
Beberapa jam kemudian di kediaman pak jenderal....
Aleta turun dari mobil mewah yang ditumpangi nya. Dengan wajah kesal dan mulut yang tak berhenti ngedumel dia melangkah kan kaki nya masuk ke dalam rumah mewah kediaman nya.
"assalamualaikum...." ucap Aleta dengan wajah ditekuk saat memasuki rumah.
"wa alaikum salam....." ucap seorang wanita berhijab disana, Sarah.
Aleta berjalan mendekati sang ibu yang kini tengah asyik menata beberapa tangkai bunga lili putih di atas sebuah meja kecil, di depan foto keluarga yang terpasang indah di dinding rumah itu.
"lho.....lho.....lho.....lho......ini kenapa kok mukanya cemberut begini?" tanya Sarah sambil menangkup wajah cantik sang putri.
"ibuuukk....." ucap Aleta.
"apa?" tanya Sarah.
Aleta diam sejenak. Ingin sekali ia menceritakan kekesalan nya pasca pertemuan nya dengan Leon siang tadi. Laki laki yang nyatanya sampai sekarang masih suka mengambil kesimpulan secara sepihak tanpa mau mendengarkan penjelasan orang lain itu sangat berhasil membuat Aleta kesal.
Enak saja pria itu bilang dia tidak pandai menjaga perasaan anak kecil. Mana dibilang seorang ibu yang sudah berumah tangga?
Memangnya penampilan Aleta terlihat seperti ibu ibu rumah tangga? apa dia tidak tau Aleta sekarang sudah menjadi idola banyak anak muda?!
Fix....Leon kudet...! nggak pernah nonton tv...!!
"Al.....?" ucap Sarah lagi sambil memiringkan kepalanya mengamati mimik wajah sang putri.
__ADS_1
Aleta menatap sang ibu masih dengan mimik wajah cemberut nya.
"ibuuuk....." ucap Aleta.
"apa?" tanya Sarah.
"aku cantik kan?" tanya Aleta sukses membuat Sarah mengernyitkan dahinya.
"hah?" ucap Sarah.
Aleta masih memasang mode cemberut.
"ya cantik laah....kan anak ibuk....emang kenapa?" tanya Sarah.
Aleta menghela nafas panjang.
Aleta terus nyerocos tak jelas. Uring uringan sambil meninggalkan sang ibu yang terlihat bingung. Berjalan menapaki tangga menuju lantai dua rumah nya.
Mulutnya tak henti mengomel mencaci maki pria yang jelas jelas tak berada di hadapannya.
Ucapan Leon yang dingin dan sikapnya yang masih saja angkuh berhasil membuat Aleta kesal. Beda sekali dengan Leon yang kemarin ia temui saat di mall. Laki laki itu terlihat sangat berwibawa.
Tapi hari ini, pria itu terlihat sangat menyebalkan. Mana bawa anak dua pula...!
"kalau emang nggak mau anaknya di kira copet ya kalo pergi bawa dong istrinya...satu jagain anak yang kecil ... satu yang gede...! lakik apaan kemana mana nggak bawa istrinya...?!biar dikira duda... di kira hot daddy....kemana mana pergi ama anak doang nggak bawa istri...! preeeetttt....! udah tua ganjen banget....! mau cari istri berapa lagi lo? pake bilang gue udah nikah....ibuk ibuk.....dia nggak tau apa kalau selama ini gue............"
__ADS_1
Aleta menghentikan ucapannya. Dadanya bergerak naik turun mengingat perjuangan nya selama lima tahun lamanya berusaha melupakan laki laki itu namun ternyata begitu sulit.
Ya....dari luar ia sudah terlihat mulai bangkit dan bisa menata hidupnya. Namun jauuuuuh dari dalam lubuk hatinya yang paling dalam...laki laki itu masih berada di dalam sana.
Pertemuan terakhir mereka lima tahun lalu, didepan rumah yang kini ia tempati, laki laki itu rela babak belur di tangan ayahnya hanya agar demi bisa mengajaknya kembali pulang namun Aleta menolaknya.
Jiwa wanita itu makin teriris mana kala ia mendengar pengakuan dari sang ayah, menceritakan kejadian buruk yang terjadi di pesta ulang tahun Baskara, mantan mertua Leon.
Laki laki itu menepati janjinya. Ia menyingkirkan kutu kutu pengkhianat di sekitarnya yang ternyata juga melibatkan asisten pribadi nya sendiri.
Ingin sekali rasanya Aleta pulang dan menemui Leon kala itu namun ia mengurungkan nya. Trauma yang masih begitu terasa membuatnya memilih untuk tetap bertahan di negeri orang, menenangkan diri dan mencoba berdamai dengan keadaan.
Kini saat ia kembali ke negara asalnya. Sempat terbersit dalam benaknya untuk mencari tahu kabar tentang pria itu. Namun lagi lagi, Aleta mengurungkannya. Ia lebih memilih berserah pada Tuhan. Jika memang jodoh, biarkan tangan Tuhan saja yang bekerja menyatukan ia dengan mantan suami nya itu.
Aleta nampak kesal. Ia berkali kali menghentak hentakkan kakinya ke lantai saking kesalnya.
Entahlah....apa yang ia rasakan. Ia benci dengan pertemuan nya dengan Leon. Ia juga benci melihat pria itu menggendong seorang gadis kecil dan menggandeng seorang bocah laki laki.
Laki laki itu pasti sudah menikah...! entah dengan berapa wanita...! lima tahun tak bertemu anak udah dua aja..mana gede gede lagi....nikah ama janda mana tuh manusia?? pikir Aleta kesal.
Wanita yang kini duduk di tepi ranjang itu kemudian bangkit. Dengan langkah kesal sambil menghentak hentakkan kakinya ia berjalan menuju kamar mandi dan segera membersihkan diri
...----------------...
***Selamat sore......
__ADS_1
up 17:04
yuk.... dukungan dulu 🥰🥰🥰***