Istri Kedua Tuan Leon

Istri Kedua Tuan Leon
43


__ADS_3

Malam menjelang.....


Di sebuah kamar mewah milik sepasang suami istri yang kian hari kian hangat itu.....


Leon yang kini tengah dalam kondisi bertelanjang dada nampak duduk bersandar di atas ranjang empuk itu.Tangannya asyik mencabuti sehelai demi sehelai kelopak bunga mawar merah yang Aleta bawa dari toko sore tadi.Sambil sesekali menghirup aroma wangi tanaman tersebut,mata tajam Leon masih fokus menatap ke arah pintu kamar mandi,dimana sang istri kedua itu berada di dalamnya.


ceklek.....


pintu kamar mandi terbuka.....


Aleta yang mengenakan lingerie berwarna ungu itu keluar dari dalam kamar mandi sambil membawa sebuah benda ditangan kirinya.


Aleta mendekati sang suami.Ia duduk di sisi ranjang sambil menatap benda pipih panjang tersebut.


Leon meringsut.Mendekatkan tubuhnya ke tubuh indah wanita cantik itu.


"bagaimana?"tanya Leon.


Aleta menoleh.Ia menggelengkan kepalanya sambil menyerahkan benda berwarna putih itu.Leon menerimanya.Dilihatnya benda itu,sebuah tes kehamilan yang menunjukkan satu garis merah disana,pertanda hasil tes negatif.Aleta tidak hamil.


Leon menatap datar benda itu.Ia lantas menoleh ke arah sang istri yang kini nampak menunduk.


Leon tersenyum,ia membelai rambut wanita itu dengan lembut.


"baiklah....mungkin kita harus lebih sering lagi melakukan nya..."ucap Leon pada wanita itu.


Aleta menatap lekat pria itu.


"kamu nggak marah?"tanya Aleta.


"untuk kali ini aku masih bersabar....tapi kau harus secepatnya memberikan ku keturunan...aku ingin kau yang melahirkan penerus ku....bukan yang lainnya..."ucap Leon tenang.


Aleta tersenyum.Leon menggerakkan tangannya,memukul ringan pucuk hidung Aleta menggunakan tangkai bunga mawar merah yang berada di tangannya.


Aleta tersenyum lagi.Ia meringsut naik ke atas ranjang,duduk menghadap suaminya dengan kedua belah paha yang terbuka mengapit pinggang Leon.Laki laki itupun merengkuh pinggang Aleta sambil terus memegang setangkai bunga mawar merah di tangannya.Sedangkan Aleta, wanita itu kini mengalungkan kedua lengannya ke leher pria tiga puluh lima tahun itu.


"sayang...."ucap Aleta


"apa?"


"aku boleh tanya sesuatu?"tanya Aleta


"tanya apa?"


"apa yang kamu rasakan setelah dua bulan pernikahan kita?"tanya Aleta pada Leon.


Leon diam sejenak.


"apa maksud pertanyaan mu?"tanya Leon lagi.

__ADS_1


"apa kamu masih menganggap ku sebagai mainan?atau sebagai seorang istri?"tanya Aleta lagi dengan sorot mata penuh harap.


Ya....dua bulan mereka bersama.Aleta sepenuh hati mencoba menjadi istri yang baik untuk suaminya meskipun pada awalnya ia sangat membenci laki laki itu.Tapi seiring berjalannya waktu,seringnya mereka menghabiskan waktu berdua,rasa benci itu nyatanya perlahan memudar.Aleta mulai menikmati perannya sebagai seorang istri.Sikap dingin namun perhatian yang diberikan Leon padanya berhasil sedikit demi sedikit meluluhkan hati Aleta.Semenjak kejadian pembunuhan Max,hilangnya perlakuan kasar dan kata kata menyakitkan dari Leon atas dirinya,pemberian toko bunga,hingga perhatian perhatian kecil seperti memberikannya uang,menuruti apa yang ia mau,membebaskan ibunya dari gudang hingga kini Sarah bisa tidur di tempat yang layak,melarangnya berhubungan dengan para penghuni wisma,serta mengingatkan Aleta untuk tak menjadi orang yang lemah,semua itu terdengar istimewa di mata Aleta.


Dibalik sosoknya yang kejam dan dingin,nyatanya kini Aleta merasakan perhatian yang luar biasa dari Leon meskipun masih terbungkus dengan gaya dingin dan angkuh dari pria beristri dua itu.Laki laki itu seolah ingin melindungi Aleta dengan caranya sendiri khas seorang Leonardo Alfindo Ganada.


Tak bisa dipungkiri,Aleta kini mulai terpikat oleh pesona pria tampan itu.Laki laki itu seolah tak pernah ingkar akan janjinya.Ia akan memberikan apapun yang Aleta mau, selama Aleta juga bisa memberikan apapun yang Leon inginkan.


Leon mengangkat satu sudut bibirnya


"apa kau mulai jatuh cinta padaku?"tanya Leon.


"kamu sendiri?"tanya Aleta.


"aku tidak tau..! seperti apa bentuk cinta itu aku tidak pernah mengetahui nya..."


"yang aku rasakan saat ini hanyalah...aku ingin kau...aku tidak mau yang lain..."


"aku mau kau selamanya seperti ini...menjadi istri yang bisa membuatku ingin segera pulang ke rumah dan memelukmu...menjadi istri yang selalu tersenyum di hadapan ku..." ucap Leon.


"menjadi istri penurut yang selalu bisa membuatku serasa menjadi seorang raja meskipun hanya dengan perlakuan perlakuan kecil yang kau lakukan untukku..."ucap Leon.


"untuk saat ini,aku tidak suka air matamu...aku hanya ingin mendengar tawamu dan melihat senyuman mu...aku akan menyingkirkan apapun yang menghalangi mu untuk tersenyum,dan memberikan apapun yang bisa membuatmu tertawa...."


"aku ingin membuatmu bahagia disamping ku...."ucap Leon dengan sorot mata yang begitu dalam.


"apa itu sudah bisa disebut cinta?"tanya Leon.


"aku nggak tau..."ucapnya.


Leon tersenyum.Ia mengeratkan pelukannya pada wanita tersayangnya itu lalu membenamkan wajahnya di antara dua belah dadaaa Aleta.


"apa kau masih menganggap ku pria sinting?"tanya Leon.


Aleta terkekeh...


"sedikit...."ucap Aleta.


"apa aku masih mainan mu?" tanya wanita itu lagi.


"kau selamanya akan jadi mainan ku...tapi sekarang...kau akan jadi mainan yang akan selalu ku rawat dan ku jaga....kau akan jadi mainan termahal dan paling istimewa yang pernah aku punya...."ucap Leon sambil tersenyum.


Aleta nampak bahagia mendengar ucapan itu.


"jadi kita baikan ya sekarang?" ucap wanita itu sambil menjentikkan jari kelingkingnya.


"memangnya kita pernah musuhan?"tanya Leon.


Aleta tertawa lagi.Leon menautkan jarinya di jari Aleta.Deal....!mereka baikan..!mereka jadi suami istri yang saling menyayangi mulai sekarang....!

__ADS_1


Leon makin mengeratkan pelukannya.Aleta menangkup kepala laki laki itu dan mengangkatnya.Wajah sepasang suami istri itu makin mendekat,membuat ujung hidung keduanya pun kini saling menempel.


"mau tidur jam berapa malam ini?"tanya Leon.


Aleta terkekeh.


"terserah kamu aja..."ucap Aleta.


"kau janji tidak akan merengek minta berhenti?"tanya Leon.


Aleta mengangguk.


"demi dedek bayi..."ucapnya.


Leon tertawa.Kemudian dengan satu gerakan.....


seeeeetttt......


buuuuuggghhhh......


Leon membalik posisi.Ia menjatuhkan tubuh Aleta di atas ranjang membuat posisi wanita itu kini berada di bawahnya.


Aleta masih mengalungkan kedua lengannya di leher Leon.Wajah keduanya juga masih sangat dekat.


Pria itu kemudian memulai aksinya.Memberikan kecuupan kecuupan lembut di bibir Aleta yang pada akhirnya berubah menjadi pergulatan lidah yang panas.


Keduanya kembali hanyut dalam kehangatan yang mereka buat sendiri.Aleta makin mengeratkan pelukannya, seolah meminta Leon untuk makin menempel kan tubuhnya pada dirinya yang kini berada di bawah pria tampan itu.


Pergulatan panas di atas kasur yang empuk itu pun kembali terjadi.Keduanya seolah tak peduli pada jendela kamar yang terbuka,membuat hembusan angin malam leluasa masuk membuat tirai kamar itu bergerak gerak terkena tiupan angin.


Aksi mereka terus berlanjut.Leon kembali mengubah posiinya.Membuat Aleta kini berada di atas tubuh tegap berotot nya.Wanita itu kemudian menyudahi aksi bertukar salivaa itu.Ia bangkit,duduk di atas perut rata sang suami dan mulai melepaskan semua kain yang menempel ditubuhnya.Nafas Leon memburu.Tangannya tergerak mengangkat setangkai bunga mawar merah yang masih berada di tangannya itu.Digerakkannya tangkai bunga tersebut menyapu tiap inchi tubuh indah itu dari leher turun hingga ke pusar.


Aleta mulai panas.Semilir ingin yang menerpa tubuhnya tak dirasa dingin olehnya.Wanita itu bergerak mundur,duduk di atas sebuah gundukan tertutup kain pembungkus berwarna hitam di atas paha.


Aleta mulai menggerakkan tubuhnya,memutar ping*ulnya dengan pelan penuh perasaan membuat Leon makin tak karuan.Wanita itu benar benar tau apa yang suaminya sukai.


Leon makin ngos ngosan dibuatnya.Pemandangan indah di depan mata dan perasaan yang nikmat tiada tara Aleta berikan untuk laki laki kaya raya itu.


Leon tak tahan.Dengan gerakan sedikit kasar karena dikuasai hawa naffsu,pria itupun dengan segera menyergap tubuh ramping itu.


Adegan selanjutnya pun berlanjut.Tak ada lagi suara tangisan dan rintihan disana.Keduanya menikmati malam mereka disaksikan semilir angin yang terasa lembut menerpa tirai tirai halus jendela kamar itu.


...----------------...


***Selamat sore....


up 17:08


boleh tanya ..

__ADS_1


apa novel ini sedikit membosankan?atau alurnya bikin bingung?boleh komen dong readers buat masukan..🥰🥰🥰jangan lupa dukungannya juga ..🥰***


__ADS_2