Istri Kedua Tuan Leon

Istri Kedua Tuan Leon
132


__ADS_3

Hari terus berlanjut....


Setelah menjenguk Leon dan membicarakan beberapa hal penting pada Aleta dan calon suaminya itu. Kini sepasang suami istri dan sang ajudan tersebut nampak keluar dari rumah sakit. Mereka berniat untuk pulang dan beristirahat. Mengingat waktu besuk sudah habis. Mario juga belum beristirahat, ia langsung menuju rumah sakit setelah selesai bekerja hari ini.


Aleta nampak menggandeng tangan sang ibu. Mengantar kedua orang tuanya menuju lobby rumah sakit megah tersebut.


Sean segera menuju tempat parkir untuk mengambil mobil. Sedangkan Aleta kini menunggu Sean di teras rumah sakit bersama ayah dan ibunya.


Tak lama, mobil pun datang,


"ibuk sama papa pulang dulu ya nak..." ucap Sarah.


"iya...hati hati ya buk...besok Aleta pasti pulang..." ucap Aleta sambil mencium punggung tangan kedua orang tuanya.


"jaga diri kamu baik baik ya Al, ingat...kalian belum suami istri...jangan aneh aneh...!" ucap Mario pada sang putri.


"aneh aneh apa sih pa? ya nggak lah...." ucap Aleta tak habis pikir.


Sarah terkekeh.


"ya udah...ibuk sama papa pulang dulu, jangan lupa besok pulang ya...." ucap Sarah.


"iya buk..."


"assalamualaikum...."


"wa Alaikum salam...." jawab Aleta.


Kedua orang tua kandung nya itu pun masuk ke dalam mobil. Sean yang berada di kemudi mobil sedari tadi nampak celingukan, mencari sosok yang sempat ia lihat saat baru sampai di rumah sakit tadi, namun sepertinya sudah tidak ada.


"Sean, ada apa? ayo jalan..!" ucap Mario.


"oh..iya jenderal...baik..." jawab Sean.


Kendaraan roda empat itu pun lantas melaju meninggalkan rumah sakit tersebut dilepas dengan lambaian tangan dari Aleta.


......................


Setelah mengantar kedua orang tuanya,


Aleta pun segera kembali ke kamar rawat inap sang mantan sekaligus calon suaminya itu.

__ADS_1


ceklek.....


pintu kamar terbuka....


Dilihatnya di sana Leon masih belum tidur. Laki laki itu terlihat duduk bersandar diatas ranjangnya sambil menatap kedatangan Aleta. Sedangkan dua bocah yang sebelumnya di ajak jalan jalan oleh Sean itu kini terlihat sudah terlelap dalam buaian mimpi mimpi indah mereka. Terbukti dari dengkuran dengkuran halus yang sesekali nampak terdengar dari mulut Alka dan Ahsa.


Aleta mendekati ranjang di mana kedua bocah itu tengah terlelap. Diraihnya sebuah selimut disana lalu di gunakan nya untuk menutup tubuh Alka dan Ahsa yang nampak tidur meringkuk dengan posisi berhadap hadapan. Di cium nya kening dua bocah itu bergantian dengan lembut sebagai tanda sayang.


Aleta lantas mendekati ayah angkat Alka dan Ahsa.


"kami mau tidur juga?" tanya Aleta pada Leon.


Leon hanya mengangguk. Aleta lantas membantu pria itu untuk merebahkan tubuhnya. Kondisinya yang masih susah bergerak membuat Leon cukup kesulitan bahkan hanya untuk sekedar mengubah posisi tubuhnya.


Leon sudah terbaring. Aleta bergerak lagi. Di raihnya selimut di atas ranjang, lalu di tutupnya tubuh pria itu dengan kain lebar itu hingga ke dada.


Leon menatap wajah si cantik calon istrinya itu sambil tersenyum.


"dah....tidur...." ucap Aleta.


"kok udah?" tanya Leon.


"Alka sama Ahsa tadi di cium dulu, aku nggak?" tanya Leon menggoda membuat Aleta merona malu.


"apasih....?!" ucap Aleta sambil menoyor pipi Leon membuat pria itu terkekeh.


Aleta menuju sofa panjang di sana, bergegas untuk tidur di tempat tersebut dengan sebuah selimut yang sudah terlipat rapi di atasnya.


Leon menoleh ke arah sofa, menatap penuh cinta kw arah wanita cantik yang kini nampak tidur miring menghadap sandaran sofa itu.


"Aleta..." ucap Leon.


"apa lagi....?" tanya Aleta sambil berbalik badan menatap ke arah ranjang Leon.


"apa badanmu tidak sakit tidur disitu?" tanya Leon.


"enggak....biasa aja..." jawab Aleta.


"lebih baik kau tidur disini saja....masih muat buat berdua..." ucap Leon sambil menepuk sisi ranjang nya yang masih tersisa ruang yang tak seberapa itu.


"apasih..? udah deh om tidur aja...masih sakit juga, banyak banget tingkahnya..!" ucap Aleta kesal membuat Leon terkekeh.

__ADS_1


Baru di kasih lampu hijau sama bapaknya aja udah ngelunjak nih orang, pikir Aleta.


"yakin nggak mau disini aja?" tanya Leon.


"enggak"


"dingin loh disitu..." ucap Leon.


"bodo'..!" ucap Aleta.


Leon terkekeh.


"selamat malam... mama..." ucap Leon sambil tersenyum manis.


Aleta tersipu malu...


"iya..." jawab wanita itu.


"kok iya....?" tanya Leon protes.


"ya udah... selamat malam juga...." jawab Aleta.


"selamat malam apa...?" tanya Leon.


"ya udah... selamat malam...udah kan?" jawab Aleta.


"ck...!" ucap Leon berdecak kesal sambil menatap lurus ke langit langit ruangan.


Aleta terkekeh.


"iya....iya ... selamat malam juga...papanya Alka sama Ahsa...udah...tidur...!" ucap Aleta kemudian kembali menarik selimutnya dan tidur dengan posisi membelakangi Leon.


Leon tersenyum. Ia kembali menatap punggung wanita itu. Wanita yang sebentar lagi akan resmi menjadi miliknya. Menjadi ibu dari anak anaknya dan menemaninya hingga tua. Ia berjanji akak hanya ada Aleta saja. Ia tidak akan mengulangi kesalahannya. Apa yang ia perbuat dulu sudah cukup menampar hatinya Betapa bodoh nya ia menyia nyiakan berlian yang begitu berharga hingga nyaris terlepas sepenuhnya dari genggaman nya. Beruntung Tuhan dan sang jenderal masih memberinya kesempatan. Ia berjanji, akan menjaga amanat sang jenderal dengan sebaik baiknya dan tak akan pernah mengecewakan nya.


...----------------...


***Selamat pagi....


up 15:22


yuk... dukungan dulu 🥰😘😘***

__ADS_1


__ADS_2