Istri Kedua Tuan Leon

Istri Kedua Tuan Leon
148


__ADS_3

"aku adalah Mario. Jenderal bintang tiga di institusi tempat ku mengabdi. Aku adalah suami dari wanita yang kau sebut jalaaang. Dan ayah biologis dari wanita malang yang kau hina dina dan kau katai anak haram...!!"


.


.


.


deeeeggghhhh..!!


Renata melotot mendengarnya.


"aku adalah ayah kandung dari Aleta...! wanita yang beberapa hari lalu datang kemari untuk meminta restumu, tapi kau justru mencaci makinya dengan ucapan ucapan kotormu...!!!" ucap Mario dengan sorot mata tajam dan suara dingin.


Renata tak bergerak sama sekali. Ia kaget, syok, tak percaya..!


Bagaimana bisa Aleta anak pria ini?! bukankah ia anak seorang pelacuur? sudah pasti ia adalah anak dari pria pria yang tak jelas asal usulnya bukan? atau.....


oh, Renata tahu. Si jenderal ini pastilah penyewa jasa plus plus Sarah. Dia pasti salah satu pelanggan wanita murahan itu. Mereka berhubungan hingga lahirlah Aleta. Ya...pasti begitu..!


"kau ayah kandung si anak haram itu? bagaimana bisa?! ibunya saja seorang pelacuur..!" ucap Renata.


"oh, atau jangan jangan, kau ini adalah salah satu pelanggan wanita itu. Kau penyewa jasanya hingga lahirlah wanita sialaan itu? iya kan?!!" tanya Renata menduga duga dengan suara yang menggebu gebu.


Mario tertawa sumbang.


"otak dan hatimu ternyata memang benar benar kotor dan piciik, nyonya..!" ucap Mario.


"tidak semua manusia di dunia memiliki sikap dan perilaku sepertimu dan mantan suamimu. Eh, maaf, bukan mantan suami, tapi mantan bos yang kau goda hingga lahirlah Leon" ucap Mario membuat Renata melotot di buatnya.

__ADS_1


"dari mana kau tahu?!" tanya Renata tak suka.


"itu tidak penting." ucap Mario.


"aku datang kemari bukan untuk menguliti borok masa lalu mu..! aku datang kemari hanya untuk memberitahu kan padamu..! putri tersayang ku sudah menikah dengan putramu. Aku tahu, kau sebenarnya belum merestui nya. Entah apa yang kau pikirkan. Bukankah seharusnya seorang ibu akan selalu mendukung apapun yang menjadi kebahagiaan anak anaknya? tapi kenapa tidak demikian dengan dirimu?" tanya Mario.


Renata tertawa sumbang.


"kau pikir aku sudi putraku menikah dengan wanita menjijikkan seperti itu? anak pelaacur sialaan...! wanita murahan..! anak haram..! walaupun dia anak mu, aku tidak akan sudi untuk menerimanya sebagai seorang menantu..! dia tidak pantas untuk menjadi menantuku..!!" ucap Renata masihlah angkuh membuat Mario cukup geram di buatnya. Bukan hanya Mario, tapi Sean yang berdiri di belakang nya pun seolah ikut emosi mendengar kalimat yang terlontar dari bibir wanita paruh baya itu.


"apa anda tidak bisa menjaga etika anda, nyonya? apa anda tidak tahu sedang berhadapan dengan siapa? anak yang anda sebut anak haram, itu adalah anak seorang jenderal. Dan wanita yang anda sebut jalaaang adalah istri sah dari sang jenderal..!" ucap Sean geram. Ga ada hukum udah di door nih nenek nenek.


"sekali jalaang tetaplah jalaang...!!" ucap Renata.


Mario mengangkat dagunya. Tangan nya mengepal menahan emosi. Menahan agar tak lepas kontrol pada wanita angkuh di hadapannya ini. Pantas saja Aleta memilih untuk berbohong tentang restu Renata. Rupanya wanita ini benar benar sangatlah keras dan angkuh. Ia bahkan masih keukeuh pada pendiriannya meskipun sang jenderal sudah memberitahu kan, siapa Aleta dan ibunya yang sebenarnya.


Mario menyandarkan tubuhnya di sandaran kursi. Ia kemudian menatap tajam ke arah wanita itu.


"tapi ya sudahlah, aku tidak mau membahas itu. Kedatangan ku kesini hanya ingin menjenguk mu, berkenalan dengan mu dan memberitahukan kepada mu bahwa anak kita sudah menikah. Seburuk buruknya kau, kita tetaplah besan..."


"aku tidak meminta kau untuk merestui pernikahan Leon dan Aleta, nyonya. Aku menyerahkan semua padamu. Tapi jika boleh aku memberi saran, kita ini sudah tua. Suatu saat kita akan mati dan meninggalkan anak anak kita."


"kita tidak akan bisa menemani mereka di dunia ini nantinya."


"tidak kah kau berfikir, betapa sunyi dan sepinya kehidupan putramu selama ini? lima tahun ia hidup sebatang kara. Tidak ada satu keluarga pun disisinya. Aku tahu kau keras. Aku tahu kau punya ambisi tinggi untuk menjadi terpandang dan dipandang terhormat oleh orang lain. Tapi sebagai seorang ibu yang melahirkan Leon, tidakkah kau berfikir tentang kebahagiaan putramu?"


"kau terlalu menginginkan dia bersama wanita yang sederajat dengan kalian. Apakah kau lupa jika harta bukan segalanya?"


"lihat dirimu sekarang, nyonya. Anakmu orang kaya. Karirnya mentereng. Tapi kau meringkuk di sel seorang diri. Sakit pun tak ada satupun yang mengunjungimu."

__ADS_1


"tidak ingin kah kau mencoba berdamai dengan keadaan? Meletakkan sejenak ego mu untuk menjadi yang paling terhormat dan dihormati?"


"tidak ingin kah kau berbahagia dan berkumpul dengan putramu lalu membicarakan hal hal sepele namun menyenangkan?"


"Lihatlah putramu, setelah apa yang kau lakukan padanya dan kehidupan rumah tangganya, ia masih sudi untuk mengunjungimu. Menghormati mu. Meminta restumu saat ia ingin mencoba kembali berumah tangga."


"Dengan segala kesuksesan yang ia punya dan keserakahan yang kau miliki ia masih menghormati mu sebagai seorang ibu. Tidakkah kau merasa bersalah padanya?


"dia hanya ingin berbahagia dengan pilihannya. Tidakkah kau berfikir untuk memberinya kesempatan?"


"nyonya, tidak ada yang lebih berharga dari sebuah keluarga. Harta memang penting, tapi nyatanya ia tak bisa membeli kebahagiaan yang bisa di berikan oleh keluarga kita"


"kau masih orang kaya, tapi lihatlah, hartamu tidak bisa membuatmu merasa di cintai saat ini. Tidak ada satupun yang mengunjungimu saat kau sakit. Satu satunya orang yang menyayangimu justru kau sia siakan."


"aku yakin, sekeras kerasnya hatimu, kau masihlah seorang ibu. Kau masihlah perempuan yang pastinya menyayangi putra mu dengan sepenuh hatimu. Bukalah mata hatimu, nyonya. Tanya pada dirimu sendiri. Apakah kau merindukan putramu saat ini? aku yakin, kau tetaplah ibu yang baik untuk Leon" ucap Mario panjang lebar membuat Renata terdiam tak berkutik.


Pria itu bangkit.


"ini sudah malam. Putriku sudah menungguku di rumah. Coba renungkan kata kataku. Aku yakin, kau masih punya hati nurani. Assalamualaikum..." ucap pria itu kemudian pergi meninggalkan tempat tersebut.


Mario berjalan dengan tenang dan kepala terangkat. Entah bagaimana perasaan nya setelah bertemu dengan wanita itu. Wanita yang begitu keras pemuja duniawi. Sungguh, bertemu dengan Renata seolah membuatnya makin tersadar. Betapa keluarga dan anak anak itu adalah segalanya. Betapa ia dan Leon benar benar memiliki kisah hidup yang hampir sama.


Hubungannya di tentang orang tua. Ditinggal istri tercinta karena fitnah. Sebatang kara selama bertahun tahun. Sepinya, sunyi nya, sama.


Leon dan Mario adalah dua laki laki yang memiliki nasib serupa namun dengan kisah yang berbeda. Bertemu dengan Renata seolah makin menyadarkan pria itu. Bahwa tindakannya untuk merestui hubungan Leon dan Aleta memanglah tindakan yang tepat.


Ia bukan hanya menyatukan dua hati yang saling mencintai. Tapi juga mengangkat hati seorang anak yang menjadi korban keegoisan ibunya sendiri.


...----------------...

__ADS_1


***Up 05:04


yuk... dukungan dulu 🥰🥰***


__ADS_2