
Hari berganti hari....
Semua berjalan seperti yang seharusnya. Leon masih setia dengan drama dan perannya sebagai pria yang perlahan mulai tunduk di pangkuan istri pertama nya. Hal itu membuat Mayang makin merasa bak diatas awan. Ia begitu bahagia, percaya diri dan jumawa atas keberhasilan nya menaklukkan hati laki laki tampan berhati dingin itu. Meskipun hingga saat ini Leon belum mau menyentuh Mayang, tentunya dengan alasan yang sama, belum siap. Tapi itu tak masalah bagi Mayang, yang penting Leoj sudah berada di sisinya saat ini.
Tak jauh berbeda dari Mayang, Renata pun juga makin menggila dan tak terkendali. Ia kini serasa bak di atas awan. Menantu dan putranya akur. Ia juga terus mendesak Leon agar segera memiliki momongan. Maka dengan begitu, posisinya sebagai mertua Mayang dan besan pengusaha kaya raya dan orang terpandang di negeri ini akan makin kokoh. Status sosial nya pasti akan naik dan dia akan makin di kenal banyak orang.
Beda Mayang, beda Renata, beda juga dengan pemuda yang kini mulai tersingkir dari tempatnya itu, Fathur.
Kian hari Mayang kian acuh padanya. Ia seolah sudah tak dipedulikan lagi oleh wanita tiga puluh lima tahun itu. Pesan dan panggilan telepon darinya pun juga sering Mayang abaikan. Mereka yang biasanya selalu menghabiskan malam berdua tiap hari nyatanya kini makin jarang bertemu.
Mayang seolah mendadak amnesia, sedangkan tiap hari wanita itu selalu datang ke kantor, memamerkan kemesraan nya dengan sang suami di depan mata Fathur.
Pemuda itu bukanlah pemuda yang penyabar, sifatnya hampir sebelas dua belas dengan Leo. Arogan, kasar, tidak sabaran, dingin dan angkuh. Ia selalu terbakar cemburu mana kala ia melihat Mayang bermesra mesraan dengan Leon di hadapan nya. Membuat emosi nya kian hari kian tak terbendung.
Dan hari ini.....
Mayang kembali berkunjung ke kantor Leon. Dengan busana press body khas seorang Mayang, wanita itu kembali beraksi seolah ingin menunjukkan bahwa ia adalah seorang istri yang begitu perhatian dan sayang kepada suaminya. Sedangkan Leon, ia hanya menanggapi nya santai seperti biasa.
Jam sudah menunjukkan pukul dua siang....
Wanita itu nampak keluar dari dalam ruangan itu di susul sang suami di belakang nya.
"mas....aku pulang dulu ya....." ucap Mayang.
"iya...hati hati dijalan, sayang ..." ucap Leon.
"iya mas...." jawab Mayang.
"oh ya....Fathur...." ucap Leon pada sang asisten yang duduk di bangku kerjanya, tak jauh dari pintu ruang kerja Leon.
Fathur bangkit.
"saya tuan...." ucap pemuda itu.
"siapkan tiket untuk ku dan istriku....aku ingin bulan madu dengan istriku ke luar negeri minggu depan, setelah acara ulang tahun ayah mertuaku...." ucap Leon sambil tersenyum menatap Mayang.
Mayang yang sama sekali tak diberitahu perihal rencana itu sebelumnya pun nampak melotot sambil menunjukkan raut wajah bahagia.
Leon akan mengajaknya bulan madu?? benarkah??
"mas......" ucap Mayang.
Leon menoleh ke arah wanita itu lalu tersenyum.
"kamu serius?" tanya Mayang.
"kenapa nggak?" tanya Leon.
"kita belum pernah bulan madu selama menikah kan?" tanya Leon.
__ADS_1
Mayang tak menjawab. Ia seolah tak bisa berkata kata saking senangnya.
"aku akan mengajakmu bulan madu, kita akan berangkat setelah acara ulang tahun papamu minggu depan....aku ingin punya anak dari mu sayang...." ucap Leon sambil meraih beberapa helai rambut Mayang dan menyelipkan nya ke belakang telinga.
Mayang makin berbinar
"kamu masih ingat ulang tahun papa?" tanya Mayang tak menyangka.
Leon tersenyum.
Mayang makin bahagia. Dengan cepat ia pun memeluk tubuh tegap itu dengan eratnya, menyalurkan rasa bahagianya atas kejutan yang Leon berikan padanya.
"makasih mas......makasih banyak....aku seneng banget ...." ucap Mayang berbinar.
"apapun untukmu sayang ..." ucap Leon lagi.
Mayang makin dibuat serasa di atas awan.
Sepertinya Leon benar benar sudah bisa menerima dirinya. Laki laki itu selalu bersikap manis padanya seperti yang dulu saat keduanya masih sama sama saling menyayangi. Begitu pikir Mayang.
Wanita itu kembali tersenyum sumringah...
"sudah....ini sudah siang....aku harus kembali bekerja...pulanglah dan istirahat... sebagai istri tersayangku dan calon ibu untuk anak anakku, kau harus tetap menjaga kesehatan mu....kau tidak boleh lelah...." ucap Leon.
Mayang makin terbang ke atas awan...
Laki laki itu hanya mengangguk.
Mayang pun berlalu pergi. Leon tersenyum lembut kemudian berbalik badan dan kembali masuk ke dalam ruangan pribadinya.
Saat itu juga, raut wajah manis itu berubah menjadi seringai tajam yang mengerikan.
Dengan sorot mata iblis yang pasti akan membuat siapapun bergidik ngeri melihatnya, laki laki itu berjalan dengan tenang menuju meja kerjanya, membuka laptop dan menuju sebuah aplikasi yang terhubung langsung dengan cctv di seluruh penjuru kantor itu.
Leon menyeringai....
"dua kutu masuk perangkap" ucapnya dingin nan mengerikan.
......
Di luar ruangan. Pria yang sudah tak bisa lagi menyembunyikan kemarahan nya itu nampak berjalan dengan langkah kaki yang cepat dan lebar menuju sebuah lift disana, dimana Mayang sudah berdiri di depan pintu kotak besi itu menunggu pintu tersebut terbuka.
ting.........
pintu lift pun terbuka....
Mayang dan Fathur pun masuk ke dalam kotak besi yang kini dalam kondisi kosong itu.
Fathur menyentuh salah satu tombol di sana, membuat pintu itu pun tertutup. Dan................
__ADS_1
.
.
.
seeeeetttt......!!
Fathur menggerakkan tangannya mencekik leher Mayang dan membentur kan nya ke dinding.
Mayang yang kaget pun mencoba berontak dengan sekuat tenaga sambil memukul mukul lengan kokoh pemuda berkulit putih itu.
"apa apaan kau...?!lepaskan aku....!!" ucap Mayang dengan kesalnya.
"diam kau perempuan sialaan...!" ucap Fathur penuh emosi.
"jaga bicaramu Fathur...! kau lupa sedang berhadapan dengan siapa?!!" ucap Mayang berontak namun nafasnya sudah terasa tersengal sengal.
"aku tidak peduli...! aku sudah muak dengan mu...! kau benar benar wanita berhati iblis...! setelah apa yang sudah ku lakukan dan ku berikan untukmu.... sekarang segampang itu kau melupakan ku dan dengan beraninya bermesra mesraan dengan suamimu di depan mataku....!dasar wanita ular....!!!" ucap Fathur tak terkendali.
Mayang makin kehabisan pasokan udara...!
"lepaskan aku...!! ini kantor...! berani kau macam macam denganku....habis kau di bunuh suami ku....!!" ucap Mayang mengancam.
Fathur makin muak. Lalu...
buuuuuggghhhh......
Ia mengangkat tubuh ramping itu dengan satu tangannya lalu membantingnya hingga jatuh tersungkur di lantai lift.
Mayang terbatuk batuk.
Fathur masih menatap bengis ke arah wanita itu tanpa mengucap sepatah kata pun membuat Mayang ngeri sendiri di buatnya.
Ia tak pernah melihat baby boy nya itu semarah ini. Wanita itu meringsut ke pojokan dekat pintu lift sambil memegangi lehernya yang terlihat merah.
Fathur seolah bak kerasukan iblis. Ia masih menatap Mayang tajam dengan sorot mata penuh amarah dan kebencian.
Tingg......
pintu lift terbuka. Mereka sampai di lantai dasar bangunan bertingkat itu. Mayang dengan cepat keluar dari kotak besi tersebut. Ia setengah berlari menuju parkiran mobil, disusul Fathur yang masih dalam mode yang sama itu dibelakang nya. Mayang masuk ke dalam mobilnya, lalu melesat kan kendaraan roda empat itu sekencang mungkin, namun ternyata, Fathur pun juga melakukan hal yang sama. Dua anak manusia yang pernah saling bertukar keringat itu pun terlibat aksi kejar kejaran di jalan raya.
...----------------...
***Selamat siang menjelang sore....
up 15:20
yuk .. dukungan dulu 🥰🥰🥰***
__ADS_1