Istri Kedua Tuan Leon

Istri Kedua Tuan Leon
94


__ADS_3

Hari berganti hari,


Semua berjalan seperti biasanya.


Pasca terbunuhnya Fathur, Leon masih memerankan perannya sebagai seorang suami sayang istri yang nampak kebingungan mencari sosok sang asisten yang tiba tiba hilang ditelan bumi.


Ia mengerahkan anak buahnya untuk mencari Fathur. Sedangkan Mayang sang tersangka pembunuh pria muda itu pun di buat ketar ketir. Ia takut para anak buah Leon menemukan jasad pria yang sudah ia buang ke sebuah sungai besar di pinggiran kota.


Leon sang produser yang sepertinya juga punya bakat sebagai aktor peran pun tak mau kalah tak tik. Ia yang sebenarnya sudah tau semuanya itu kembali ber akting seolah olah menduga Fathur telah berkhianat. Ia berpura pura memiliki pemikiran bahwa Fathur sengaja bergabung dengan komplotan penjahat lain mengingat kini Leon sudah tak pernah lagi menginjak kan kakinya di meja judi. Membuat mau tak mau, suka tak suka, penghasilan Leon pun merosot drastis.


Ingat kan, Leon bisa menghasilkan uang puluhan juta dalam semalam dari aktifitas perjudiannya. Maka jika Leon berhenti berkecimpung di dunia gelap itu, sudah pasti penghasilan nya merosot tajam.


Hanya rumah produksi nya lah satu satunya mata pencaharian nya saat ini.


Lalu apa dampaknya dari akting Leon yang terus berkepanjangan itu?


Satu ......


Mayang mulai merasa di atas awan. Ia mengira jejak pembunuhan nya tak tercium sama sekali. Ia seolah bisa melenggang bebas menjadi nyonya Leon tanpa gangguan baby boy nya yang kini tinggal kenangan.


Dan yang kedua.......


Aksi pura pura bodoh dari seorang Leon secara perlahan nyatanya berhasil membongkar kedok satu demi satu anak buahnya yang diam diam tak setia padanya.


Peran utamanya ada pada dua anak buah yang dulu ia percayai untuk menjaga Aleta di toko bunga, Bono dan Yogi. Mereka pelan tapi pasti mengajak para anak buah Leon untuk berkhianat. Mereka yang tak tau tentang apa yang sebenarnya terjadi pada Fathur mengira bahwa laki laki itu memang sudah mbalelo. Ia hengkang dari istana Leon dan bergabung dengan komplotan lain. Hal itu makin di perkuat dengan kemunculan seorang laki laki yang beberapa hari terakhir sering menemui Bono dan mengatakan bahwa Fathur sudah bersama bos nya di markas mereka.


Bono dan Yogi pun percaya saja.Mengingat sepertinya masa kejayaan Leon sudah mulai habis. Semenjak di tinggal Aleta laki laki itu sudah tak segarang yang dulu. Lebih banyak diam, jarang melakukan aksi aksi yang mengerikan, melupakan perjudian, tidak main perempuan dan lebih sibuk dengan pekerjaan nya sebagai produser serta istri pertama nya.


Hal itu lah yang menjadikan Bono dan Yogi mantap untuk pindah haluan. Mereka bahkan menyanggupi saat si pria yang mengaku utusan salah satu sindikat perjudian dan mafia kelas kakap itu mengatakan untuk menghasut lebih banyak lagi anak buah Leon dan kalau bisa lakukan pemberontakan, bunuh Leon sebelum bergabung dengan komplotan mereka, maka imbalan yang besar akan mereka dapatnya.


Jaman sekarang siapa sih yang tak tergoda dengan iming iming uang dan materi....?


Terlebih lagi orang orang seperti Bono dan Yogi....


Mereka pun menyanggupi permintaan si laki laki. Mereka merekrut banyak anak buah Leon,bahkan bukan hanya yang dulu menjaga Aleta saja, namun nyatanya lebih banyak lagi. Mereka banyak yang terhasut untuk berkhianat pada pria itu meskipun tak semuanya.


Berbagai tak tik mereka susun, dan sesuai kesepakatan, malam ini, mereka akan berangkat ke sebuah pulau guna menuju markas komplotan penjudi itu. Mereka akan datang untuk menanyakan perihal kesepakatan dan rencana pemberontakan besar besaran serta pembunuhan pada seorang Leonardo Alfindo Ganada.


Mampukah mereka??

__ADS_1


...****************...


Malam ini......


Sepasang suami istri serta seorang wanita paruh baya nampak turun dari mobil super mewah berharga fantastis yang menjadi tunggangan mereka.


Dengan tampilan mewah, mahal dan meyakinkan, Leon, Mayang, dan Renata nampak berjalan menuju sebuah gedung tempat dimana sebuah pesta ulang tahun seorang pria pengusaha kaya raya dan tersohor di negara itu di gelar.


Tamu tamu undangan yang hadir pun juga bukan tamu tamu sembarangan. Mereka adalah manusia manusia kelas atas yang terpandang.


Renata nampak begitu bahagia. Inilah kelas yang cocok untuknya. Sekumpulan kaum elite dengan pundi pundi dolar dan rupiah yang tak akan habis meskipun di belanjakan dan di hambur hambur kan tiap hari nya.


Wanita itu langsung melenggang pergi, berbaur dengan para tamu undangan lain, menjelma sebagai kaum sosialita tingkat bersama ibu ibu lain yang nampak tak kalah glamour dari penampilan nya.


Leon hanya tersenyum, ia yang kini menggandeng tangan Mayang pun berjalan, mendekati ayah dan ibu Mayang yang nampak berbaur dengan para tamu undangan lainnya.


"pa......" ucap Mayang.


Seorang pria paruh baya berambut rapi, posturnya tinggi besar dengan perut yang sedikit buncit khas pria pria mapan nampak berbalik badan.


Ya ...itu tuan Baskara, ayah kandung Mayang, sedangkan di sampingnya nampak berdiri seorang wanita paruh baya yang masih terlihat cantik, Rinjani, ibunda Mayang.


"happy birthday pa...." ucap Mayang sambil memeluk ayah tercintanya itu.


Baskara pun menyambut pelukan tersebut tak lama kemudian melepaskan nya


"pa.... selamat ulang tahun...." ucap Leon sambil melakukan hal yang sama, memeluk laki laki itu.


"terimakasih nak....papa senang kalian datang....." ucap tuan Baskara.


Mayang dan Leon hanya tersenyum.


Tuan Baskara terlihat bahagia, akhirnya kini Leon dan Mayang bisa akur lagi.


Yang ia dan istrinya tahu selama ini, Mayang begitu sangat menyayangi Leon, ia bahkan rela menunggu enam tahun lamanya, setia menanti luluhnya hati seorang Leonardo Alfindo Ganada.


Dan akhirnya, kini Tuhan menjawab doa doa putri tercintanya itu.


Pesta terus berjalan......

__ADS_1


Makin malam, perkumpulan para manusia manusia kelas itu makin terasa ramai saja di datangi satu persatu tamu undangan, hingga......


Leon terdiam.


Seorang tamu datang. Laki-laki paruh baya berperawakan militer yang terlihat gagah dengan balutan jas dan kemeja membingkai tubuh atletisnya. Sedangkan di belakang nya, seorang pria berusia hampir sama dengan Leon nampak setia mengikuti kemanapun laki laki di depannya itu melangkah.


Ya....itu adalah salah satu tamu istimewa tuan Baskara malam ini, seorang jenderal bintang tiga yang juga merupakan seorang pembisnis sukses, Mario, dan ajudannya, Sean...!


Leon terlihat tenang saat Mario mendekat ke arahnya dan para keluarga lain berkumpul.


Mario datang memberi ucapan selamat untuk Baskara yang kini tengah berulang tahun. Kedua pria itu bahkan terlihat akrab.


"selamat ulang tahun tuan...." ucap Mario pada Baskara yang ternyata adalah salah satu relasi bisnis nya itu.


Baskara tersenyum.


"pak jenderal...!! terima kasih sudah datang...!" ucap Baskara.


Mayang mengernyitkan dahinya.


Papanya kenal dengan laki laki yang beberapa kali pernah berjumpa dengan Aleta itu? pikir Mayang.


Dua pria paruh baya itupun terlibat perbincangan ringan, Leon yang berdiri di samping Baskara hanya diam sambil sesekali memperhatikan wajah sang jenderal yang terlihat begitu bugar dan cerah. Aura positif terpancar dari wajahnya seolah menggambarkan kebahagiaan yang kini menaungi kehidupan nya.


Andai tak ada orang, ingin sekali ia bertanya, apa kabar Aleta?


Tapi sepertinya itu tidak mungkin dilakukan, mengingat kini Leon tengah dalam mode akting guna melancarkan misinya menyingkirkan para kutu pengganggu yang tersebar di sekitarnya.


...----------------...


Dipotong dulu ya.....


karena adegan ini akan sangat panjang kalo dijadiin satu bab,


biasanya kalau kepanjangan review nya juga lama..


jadi akan di jadikan beberapa bab.....


yuk.... dukungan dulu 🥰🥰😘😘

__ADS_1


__ADS_2