Istri Kedua Tuan Leon

Istri Kedua Tuan Leon
60


__ADS_3

Sarah bangkit dari posisi duduknya..


Wanita berusia empat puluh lima tahun itu berjalan menuju meja kasir tempat dimana tas selempang miliknya berada.


Dengan langkah gontai ia pun membawa tas itu kembali ke sofa ruang tunggu dimana sudah ada Aleta dan Ayu disana.


Wanita itu lantas duduk di sofa, di tengah tengah antara Aleta dan Ayu. Ia lantas membuka tas nya dan mengeluarkan sebuah kalung baja bertuliskan salah satu institusi di negara ini lengkap dengan logonya.


"Al .....ada satu hal yang harus kamu tahu...."ucap Sarah sambil mengusap usap lembut benda yang kini berada di tangan nya itu.


Sarah menatap lurus ke depan dan memulai kisahnya.........


.


.


.


Kisah berawal saat Sarah mulai masuk Sekolah Menengah Atas.


Selayaknya sekolah sekolah pada masa itu, masa orientasi siswa selalu diselenggarakan di tiap tiap sekolah,entah itu SMA ataupun SMP,tak terkecuali sekolah pilihan Sarah.


Memasuki masa orientasi, para anak anak yang baru lulus SMP itu seolah selalu menjadi bulan bulanan aksi perundungan dan senioritas para kakak kelas disana.


Pernah suatu ketika, Sarah yang saat itu tak memakai atribut lengkap di hukum oleh para senior untuk hormat bendera tepat saat mentari sedang teri terik nya.


Sarah si anak penjual kain di pasar yang kebetulan belum memakan sesuap nasi pun hari itu dibuat ambruk lantaran terlalu lelah menjalani hukuman dari para senior nya kala itu. Alhasil,ia pun di larikan ke UKS.


Saat mulai sadar, samar samar ia mendengar suara seorang siswa yang nampak menegur para temannya. Pria kelas tiga yang menjabat sebagai ketua OSIS itu marah lantaran para anggota nya memberikan hukuman tanpa persetujuan nya,terlebih lagi hukuman hormat bendera yang diberikan pada gadis kecil bernama Sarah itu terbilang cukup lama,dua jam...! hingga membuat sang pemilik raga pun pingsan.


Atas nama OSIS, pria yang ternyata bernama Mario itu mendatangi Sarah yang lemah di UKS,ia meminta maaf pada gadis kecil berparas manis itu atas keteledoran nya hingga membuat Sarah ambruk. Kejadian itu,terjadi tepat pada tanggal dua belas,bulan tujuh.


Berawal dari pertemuan di UKS, hubungan keduanya berlanjut, kian hari kian dekat, hingga dua bulan setelah nya, Mario yang kala itu duduk di bangku kelas tiga menyatakan perasaannya pada Sarah yang masih duduk di kelas satu. Tepat ditanggal dua belas bulan sembilan mereka resmi, menjadi sepasang kekasih.


Hari terus berlanjut,bulan dan tahun pun juga berganti.


Setelah lulus SMA, Mario yang merupakan anak seorang yang berada itu memutuskan untuk mengejar cita citanya menjadi seorang prajurit.


Sebagai seorang kekasih yang hanya bisa menemani dan menyemangati, Sarah pun akhirnya harus rela berpisah dengan sang pujaan hati. Tepat di tanggal dua belas bulan delapan, mereke berpisah. Mario pergi ke luar kota untuk mengejar cita citanya, masuk sekolah militer dan menjadi abdi negara.


Hari hari berganti. Rasa cinta tak pernah mati meskipun jarak yang sangat jauh memisahkan keduanya. Belum ada video call pada masa itu, membuat keduanya hanya bisa saling berbalas surat untuk menumpahkan segala kerinduan yang membuncah di antara mereka.


Hingga tibalah di suatu masa saat hubungan asmara mereka sudah terjalin sangat lama.


Mario yang sudah berhasil mengejar cita citanya sebagai prajurit datang kembali ke kota kelahirannya, menemui sang pujaan hati yang sudah sangat lama ia tinggalkan.


Dengan dua belas tangkai lili putih di tangan, Mario mendatangi sang pacar, ia lantas menyampaikan niatannya untuk menikahi wanita cantik pujaan hatinya.


Tentu, Sarah sangat bahagia. Kedua orang tua Sarah yang merupakan penjual kain di pasar pun merestui keduanya.


Namun....nyatanya tidak begitu dengan keluarga Mario. Status sosial menghalangi bahtera cinta mereka yang kadung berjalan sangat lama. Orang tua Mario tak menyetujui, namun Mario keukeuh dengan pendiriannya.


Singkatnya,


aksi ngeyel Mario berbuah manis. Orang tua Mario menyetujui hubungan nya dengan Sarah. Keduanya pun lantas menikah, tepat saat Mario berusia dua puluh tujuh tahun dan Sarah dua puluh lima tahun.


Pernikahan sederhana pun berlangsung tepat di tanggal dua belas. Mereka mengikat janji suci sebagai pasangan suami istri yang saling mencintai. Sarah sama seperti Aleta. Ia menjelma menjadi sosok istri yang begitu patuh dan penurut. Pandai menyenangkan suaminya dan selalu mengutamakan baktinya untuk Mario di atas segalanya.

__ADS_1


Ia bahkan rela berpisah dengan orang tuanya demi mengikuti sang suami pindah ke luar kota dengan alasan pekerjaan Mario.


Dua bulan menikah, sepasang suami istri itu mendapatkan kabar bahagia,Sarah hamil anak pertama...!


Tentu saja kebahagiaan makin di rasakan oleh sepasang suami istri baru itu.


Namun ........


Drama dimulai....


Surat penugasan di turunkan. Mario sang prajurit di tugaskan untuk menjalankan misi perdamaian di negara konflik.


Sulit, berat,namun tak bisa ditolak.


Mario harus rela meninggalkan istrinya yang tengah berbadan dua. Rela jauh dari wanita tersayang dan calon buah hatinya yang baru berusia dua minggu kala itu.


Singkatnya....


Mereka berpisah. Mario pergi bertugas dua tahun lamanya di negara orang. Lagi, pengabdian Sarah sebagai seorang istri diuji. Hamil anak pertama, jauh dari suami, wanita itu tetap berdiri tegar menunggu kepulangan sang suami sambil menjaga calon buah hati mereka yang kini tengah berada dalam kandungan nya.


Beberapa bulan berlalu, saat usia kandungan Sarah baru berusia tiga bulan. Sebuah kabar buruk datang. Seorang yang mengaku perwakilan institusi tempat sang suami mengabdi datang padanya,mengatakan bahwa Mario gugur saat bertugas.


Zionis menyerang markas prajurit, Mario menjadi salah satu korbannya.


Kaget, lemah, tak percaya......


Sang manusia yang mengaku orang institusi itu lantas mengajak Sarah untuk pergi ke ibukota, menjemput jasad sang suami yang gugur sebagai ksatria.


Sarah tak bisa berfikir panjang, ia yang dirundung duka di tengah tengah kehamilan nya hanya menurut saja. Ia mengikuti sang manusia yang tak dikenalnya itu pergi ke ibu kota dengan dalih pengabdian sebagai seorang istri prajurit.


Bodohnya Sarah sebagai seorang wanita awam nan polos. Bukan rumah sakit, bukan markas prajurit tempat manusia yang mengaku utusan institusi itu membawa Sarah pergi. Melainkan....tempat pelacuuran.


Orang tua Mario yang tak menyukainya berusaha menyingkirkan Sarah. Ia menyewa orang untuk menjebak Sarah dan membuang wanita hamil itu ke kubangan lumpur prostitusi.


Sarah yang hamil muda di jual. Dipaksa melayani naffsu para pria pria durjana pengejar naffsu dunia. Si ibu Persit turun kasta. Ia di lempar,di buang ke tempat rendah serendah rendahnya.


Ia yang mengandung anak sang prajurit dipaksa berzina, menggeluti pekerjaan yang sama sekali tak pernah ia inginkan.


Ia tak di izinkan untuk kabur. Sang mucikar* yang sudah bekerja sama dengan orang tua Mario pun seolah mengurung si wanita hamil hingga terlahir lah sang putri cantik, putri hasil buah cinta nya dengan sang prajurit, Aleta Balqis Aqilah.


Lalu bagaimana dengan Mario?


Setelah mengemban tugas selama dua tahun di negara konflik,pria itu pulang kembali ke tanah air. Namun sayang, ia mendapatkan kabar bahwa istri dan calon anaknya tewas saat usia kandungan Sarah baru menginjak tiga bulan. Itu yang dikatakan kedua orang tuanya. Sebuah makam palsu pun bahkan sengaja orang tua nya buat untuk mengelabuhi sang putra.


Tak ada terbersit sedikitpun kecurigaan dalam benak Mario, lantaran memang selama ini setelah menikah keluarga terlihat sudah bisa menerima Sarah. Mario pun percaya saja jika memang si lili putih kesayangan nya sudah tewas beberapa tahun yang lalu bersama calon buah hatinya dalam kandungan.


......................


Sarah mengusap lelehan air matanya...


Aleta terdiam tak bergerak mendengar cerita sang ibu.Ia tak menyangka bahwa nasib percintaan sang ibu begitu memilukan.


"jadi...apa sekarang ayahku masih hidup buk?" tanya Aleta.


Sarah menatap nanar sang putri, ia lantas menggelengkan kepalanya samar.


"ibu nggak tau nak....terakhir yang ibu dengar bahwa pasukan yang dikirim ke daerah konflik itu semua pulang dengan selamat...selebihnya ibu udah nggak tau lagi.."ucap Sarah.

__ADS_1


Wanita itu mengusap lelehan air matanya. Di angkatnya kalung baja bertuliskan logo institusi tempat Mario mengabdi itu. Ia mengarahkan kalung itu ke leher Aleta,lalu mengalungkannya disana.


"ini kalung pemberian ayahmu sebelum dia berangkat bertugas...di bagian belakang kalung itu ada gambar lili putih dan inisial nama kami berdua...hanya itu peninggalan ayahmu yang masih ibu simpan....ibu nggak tau dimana ayahmu sekarang...tapi jika Tuhan mengizinkan kamu bertemu dengan ayahmu....semoga kalung itu bisa menjadi perantara nya...."ucap Sarah berlinang air mata.


Sarah yang sedari tadi tak menyebutkan nama sang suami saat mengisahkan kisah hidupnya itu nampak membelai wajah Aleta....


"Al....kamu bukan anak haram....kamu adalah berlian ibu dan ayahmu...kamu wanita terhormat yang terlahir di tempat yang salah....kamu bukan anak wanita malam nak.....kamu anak prajurit yang terhormat...! kamu terlahir dari benih seorang pejuang....!" ucap Sarah makin banjir.


Aleta sesenggukan sambil mengusap air matanya.Diraihnya kalung baja itu. Sebuah logo institusi di bagian depan,dan sebuah gambar bunga lili dengan tulisan S&M di belakangnya.


Aleta tersenyum getir di sela sela tangisan nya.


Ya.... ternyata ia punya ayah. Ayah yang sah...! ayah biologis...! ayah kandung yang menjadi cikal bakal kehidupan nya. Sarah merahasiakan ini selama bertahun tahun karena ia takut keselamatan Aleta terancam. Sarah tak tau siapa yang menjebak nya hingga bisa masuk ke lembah prostitusi. Ia tak tau siapa yang menyuruh seseorang menyamar sebagai suruhan institusi. Ia hanya berjaga jaga,takutnya jika orang yang seperti nya tak suka padanya itu adalah orang dekat, ia tak mau jika sampai mereka juga mencelakai putri semata wayangnya.


Aleta menatap wajah sang ibu.....


"ibuk...." ucap Aleta.


"iya nak...."jawab Sarah.


"siapa nama ayahku?" tanya wanita itu.


Sarah terdiam.Mulutnya terbuka hendak mengucap sesuatu.


"namanya......................"


.


.


.


.


.


daaaaaggghhhh.....!


"Aleta....!!!"


......................


Bersambung 😁😁


...----------------...


***Selamat pagi......


udah dibuka kan teka tekinya.....


Mario bapaknya Aleta...


Sarah dan Mario berpisah karena kong kali kong dari orang tua Mario dan si mucikari***....


***Sarah nggak tau siapa yang jebak dia....dan dia juga nggak tau kalau ternyata selama ini Mario mengira bahwa dia sudah tewas bersama anak didalam kandungannya.....


Sarah nggak tau kalau ternyata selama ini Aleta sudah berkali kali ketemu sama bapak kandungnya karena memang ia sendiri belum pernah ketemu Mario.....

__ADS_1


Yuk.....dukungan dulu ..kasih yang banyak....🥰🥰🥰🥰***


__ADS_2