Istri Kedua Tuan Leon

Istri Kedua Tuan Leon
56


__ADS_3

Hari berganti hari.....


Seorang wanita cantik nampak berjalan memasuki sebuah lobby rumah produksi yang cukup megah itu.Dengan satu buket bunga mawar merah ditangan, dan sebuah tas bekal berisi makan siang untuk sang suami, Aleta berjalan dengan yakin memasuki bangunan milik suami tersayangnya itu.


"nyonya...." ucap seorang pria yang baru saja keluar dari lift membuat Aleta reflek menoleh ke arahnya.


"mas Fathur...."ucap Aleta sambil tersenyum.


"anda disini?" tanya Fathur.


"iya....saya mau ketemu suami saya...." ucap Aleta.


Fathur mengangguk.


"tuan Leon ada di ruangannya nona....." ucap Fathur begitu sopan.


"mau saya antar?" imbuh pria itu lagi.


Aleta mengangguk.


Fathur mengangkat satu tangannya, mempersilahkan sang nyonya muda untuk berjalan terlebih dahulu. Aleta pun menurut. Ia pun berjalan menuju lift di ikuti Fathur di belakangnya.


Selama berada di dalam lift yang hanya ada mereka berdua itu, Fathur nampak berdiri di belakang Aleta. Ia hanya mengamati wanita itu dari belakang tanpa berucap sepatah katapun ataupun mengeluarkan satu ekspresi pun.


ting......


Pintu lift terbuka....


Aleta dan Fathur keluar dari kotak besi berukuran besar itu dan segera menuju ke dalam ruangan sang Leonardo Alfindo Ganada.


tok....tok.....tok......


pintu diketuk oleh Fathur .


"masuk...." ucap seorang pria dari dalam sana. Fathur sang asisten pun membuka pintu ruangan itu, lalu mempersilahkan Aleta untuk masuk ke dalam nya.


"hai......"ucap Aleta.


Leon menoleh, lalu tersenyum.


"hai....kau kemari?" tanya Leon lalu bangkit dan mendekati Aleta. Wanita dengan dress manis polos warna hijau selutut itu setengah berlari mendekati sang suami. Dipeluk nya pria itu hangat untuk beberapa saat, lalu meraih punggung tangan sang suami dan menciumnya sebagai tanda hormat.


"aku kangen.... makanya aku kesini,sambil bawain bunga kesukaan kamu, sama makan siang kamu..." ucap Aleta.


Leon tersenyum. Diraihnya buket bunga itu. Buket yang selalu Aleta kirimkan tiap hari untuk sang suami sesuai permintaan Leon dulu. Tapi biasanya Aleta selalu meminta jasa kurir untuk mengantar kan bunga dan makan siang Leon itu, namun kali ini berbeda. Ia ingin mengantar kan bunga dan makanan itu sendiri.


"thank you...."ucap Leon lalu mengecup kening sang istri singkat.


"makananku?" tanya Leon.


"nih....."ucap Aleta sambil mengangkat tas bekal di tangannya.


"mau disuapin?" tanya Aleta dengan wajah yang begitu menggemaskan.


"tentu.."ucap Leon.


Sepasang suami istri itupun lantas menuju sofa panjang yang ada di sana.Leon duduk di atas sofa sedangkan Aleta memposisikan dirinya duduk di pangkuan Leon sambil memulai menyuapi pria tampan itu.


"Aleta..." ucap Leon.


"ya...." jawab wanita itu.


"kebetulan sekali kau datang kesini....aku ingin mengajakmu ke dokter kandungan hari ini...." ucap Leon.


Aleta mengernyitkan dahinya.


"kenapa?"tanya Aleta.


"mungkin kita perlu konsultasi untuk masalah kita sayang...."ucap Leon sambil menggerakkan tangannya mengusap usap lembut paha mulus Aleta yang tertutup dress hijau itu.


Aleta diam sejenak, lalu tersenyum.

__ADS_1


"kayaknya kamu ngebet banget pengen cepet-cepet punya anak..."ucap Aleta terkekeh.


"aku sudah sangat matang sayang...." ucap Leon.


"tua?" tanya Aleta memperjelas.


"matang..!" ucap Leon.


"iya....tua...."jawab Aleta ngeyel.


"terserah kau saja lah..."ucap Leon.


Aleta terkekeh.


"ya udah....aku mau... terserah kamu mau bawa aku kemana...aku ikut aja pokoknya...."ucap Aleta.


"kau penurut sekali...." ucap Leon.


"kan emang kamu emang suka nya kalau aku nurut...."ucap Aleta lagi membuat Leon makin gemas dibuatnya.


Sepasang suami istri itupun kembali melanjutkan aktifitas makan siang mereka.


...****************...


Sementara itu di tempat terpisah,


Sarah keluar dari dalam sebuah mini market yang berada di seberang jalan.


Wanita itu baru saja membeli beberapa barang yang ia butuhkan. Dengan satu kantung kresek berisi barang barang belanjaan yang tak terlalu banyak itu, Sarah nampak berdiri di pinggir jalan untuk menyebrang dan kembali ke tokonya yang ada di seberang jalan sana. Namun tiba tiba.....


"buk ......buk......."


Seorang bocah berpenampilan lusuh nampak mendekat ke arahnya, sambil menarik narik ujung baju wanita paruh baya itu.


Sarah menoleh.


"ada apa nak?"tanya wanita itu lembut


Ibunda Aleta pun menerimanya.


"dari siapa?" tanya Sarah.


"tadi dia disana buk .. sekarang udah pergi..." ucap bocah itu sambil menunjuk ke satu arah di ujung jalan sana.


Sarah menatap arah yang ditunjuk sang bocah,tapi tak menemukan siapapun.


"udah ya buk ...saya pergi dulu....."ucap sang bocah sambil berlalu pergi meninggalkan Sarah tanpa peduli saat wanita itu memanggil manggilnya.


Sarah hanya menghela nafas panjang. Ia pun memasukkan kotak kado itu ke dalam kantong kresek belanjaan nya,lalu bersiap siap untuk menyeberang jalan.


Ketika jalanan itu dirasanya sepi,Sarah pun segera mengayunkan kakinya menapaki jalanan beraspal itu. Namun baru dua langkah ia menginjak jalan raya,tiba tiba.......


tiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiinnnnnnnnn...............


"awaaaaaaaasss.....!!!!!!”


"aaaaaaaaaakkkkkhhhhhhhh......!!!"


seeeeetttt......


buuuuuggghhhh......


Sebuah mobil mewah tiba tiba melaju kencang. Seorang pria yang hendak masuk ke dalam minimarket tak sengaja melihat pergerakan mobil tersebut. Dengan cepat laki laki itu berteriak dan berlari ke arah Sarah kemudian menarik tubuh wanita paruh baya itu menjauh dari aspal jalan.


Sarah jatuh tersungkur menimpa pria berkulit putih itu.


"ibuk nggak apa apa?"tanya pria itu.


Sarah mendongak.


"Sean?" ucap Sarah pada pria penolongnya tersebut.

__ADS_1


Sean bangkit. Ia lantas mengulurkan tangannya untuk membantu wanita paruh baya itu berdiri. Sarah pun meraih tangan kekar tersebut.


"ibuk nggak apa apa?"tanya Sean.


"ibuk nggak apa apa...untung ada kamu yang nolong ibuk...kalau nggak....ibuk nggak tau gimana nasib ibuk..." ucap Sarah.


Sean menghela nafas panjang.


"pengendara sekarang emang banyak yang ugal ugalan buk... " ucap Sean.


Sarah hanya mengangguk.


"ibuk mau nyebrang kan? mari saya antar buk ..." ucap Sean.


Sarah mengangguk lagi.


Sean pun menggandeng tangan Sarah. Ia berjalan memecah lali lintas jalan raya yang sebenarnya tak terlalu padat itu bersama Sarah.


Sesampainya di depan toko....


"sekali lagi makasih ya nak Sean...."ucap Sarah.


"sama sama buk ...kalau begitu saya permisi dulu...." ucap Sean.


Sarah mengangguk sambil tersenyum. Kedua manusia beda usia itupun berpisah.


Sarah segera masuk kedalam tokonya. Ia mendudukkan tubuh rampingnya yang masih terlihat seperti gadis itu di atas sofa panjang disana, lalu mengambil sebuah kotak kecil berbentuk persegi panjang pemberian seorang bocah yang tadi mendekati nya di seberang jalan.


Sarah pun membuka kotak kado bewarna putih itu. Dan......


.


.


.


.


.


Sarah terdiam dengan dada yang terasa sesak. Lagi, beberapa lembar foto dirinya terpampang nyata di sana. Foto foto tentang masa lalu Sarah kala masih bekerja sebagai wanita malam di wisma tempat tinggal nya dulu. Foto foto saat ia di kerumuni para pria pria hidung belang. Pose dan baju baju seronok tertempel di badannya.


Tak hanya foto, selembar kertas berisi tulisan tulisan bernada hinaan juga berada di dalam kotak itu.


pelaacur..


jaaalang..


Aleta anak haram..


Aleta anak hasil jual diri....


Dan masih banyak lagi...!


Sarah meremas kertas itu. Ia nampak sesak. Wanita itu kemudian bangkit, meraih tas selempang nya yang berada di meja kasir.


Di bawanya tas tersebut ke sofa ruang tunggu,ia lantas membuka tas itu dan mengeluarkan beberapa lembar foto dari dalamnya.


Ya..... beberapa hari terakhir semenjak kejadian Aleta dilempari telur busuk, hampir tiap hari ada saja orang orang yang mengiriminya entah itu kotak kado,kantong kresek ataupun amplop berisi foto foto semacam ini. Yang memberikan nya pun bermacam macam. Mulai dari pembeli bunga, pengemis, pengamen, dan sebagainya.


Entahlah...apa maksud dan tujuan orang itu mengiriminya foto foto dirinya. Ditambah lagi kertas bertuliskan hinaan dan makian untuk Aleta,membuat hati Sarah selaku orang tua Aleta merasa iba.


Hal itupun membuat Sarah menutup rapat masalah ini dari Aleta.


Ya.....foto foto yang bisa dikatakan teror itu selalu datang siang hari, saat Aleta sedang tak ada di toko. Entah saat membeli makan atau aktifitas lainnya. Membuat putri cantiknya itu tak mengetahui kejadian yang belakangan ini menimpa ibunya.


...----------------...


***Selamat malam....


up 18:13

__ADS_1


Yuk.....banyakin dukungan dulu....🥰🥰🥰***


__ADS_2