Istri Kedua Tuan Leon

Istri Kedua Tuan Leon
147


__ADS_3

ceklek.....


pintu ruang rawat inap itu terbuka.


Pria berseragam militer itu masuk ke dalam ruangan itu di ikuti sang ajudan serta seorang perwira polisi di belakang nya.


Renata yang nampak melamun itupun menoleh ke arahnya. Mata wanita yang nampak tak sehat itu menyipit melihat kedatangan dua manusia yang di anggapnya asing tersebut.


Siapa mereka? pikir Renata.


Mario mendekati ranjang pasien lalu tersenyum.


"selamat sore, nyonya Renata" ucap Mario ramah.


Renata menatap penampilan pria itu dari atas sampai bawah.


"sore, an..anda ini siapa ya?" tanya Renata pada pria dengan seragam loreng loreng itu.


Mario tersenyum lagi.


"nama saya Mario. Saya datang kemari ingin menjenguk anda. Melihat kondisi anda" ucap Mario ramah pada narapidana wanita itu.


Renata hanya mengangguk ragu sambil tersenyum kaku. Siapa sih orang ini? pikir Renata.


"bagaimana, kondisi anda? sudah lebih baik?" tanya Mario.


Renata masih tersenyum kaku.


"ya,sudah lumayan." ucap Renata.


Mario tersenyum lagi. Ia lantas menarik kursi di samping ranjang pasien itu lalu mendudukkan tubuhnya di sana.


"sebenarnya kedatangan saya kemari, selain ingin menjenguk anda, juga ingin memberi tahukan sesuatu pada anda" ucap Mario.


Renata mengernyitkan dahinya.


"apa?" tanya Renata.


Mario tersenyum. Ia kemudian merogoh saku seragam lorengnya lalu mengeluarkan sebuah ponsel dari dalam sana.


Ia mengotak atik benda canggih itu sebentar, lalu menyerahkan nya pada Renata.


"apa anda mengenal wanita dalam foto itu?" tanya Mario.


Renata nampak menajamkan matanya. Ditatapnya gambar wanita dalam ponsel itu dengan sorot mata tajam. Itu adalah foto Aleta dan ibunya. Sebuah foto yang Mario ambil saat mereka masih di luar negeri. Dengan latar belakang sebuah menara tinggi ternama di salah satu negara di benua Eropa. Kedua wanita itu nampak saling berpelukan dengan senyuman lebar bak sepasang sahabat.


Renata menatap angkuh foto itu.


"ini kan foto si jalaang itu dengan anaknya..!!" ucap Renata angkuh.


Sean dan Mario mengangkat dagunya mendengar jawaban yang begitu angkuh dari wanita tersebut.


"jalaaang?" tanya Mario.


"iya, dia jalaang..! dan anak jalaang inilah yang membuatku jadi seperti ini sekarang..! dia menggoda putraku, merebutnya dari istri pertamanya dan memfitnah kami...!"


"sekarang aku mendekam di penjara..! putraku menceraikan istri pertamanya dan sekarang mantan menantuku itu lumpuh..! semua gara gara perempuan itu..!" ucap Renata menggebu gebu membuat Mario makin bisa melihat, sosok seperti apa Renata itu. Sungguh, wanita ini sangat pintar memutar balikkan fakta dan berucap seolah ia lah si paling teraniaya.


Mario mengangkat dagunya lagi.

__ADS_1


Renata menyerahkan ponsel itu. Ia kemudian menatap ke arah sang jenderal dengan sorot mata penuh selidik.


"memang nya ada apa anda menanyakan tentang dua wanita ini? apa mereka juga mengganggu keluarga anda?" tanya Renata.


Mario mengangkat satu sudut bibirnya.


"tidak, mereka tidak mengganggu keluarga ku. Aku hanya ingin tahu saja tentang dua wanita ini. Aku dengar dengar, kau adalah ibu dari Leonardo si produser terkenal itu? apa betul? bukankah ia dan wanita ini menjalin hubungan?" tanya Mario


"iya, benar. Leon adalah putraku, tapi dia sudah di guna guna oleh wanita sialaan itu. Dia jadi membangkang padaku..!" ucap Renata terlihat kesal.


"seperti anda sangat membenci wanita ini? bagaimana jika putramu menikah diam diam dengan wanita ini? apa kau akan merestui nya?" tanya Mario membuat Renata menoleh.


"ya tentu saja aku akan menentang pernikahan itu mentah mentah..!" ucap Renata kesal.


"lagian anda ini siapa sih? kenapa anda begitu ingin tahu tentang saya dan keluarga saya?" tanya Renata.


Mario tersenyum. Ia kembali mengotak atik ponselnya yang kini sudah berada di tangannya.


"saya bukan siapa siapa, saya hanya seorang kepala prajurit yang kemarin baru saja menikahkan putri saya dengan seorang pria. Tampan, mapan, dewasa, namun memiliki masa lalu yang buruk dalam hidupnya" ucap Mario.


"dia pernah memiliki dua istri. Namun istri pertamanya berkhianat. Pertama dengan pamannya sendiri, setelah itu dengan asisten pribadinya." ucap Mario santai namun sukses membuat Renata mengernyitkan dahinya. Kok mirip seperti kisah putranya? pikir Renata.


"dia sangat mencintai istri keduanya, tapi sayang. Orang tuanya tidak merestui nya. Ibunya terlalu mendewakan istri pertama menantuku itu, sampai sampai ia bersekongkol dengan menantunya tersebut untuk memfitnah istri keduanya"


"wanita malang itu di dihina, direndahkan, bahkan di fitnah..! sampai akhirnya si istri kedua menjadi istri yang teraniaya. Di pukuli dan di siksa oleh suaminya sendiri...!" ucap Mario kini dengan sorot mata menajam menahan sakit hati.


"dua anak manusia yang saling mencintai itu di terpaksa berpisah karena suatu fitnah yang begitu menjijikkan. Wanita malang yang di anggap terlahir di sarang prostitusi di anggap hina dan menjijikkan. Padahal ia adalah wanita suci, yang memberikan kehormatan nya hanya untuk suaminya yang sah, bukan untuk paman, asisten, ataupun majikannya..!" ucap Mario tajam mengena membuat Renata tersentil. Ingat kan, dari benih siapa Leon di lahirkan?


"padahal sudah sangat jelas, dia hanya terlahir di tempat dan waktu yang salah. Tapi dia bukanlah wanita hina. Karena dia terlahir dari rahim seorang wanita terhormat yang terlempar ke lembah hitam karena pengabdian yang begitu besar yang ia miliki untuk suaminya...! dia bukan anak haram..! dia adalah anakku..!" ucap Mario dingin dengan sorot mata tajam membunuh.


Renata menatap penuh tanya ke arah Mario.


Apa jangan jangan?? ah, tidak mungkin. Aleta hanya anak pelacuur...! pikir Renata.


Mario tersenyum angkuh. Di usapnya layar ponsel yang berada di tangannya. Tangannya yang kekar itu nampak menyentuh sebuah nomor di aplikasi WhatsApp. Nomor seorang wanita cantik dengan foto profil berupa foto selfie dirinya yang nampak memeluk erat sang jenderal dengan wajah yang menempel.


Di sentuhnya nomor yang diberi nama "Berlianku" itu lalu menelfonnya.


tuuuutt..... tuuuutt.....


suara itu terdengar sangat jelas lantaran Mario mengaktifkan mode loud speaker nya. Renata makin mengernyitkan dahinya melihat aksi pria itu. Mario mengarahkan layar ponsel itu tepat ke arah Renata, membuat wanita itu bisa melihat dengan jelas foto profil sang "Berlianku" yang tertera disana.


Renata melotot di buatnya..!


Ada hubungan apa laki laki berpenampilan militer ini dengan Aleta? tidak mungkin kan jika putri yang dimaksud pria ini tadi adalah Aleta? pikir Renata.


.


.


.


"halo, assalamualaikum...." suara itu mengalun merdu dari seberang sana melalui sambungan telepon. Itu suara Aleta...!


"wa alaikum salam, nak. Kamu lagi dimana, sayang?" tanya Mario lembut namun tanpa melepaskan pandangannya ke arah Renata.


"aku lagi di rumah, pa. Sama ibuk, anak anak, sama Leon juga. Ada apa, pa? papa belum mau pulang?" tanya Aleta dari seberang sana.


Renata makin tercengang.

__ADS_1


Papa??


Mario mengangkat satu sudut bibirnya.


"ini papa udah di jalan. Kamu mau dibelikan sesuatu?" tanya Mario.


"emmm....apa ya ...." ucap Aleta nampan berfikir.


"oh, pizza aja, pa. Alka sama Ahsa pasti seneng" ucap Aleta.


"kamu?" tanya Mario lagi.


"aku sama aja, pizza juga.." ucap Aleta.


"oke...papa belikan buat kalian. Ya sudah, papa tutup ya," ucap Mario.


"iya, papa hati hati ya di jalan" ucap Aleta manis.


"iya, sayang. Assalamualaikum..."


"wa alaikum salam..." ucap Aleta.


Sambungan telepon pun terputus.


Mario memasukkan ponselnya ke dalam saku baju seragam nya. Renata menatap awas ke arah laki laki itu.


Raut wajahnya berbaur antara kaget, takut, awas, dan benci. Mario menatap angkuh ke arah Renata. Ia menyandarkan tubuhnya di sandaran kursi plastik itu dengan sorot mata yang tak lepas dari besannya yang kini berada di atas ranjang tersebut.


"apa maumu? siapa kau sebenarnya?!" tanya Renata tak suka pada Mario.


Mario berdecih.


"aku yakin kau tidak sebodoh itu sampai belum paham siapa aku, nyonya Renata" ucap Mario.


Renata menatap penuh selidik ke arah pria itu.


"aku adalah Mario. Jenderal bintang tiga di institusi tempat ku mengandi. Aku adalah suami dari wanita yang kau sebut jalaaang. Dan ayah biologis dari wanita malang yang kau hina dina dan kau katai anak haram...!!"


.


.


.


.


deeeeegggghhhh......


mampus..🙈


...----------------...


Selamat malam


.


up 18:27


yuk, dukungan dulu 🥰😘😘😘😘

__ADS_1


pengennya ini bisa sampai akhir bulan sebelum tamat. Yuk, kasih dukungan dulu😁


__ADS_2