
Aleta bangkit dari posisi duduknya mendengar suara benda jatuh dari luar toko.
Ia kemudian berjalan menuju pintu utama di susul Sarah di belakang nya. Sedangkan Ayu lebih memilih untuk menyeruput minumannya sambil mengamati ruangan yang cukup luas ber AC itu.
kriiiiiieeeettt.....
pintu kaca terbuka,
Aleta diam tak bergerak melihat apa yang terjadi di depan tokonya itu. Sarah yang berada di belakang Aleta pun hanya diam tak bersuara,
Dilihatnya disana dua orang wanita nampak dengan beraninya memecahkan beberapa pot bunga dengan kasar nya.
"ada apa ini?" tanya Aleta dengan sorot mata tak suka.
Ya. ...itu Renata dan Mayang yang tanpa di duga duga tiba tiba datang ke toko itu dan membuat ke oranaran.
Dari mana mereka tahu tentang keberadaan toko Renata dan Mayang?
menurut anda??
Renata tersenyum sinis dan mendekati sepasang ibu dan anak yang nampak berdiri dengan tenang itu. Mata Sarah menatap ke arah sebuah mobil mewah yang terparkir di depan toko itu.
Itu seperti mobil yang tadi siang hampir menyerempetnya?pikir Sarah?
Apa jangan jangan.............
Sarah memejamkan matanya. Wanita itu masih terlihat tenang meskipun dalam dirinya mulai berkecamuk banyak sekali pertanyaan. Siapa dua orang ini?ada masalah apa mereka sampai tiba tiba datang ke toko ini dan membuat keributan...? dan...apakah mereka juga yang tadi siang berkendara dengan ugal ugalan sampai sampai hampir mencelakai nya?
Sarah tak bergerak. Aleta menatap tajam ke arah Mayang dan Renata, sedangkan dua wanita berpenampilan glamor itu nampak berjalan mendekati Aleta dan Sarah.
Renata berdiri di depan Aleta. Ia melipat kedua lengannya di depan dada dan menatap Aleta dengan sorot mata merendahkan.
"jadi ini, toko pemberian anak saya untuk kamu...Aleta...." ucap Sarah angkuh.
Aleta diam tak bergerak.
"anda mau apa datang kesini?"tanya Aleta tenang.
"hhhhmmmhhh.....sombong sekali kamu...! udah merasa kaya kamu sekarang, mentang mentang udah punya toko besar dan bisa tinggal di salah satu istana megah milik anak saya? bangga kamu? seneng...?"tanya Renata makin tak berperasaan.
"ya iyalah ma.... Aleta dan ibunya ini pasti sangat bahagia, karena mereka punya tempat tinggal yang layak sekarang....bukan cuma layak...tapi sangat mewah...maklum lah...kan dari dulu udah terbiasa tidur di gang pelaacuran...." ucap Mayang begitu mengena membuat Aleta dan Sarah pun reflek menoleh ke arah wanita itu.
Dari mana wanita ini tau tentang hal itu??pikir Aleta.
"jaga bicara kamu ya....!" ucap Sarah mulai terpancing emosi.
"loh... kenapa? kaget ya...kok saya bisa tau tentang asal usul kalian berdua?" tanya Mayang.
Sarah dan Aleta nampak mulai memasang raut wajah geram.
"tapi emang bener kan ya? tante kan mantan........." ucap Mayang menggantung,lalu....
"per*k...!" ucap Mayang begitu ringan dan santai membuat Aleta melotot ke arah madunya itu. Ia bergerak mendekati wanita itu dan dengan cepat mendorong Mayang membuat istri pertama Leon itu melotot tak suka.
"jaga bicara anda nyonya Mayang...!anda tidak berhak mengatakan hal seperti itu kepada ibu saya...!" ucap Aleta mulai terpancing emosi.
Sungguh....sejak dulu hingga kini, satu hal yang paling tidak dia sukai adalah ibunya direndahkan..! entah itu dari status sosialnya, masa lalu nya, fisik, maupun pekerjaannya..! ia tak suka ibunya di hina...!
Dada Aleta bergerak naik turun...! ia benci ucapan madunya itu.
Mayang tak mau kalah...!
__ADS_1
"nggak berhak...?emang aku salah? bener kan? kamu tuh kok nggak nyadar ya Aleta...kamu itu terlalu buruk buat Leon....kamu itu anak haram...!kamu itu terlahir dari ribuan benih yang nggak jelas asal usulnya yang di titipkan di rahim ibu kamu ini..!kamu pikir kamu pantes bersanding sama Leon? nggak sayang...."ucap Mayang menyakitkan, sorot matanya seolah menantang Aleta untuk berduel saat itu juga.
Sarah mendekat...!
"jaga bicara kamu...! Aleta bukan anak haram...!! dia adalah wanita terhormat..!kamu nggak berhak mengatai dia dengan ucapan ucapan kamu yang menjijikkan itu...!" ucap Sarah mulai mengeluarkan taringnya. Ia berucap dengan sorot mata tajam mendelik dengan dada yang bergemuruh.
Renata dan Mayang tertawa.
Renata ikut mendekat dan dengan angkuhnya berdiri di tepat di hadapan Sarah.
"terhormat? terhormat dari mananya? kamu aja jaalang...! mana ada anak jalaang di sebut terhormat...! emang laki laki terhormat mana yang mau sama kamu? bodoh banget dia kalau mau sama pelaacur murahan seperti kamu...!" ucap Renata merendahkan. Bola matanya bergerak naik turun seolah menilai penampilan sederhana ibunda Aleta itu.
Aleta memejamkan matanya.
"saya nggak mau cari masalah ya sama kalian...! lebih baik sekarang kalian pergi dari sini...!sebelum saya telfon suami saya untuk menyeret kalian berdua..!!" ucap Aleta setengah membentak.
Renata geram...!
"heeeehhh......pelacuur kecil.....!"ucap Renata sambil mendorong Aleta membuat wanita itu tak sengaja menabrak beberapa bunga dalam pot disana, hingga sebagian pot bunga pun jatuh ke lantai.
Sarah bergerak.
"Aleta...!"ucap wanita itu lalu mendekati sang putri dan membantunya untuk bangkit.
Renata mendekati Sarah dan Aleta.
"yang harusnya pergi itu kamu...!kamu cuma benalu dalam kehidupan Leon...! kamu nggak pantes buat anak saya...! kamu pikir saya sudi punya menantu anak haram seperti kamu...!hehh?? ngaca dong...! kamu itu hasil dari perbuatan biadaap ibu kamu...! kamu itu aib...! kamu musibah...! kamu bencana...! kamu hanya akan membawa sial untuk anak saya.......!"
"diaaaamm....!!!"
plaaaaakkkk......!!!!
Keributan itupun berhasil manarik perhatian beberapa orang yang lewat disana.
Ayu yang sedari tadi berada di dalam toko pun ikut terpancing keluar mendengar kegaduhan yang terjadi disana.
Renata menatap bengis ke arah Sarah.
"berani sekali kau menampar ku pelaacur...?!" ucap Renata dingin.
"jika anda memang benar benar wanita berkelas...! bukan begini cara anda untuk menyikapi masalah rumah tangga anak anda...! jika memang anda tidak suka dengan wanita pilihan putra anda...! bukan seperti ini caranya...!!" ucap Sarah dengan sorot mata nanar manahan sakit hati.
"sebagai sesama wanita.... tidak sepantasnya anda bersikap seperti ini?! apa anda sudah merasa suci?! apa anda sudah merasa bersih tanpa dosa sampai sampai anda bisa mengatai Aleta hal hal seperti itu hanya karena dia terlahir dari rahim seorang wanita kotor....?!!!!"
"tau apa anda tentang saya....????!!!!!!!!!!”
Sarah berteriak teriak bak orang kesetanan. Dadanya naik turun,urat urat lehernya terlihat jelas dengan nafas yang menggebu gebu membuat semua yang melihat kejadian itupun terdiam.
"ibuk...."ucap Aleta mengembun seolah ikut merasakan sakitnya hati seorang ibu yang melihat putrinya di rendahkan bak sampah tak berguna.
Sarah menatap Renata dengan sorot mata berani. Ia berjalan mendekati wanita itu, dan mengikis jarak dengan nya.
"jika memang anda adalah wanita terhormat, sosok wanita baik baik tidak seperti saya dan putri saya...kenapa bisa terlahir Leon si penjudi dan pemain wanita dari rahim anda?" tanya Sarah pelan namun mengena.
"apa nggak pernah di didik sopan santun dan agama?" tanya Sarah lagi.
"anda terhormat dari mananya? uang? uang hasil judi itu?" tanya Sarah lagi membuat Renata tak bisa berkutik.
Renata menatap tajam ke arah Sarah...
"jaga bicaramu pelaacur..."ucap Renata dingin.
__ADS_1
"saya pelaacur....anak anda penggemar pelaacur...!" ucap Sarah tak mau kalah.
Renata murka. Dengan penuh emosi mengangkat tangannya hendak menampar wanita paruh baya itu namun tiba-tiba...
.
.
.
seeeeetttt.....
seeeeetttt......
Aleta menarik tubuh ibunya,mengamankan dari tangan Renata yang sudah berada di udara. Namun disaat yang bersamaan, sebuah tangan dengan beberapa gelang emas di lengannya itu nampak mencengkeram lengan Renata, seolah menghalangi pergerakan wanita yang hendak menyakiti Sarah tersebut.
Renata menoleh.
Kedua mata itu saling bertemu. Mereka saling menatap tajam bak ingin memangsa satu sama lain. Namun sepersekian detik kemudian, Renata menunjukkan raut wajah kaget melihat siapa yang kini berdiri di hadapannya itu. Seorang wanita yang mungkin usianya hampir sama dengan dirinya. Bertubuh sintal berisi dengan rambut pirang dan pakaian serba mini nampak berdiri disana dengan beraninya.
Ya....itu Ayu...!
"kau...??" ucap Renata.
Ayu mengangkat satu sudut bibirnya.
"apa?!masih inget lu ama gue??!!" ucap Ayu berani.
seeeeetttt......
Aaaakkkhhhh.....
Ayu menghempaskan tangan Renata.Wanita itu memekik sakit saat tangan nya terpelanting akibat ulah Ayu.
Ayu menatap tajam ke arah Renata.
"lu apain temen gue?!berani lu ngata ngatain temen gue?! nggak ngaca lu...?! lu kira lu suci?! ngomong sekarang di depan gue....kata katain lagi Aleta di depan gue...gue patahin beneran tangan lo...!!" ucap Ayu begitu kasar bak preman membuat Renata ciut seketika.
"apa perlu gue umbar borok lo biar semua yang ada di sini denger dan tau siapa lu...?! asal usul lu? cara kerja lu ampe lu bisa berdiri sok kaya di sini sekarang? mau?!"
"gue telanjaangin beneran lu ampe berani ngata ngatain Aleta lagi...!" ucap Ayu begitu mengena.
Aleta dan Sarah nampak bingung, begitu juga Mayang.
"ma...." ucap Mayang sambil menarik pelan baju Renata.
"ape lo?! elu madunya si Aleta?!" tanya Ayu pada Mayang.
"goblok lu jadi perempuan...! laki lu udah nggak doyan ama lu...! tiap malem gue ketemu ama dia di kleb elu biarin...! giliran sekarang cari bini baru lu mencak mencak ama mertua lo...! tolol lu berdua...! jangan salahin Aleta...! salahin noh laki lu punya bur*ng nggak tau aturan....!" ucap Ayu tanpa filter membuat kedua wanita itu malu seketika.
"minggat nggak lu sekarang....!gue telanjaangin beneran lu nggak pergi dari sini...!"ucap Ayu mengancam.
Renata yang sudah terlanjur malu pun akhirnya mengajak menantunya pergi dari tempat itu. Lebih baik ia menghindar, dari pada terus terusan berurusan sama wanita gila yang mengetahui semua tentang Renata dan masa lalunya itu.
...----------------...
***Selamat siang.....
up 09:55
yuk... dukungan dulu 🥰🥰🥰🥰***
__ADS_1