Istri Kedua Tuan Leon

Istri Kedua Tuan Leon
129


__ADS_3

Hari berganti hari....


Di hari Minggu yang cukup cerah ini...


Di dalam sebuah ruang rawat inap tempat di mana pria tampan empat puluh tahunan, Leonardo Alfindo Ganada dirawat..


Dua bocah itu nampak asyik di atas ranjang kosong di sana sambil memainkan gadget di tangan mereka masing masing. Keduanya seperti tengah bermain game online bersama sama. Terlihat dari percakapan mereka yang sedari tadi seolah tengah saling memberi dukungan.


Sementara di samping mereka, Aleta yang kini tengah sibuk membantu Leon untuk menghabiskan makanan nya. Kondisi lengan Leon yang masih belum pulih total membuat pria itu tak bisa leluasa menggerakkan tangannya. Alhasil, tiap kali makan ia harus selalu di suapi oleh orang orang yang menjaganya.


"sudah Al..." ucap Leon.


"tinggal satu...abisin lah..." ucap Aleta sambil menyodorkan satu sendok nasi ke mulut Leon.


Laki laki itupun menerima nya. Membuat makanan yang semula memenuhi piring itu kini habis tak bersisa.


Aleta meraih tissue, ia sedikit mendekat kan wajahnya ke wajah Leon lalu di usapnya area sekitar mulut pria itu dengan lembut dan telaten.


Leon tersenyum menatap wajah wanita cantik itu. Sejak dulu Aleta selalu perhatian padanya. Melakukan hal hal kecil namun terasa begitu menyenangkan bagi Leon.


"terima kasih..." ucap Leon.


Aleta hanya tersenyum. Ia menjauhkan wajahnya lalu membuang tissue itu ke tong sampah.


"kamu mau mandi? biar aku panggilin perawat..." ucap Aleta.


"boleh..." jawab Leon.


Aleta segera menuju bangku telepon yang ada di kamar itu, meminta pihak rumah sakit untuk mengirimkan seorang perawat pria guna membantu Leon untuk membersihkan dirinya.


"mama....." ucap Ahsa.


Aleta menoleh.


"apa nak?" tanya Aleta.


"Ahsa, panggil kakak dong nak..." ucap Leon.


"kenapa? kan emang calon mama ku...iya kan ma?" tanya Ahsa lagi pada Aleta.


Aleta hanya tersenyum, ia menoleh ke arah Leon.


"nggak apa apa kok, namanya juga anak anak.." ucap Aleta.


"aku hanya tidak mai jadi kebiasaan, Aleta.." ucap Leon.


Aleta hanya mengulum senyum lagi. Semenjak Leon sadar mereka belum pernah lagi membahas kelangsungan hubungan mereka. Bagaimana kedepannya belum ada pembicaraan sama sekali. Leon hanya tak mau memberi harapan palsu untuk kedua putra putrinya. Ia takut Ahsa dan Alka akan sakit hati dan kecewa nantinya jika tahu bahwa hubungan nya dan Aleta rupanya di tentang oleh ayah kandung Aleta sendiri.


Aleta mendekati dua bocah itu.


"apa nak?" tanya Aleta.


"laper ma...." ucap Ahsa sambil mengusap usap perutnya.


Hari memang sudah cukup siang, Bayu yang biasanya datang membawakan makan siang untuk dua bocah itu dan Aleta hingga kini belum datang juga. Entah kemana perginya asisten pribadi Leon itu. Mungkin pekerjaan nya sedang menumpuk, mengingat selama Leon sakit, semua pekerjaan di PH Leon memang di limpahkan pada pria tersebut.


"deliv aja ya....kalian mau makan apa?" tanya Aleta.


"apa aja....yang penting nggak pedes..." ucap Ahsa.


Aleta pun kemudian mengeluarkan ponselnya dan mulai memesankan makanan secara online dari ponsel tersebut.


ceklek....


pintu kamar rawat inap terbuka. Seorang perawat laki laki datang memasuki kamar tersebut sambil membawa sebuah pakaian ganti untuk pasien.


"permisi...atas nama tuan Leon, yang tadi menghubungi pusat pelayanan kami..?" ucap perawat rumah sakit itu.


"iya mas...mau mandi, bisa dibantu...?" tanya Aleta sopan.


"bisa nyonya..." ucap sang perawat.


Laki laki berseragam perawat itupun segera mendekat ke arah Leon, memapah laki laki itu dan membantunya untuk menuju kamar mandi dan membersihkan diri.

__ADS_1


Aleta menuju sofa, ia kemudian duduk di sana. Diraihnya sebuah biskuit yang berada di di atas meja sebagai camilan lalu ia pun sibuk dengan ponselnya sambil menunggu pesanan makan siang datang dan Leon selesai mandi.


......................


Kurang lebih lima belas menit berselang, Leon keluar dari dalam kamar mandi sudah dengan pakaian yang berganti. Sebuah baju pasien yang panjang nya selutut orang dewasa dengan kancing di bagian depan dan lengan pendek yang longgar. Sedangkan bawahannya, Leon hanya mengenakan celana boxer yang Bayu bawakan kemarin. Sang perawat memapah pria empat puluh tahun itu untuk naik ke ranjang nya dan duduk di sana,


Leon kini duduk di atas ranjang dengan bersandar di sandaran ranjang rumah sakit itu. Sedangkan sang perawat kini memilih untuk undur diri.


Leon mengamati para manusia manusia di dalam ruangan itu. Semua nampak sibuk dengan ponsel masing masing. Leon nampak menggeliat menggerakkan badannya. Hingga....


"Aleta...." ucap pria itu.


Aleta mendongak menatap ke arah nya.


"ya....." ucap wanita tersebut.


"boleh minta tolong garukkan punggung ku?" tanya Leon.


"hah?" tanya Aleta sambil melotot.


"gatal...tanganku tidak sampai..." ucap Leon.


Aleta meletakkan ponselnya. Ia pun dengan langkah ragu ragu mendekati pria yang kini nampak duduk sambil sesekali menggeliat menahan gatal itu. Mungkin lantaran sebagian luka di tubuh Leon mulai mengering, hingga menimbulkan reaksi gatal yang cukup mengganggu di tubuh pria itu.


Aleta mendekat.


"yang mana?" tanya Aleta.


"sini... punggung....." ucap Leon yang lengan kanan nya di gips itu. Membuatnya tak bisa leluasa menggerakkan tangannya. Sedangkan tangan kanannya tak sampai untuk menjangkau titik gatal pada punggung kiri bagian bawah nya.


Leon sedikit membungkuk. Aleta meraba raba punggung kokoh itu mencari titik gatal yang Leon rasakan.


"sini?" tanya Aleta sambil menyentuh salah satu titik di punggung Leon.


"naik"


"sini"


"sini"


"kiri sedikit"


"mana?"


"kanan sedikit.."


"ini..."


"aaaakkkhhhh...!sakit...!itu ada lukanya malah kau pegang.


"yang mana...?!" tanya Aleta.


"copot saja baju ini...!" ucap Leon sambil menggerakkan tangannya melepas deretan kancing kancing baju pasiennya.


"ya ntar kamu dingin dong...!" ucap Aleta.


"hanya sebentar Aleta...aku tidak selemah itu..!" ucap Leon.


"ya udah sini aku bantu" ucap Aleta sambil membantu melepaskan kancing kancing baju Leon.


Seluruh kancing terbuka. Membuat tubuh Leon yang kekar kini terpampang nyata dengan hanya berbalut baju rumah sakit yang terbuka dan sebuah celana pendek se paha atas yang pres body membuat suatu gundukan di sana nampak terlihat jelas. Loen menarik selimut menutupi bagian itu. Aleta dengan segera memasukkan satu lengannya, menelusup ke punggung Leon dan mencari cari titik gatal yang kini Leon rasakan.


"iya...disitu..." ucap Leon.


Aleta menggaruk garuk bagian punggung pria itu. Dimana titik itu bersebelahan dengan sebuah luka lecet yang cukup lebar disana.


"ini gimana ceritanya lecet ampe kepunggung sih?"


"seluruh badanku lecet semua Aleta..." ucap Leon.


"iya tau...kan aku juga yang bantuin bersihin badan kamu pas kamu belum sadar.." ucap Aleta yang kini setengah membungkuk sambil terus menggaruk punggung Leon. Posisi wajahnya cukup dekat dengan pria itu, meskipun ia tak menatap wajah yang kini mulai kembali di tumbuhi bulu bulu halus itu.


"oh ya? yang mana saja yang kau bersihkan?" tanya Leon sambil menatap wajah cantik di hadapannya itu dari samping.

__ADS_1


"ya...semuanya...!" ucap Aleta ringan tanpa menoleh.


"semuanya?" tanya Leon lagi sambil mengulum senyum.


Aleta menoleh menatap Leon.


"ya... maksudnya semuanya itu ya nggak sampai ke semuanya aku bersihin...cuma yang perlu di bersihib aja..." ucap Aleta.


Leon mengulum senyum.


"oh...kirain..." ucap Leon.


"kirain apa?!" tanya Aleta dengan sorot mata menyelidik ke arah Leon.


"bukan apa apa...lupakan .." ucap Leon sambil tersenyum.


"apasih...nggak jelas..." ucap Aleta disambil tawa ringan dari Leon.


Kedua anak manusia itu nampak saling tertawa ringan dalam posisi yang cukup dekat. Leon perlahan mengubah sorot matanya menjadi sorot mata intens. Tangannya tergerak mengusap ujung bibir Aleta dimana sebuah serbuk yang sepertinya remahan biskuit yang baru saja Aleta makan nampak tertempel disana.


Aleta diam. Kedua netra itu nampak saling terpaku memandang satu sama lain. Tangan Aleta masih sibuk menggaruk namun terlihat mulai memelan. Ia larut dalam aksi saling pandangnya dengan laki laki mantan suaminya itu. Aleta tersenyum menatap wajah laki laki itu. Begitu juga Leon yang kini fokus matanya justru tertuju pada bibir merah muda Aleta.


Setan rumah sakit berbisik. Seketika keduanya lupa sedang dimana mereka saat ini. Mereka lupa bahwa di dalam ruangan itu ada dua manusia di bawah umur yang tengah sibuk dengan gadget mereka.


Leon mengusap bibir itu. Aleta diam tak bergerak.


"i miss you..." ucap Leon pelan.


Aleta tersenyum.


"terima kasih sudah mau merawat ku dan anak anakku..." ucap Leon lagi.


"aku melakukan ini hanya untuk orang yang aku sayang..." jawab Aleta lirih.


"kau menyayangiku?" tanya Leon.


"kamu tau itu..." jawab Aleta.


Leon tersenyum.


Keduanya kembali larut dalam suasana. Leon menggerakkan wajahnya maju. Begitu juga Aleta yang ikut mendekat dengan mata terpejam. Tangan kekar itu menyentuh kepala Aleta,meremas rambut bagian samping wanita itu seolah mengajak sang wanita untuk makin dekat dengan nya.


Berhenti....


Cukup dekat..! hingga keduanya dapat merasakan hembusan nafas satu sama lain. Aleta masih memejamkan mata nya, seolah menunggu Leon untuk memulai aktifitas nya. Hingga ....


"mau ngapain?"


Suara itu berhasil membuat Aleta seketika membuka matanya. Dilihatnya di sana Leon sudah membuka mata dan menatap lucu sambil tersenyum ke arah Aleta.


Wajah Aleta merah padam merasa malu.


"suruh garukin malah minta cium...kangen ya...?"tanya Leon menggoda membuat Aleta makin malu sekaligus kesal.


"bodo amat...!"


plaaaaaakkkkk.....


"aaaaaaaaaakkkkkhhhhhhhh.....!!"


Aleta kesal sekaligus malu. Ia menepuk luka di punggung Leon dengan cukup kasar membuat laki laki itu reflek menjerit sakit.


Aleta berlalu kembali ke sofanya sambil menghentak hentakkan kakinya. Ia menjatuhkan tubuhnya di sana lalu meringkuk menghadap sandaran sofa sambil terus menggerutu.


Leon tak bisa menyembunyikan senyuman lebarnya. Ia mengancingkan baju pasiennya sambil terus berucap menggoda Aleta yang sudah kepalang malu.


...----------------...


***Selamat sore ...


maaf up nya telat.....lagi blank otak nya...


yuk... dukungan dulu 🥰🥰😘***

__ADS_1


__ADS_2