
Hari kembali berjalan dan berlanjut seperti yang seharusnya.
Satu minggu sudah Leon dan keluarga berlibur di salah satu villa mewah milik pria berjambang cukup lebat itu. Rencananya, pagi ini mereka akan kembali ke ibu kota.
Aleta sudah sibuk dengan koper kopernya. Sejak tadi, ia di bantu Alka sang putra nampak sibuk mengemasi barang barang mereka. Alka menata koper miliknya dan Ahsa, sedangkan Aleta sibuk menata koper miliknya dan Leon. Sedangkan Ahsa dan Leon, sepasang ayah dan anak itu masih begitu asyik menyelami alam mimpi mereka. Padahal jam sudah menunjukkan pukul sepuluh pagi. Leon dan Ahsa hanya bangun untuk sholat subuh saja, setelah itu, mereka kembali ke atas ranjang masing masing.
Aleta berdecak kesal. Ia sudah keringetan, kenapa nih laki malah masih asyik ngorok..?
Aleta berjalan mendekati ranjang. Di dudukkan nya tubuh rampingnya itu di tepi kasur empuk berukuran king size tersebut.
Aleta menggerakkan tangannya, menggoyang goyangkan tubuh Leon seolah meminta laki laki itu untuk segera bangun dari tidurnya.
"sayang, bangun dong. Ini udah siang..!!" ucap Aleta.
"hmmm...." jawab Leon tanpa mengubah posisi tubuhnya.
"sayaaang, ayo banguun..!! keburu siang, macet..!" ucap Aleta lagi namun Leon tak menjawab. Ia malah semakin nyenyak dalam tidurnya, terbukti dari suara dengkurannya yang makin terdengar jelas.
Aleta berdecak kesal. Memang susah sekali membangunkan laki laki itu jika sudah terlelap seperti ini. Dengan bibir yang menipis wanita itu pun mulai melancarkan aksinya.
Aleta meringsut. Ia naik ke atas ranjang tepat di belakang tubuh Leon yang tidur miring sambil memeluk guling.
Aleta tersenyum jail. Di angkatnya dua jari di di tangan kirinya itu. Ia menatap nakal ke arah Leon yang tertidur. Kemudian dengan satu gerakan..
"banguuuuuunnnnn.....!!!!!!!"
"aaaaaaaaaakkkkkhhhhhhhh....!!"
Aleta tertawa lebar. Wanita itu menyerang sebuah lorong sempit di antara dua belah benda membal bagian belakang tubuh Leon. Membuat pria yang masih enak enak tidur itu pun terjingkat kaget di buatnya.
Leon melompat hingga mendudukkan tubuhnya di atas ranjang. Aleta tertawa lebar sambil mengatupkan kedua tangannya di depan wajahnya pertanda minta maaf.
Leon masih kaget. Di tatapnya wanita itu dengan raut wajah jengkel sekaligus kaget.
"apa apaan sih kamu?!" tanya Leon kesal.
Aleta masih mencoba menyembunyikan tawanya. Sedangkan tangannya masih mengatup tanpa berucap sepatah katapun. Leon jengkel. Di raihnya guling di atas ranjang dan di lemparkan nya ke arah Aleta. Aleta tertawa. Ia tumbang jatuh ke ranjang bersama guling nya dengan tawa yang seolah tak bisa ia hentikan.
Leon masih menatap kesal ke arah istrinya. Aleta menggerakkan tangannya menarik narik ujung celana pendek merah yang Leon gunakan.
"apasih?!" tanya Leon tak habis pikir dengan ulah istrinya.
__ADS_1
"maaf..!" ucapnya sambil cekikikan.
"maksudnya apa seperti itu?" tanya Leon masih kesal.
"ya abisnya susah bangunin kamu nya...! ya udah..gitu deh... hehehe...kaget ya?" tanya Aleta sambil tersenyum manja meminta maaf. Tangannya kini nampak memainkan ujung celana pendek sang suami.
"ya kaget lah. Kau pikir aku laki laki macam apa?!" ucap Leon tak habis pikir dengan ulah wanita cantik itu.
Aleta terkekeh lagi.
"ya udah maaf, jangan ngambek dong, abisnya kamu susah banget di banguninnya. Keburu siang ntar macet loh..." ucap Aleta lagi dengan senyuman manisnya yang sukses membuat Leon luluh di buatnya.
Leon menghela nafas panjang. Laki laki itu bergerak, di dekati nya tubuh ramping itu dan,
buuuuuggghhhh....
"aaakhh..!" pekik Aleta.
Leon menjatuhkan tubuhnya tepat di atas Aleta membuat wanita itu memekik dibuat nya. Leon menindih wanita itu. Mendekapnya erat dan menciumi ceruk lehernya membuat Aleta tak bisa berbuat banyak.
"malah tidur lagi sih? buruan mandi..!" ucap Aleta.
"dih, siapa yang godain? situ aja yang gampang kegoda.." ucap Aleta tak mau kalah membuat Leon makin gemas di buatnya.
"aaaaaaaaaakkkkkhhhhhhhh....!!" pekik Aleta lagi. Leon menggigit pundak wanita itu membuat Aleta kaget.
"ih, sakiiiit...!!" ucap Aleta protes tanpa bisa melakukan perlawanan lantaran tubuhnya yang di dekap erat suaminya.
"salah sendiri jahil..." ucap Leon sambil tersenyum menatap wajah sang istri dengan jarak yang cukup dekat.
"eeemmmhh....! wangi bet napas nya, bapak..!" ucap Aleta sambil memalingkan wajahnya merasakan aroma nafas suaminya yang baru bangun tidur itu. Leon terkekeh lagi. Ia kembali menggigit wanita itu kini di bagian pipinya.
"udah sana mandi...!!" ucap Aleta.
"nggak mau..!"
"jorok..!"
"biarin..! aku takut terlalu tampan, Aleta. Bahaya, kalau suamimu ini jadi rebutan gimana? kasihan kamunya..!" ucap Leon membuat Aleta mengangkat satu sudut bibirnya tinggi tinggi dengan sorot mata meremehkan.
"udah tua..! nggak usah ganjen..!" ucap Aleta.
__ADS_1
Leon terkekeh lagi. Wanita itu terlalu menggemaskan dimatanya.
"udah sana mandi Ya Allah Tuhan...!" ucap Aleta mulai jengkel.
"cium dulu!" ucap Leon.
Aleta mengulum senyum manja.
"deketan dong..jangan jauh jauh.." ucap Aleta.
Leon mendekatkan wajahnya.
"kurang deket, dikit lagi" ucap Aleta lagi.
Leon mendekat lagi.
Aleta tersenyum. Ia mengangkat sedikit kepalanya. Hendak mendaratkan kecupan ke arah bibir merah yang dikelilingi jambang lebat itu. Namun belum sempat ia melakukan nya. Tiba tiba....
huuuuufftt......
Leon meniup wajah wanita itu. Aleta seketika itu juga kembali menjatuhkan kepalanya ke ranjang sambil memalingkan wajahnya.
"baaaauuuuuuuukkk.....!!!!!" rengek Aleta membuat Leon tergelak.
Wanita itu terlihat semakin lucu. Leon mencium pipi wanita itu sedikit kasar. Ia kemudian melepaskan tubuh Aleta lalu beranjak ke kamar mandi sambil terkekeh mendengar wanita cantik itu yang terus menggerutu karena tiupan maut Leon.
Se ganteng ganteng nya Leon, tetep aja napasnya bau naga pas bangun tidurðŸ¤ðŸ¤£.
.
...----------------...
Selamat siang
up 11:59
yuk, dukungan dulu
__ADS_1