Istri Kedua Tuan Leon

Istri Kedua Tuan Leon
161


__ADS_3

Ceklek....


pintu kamar terbuka.


Setelah menidurkan sang putri di kamar nya, Leon kemudian masuk ke dalam kamar tidur miliknya. Dilihatnya di sana sang istri yang sudah berada di dalam kamar. Wanita itu nampak rebahan di atas ranjang sambil memainkan ponsel miliknya.


"sayang," ucap Leon sambil menutup pintu.


"ya," jawab Aleta santai tanpa menoleh. Leon duduk di tepi ranjang tepat di samping Aleta. Tangannya tergerak menyentuh paha mulus berbalut celana jeans panjang itu.


"nggak mandi?" tanya Leon sambil mengusap usap lembut kaki jenjang istri tercintanya itu.


"bentar lah, masih males" ucap Aleta.


"tumben? biasanya kalau dari mana mana kamu langsung mandi.." ucap Leon sambil membuka kaosnya.


"sayang, masih mual perutnya?" ucap Leon.


"udah enggak kok." ucap Aleta.


Wanita itu meletakkan ponselnya.


"mandi yuk, bareng" ucap Leon.


Aleta menoleh. Lalu tersenyum.


"boleh.." ucap Aleta.


Leon tersenyum manis.


"yuk.." ucapnya. Ia kemudian bangkit dan meraih tangan istri, mengajaknya untuk menuju kamar mandi guna membersihkan diri bersama sama.


Aleta dan Leon masuk ke dalam kamar. Leon mendekati bathtub. Di isinya bak besar itu dengan menggunakan air, sedangkan Aleta kini nampak berdiri di depan cermin wastafel, melihat bayangan wajahnya melalui pantulan kaca sambil menjapit rambutnya tinggi tinggi.


Leon mendekati wanita cantik itu. Tangan nya tergerak memeluk tubuh wanita tercinta nya itu dari belakang dengan mesranya. Aleta hanya tersenyum. Sebuah reaksi yang dapat Leon lihat dari pantulan cermin.


Pria itu kemudian bergerak lagi. Di dekatkan nya wajahnya ke ceruk leher Aleta. Dengan lembut, pria itu lantas mengecup ceruk leher wanita cantik pujaan hatinya itu membuat Aleta memejamkan matanya.


Lagi, tangan kekar itu bergerak mengusap lembut perut rata Aleta. Hal yang selalu Leon lakukan tiap kali berdekatan dengan wanita cantik pujaan hatinya itu.


Bibir Leon kembali bekerja dengan lincah. Kecupan dan gigitan kecil nan lembut ia berikan pada ceruk leher mulus itu di barengi dengan sapuan sapuan lidah yang membuat Aleta mer*mang di buatnya.

__ADS_1


Tangan kekar itu pun juga tak kalah bergerak lincah. Leon perlahan menggerakkan tangannya. Membuka satu persatu kancing kemeja putih yang Aleta kenakan dengan telaten tanpa mengubah posisi tubuh dan kepalanya.


Aleta pasrah.


Kemeja pun terlepas. Pria empat puluh tahun itu kemudian memutar tubuh sang istri. Sehingga wanita yang semula berdiri membelakangi nya itu kimi berubah posisi menjadi menghadapnya.


Leon tersenyum nakal. Di tangkupnya wajah Aleta dan mengangkatnya, membuat wajah wanita itu kini terdongak menatap dirinya.


Aleta tersenyum hingga memperlihatkan gigi giginya seolah mengajak Leon untuk melakukan lebih. Tangan lentiknya menyentuh dua bongkahan besar dada Leon sambil mengusap usap lembut sebuah tombol kecil yang berada di sana.


Leon makin bersemangat. Dengan segera ia pun menyergap wanitanya. Memangsa habis benda merah muda yang menjadi tempat keluarnya suara suara merdu khas Aleta Balqis Aqilah.


Aleta meladeni permainan sang suami. Ia mengalungkan kedua lengannya ke leher Leon. Menikmati pergulatan lidah yang terasa begitu panas di antara dua anak manusia yang saling mencintai itu.


Sembari beradu mulut, Leon menggerakkan tangannya. Membuka pengait kain hitam pembungkus dua benda kesayangan nya itu. Leon sudah sangat mahir dalam hal demikian, hingga dengan sekali gerakan saja, kain itu pun sudah terlepas dari raga sang istri.


Leon makin menempelkan tumbuh Aleta pada dirinya, membuat kulit tubuh bagian atas mereka saling bersentuhan tanpa ada penghalang nya lagi.


Leon melepaskan pagutannya. Matanya makin menatap lapar ke arah sang istri. Di lepaskannya celana panjang yang kini membalut tubuh bagian bawahnya. Hal yang sama pun Aleta lakukan.


Selesai, dua celana panjang terlempar asal ke lantai kamar mandi yang dingin. Leon mengecup singkat bibir sang istri. Diangkatnya tubuh ramping itu. Lalu mendudukkan nya di atas meja wastafel. Di angkatnya kaki Aleta yang masih menggantung ke bawah hingga kini berpijak pada meja wastafel. Membuat wanita cantik itu kini terduduk di atas sana dalam posisi siap di mangsa dengan dua belah kaki yang terbuka lebar


Aksi Leon yang sedikit kasar dan nakal terus berlanjut. Membuat suara suara indah dibarengi deru nafas yang memburu Aleta tunjukkan. Leon pun makin bersemangat.


Suara gemericik air bathtub masih terdengar. Seperti nya bak mandi itu sudah penuh.


Leon menghentikan pergerakan tangan dan bibirnya. Di tariknya jari jari tangan itu dari benda indah yang ini sudah basah kuyub tersebut.


Leon kembali mengangkat tubuh wanita itu. Aleta mengapit pinggang Leon dengan kedua belah pahanya. Pria itu lantas membawa Aleta untuk masuk ke dalam bathtub. Leon mendudukkan tubuhnya di sana. Di pangku nya tubuh ramping tersebut sambil kembali menciumi ceruk leher Aleta.


Aleta meraih wajah Leon. Ia seolah kembali meminta bibir pria itu.


Leon paham. Leon pun berniat untuk menuruti ke inginan sang istri. Peraduan kembali terjadi.


Leon memejamkan mata nya menikmati permainan mereka. Begitu juga Aleta. Cukup lama, keduanya pun mulai merasa puas. Leon melepaskan bibir itu. Keduanya lantas membuka matanya, bergegas menuju sesi berikutnya dari permainan panas khas pasangan suami istri itu.


Leon membimbing tangan Aleta untuk menyentuh benda miliknya yang mengeras. Aleta pun paham. Ia tersenyum. Ia pun menunduk menatap benda tegak yang kini berada di bawah air mandi itu.


degggghhhh...


Aleta terdiam seketika. Matanya menatap ke arah air yang nampak berombak akibat aktivitas yang ia dan Leon lakukan itu. Matanya menyipit. Entah mengapa melihat air yang bergelombang itu membuatnya jijik. Perutnya serasa di obok obok. Dan.......

__ADS_1


hoooooeeeeekkkk............


Aleta bangkit dengan cepat. Ia berlari ke arah wastafel. Leon yang nafsunya sudah di ubun ubun itu pun kaget dibuatnya.


"Aleta...!" ucap Leon.


Ia bangkit dan keluar dari wastafel. Di susulnya Aleta.


Wanita itu muntah muntah hebat di sana.


"kamu kenapa?" tanya Leon sambil memijit pundak wanita itu.


Aleta tak menjawab. Ia terus saja mengeluarkan semua isi dalam perutnya. Bisa bisanya Aleta yang bersih jadi mual hanya gara gara melihat air berombak.


Cukup lama. Aleta pun membasuh mulutnya dengan air yang mengalir dari dalam kran itu. Lemas rasanya.


"kamu kenapa? sakit?" tanya Leon.


Aleta menoleh ke arah Leon.


"nggak mau mandi...!" ucap Aleta merengek.


"hah?" tanya Leon aneh.


"nggak mau mandi...!!!" rengek wanita itu lagi.


"kenapa?!" tanya Leon bingung.


"pokoknya nggak mauuuuukkk.....!!" ucap wanita itu sambil merengek bak anak kecil yang di ambil mainannya.


"iya...iya....nggak mandi ya udah nggak apa apa...!" ucap Leon lalu meraih tubuh sang istri dan memeluknya.


Entahlah, ada apa dengan wanita itu. Setelah terhitung satu bulan menikah dan setelah seminggu mereka berada di villa, kenapa pulang pulang Aleta jadi aneh begini??


...----------------...


selamat pagi...


up 05:49


yuk, dukungan dulu🥰

__ADS_1


__ADS_2