Istri Kedua Tuan Leon

Istri Kedua Tuan Leon
157


__ADS_3

Malam menjelang,


wanita cantik itu nampak asyik memainkan gitarnya di balkon villa mewah milik sang suami. Di atas sebuah sofa, Ditemani semilir angin yang berhembus cukup dingin menerpa wajahnya, menambah suasana syahdu nya kala bersama sang suami yang sejak tadi nampan tak lepas memandang paras ayu wanita cantik dua puluh empat tahun tersebut.


Satu lagu selesai di nyanyikan. Leon nampak bertepuk tangan sambil tersenyum seolah memberikan penghargaan pada suara merdu yang baru saja Aleta perdengarkan.


Wanita itu menoleh. Ia tersenyum lebar melihat aksi sang suami.


"suara kamu bagus sekali, sayang?" tanya Leon.


Aleta terkekeh.


"baru sadar ya?" tanya Aleta sambil meletakkan gitarnya di samping sofa. Wanita itu kemudian meringsut. Menyandarkan tubuhnya pada tubuh pria tampan berjambang cukup lebat itu dengan manjanya sambil menikmati suasana malam yang sunyi dan menenangkan tersebut.


Leon lantas memeluk tubuh ramping yang tersandar di raganya itu dengan mesra. Tangannya tergerak mengusap usap perut rata Aleta sambil sesekali menciumi pucuk kepala wanita cantik tersebut dengan lembut dan bertubi tubi.


Aleta meraih tangan kekar yang sejak tadi mengusap usap perutnya lalu menggenggam nya lembut.


"kenapa?" tanya Aleta.


Leon tersenyum.


"apa belum ada tanda tanda keajaiban datang di sini?" tanya Leon.


Aleta mengubah posisi duduknya. Ia menegakkan tubuhnya dan duduk bersila menghadap pria itu.


"sayang, udah dong. Nggak usah bahas itu lagi. Tujuan utama menikah nggak melulu tentang anak kan? kita juga udah punya Alka dan Ahsa" ucap Aleta.


Leon menatap sendu ke arah istrinya.


"sebagai seorang laki laki aku juga ingin punya keturunan yang terlahir dari benihku sendiri, sayang" ucap Leon.

__ADS_1


"kamu kalau bahas ini bawaannya sedih mulu. Udah deh nggak usah di bahas. Aku capek mellow terus.." ucap Aleta mulai kesal. Wanita itu mulai memasang mode cemberut ke arah sang suami.


Leon tersenyum gemas.


"ya udah maaf, nggak jadi di bahas. Udah, sini, jangan ngambek dong.." ucap Leon sambil meraih pinggang Aleta dan membimbing nya untuk naik ke atas pahanya.


Aleta hanya menurut. Kini ia duduk di atas paha Leon dengan posisi menghadap wajah pria tersebut. Leon merengkuh pinggang Aleta, tangannya masuk ke dalam kaos putih milik sang istri dan bergerak naik turun mengusap kulit mulus tanpa noda milik wanita cantik berambut panjang tersebut.


"sayang," ucap Leon.


"apa?" tanya Aleta.


"selama kita berpisah, sudah berapa laki laki yang mendekati mu?" tanya Leon pada istri cantiknya itu.


Aleta mengernyitkan dahinya.


"kok nanyain kayak gitu? kenapa?" tanya Aleta.


"eeemm, banyak, soalnya papa berkali kali coba jodohin aku sama orang orang yang dikenalnya. Termasuk mas Sean. Tapi aku nolak, nggak mau" ucap Aleta.


Leon tersenyum menatap wajah sang istri, sedangkan tangannya makin aktif bergerilya di dua bukit kembar itu.


"oh ya? papamu pasti pusing sendiri memikirkan jodoh untukmu" ucap Leon.


"heeh" ucap Aleta sambil menarik nafas berat saat jari jari lengan kokoh itu mulai memilin dua tombol kecil di sana.


Leon tersenyum nakal.


"kenapa?" tanya Leon.


"nggak apa apaah.."ucap Aleta.

__ADS_1


Leon makin bersemangat dengan kegiatan nya. Tangannya terus bergerak melakukan apapun yang ingin laki laki itu lakukan pada istri cantiknya tersebut.


Nafas Aleta mulai berat, menikmati perlakuan dari laki laki tampan kesayangan nya tersebut. Leon memeluk pinggang Aleta. Dimasukkan nya kepala berjambang nya ke dalam belahan benda menggantung favorit nya yang masih terbungkus kaos itu dan menggerak gerakkan nya di sana.


Aleta menyentuh kepala pria itu. Ditekannya kepala itu seolah meminta Leon untuk melakukan lebih.


Tangan kekar Leon kembali bekerja. Di angkat nya kaos putih itu dan melemparkan nya asal. Leon kembali memainkan benda indah di hadapannya itu dengan kedua tanganya. Di tatapnya wajah cantik sang istri yang mulai terbawa suasana.


"terima kasih sudah mau menjaga tubuh dan hatimu hanya untukku, sayang" ucap Leon.


Aleta hanya tersenyum sambil mengalungkan tangannya ke leher Leon.


Pria itu kemudian bangkit. Di angkatnya tubuh ramping itu. Aleta mengapit pinggang sang suami ke dua belah pahanya. Leon membawa wanita itu masuk ke dalam kamar. Di dibaringkannya tubuh yang kini hanya tertutup bagian bawahnya itu di atas ranjang.


Leon lantas melucuti pakaiannya. Namun matanya tak lepas dari seonggok manusia bertubuh indah yang nampak pasrah di sana menunggu aksi lanjutan dari dirinya.


Leon sudah polos. Ia kembali menggerakkan tangannya. Dengan satu gerakan, di lucuti nya celana pendek milik sang istri membuat keduanya kini berada dalam posisi yang sama sama polos.


Sang Leon mulai bekerja. Laki laki itu mulai merayap. Menyusuri tiap inchi kulit wanita itu mulai dari telapak kaki, naik ke betis, kemudian ke atasnya, bermain main sejenak di sebuah gundukan indah di tengah tengah belah kaki itu. Kemudian naik lagi, memberi kecupan kecupan lembut lembut di area pusar kemudian naik, naik, dan leher. Di tinggalkannya jejak jejak merah di area dada dan leher jenjang wanita itu. Membuat Aleta makin menggeliat di buatnya.


Bibir merah yang di kelilingi bulu bulu halus itu kemudian menyerah benda merah muda kesayangan. Dilahapnya habis benda itu. Melum*tnya, menggigitnya, bertukar cairan berbusa di sela sela peraduan lidah yang keduanya lakukan.


Suasana makin panas. Tubuh keduanya terus bergerak. Saling tindih, saling memeluk, saling bergesekan. Aktifitas panas kembali terjadi. Doa dalam hati kembali terucap, berharap Tuhan berbaik hati menunjukkan KuasaNya, memberikan keajaiban. Berharap dari apa yang Leon lakukan malam ini, tercipta sesosok suci calon penerus nya di masa depan.


...----------------...


Selamat pagi...


up 05:41


yuk, dukungan dulu....

__ADS_1


__ADS_2