
seeeeetttt..
Aleta seketika itu menoleh ke belakang. Wanita itu melotot. Begitu juga dua wanita yang berada di hadapan Aleta, Rinjani dan Mayang.
Di lihatnya disana seorang pria berbadan tegap dengan seragam loreng khas prajurit nampak berdiri di sana. Menghalangi pergerakan Aleta yang hendak menghantam wajah Mayang dengan tangan lentiknya.
"anda? tuan Sean?" ucap Rinjani pada sosok pria di belakang Aleta, Sean.
Ya.... Rinjani mengenal laki laki itu. Ia adalah Sean, ajudan kepercayaan dari sosok seorang pria pengusaha sekaligus jenderal prajurit di negara itu. Ingat kan, mereka juga datang di acara ulang tahun naas ayah Mayang lima tahun yang lalu?
Sean menatap datar kedua wanita itu dan Aleta secara bergantian.
"ada apa ini?" tanya Sean dengan suara dingin.
Rinjani merasa tak enak lantaran bertemu dengan partner mantan rekan kerja suaminya itu di tengah tengah keributan yang terjadi di rumah sakit.
"oh....ini....cuma salah paham, tuan...." ucap Rinjani.
Sean melepaskan tangan Aleta.
"tolong ingatkan putri anda..jangan buat keributan di tempat umum seperti ini, bu. Ini rumah sakit..." ucap Sean.
"oh...iya...maaf kan kami tuan..ini hanya murni salah paham.." ucap Rinjani.
Sean berdiri dengan tenang di samping Aleta yang nampak kesal.
"oh iya...ngomong ngomong, tuan sedang apa disini? ada yang sakit?" tanya Rinjani basa basi.
"saya menemani nona saya. Putri tunggal dari jenderal Mario, atasan saya di dunia militer sekaligus pengusaha sukses di negara ini, nona Aleta..." ucap Sean sambil menunjuk Aleta yang masih nampak kesal itu dengan menggunakan telapak tangan kanannya yang rapat.
Mayang seketika itu mendongak dengan sorot mata kaget. Begitu juga Rinjani.
Aleta anak pak jenderal?? pikir Mayang dan Rinjani.
"apa?!" tanya Mayang kaget.
Aleta mengangkat satu sudut bibirnya singkat.
Mayang menggelengkan kepalanya sambil tersenyum sinis
__ADS_1
"lelucon macam apa ini? jangan bercanda tuan..! mana mungkin wanita ini anak tuan Mario..! dia cuma.............."
"anda meragukan saya?" tanya Sean memotong ucapan Mayang. Wanita lumpuh itu nampak tak percaya. Raut wajahnya makin terlihat kesal saja.
"namanya Aleta Balqis Aqilah. Dia adalah putri tuan Mario yang lama hilang. Dan itu sudah jelas..." ucap Sean.
"apa buktinya kalau dia anak tuan Mario? dia cuma anak jalaang..! anda jangan bohong,tuan..! anda ingin membela dia?! dia tidak mungkin anak tuan Mario..! saya nggak percaya...!" ucap Mayang ngotot tak percaya.
"saya tidak meminta anda untuk percaya..!" ucap Sean.
Mayang masih tidak bisa terima. Entah mengapa ia begitu ingin membuat nama Aleta jelek di depan banyak orang. Ia benci wanita itu..!
"oh....saya tahu...jangan jangan....Aleta itu simpanan tuan..........."
"Mayang...! jaga bicara kamu..!" ucap Rinjani menghentikan ucapan putrinya. Ia tak mau Mayang berucap yang macam macam. Mengingat Mario bukanlah orang sembarangan.
Mayang terlihat begitu kesal. Sedangkan Sean kini nampak mengangkat dagunya.
Aleta melipat kedua lengannya di depan dada. Ia menatap malas ke arah Mayang yang terlihat kesal.
"tolong jaga ucapan anda nyonya Mayang...anda harusnya tahu, dengan siapa anda sedang berhadapan sekarang. Saya rasa saya tidak perlu menjelaskan panjang lebar ataupun menunjuk kan bukti apapun tentang hubungan tuan Mario dan nona Aleta...untuk apa? lagipun...memangnya siapa anda?" ucap Sean cukup menyentil hati Mayang dan Rinjani.
"anda adalah tahanan kota nyonya. Anda adalah tersangka kasus pembunuhan dan konten dewasa. Segala gerak gerik anda masih dalam pengawasan polisi, jangan sampai tindakan anda yang mencoba memutar balikkan fakta dan berusaha menjelekkan nama nona saya berhasil membawa anda membusuk di penjara dalam kondisi lumpuh.."
"karena saya, tuan Mario, dan calon suami nona Aleta, tuan Leon tidak akan tinggal diam, jika putri istana di samping saya ini di usik oleh siapapun..."
"sadar diri nyonya...roda kehidupan sudah berputar. Tuhan sudah membalikkan keadaan. Anda sudah bukan lagi putri dari orang yang berkuasa. Dan nona Aleta bukan lagi wanita yang bisa anda rendahkan. Anda hanya tahanan kota kasus pembunuhan yang tinggal di pinggiran kota, sedangkan nona Aleta, dia adalah seorang putri yang di jaga banyak pria di belakangnya...jadi anda jangan main main atau anda akan menyesal..!" ucap Sean tegas membuat Mayang dan Rinjani diam tak berkutik.
Sean menoleh ke arah Aleta. Lalu berkata..
"mari nona, tuan Leon sudah menunggu.." ucap Sean pada sang putri raja.
Aleta hanya mengangguk. Ia kemudian berbalik badan. Pergi meninggalkan tempat itu di susul Sean di belakangnya.
Keduanya lantas masuk ke dalam lift bersama sama.
Di dalam lift,..
"huuuuufftt...." Aleta membuang nafas.
__ADS_1
Sean menoleh.
"kenapa?" tanya Sean.
Aleta tersenyum lucu ke arah Sean.
"makasih ya mas...." ucap wanita itu.
"sekali kali perempuan kek gitu perlu di kasih pelajaran, Al. Biar kapok. Biar dia nggak seenak jidat ngatain kamu lagi. Dia harus tahu, siapa kamu sekarang" ucap Sean.
Aleta tersenyum.
"iya..." jawabnya.
"aku jamin dia pasti syok. Dia nggak akan berani ngusik kamu lagi.." ucap Sean.
"tapi dari mana mas Sean tahu kalau dia tahanan kota dan tinggal di pinggiran kota?" tanya Aleta.
Sean terkekeh. Diacak acaknya rambut sang nona yang sudah seperti adik sendiri bagi Sean itu.
"Aleta ....Aleta...! bapak kamu itu bukan orang sembarangan..! dia udah mengintai semua orang orang yang dulu pernah berurusan sama kamu sejak lama....! cuma buat mastiin kalau anaknya yang bucin nya setengah mati ama Leon ini tetap aman..! ucap Sean sambil mencubit hidung Aleta gemas.
"aduh sakiiit....!!" ucap Aleta protes.
Sean terkekeh.
"manja banget...! kek gini mau jadi emak..! mana anaknya langsung dua lagi..!" ucap Sean.
"yeee...biarin..kalah kan anda...anak saya langsung dua gede gede lagi..." ucap Aleta.
"bangga banget kamu ya? dasar bocah...!" ucap Sean sambil terus menggoda anak atasannya itu. Keduanya tertawa di dalam lift yang hanya ada mereka berdua itu.
...----------------...
Selamat pagi...
up 04:35
yuk...dukungan dulu 🥰😘😘😘
__ADS_1