta terkekeh di buatnya.
Aleta pun kembali menarik box makanan Leon, berniat memulai untuk menyuapi pria itu. Namun...
"jangan gitu nyuapinnya..." ucap Leon.
__ADS_1
"terus gimana?" tanya Aleta lagi.
Leon menyunggingkan senyuman mautnya. Tangannya lantas tergerak menepuk nepuk paha nya seolah mengisyaratkan agar Aleta naik ke atasnya.
Wanita itu mengulum senyum malu malu.
"ayok.." ucap Leon.
Aleta pun meringsut. Ia naik ke atas paha Leon. Duduk menyamping di sana dan mulai menyuapi suami tersayangnya yang kian hari justru makin genit jika tengah bersamanya.
Leon menggerakkan tangannya. Ia memeluk pinggang sang istri yang berada dalam pangkuannya itu sambil menerima sesuap demi sesuap makanan yang Aleta berikan.
Leon mulai usil, sesekali ia menggerakkan tangannya menggelitik pinggang dan area tubuh lainnya dari sang istri. Membuat wanita itu sesekali terkekeh di buatnya.
Keduanya begitu asyik bercanda sambil menikmati makan siang mereka. Hingga ..
drrrrttt.... drrrrttt....
Ponsel di saku kemeja Leon bergetar. Laki laki itu kemudian merogoh sakunya. Mengeluarkan sebuah benda pipih miliknya di sana dan membukanya.
Sebuah panggilan dari nomor yang tidak dikenal.
"siapa ini?" ucap Leon.
"siapa?" tanya Aleta.
"nggak tahu. Nomor baru" ucap Leon.
"angkat aja, siapa tahu penting.." ucap Aleta.
Leon pun mengangguk. Di usapnya tombol hijau yang berada di layar ponsel miliknya itu. Ia pun segera menempel kan benda canggih tersebut di daun telinga nya.
"halo.." ucap Leon.
.
"ya, saya sendiri. Ini siapa ya?" tanya Leon lagi.
.
.
.
.
deeeeegggghhhh....
"apa?" tanya Leon dengan raut wajah kaget.
Ada apa ini?
----------------
***Selamat siang
up 11:40
yuk, dukungan dulu 🥰😘😘***
__ADS_1