Istri Kedua Tuan Leon

Istri Kedua Tuan Leon
135


__ADS_3

Hari terus berganti ...


Setelah keluar dari rumah sakit beberapa hari yang lalu. Kini Leon sudah kembali bekerja seperti biasanya. Mengurus PH nya dan kembali memerankan perannya sebagai seorang Leonardo Alfindo Ganada sang produser profesional.


Kesibukan mulai menyerangnya. Ditambah lagi segala urusan kantor sempat ia tinggal beberapa hari lantaran ia yang harus di rawat dirumah sakit kala itu. Meskipun sudah ada Bayu sebagai asisten nya, namun nyatanya itu juga belum cukup.


Hari ini,


Seperti biasa, Leon masih sibuk dengan laptop di mejanya. Mata tajam nya terlihat begitu fokus menatap ke arah layar benda canggih itu sedangkan jari jarinya nampak bergerak lincah menyentuh satu demi satu tombol yang berada di sana.


drrrrttt..... drrrrttt.....


ponsel disamping laptopnya bergetar. Leon melirik sejenak layar ponsel yang nampak terpampang foto wanita cantik pujaan hatinya itu.


Mantan....


memanggil.....


Leon tersenyum. Di raihnya benda pipih itu lalu di tempelkan nya ke telinga kirinya.


"halo sayang....." ucap Leon sambil tersenyum.


"hai, kamu di mana?" tanya Aleta dari seberang sana.


"aku di kantor lah, emang ada apa?" tanya Leon.


"ck..! gimana sih, katanya mau ke kantor polisi, kok masih di kantor kamunya..! ini udah jam berapa? keburu abis jam besuknya..!" ucap Aleta kesal.


Leon menepuk jidat sambil memejamkan matanya. Bisa bisanya ia lupa jika ada janji dengan calon istrinya itu untuk pergi ke kantor polisi. Astaga Leon..!!


"Astaga, sayang, maaf, aku lupa.." ucap Leon membuat Aleta memutar bola matanya di seberang sana.


"ya udah, jadi sekarang gimana ini? jadi nggak ke kantor polisinya? apa besok aja?" tanya Aleta.


Leon menengok arloji di lengan nya.


"masih ada waktu kok. Kamu dimana? biar aku susul sekarang" ucap Leon sambil menutup laptop nya dan bangkit dari posisi duduknya.


"aku masih di rumah" ucap Aleta.


"ya sudah, tunggu sebentar, sepuluh menit aku sampai.." ucap Leon dengan posisi mengapit ponsel di antara telinganya dan pundaknya. Sedangkan tangannya tergerak meraih jas yang terselampir di sandaran kursi kerja miliknya itu. Dengan cepat ia mematikan sambungan telepon nya dengan sang kekasih. Di raihnya kontak mobil mewahnya itu dan segera pergi meninggalkan tempat tersebut.

__ADS_1


Ya....


Hari ini Leon sudah ada janji dengan Aleta. Ia akan mengajak wanita cantik itu untuk pergi ke kantor polisi, menemui ibunya yang kini mendekam di penjara itu sambil meminta izin pada wanita yang telah melahirkan sosok Leonardo Alfindo Ganada itu ke dunia.


Ya, Leon akan memenuhi salah satu syarat yang di ajukan pak jenderal. Ia akan meminta restu Renata di penjara. Ia tak mau membuang waktu terlalu lama. Ia ingin segera menikahi wanita cantik pujaan hatinya. Susah payah ia mendapatkan wanita itu hingga katakanlah nyawa hampir melayang. Kini ia tak mau membuang buang waktu. Ia akan menikahi Aleta dan membahagiakan wanita itu sesuai dengan apa yang ia angan angankan sejak lama.


Ia bukan lagi anak muda. Usianya sudah sangat matang untuk kembali membina bahtera rumah tangga. Tak ada lagi waktu baginya untuk menjajaki masa pacaran seperti anak jaman sekarang. Toh mereka juga sudah pernah menikah sebelum nya. Jadi mau ngapain lagi..?


....


Leon yang kini terlihat sudah sembuh total pasca di rawat di rumah sakit itu pun melajukan kendaraannya seorang diri. Ia melesatkan kendaraan roda empat nya menembus padatnya jalanan ibu kota yang tak terlalu ramai itu. Mengingat, ini belum masuk jam makan siang. Belum banyak pekerja kantoran yang lalu lalang di luar perusahaan untuk sekedar beristirahat dan mengisi perut mereka.


Setengah jam perjalanan, Leon sampai di sebuah rumah megah berpagar besi tinggi kediaman sang jenderal. Dengan hanya membunyikan klakson mobilnya, seorang penjaga rumah sudah nampak berlari tergopoh gopoh menuju pagar dan membukakan pintu pagar untuk pria tampan empat puluh tahun itu.


Mobil mewah itu pun masuk ke dalam area halaman luas kediaman sang jenderal. Leon keluar dari kendaraan nya. Dengan kacamata hitam membingkai netra tajamnya ayah angkat Ahsa dan Alka itupun mendekati pintu rumah utama dan mengetuk nya.


tok tok tok....


ceklek ..


pintu terbuka.


"tuan.." ucap si pelayan yang sudah paham siapa Leon.


"Aleta ada?" tanya laki laki itu.


"ada tuan, silahkan masuk tuan, biar saya panggilkan nona Aleta nya.." ucap pelayang tersebut.


Leon hanya mengangguk. Ia pun masuk ke dalam rumah. Duduk di ruang tamu sambil menunggu sang pelayan memanggil Aleta yang sepertinya sedang berada di dalam kamarnya.


Tak lama, Aleta turun dengan tas selempang di tangannya. Tak lupa sang pelayan yang mengikuti dari belakang.


"hai.." ucap Aleta.


Leon tersenyum.


Aleta mendekati sang calon suami.


"berangkat sekarang?" tanya Leon.


Aleta mengangguk.

__ADS_1


"ibu dan papamu mana?" tanya Leon menanyakan keberadaan kedua orang tua Aleta. Berniat untuk meminta izin.


"lagi pergi, nggak ada di rumah. Tapi aku udah ijin kok tadi. Aku udah bilang kalau mau ke kantor polisi sama kamu." ucap Aleta.


Leon mengangguk.


"ya udah kalau gitu, yuk...."


Sepasang suami istri itupun melangkah keluar rumah.Bergegas menuju kantor polisi untuk menemui Renata.


...****************...


Setengah jam perjalanan.


Sepasang pria wanita yang saling mencintai itu sampai di kantor polisi tempat dimana Renata ditahan.


Leon keluar dari dalam mobil di ikuti Aleta. Keduanya lantas masuk ke dalam markas para abdi negara itu dengan tangan yang saling bergandengan. Keduanya masuk ke dalam ruang tunggu. Menunggu sipir menjemput Renata setelah keduanya melapor ke petugas jaga yang berada di sana.


Aleta nampak meremas jari jari tangannya. Sorot matanya menatap ke segala arah, menyapu seluruh penjuru ruangan luas yang dipenuhi set meja kursi kayu itu. Ia mencoba mengusir rasa gugup yang kini menderanya. Lima tahun tak bertemu Renata. Bayang bayang ucapan pedas wanita itu tiba tiba kembali menari nari di ingatannya. Entah bagaimana nanti saat ia bertemu dengan calon mertuanya itu.


Ia pasti akan menolaknya mentah mentah.


Leon menoleh ke arah Aleta. Tangannya tergerak meraih punggung tangan wanita itu dan meremasnya lembut seolah ingin menyalurkan kekuatan pada wanita cantik pilihannya itu.


Aleta menoleh ke arah Leon.


"semua akan baik baik aja." ucap Leon.


Aleta tersenyum.


"aku pastikan bahwa restu dari mamaku akan secepatnya kita dapatkan." ucap pria itu lagi.


Aleta mengangguk. Ia membalas remasan tangan itu. Keduanya menarik nafas panjang, duduk dengan tangan yang terus saling bergandengan ssmbil menunggu ibunda Leon keluar dari sel nya.


...----------------...


***Selamat sore...


up 16:14


yuk .. dukungan dulu 🥰😘😘***

__ADS_1


__ADS_2