
Malam menjelang......
Aleta nampak mondar mandir di kamar pribadinya dengan raut wajah tegang, jam sudah menunjukkan pukul sebelas malam,namun hingga kini Leon belum juga kembali ke kamarnya.
Kemana perginya pria itu?
Entahlah....
Mobilnya masih berjejer lengkap di garasi. Tidak ada tanda tanda pria itu pergi dari rumah. Tadi ia hanya berkata pada Aleta bahwa ia sedang ada urusan. Ia meminta Aleta untuk tetap di kamarnya dan tidak mengizinkan wanita itu untuk keluar kamar.
Aleta tak berbuat apapun selain menurut. Ia yang sebenarnya cemas sedari tadi hanya mondar mandir di kamarnya sambil memegang ponselnya tanpa mencoba untuk menghubungi suaminya itu.
Kenapa tidak dihubungi?
Takut salah....dan takut mengganggu....
Ya....sampai sebegitu nya ia menjaga perasaan, privasi dan kenyamanan suaminya.
Aleta kembali mendongak menatap jam dinding. Jarum jam sudah kembali bergerak menunjukkan pukul setengah dua belas malam. Belum menemukan gelagat sang suami akan kembali ke kamar,wanita itupun memutuskan untuk mengambil wudhu, dan mengisi waktunya menunggu sang suami dengan sholat malam dan tadarusan.
......................
02:15
Ceklek.....
pintu kamar terbuka...
tepat dengan selesainya Aleta membaca ayat ayat suci Allah dalam buku tebal bernama Al Qur'an itu.
Aleta melepas mukenah nya. Melipat peralatan sholatnya dan meletakkannya di atas rak seperti biasanya.
Wanita itu lantas mendekati sang suami....
"kamu dari mana?" tanya Aleta kepada Leon yang nampak berdiri dengan sorot mata nanar itu.
Leon tak menjawab. Aleta menyentuh pipi berjambang lebat milik suaminya. Wajah Leon terlihat berbeda. Wajah pria yang sepertinya tengah dalam pengaruh minuman keras itu nampak sedih, tak seperti biasanya yang selalu menampilkan sisi gagah dan angkuh khas seorang Leonardo Alfindo Ganada.
"sayang kamu kenapa?" tanya Aleta mulai khawatir.
Leon menatap dalam wajah ayu itu.
"apa kau mencintaiku?" tanya pria itu lemah dengan sorot mata yang sulit diartikan.
Aleta nampak memiringkan kepalanya,mencoba mencerna maksud ucapan suaminya itu. Entah mengapa, ia merasa Leon malam ini berbeda dari biasanya.
__ADS_1
"jawab aku Aleta....apa kau masih meragukan ku sebagai suamimu?" tanya pria itu lagi.
"kamu ngomong apa?" tanya Aleta lagi.
"apa semua yang ku berikan untukku selama ini masih belum cukup untukmu?" tanya Leon lagi.
Aleta makin tak paham.
"kamu kenapa sih? ada apa? aku nggak ngerti kamu ngomong apa? kenapa kamu tiba tiba nanya kayak gitu?" tanya Aleta.
"jawab" ucap Leon masih pelan dengan sorot mata yang begitu sulit diartikan. Bukan kemarahan atau emosi yang terpancar dari dalam dirinya,namun....entahlah...
"sayang ...kan aku udah bilang...aku akan menjadi istri penurut buat kamu.... karena kamu suami aku... kalau nggak sayang ngapain aku capek capek jadi istri yang baik buat kamu..."ucap Aleta.
Wanita itu makin mendekat kan tubuhnya pada tubuh Leon. Ia menangkup wajah tampan itu dan menatapnya lekat lekat.
"kamu kenapa sih? ada masalah apa? cerita sama aku...?" tanya Aleta.
Leon masih dengan mimik wajahnya yang tak terbaca. Lalu....
"aku mau kau malam ini.... buktikan bahwa kau mencintaiku Aleta..." ucap Leon membuat Aleta terdiam. Ada yang aneh dari suaminya ini. Tapi ada apa?
Aleta mengangguk. Leon mengangkat kedua tangannya. Di tangkup nya wajah ayu itu, ia mengecup lembut bibir merah muda muda itu berkali kali. Berawal dari kecupan kecupan kecupan lembut, perlahan menjadi makin kasar dan memburu.
"apa aku satu satunya laki laki dalam hidupmu?" tanya Leon di sela sela aktifitasnya.
Leon makin memburu. Ia menggerakkan kepalanya dengan sangat agresif. Mengendus wajah leher hingga dada wanita itu dengan gerakan kasar dan membabi buta. Nafasnya memburu, tangannya meraba, menyentuh dan mereemas apapun yang ia mau. Aleta yang merasakan gelagat aneh dalam diri pria itu hanya diam mengikuti dan membiarkan apapun yang laki laki ingin lakukan atas tubuhnya. Mungkin ini pengaruh alkohol yang ditenggak Leon,pikir Aleta.
Leon makin tak terkendali. Ia merobek lingerie merah itu. Diangkatnya tubuh Aleta dan dengan kasarnya ia melempar tubuh ramping itu ke atas kasur.
Leon melucuti kain penutup tubuhnya. Tangannya kembali tergerak mengoyak kain transparan milik istrinya itu hingga kini raga sang wanita ayu nampak polos tanpa sehelai benangpun menutupi nya.
Leon membuka paksa dua belah kaki jenjang itu,hingga terpampang lah sebuah lipatan indah di antara dua gundukan daging disana.
Aleta memasang mode awas Leon menatap miliknya itu dengan sorot mata tak terbaca membuat Aleta sedikit takut.
"sayang........" ucap Aleta memanggil sang suami. Leon tak bergerak.
Leon menatap wajah Aleta.
"aku menginginkan mu Aleta ... jangan kecewakan aku...." ucap Leon.
Aleta hanya diam. Lagi lagi, ia mencoba kembali mencerna,apa yang sebenarnya terjadi pada suaminya itu.
"bukannya aku memang milikmu...?" tanya Aleta.
__ADS_1
Leon bergerak.Ia merangkak, mendekatkan wajahnya ke wajah ayu sang istri. Di amati nya wajah cantik milik wanita yang ia harapkan bisa menjadi teman hidupnya hingga tua itu.
"aku nggak tau kamu lagi kenapa.... lakukan apa yang bisa membuat kamu puas. Lepaskan apa yang mengganjal dalam pikiran kamu...." ucap Aleta tanpa menyentuh suaminya.
"aku milikmu tuan..... kau berhak atas aku.... ! aku halal untukmu....!" ucap Aleta. Leon tak bergerak.
Aleta menggerakkan tangannya. Ia merentangkan kedua lengannya, meremas pinggiran ranjang itu.Kakinya juga tergerak, terbuka selebar lebarnya untuk dijelajahi sang suami. Aleta memejamkan matanya, ia mengangkat kepalanya, seolah mempersilahkan Leon untuk melakukan apapun yang ia inginkan pada tubuh moleknya.
Ia tahu Leon berbeda malam ini. Tapi ia tak tau ada sebenarnya. Jika bertanya secara langsung tak mendapatkan jawaban, menyerahkan sepenuhnya atas dirinya adalah jalan yang dipilih Aleta.
Biarlah Leon menuntaskan hasratnya. Melakukan apapun yang ingin ia lakukan padanya. Aleta pasrah..!
Mungkin setelah itu, hati Leon bisa tenang. Pikirannya bisa jernih, dan Leon bisa membicarakan, apa yang sebenarnya mengganjal dalam hatinya itu.
...****************...
Sementara di tempat lain.....
Di sebuah kamar hotel bintang lima,
Seorang wanita yang sudah tak berbusana nampak mendekati pria muda yang kini tengah terduduk di tepian ranjang.
Dengan sebuah benda berbentuk karet melar yang sudah terbuka dari bungkusnya itu, wanita yang menyandang status sebagai istri sah Leonardo Alfindo Ganada tersebut berjongkok di depan pria muda yang sudah tak berbusana itu. Jari jemari lentiknya nampak dengan lincah bergerak naik turun, mengurut sebuah benda mengeras yang kini berdiri tegak menantang tepat di hadapan nya.
Mayang mengangkat satu sudut bibirnya melihat benda itu, dengan tanpa aba aba, ia pun mulai memasangkan benda di tangannya, menyelimuti benda gagah itu hingga ter cover sempurna.
"sepertinya kau sangat menyukai milikku sayang...." ucap Fathur nakal.
Mayang yang duduk tepat dihadapannya hanya tersenyum.
"aku menyukai semua yang ada padamu Fathur....aku akan membuat mu bahagia malam ini....anggap saja ini sebagai ucapan terima kasih ku... karena kau bersedia membantuku..." ucap Mayang.
"ini yang terakhir....jika memang kali ini kau tidak bisa mendapatkan nya....maka berhentilah...lepaskan dia...dan datang lah padaku..." ucap Mayang.
"dia pasti akan jadi milikku....dan aku...akan jadi miliknya....juga milikmu dibelakang nya...." ucap Mayang tanpa dosa
Fathur hanya mengangkat dagunya mendengar ucapan gila wanita itu.
Mayang mulai beraksi. Ia menggerakkan tangannya,meraba telapak kaki,betis, lalu naik sampai ke perut dan dada Fathur. Dengan gerakan sedikit kasar ia mendorong pria itu hingga jatuh ke atas ranjang putih itu.
Mayang naik, menindih pria mudanya itu dan mulai melancarkan aksinya. Membawa Fathur melayang layang menembus surga dunia yang haram ciptaan dua manusia bej*t itu.
...----------------...
***Selamat malam....
__ADS_1
up 21:31
yuk.. dukungan dulu 🥰🥰🥰🥰***