Istri Kedua Tuan Leon

Istri Kedua Tuan Leon
145


__ADS_3

Sementara itu di kamar pribadi Aleta...


Pria itu nampak menatap kepergian mobil dinas sang mertua dari balkon kamarnya. Dengan bertelanjang dada sembari menghisap rokok di bibirnya, Leon nampak tersenyum melihat kedua buah hatinya yang nampak melambaikan tangannya mengantar kepergian sang jenderal menuju tempat kerja.


"kakek udah pergi, sekarang kalian main sama nenek yuk..." ucap Sarah pada kedua buah hati Leon di bawah sana.


Kedua bocah itu nampak mengangguk kegirangan. Mereka pun masuk ke dalam rumah bersama wanita paruh baya berhijab syari tersebut.


Leon tersenyum sambil kembali menghisap batang bernikotin itu. Sarah dan Mario benar benar bisa menerima kehadiran Ahsa dan Alka dengan suka cita. Syukurlah, kedua bocah itu mendapatkan kasih sayang yang berlimpah dari banyak orang sekarang.


Leon masuk ke dalam kamar luas bernuansa putih itu. Matanya kembali menatap ke arah pintu kamar mandi dimana suara gemericik air terdengar dari dalam sana.


Aleta masih membersihkan dirinya. Sudah lima belas menit dia di dalam sana, namun belum juga menunjukkan tanda tanda ingin keluar.


Entah apa yang wanita itu lakukan di dalam sana.


Leon mendudukkan tubuhnya di tepi ranjang. Ia kembali menghisap rokoknya dan memfokuskan pandangan matanya ke arah foto Aleta yang berada di atas nakas tempat di samping ranjangnya.


"cantik" ucap Leon sambil membuang asap benda bernikotin nya.


ceklek...


pintu kamar mandi terbuka..


Aleta keluar dari dalam kamar mandi dengan handuk kimono serta sebuah handuk kecil yang membungkus rambut kepalanya yang nampak basah.


Mata Leon menatap tajam ke arah wanita itu, membuat wanita yang sudah lima tahun terbiasa sendiri itu kini nampak celingukan. Ia seolah kembali menjadi seorang gadis yang baru pertama kali sekamar dengan laki laki.


Aleta nampak gugup. Satu tangan nya tergerak menutup handuk kimono di bagian dadanya dan meremasnya.


"ka...katanya mau mandi. Mandi gih..." ucap Aleta pada pria yang nampak tak bergerak menatap ke arahnya itu.


Leon tak menjawab.


Aleta menuju lemari besar nya dan membuka kotak raksasa berisi baju baju miliknya tersebut.


Tanpa melepaskan remasan nya pada handuk kimono miliknya, Aleta nampak sibuk mencari cari baju yang akan ia kenakan. Cukup lama ia memilah milah, sambil menunggu Leon masuk ke kamar mandi. Namun sejak tadi ia tak mendengar suara langkah kaki pria itu menuju kamar mandi.


Bagaimana caranya ia akan ganti baju, masa iya harus mengganti pakaian nya di depan Leon..? kan masih malu. Pikir Aleta.


Putri pak jenderal itu selesai dengan aksi pilih pilih bajunya. Ia kemudian menggerakkan tangannya berniat menutup pintu lemari itu, namun....


seeeeetttt....


Aleta mematung.


Sebuah lengan besar nampak terjulur menutup pintu lemari berbahan dasar kayu kombinasi kaca itu.


Sedangkan satu lengan lainnya terlihat merengkuh pinggang Aleta dari arah belakang.


Aleta tak bergerak.


Leon kini sudah berdiri di belakang nya entah sejak kapan. Bulu bulu halus nan lebat dari dagu dan rahang pria itu bergesekan dengan kulit rahangnya. Membuat Aleta makin deg degan di buatnya.


klekk...


pintu lemari tertutup sempurna. Pria itu kemudian menggerakkan satu tangannya yang bebas itu ikut memeluk pinggang ramping istri sah nya tersebut dari belakang.


Aleta diam tak bergerak. Diremasnya pakaian yang ia ambil dari dalam lemari itu guna menyalurkan kegugupan nya dengan satu tangan. Sedangkan satu tangannya masih meremas erat kimono di bagian dadanya.

__ADS_1


Leon mengeratkan pelukannya, merapatkan tubuhnya pada tubuh wanita itu sambil menggerak gerakkan wajah berjambang nya tepat di ceruk leher Aleta membuat wanita itu makin berdebar. Jantungnya berdegup kencang tak tertahan mana kala hembusan nafas pria itu menerpa ceruk leher jenjangnya yang mulus.


"i miss you" bisik Leon lirih tepat di telinga Aleta. Wanita itu diam mematung. Leon tersenyum tipis mendapati tubuh tegang istri tercintanya tersebut. Lalu.


cup..


.


.


.


Leon mengecup ceruk leher Aleta lembut. Digigitnya kecil permukaan kulit itu dan menyesapnya lembut. Maninggalkan tanda merah khas luka para pengantin baru di malam pertama mereka.


Aleta memejamkan matanya. Ia menghela nafas panjang merasakan sesuatu yang sudah sangat lama tak pernah ia rasakan.


Leon kembali menggerakkan wajahnya di tempat itu. Menghirup aroma tubuh wanita itu seolah ingin menuntaskan kerinduan nya yang sudah sangat lama ia pendam.


Tangan bertato pria itu bergerak. Ditariknya tali kimono itu dengan lembutnya. Dilepasnya benda putih tersebut dari raga indah wanita pujaan hatinya.


Tangan sang mantan duda mulai bergerilya. Sudah sangat lama telapak tangan itu tak bersentuhan dengan benda benda semacam ini. Membuatnya begitu bersemangat menjelajahi tiap inchi kulit mulus itu. Melakukan apapun yang ia mau pada tubuh sang wanita pujaan.


Aleta makin tak bisa menyembunyikan perasaannya. Apalagi kini tangah dan kepala Leon makin tak terkendali.


Hingga...


seeeeetttt....


buuuuuggghhhh..


Leon memutar tubuh wanita itu dan mendorongnya ke dinding. Di tatapnya nakal wanita yang kini dalam kondisi polos tak berbusana itu.


Aleta menolak, ia ingin kembali mengambil pakaian pakaian nya yang tercecer di lantai namun Leon manahan nya. Ia kembali menghempaskan tubuh itu ke dinding kamar dan mengungkungnya.


"mau kemana?" tanya Leon lembut.


"ganti baju" ucap Aleta.


"nggak usah pakai baju" ucap Leon.


"apasih? ntar kalau anak anak masuk gimana?" tanya Aleta.


"mereka aman sama ibuk. Kita bebas" ucap Leon sambil tersenyum nakal.


Aleta nampak tersipu malu membuat Leon makin gemas dibuatnya.


Leon menggigit bibir bawahnya, ia menggerakkan satu jari telunjuknya menyentil tombol kecil di ujung benda kembar milik sang istri.


Aleta reflek menutup bagian tubuh miliknya itu sambil melotot menatap ke arah Leon.


Leon makin bersemangat. Naffsunya makin memuncak bak hendak meledak saat itu juga.


Di tariknya tubuh wanita itu hingga menempel pada tubuh tegap bertato nya. Ia merengkuh pinggang ramping itu dan menempelkan wajah nya ke wajah sang istri. Aleta reflek menyentuh dada berbulu tipis itu dengan menggunakan kedua telapak tangan nya.


"lepasin, ini masih siang..!" ucap Aleta nampak panik. Ia hanya takut jika di tengah tengah jalan anak anaknya teriak teriak memanggil dirinya dan suaminya itu.


"apasih? mereka aman sama ibuk" ucap Leon.


"kalau mereka nyariin kita gimana?"

__ADS_1


"nggak akan, aman..!!" ucap Leon yang sudah tak bisa mengontrol dirinya itu.


Leon menggerakkan kepalanya lagi. Ia mencoba mengecup bibir merah muda Aleta itu namun lagi lagi wanita itu menolak.


Leon mencoba lagi, Aleta menolak lagi.


Ia menggerak gerakkan kepalanya ke kiri dan ke kanan menghindari serangan yang mulai brutal dari suaminya tersebut.


seeeeetttt.....


Leon menangkup wajah Aleta. Membuat wanita itu terdiam seketika. Jantungnya kembali berdetak dengan kencangnya. Kedua mata itu saling beradu. Leon mendekat kan wajahnya perlahan membuat Aleta makin tak karuan di buatnya.


"diam" bisik nya lirih.


Aleta tak bersuara. Mata tajam pria itu kini tertuju pada bibir indah yang nampak sedikit terbuka tersebut. Makin terlihat menggoda.


cup...


Dikecupnya benda itu lembut.


"anak anak" ucap Aleta lirih tanpa melepaskan pandangannya pada sang suami.


cup...


di kecup lagi oleh Leon.


"jangan berisik.." ucapnya lembut nan lirih.


"tapi......"


cup...


"aku bilang diam" ucap pria itu lagi.


Mata itu masih saling beradu. Aleta mengangguk samar seolah mulai menurut.


Leon tersenyum.


"istri yang baik.." ucapnya sambil tersenyum.


Dan.............


Leon kembali mendorong tubuh ramping itu ke dinding. Ia mulai melancarkan aksinya. Menuntaskan hasratnya yang sekian tahun tak tersalurkan. Ia memangsa wanita itu dengan sedikit kasar dan memburu. Antara cinta, naffsu, rindu dan gairah yang tak terbendung antara dua anak manusia yang saling mencintai namun dipaksa berpisah oleh keadaan dan ego segelintir manusia manusia rendahan.


Kini mereka kembali menyatu. Mereka kembali menjadi satu dalam ikatan pernikahan yang sah dimata agama dan negara.


Aleta milik Leon saat ini. Begitu juga sebaliknya. Keduanya saling melepas rindu satu sama lain. Suara suara indah kembali tercipta dari bibir Aleta. Suara suara yang hanya Leon seorang yang bisa mendengarkannya. Keduanya menggila. Kamar luas milik sang mantan janda kini menjadi saksi betapa mereka saling menyayangi. Betapa cinta yang masih mereka jaga hingga saat ini begitu kuat. Betapa rindu yang mereka rasakan begitu membuncah dan kini telah berhasil mereka tuntaskan.


Cukup besar perjuangan yang mereka lakukan. Begitu banyak lika liku yang mereka lalui. Kini keduanya kembali bersama. Mereka kembali menjadi satu pasangan yang utuh sama seperti yabg dulu. Hanya saja, kini Aleta adalah satu satunya wanita di dalam kehidupan Leon. Ialah pemilik hati laki laki itu. Ia lah wanita satu satunya untuk sang produser kondang. Bukan lagi Istri Kedua Tuan Leon ❤️❤️




...----------------...


***Selamat sore...


up 16:46

__ADS_1


yuk... dukungan dulu 🥰😘😘😘***


__ADS_2