Istri Kedua Tuan Leon

Istri Kedua Tuan Leon
160


__ADS_3

Siang menjelang, di halaman luas villa mewah milik Leon.


Sepasang ayah dan anak laki lakinya itu nampak sibuk memasukkan koper koper milik mereka ke dalam bagasi mobil dengan di bantu seorang penjaga villa di sana.


Aleta dan si centil Ahsa keluar dari rumah megah hunian mereka. Bocah itu nampak sibuk berceloteh di depan layar ponsel sambil berjalan mendekati ayah dan kakaknya. Sedangkan Aleta, wanita cantik berambut panjang dengan kacamata di atas kepala itu nampak berjalan lemah sambil menghirup sebuah botol berukuran kecil yang berisi minyak kayu putih.


Ya, itu minyak kayu putih milik Ahsa. Entah mengapa perut wanita itu mual mual terus sejak tadi hendak memandikan Ahsa. Mungkin gara gara ulah suaminya tadi pagi, pikir Aleta.


Leon, Alka dan sang penjaga villa selesai dengan koper mereka. Pria tampan dengan jambang lebat itu nampak menoleh ke arah sang istri yang terlihat murung.


"sayang, kamu kenapa?" tanya Leon.


"nggak tahu, perut aku mual banget dari pagi. Gara gara kamu nih..!" ucap Aleta menggerutu.


"kok jadi aku?" tanya Leon tak mengerti.


"ya gara gara kamu..! bercandanya pake nyemburin bau naga, perut aku jadi mual sampai sekarang..!" ucap Aleta kesal.


Leon mengernyitkan dahi nya.


"sampai segitunya?" tanya Leon tak percaya.


"auk ah..! kesel aku sama kamu..! ayo pulang...!!" ucap Aleta kemudian berlalu masuk ke dalam mobilnya.


Leon nampak menggaruk garuk kepala bagian belakangnya seolah tak percaya dengan apa yang Aleta alami. Segitu ber efeknya kah? pikir Leon.


"ada apa, pa? mama kenapa?" tanya Alka.


Leon menoleh.


"nggak apa apa. Mama mungkin lagi nggak enak badan." ucap Leon.


"ya sudah, ayo naik. Nanti keburu macet.." ucap Leon.


"iya, pa" jawab Alka dan Ahsa. Kedua bocah itupun lantas masuk ke dalam mobil pribadi keluarga nya itu. Dilihatnya di dalam mobil, Aleta nampak memejamkan matanya. Kepalanya tersandar di sandaran jog samping kemudi itu dengan bantal leher menyangga kepalanya.


Leon menatap kasihan pada istri cantiknya itu. Sepertinya niatannya bercanda pagi ini bersama sang istri justru membawa dampak yang kurang baik bagi Aleta.


Leon menghela nafas panjang. Ia kemudian menyalakan mesin mobilnya, lalu pergi dari tempat itu dengan segera.


......................


Kendaraan mewah itu melaju dengan kecepatan sedang menembus jalanan yang cukup ramai namun tak terlalu macet itu. Perjalanan yang cukup jauh hingga memakan waktu kurang lebih dua jam membuat kedua buah hati Leon pun terlelap di sepanjang perjalanan.


Leon kembali menoleh ke arah sang istri. Wanita itu masih terlelap. Sangat pulas hingga terdengar suara dengkuran halus dari bibir merah mudanya.


Leon tersenyum. Di belainya lembut rambut panjang sang istri yang sepertinya tengah larut dalam buaian mimpi mimpi indah itu. Leon kembali fokus dengan kemudinya. Membiarkan anak istrinya nyenyak dalam tidur itu untuk menikmati mimpi mimpi mereka.


...


Dua jam perjalanan, saat hari sudah mulai sore, kendaraan roda empat milik menantu pak jenderal itu sampai di depan halaman rumah luas sang mertua.


Leon mematikan mesin mobilnya. Di dekatkan nya tubuh pria itu ke wajah sang istri yang masih pulas itu. Tangannya tergerak membelai wajah Aleta yang mulus.


"sayang, bangun. Kita udah sampai rumah.." ucap Leon lirih nan lembut.


Aleta tak bereaksi.


"sayang, bangun dong," ucap Leon lagi.


Aleta perlahan mengerjab ngerjabkan matanya. Di tatapnya wajah tampan suaminya itu lalu tersenyum simpul.


"masih mual perutnya?" tanya Leon.

__ADS_1


Aleta nampak memejamkan matanya sejenak seolah mencoba merasakan apa yang dirasa tubuhnya sendiri.


"udah enggak kok" ucap Aleta.


Leon tersenyum lembut.


"ya udah, bangun yuk. Turun, biar anak anak aku yang bangunin..." ucap Leon.


Aleta hanya mengangguk. Leon kemudian mengecup lembut kening wanita itu lalu turun dari mobilnya. Hal yang sama pun Aleta lakukan.


Keluarga kecil itupun lantas masuk ke dalam rumah mereka setelah membangunkan kedua buah hati mereka.


Ahsa yang masih mengantuk itu nampak manja di dalam gendongan Leon. Ia mengalungkan tangannya di leher pria itu sambil terus memejamkan matanya seolah tak rela untuk terbangun dari mimpi mimpinya.


"assalamualaikum...." ucap Aleta.


"wa alaikum salam...! kalian udah pulang?" tanya Sarah yang datang menyambut keluarga kecil putrinya itu.


Aleta tersenyum. Di raihnya punggung tangan sang ibu lalu menciumnya. Hal yang sama pun Alka lakukan, namun tidak dengan Leon lantaran kini ada Ahsa yang tertidur pulas dalam gendongan nya.


"tidur?" tanya Sarah lirih sambil menunjuk sang cucu.


"iya, buk. Papa mana?" tanya Aleta.


"belum pulang. Kalian udah makan belum? kalau belum biar ibuk minta bibik buat masakin.Kalian mau makan apa?" tanya Sarah.


"apa aja boleh, buk" ucap Aleta.


Sarah mengangguk sambil tersenyum.


"buk," ucap Leon pada mertua nya itu.


Sarah dan Aleta pun menoleh.


"oh, iya. " ucap Sarah. Leon pun naik ke lantai atas bersama Ahsa dalam gendongan dan Alka yang mengikutinya dari belakang.


Di tidurkan nya putri centilnya itu di atas salah satu ranjang kembar tersebut. Leon segera menyelimuti putri kecilnya itu dengan selimut disana.


"pa, Alka mandi dulu ya. Gerah..!" ucap Alka.


"iya, sayang" jawab Leon sambil mendudukkan tubuhnya di lantai kamar itu, selonjoran dengan tubuh yang bersandar di pinggiran ranjang sang putri. Tangan nya tergerak merogoh ponsel di saku celananya. Membukanya lalu mulai berbalas pesan dengan Bayu dan beberapa rekan kerja lainnya guna membahas pekerjaan.


Cukup lama Leon sibuk dengan ponselnya. Suara gemericik air masih terdengar dari dalam kamar mandi, pertanda Alka belum selesai dengan aktifitas membersihkan dirinya.


Leon mengangkat kepalanya sejenak setelah selesai berbalas pesan.


Matanya langsung tertuju pada sebuah toples berisi snack yang berada di atas meja.


Tanpa aba aba, Leon meraih toples itu, membuka nya dan mulai melahap isinya sambil kembali memainkan ponsel miliknya.


Begitu asyik, hingga tak sadar mulut itu terus mengunyah sejak tadi.


ceklek.....


pintu kamar mandi terbuka.


Alka keluar dengan celana pendek dari dalam kamar mandi. Sedangkan sebuah handuk kecil kini berada di tangannya, ia gunakan untuk mengeringkan rambutnya yang basah.


Alka menatap aneh ke arah sang papa.


"pa.." ucap Alka.


Leon menoleh.

__ADS_1


"what?" tanya Leon.


"papa laper?" tanya Alka.


Leon memiringkan kepalanya menatap sang putra seolah belum bisa mencerna maksud pertanyaan Alka.


"maksudnya?" tanya Leon.


"itu..." ucap Alka sambil mengangkat dagunya seolah menunjuk toples yang kini berada di pangkuan Leon.


Leon mengikuti arah pandang Alka, dan....


"lho?!" ucap Leon setengah kaget.


Snack yang semula memenuhi toples di pangkuannya habis. Leon melahap semuanya hanya dalam hitungan menit.


Leon mengangkat toplesnya. Ia bahkan tak sadar sudah menghabiskan seluruh isi di dalam toples itu. Seperti nya laki laki itu memang benar benar lapar.


"mungkin karena tadi kita nggak mampir makan waktu di jalan, nak. Makanya papa lapar, sampai nggak sadar,m snack nya habis" ucap Leon sambil tersenyum lucu.


"papa, papa..." ucap Alka sambil menggelengkan kepalanya.


...----------------...


Selamat malam....


up 20:21


PENGUMUMAN...!!


ada yang kangen merekaπŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡








Dan dia??πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡



Adrian Tama dan mama Dinda kembali, dengan kisah baru tentang anak kedua mereka.


Nih, author kasih bocoran dikit


.πŸ‘‡πŸ‘‡



**ANGKASA (KISAH CINTA ANAK MAFIA)


Bukan tentang drama rumah tangga yang di penuhi konflik orang ketiga, melainkan sisi gelap kehidupan anak muda perkotaan dengan jiwa abu abu yang menggebu gebu. Persaingan, rebutan popularitas, kekerasan, kesalahan dalam didikan, pergaulan bebas, intrik, serta kisah cinta nan rumit yang terhalang prinsip antar keluarga membuat kisah bertabur drama penuh luka yang seolah tidak ada habisnya.


Seperti apa kisah mereka?


Yuk, mampir..πŸ₯°**

__ADS_1


__ADS_2