
Beberapa jam berikutnya di sebuah rumah mewah milik Leonardo Alfindo Ganada.
Sepasang suami istri itu nampak berjalan menuju kamar pribadi mereka di lantai dua.Aleta berjalan terlebih dahulu, di susul Leon yang nampak berjalan dengan tenang di belakang wanita cantik tersebut.
ceklek.....
pintu kamar terbuka...
Aleta masuk ke dalam kamarnya di ikuti Leon di belakangnya.Namun tak seperti biasa,mata lentik itu kini terlihat membola...
Aleta menatap tajam penuh pertanyaan ke arah ranjang dimana disana terdapat ratusan kelopak bunga mawar bertaburan di atas ranjang putih itu.Beberapa tangkai mawar merah juga bertebaran disana.Lantai kamar pun juga dipenuhi bunga mawar dan dihiasi dengan lilin lilin kecil berjajar indah membentuk nama Aleta.Sedangkan di luar kamar,terlihat sebuah bangku lengkap dengan dua kursi yang saling berhadapan tersusun rapi di balkon ruangan itu,tentu saja dangan berbagai hidangan lezat berada di atasnya.Suasana makin terasa begitu romantis dengan adanya lampu remang remang berwarna warm white yang menghiasi seluruh penjuru kamar hingga balkonnya.
Aleta berbalik badan,Leon yang kini menyandarkan tubuhnya di kusen pintu itu nampak tersenyum sambil melipat kedua tangannya di depan dada.
"ini........."ucap Aleta menggantung seolah ingin bertanya,kenapa kamarnya jadi seperti ini?
"kau suka?"tanya Leon.
Aleta nampak memiringkan kepalanya.
"kamu yang nyiapin semua ini?"tanya Aleta.
"bukan...!"ucap Leon.
Aleta mengernyitkan dahi nya.
"anak buahku yang menyiapkannya....aku hanya memberi perintah.."ucap Leon mungkin mencoba membuat lelucon,tapi tidak terdengar lucu 🤦
Aleta terkekeh..
"kau suka..?"tanya Leon.
Aleta mengangguk.
"makasih....ini bagus banget...."ucapnya bahagia.
Leon mendekati sang istri.
"jika kau saja bisa memperlakukan ku seperti seorang raja, maka aku juga bisa memperlakukan mu seperti seorang ratu di kehidupan ku..."ucap Leon sambil menyentuh dagu Aleta.
"sebesar itu balasan yang akan kamu kasih ke aku?padahal aku cuma melakukan apa yang harusnya aku lakukan sebagai seorang istri..."ucap Aleta.
"tapi aku tidak pernah merasakan hal seperti ini selama hidupku Aleta.Aku punya banyak uang,banyak wanita yang mendekat,tapi seperti yang kamu bilang dulu,mereka mendekatiku hanya karena nafssu dan uangku...mereka perhatian padamu hanya karena kesempurnaan ku...."ucap Leon.
"aku harap kau bukan seperti mereka..."ucap Leon.
__ADS_1
Aleta menatap dalam pria itu.
"aku nggak tau...yang aku tau, seperti inilah tugas seorang istri pada suaminya.Menghormati,dan menghargainya sebagai seorang pemimpin dan kepala keluarga.Mengabdikan hidupnya untuk laki laki yang sudah meminangnya di hadapan Tuhan.Tapi maaf....jika aku sering meminta kamu untuk menjadi imam solatku dan ikut menjalankan ibadah seperti ku....kita punya agama yang sama sayang...aku hanya ingin kelak,saat kita sudah dipanggil yang Maha Kuasa..kita masih bisa bersama sama ditempat yang sama pula....aku mau kita bisa menjadi pasangan yang saling mencintai bukan hanya sehidup dan semati..tapi juga se Surga...."ucap Aleta begitu tulus sambil menatap dalam wajah Leon.
Leon tak menjawab...
"kau ingin aku berubah menjadi seorang laki laki yang alim?"tanya Leon.
Aleta menggelengkan kepalanya.
"aku cuma mau kamu belajar....belajar mengenal siapa yang menciptakan kita,belajar mengenal siapa yang mendekat kan kita,belajar mengenal siapa yang menuntun kita untuk bisa bertemu dan dipersatukan seperti sekarang...."
"aku nggak meminta kamu jadi sosok yang suci tanpa dosa...aku cuma mau,seenggaknya aku punya pemimpin yang bisa membawaku menuju JannahNya suatu saat nanti..."ucap Aleta begitu lembut dan sopan, berusaha menyentuh hati Leon yang sudah kadung tak mengenal Tuhannya semenjak kecil.
Leon tak bersuara....
"kamu mau?"tanya Aleta.
Leon masih diam....
"sayang...?"ucap Aleta lagi.
Leon memalingkan wajahnya,menatap ke segala arah seolah mencoba untuk tidak beradu pandang dengan wanita cantik itu.
Aleta menghela nafas panjang.Baiklah...mungkin Leon masih perlu waktu untuk perlahan mengenal Tuhannya,pikir Aleta.Ia akan terus berusaha untuk menyentuh hati laki laki itu.
Aleta mencoba tersenyum.Ia kemudian berjalan menyusul sang suami yang kini sudah masuk ke dalam kamar mandi itu.
...****************...
Sementara itu di tempat lain.
Seorang wanita nampak meremas sprei lusuh hotel bintang lima itu.Tubuhnya yang sudah basah karena lelehan keringat, penampilan nya yang sudah acakan,wanita itu nampak memejamkan matanya sambil menggigit bibir bagian bawahnya mana kala merasakan seonggok benda yang bergerak maju mundur didalam sana,tepat di bagian belakang tubuhnya yang kini tengah berada dalam posisi membungkuk.
Sedangkan di belakang sana.Pria muda berusia dua puluh enam tahun itu nampak begitu asyik menggerakkan tubuhnya maju mundur dengan tempo yang cukup cepat.Suara suara indah namun tak jelas terucap dari bibir kedua anak manusia tanpa ikatan itu.
Fathur mempercepat gerakannya mana kala sesuatu seolah hendak tumpah dari dalam dirinya.Pria itu menggerakkan tangannya meraih rambut panjang sang Lovely M ❤️,keduanya meracau tak jelas,naffsu memburu,udara di dalam ruangan itu terasa makin panas,dan ..........
"aaaaaaaaaakkkkkhhhhhhhh........!!"
"sssssssshhhhhh..... aaaaakkkkhhh......"
Mereka sampai pada puncaknya.Fathur ambruk di atas tubuh Mayang yang tengurap di di atas ranjang dengan kaki menapak lantai.Keduanya lemas.Mereka kembali merengkuh kenikmatan terlarang yang harusnya tak mereka lakukan.
Fathur melepas penyatuannya.Ia merebahkan tubuh polosnya di samping Mayang.Benda panjang berselimut karet elastik bening itu perlahan mulai menyusut.
__ADS_1
Mayang mengubah posisinya menjadi terlentang tepat di samping Fathur.
Laki laki itu nampak tertawa.
"bagaimana aku bisa jauh darimu jika makin hari kau makin terasa menggiurkan..."ucap Fathur.
Mayang tersenyum sinis.
"aku tidak jauh darimu,asal kau mau menjadi baby boy yang baik untukku .."ucap Mayang sambil kembali menggerakkan tangannya,mengusap lembut perut sixpack Fathur menggunakan jari jari tangan lentiknya.
Fathur menoleh,
"apa maksudmu?" tanya Fathur.
"aku ingin tau tentang Aleta...siapa dia?asal usul keluarga nya dan dimana ia dan suamiku tinggal"ucap Mayang.
Ya ...sebagai seorang istri,ia bahkan tak tahu dimana suami nya itu tinggal jika tidak sedang bersama nya.Bukan hanya Mayang,Renata pun juga tak tau.Ya ......sebegitu tak dianggap nya ia oleh Leon.
"ternyata kau masih saja ingin tau tentang wanita itu...."ucap Fathur.
"kenapa tidak tanya langsung saja pada suami tersayang mu itu..."ucap Fathur sambil bangkit dan melepas karet yang sudah basah berlendir itu.
Mayang bangkit.
"aku sudah memuaskan mu...!kenapa hanya untuk mengucap dimana dan siapa Aleta saja kau begitu susah?!atau jangan jangan.....kau juga menyukai wanita itu?jangan jangan selain bermain gila denganku kau juga pernah melakukan hal yang sama dengan wanita itu..?! iya..??!!"tanya Mayang menerka nerka.Ia seolah yakin dengan pemikirannya,bahwa Fathur juga punya hubungan tersembunyi dengan Aleta.
Fathur tersenyum sinis.Ia meraih beberapa lembar tissue di atas meja,lalu membungkus karet bekasnya itu dan membuangnya ke tempat sampah.
"jangan kau pikir,semua wanita itu sama murahan nya seperti dirimu sayang..."ucap Fathur sambil menoleh ke arah Mayang.Ia kemudian mengambil pakaian pakaian nya dan segera mengenakan nya kembali benda benda yang tercecer itu.
"jaga bicaramu, Fathur....!" ucap Mayang kesal.
Fathur tak menjawab,ia sibuk mengenakan pakaiannya lalu berbalik badan sambil mengancingkan kemejanya.
"dengar sayang...aku merahasiakan identitas Aleta dan keberadaan nya saat ini,itu adalah demi dirimu...!berhentilah mengejar yang tidak mungkin kau miliki...itu hanya akan menyakiti perasaan mu dan membuang buang waktumu...! suamimu sudah mulai tunduk di pangkuan Aleta...!"ucap Leon sambil mengusap pipi Mayang.
Laki laki itu kemudian melangkah pergi meninggalkan tempat tersebut, meninggalkan Mayang yang nampak kesal lantaran tak berhasil mengorek informasi dari Fathur.
...----------------...
***Selamat sore
up 15:55
yuk... dukungan dulu 🥰***
__ADS_1