Istri Kedua Tuan Leon

Istri Kedua Tuan Leon
70


__ADS_3

Siang menjelang.....


Di rumah petak milik wanita malam itu...


Sang tamu sudah pergi, kini di ruang tengah rumah sederhana itu, seorang wanita berpenampilan seksi dengan luka merah bekas gigitan sang supir truk di sekujur tubuhnya nampak duduk di atas karpet salah satu ruangan di rumah tersebut sambil menyaksikan siaran infotainment yang menyiarkan berita tentang artis artis ternama negara ini.


Dengan sebatang rokok di tangan dan secangkir kopi hitam di hadapannya, wanita itu nampak asyik menikmati waktu senggangnya sebelum nanti ia akan kembali ke wisma untuk bekerja.


Ceklek....


pintu kamar tamu terbuka...


Sarah datang dari dalam kamar itu sambil mengikat rambut sepunggungnya.


"eh Sar.....sini....udah makan belum? aku pesenin makan ya...." ucap Ayu.


Sarah duduk di sofa di samping Ayu.


"nanti aja...." ucap ibunda Aleta itu.


"Aleta mana?" tanya Ayu.


"dia tidur Yu...." ucap Sarah.


Ayu meringsut mengubah posisi duduknya menghadap sahabatnya itu.


"Sar.....kamu belum cerita sama aku.... sebenarnya kalian ini kenapa? dan dikejar kejar sama siapa?kenapa wajah Aleta jadi bonyok begitu?" tanya Ayu.


Sarah menunduk, air matanya kembali menetes. Wanita itupun mulai menceritakan kisahnya dan sang putri. Tentang perlakuan Leon yang tiba tiba kembali kasar empat hari yang lalu. Ke salah pahaman antara sepasang suami istri, dimana Aleta di tuduh berkhianat dan menunda kehamilan nya padahal itu salah, tidak benar sama sekali. Entah dari mana datangnya pemikiran picik Leon itu. Darimana pria itu bisa menyimpulkan hal yang sama sekali tak pernah Aleta lakukan.


Ayu nampak syok mendengar penuturan sahabat nya itu. Ia kira kehidupan Aleta sudah sempurna, sudah sangat bahagia memiliki seorang suami tampan dan kaya raya dengan segala kemewahan yang menyelimuti kehidupan nya.


Tapi ternyata ia salah...!


Aleta menderita di tangan pria itu. Kini ia hancur, fisik dan batinnya. Ia harus kabur kaburan...! menjauh dari laki laki itu dan terombang ambing dengan sang ibu tanpa arah dan tujuan.


Ayu syok di buatnya..! sungguh... sesuatu yang tak pernah ia duga sebelumnya.


"aku nggak nyangka Sar....ternyata seperti itu kehidupan anak kamu sama suaminya...." ucap Ayu.


"sebenarnya akhir akhir ini hubungan mereka udah membaik Yu....buktinya Leon sampai mau memberikan sebuah toko bunga untuk kami...tapi aku nggak tau.. kenapa tiba tiba Leon berubah. Dia nuduh Aleta sengaja minum pil KB dan berkhianat dengan berhubungan sama salah satu pelanggan kami...padahal itu nggak bener sama sekali Yu...." ucap Sarah.


Ayu diam sejenak sambil menghisap rokok di tangannya.


"jangan jangan ada yang hasut atau ngasih laporan palsu ke menantu kamu..." ucap Sarah.


Sarah sesenggukan.


"aku nggak tau Yu..... kami di dalam kehidupan Leon hanya dianggap sampah yang dipungut suami Aleta itu...seolah olah kami itu nggak ada harganya sama sekali...bisa di injak injak seenak mereka..." ucap Sarah pilu.


Ayu menghela nafas panjang. Ia seolah merasa iba, ikut merasakan sakit hati yang dua wanita ini rasakan. Walau bagaimanapun, Sarah adalah sahabat nya, dan Aleta sudah ia anggap seperti anak sendiri. Ia benar benar merasa taj terima dengan perlakuan yang laki laki itu lakukan pada Aleta.


"Yu.....boleh aku minta tolong sekali lagi sama kamu...?" tanya Sarah sambil menyentuh punggung tangan Ayu.


"minta tolong apa?" tanya Ayu sambil meraih tangan Sarah dan meremaasnya lembut seolah memberi dukungan.


"kenalin aku sama salah satu pelanggan kamu yang seperti tadi....." ucap Sarah.

__ADS_1


Ayu mengernyitkan dahinya.


"maksud kamu...?" tanya Ayu.


"ya....kayak yang tadi sama kamu...! aku butuh tumpangan Yu....aku mau pergi dari kota ini sama Aleta.... kalau aku pakai bis, kereta atau yang lainnya, aku takut anak buah Leon menyebar di sana dan mereka akan menemukan kami..." ucap Sarah.


"Sarah...kamu gila ya?!" tanya Ayu tak habis pikir.


"tolong Yu....aku butuh tumpangan....aku akan membayarnya dengan tubuhku yang penting Aleta selamat....! aku nggak mungkin selama nya sembunyi disini, Leon bisa menemukan kami cepat atau lambat....aku nggak mau dia kembali lagi sama laki laki itu Yu.....tolong....udah cukup anakmu menderita.....aku harus bawa dia pergi dari kota ini Yu...." ucap Ayu mengiba.


"tapi bukan gini caranya Sar....! udah bener kamu keluar dari pekerjaan kotor ini...ini malah kamu mau balik lagi..." ucap Ayu tak setuju.


"terus aku harus gimana Yu....aku nggak punya pilihan lain....aku butuh bantuan mereka buat ngasih aku tumpangan... tolong Yu....." ucap Sarah sambil sesenggukan. Sungguh... wanita itu seolah sudah buntu..! ia tak tau harus bagaimana lagi..! ia hanya ingin pergi dari kota ini sekarang..! itu saja...!


Ayu meringsut. Dipeluknya sahabat nya itu. Sarah menangis sejadi jadinya di dalam dekapan sang sahabat. Seolah ia ingin menumpahkan segala kesedihan yang ia pendam selama ini.


Tanpa keduanya sadari. Didalam kamar tamu itu, Aleta lebih sesenggukan lagi. Begitu besar pengorbanan seorang ibu. Kasih wanita itu untuknya benar benar tiada batas. Apapun Sarah lakukan untuk kebahagiaan Aleta. Semua ia berikan, semua ia korbankan hanya untuk ketenangan dan keselamatan anak semata wayangnya itu.


...****************...


Sementara di tempat terpisah......


Di sebuah rumah mewah,


Seorang pria berseragam loreng loreng khas prajurit nampak keluar dari rumah mewahnya di susul sang ajudan di belakangnya. Hari ini, mereka akan menghadiri pelantikan prajurit prajurit baru.


Sean sang ajudan membukakan pintu mobil untuk sang jenderal. Laki laki paruh baya itupun bersiap masuk ke dalamnya. Namun tiba tiba ....


Mario sang jenderal menghentikan pergerakan nya.


"Sean...." ucap Mario.


"siap jenderal..." ucap Sean.


Sean menoleh ke arah mobil tersebut. Entah mengapa tiba tiba Mario ingin pakai mobil itu.


Sean menurut.


"siap jenderal..." ucap Sean.


Laki laki tiga puluh lima tahunan itu lantas segera menuju ke dalam rumah untuk mencari kunci mobil yang di tunjuk Mario. Ia kemudian membawa mobil itu mendekati Mario. Ia turun dari kursi kemudi dan membukakan pintu untuk laki laki tersebut.


Mario masuk ke dalam kendaraan roda empat itu sambil memainkan ponselnya. Sean masuk ke dalam kursi kemudi dan segera menyalakan mesinnya.


Mario selesai dengan ponselnya, ia lantas mengangkat kepalanya yang tertunduk. Lalu....


"tunggu.....!!!" ucap Mario tiba tiba membuat Sean yang hendak melajukan mobil itupun kaget di buatnya.


Sean menoleh ke arah atasan nya.


"ada apa jenderal?" tanya Sean.


"itu apa?" tanya Mario sambil menunjuk ke arah sebuah kalung baja yang tergantung di spion dalam mobil itu.


"ini? kalung jenderal....saya menemukan nya di depan toko bunga Aleta...mungkin milik Aleta atau ibunya, bu Sarah yang terjatuh..." ucap Sean.


Mario tersentak

__ADS_1


"siapa?" tanya Mario memperjelas.


"Aleta..." jawab Sean polos.


"bukan..! nama ibunya...!" ucap Mario mulai terlihat tegang.


"ibu Sarah...." ucap Sean lagi dengan wajah begitu polos dan bingung.


Mario mematung dengan mulut terbuka.


Sarah?


"be....itu....berikan padaku...!!" ucap Mario memburu meminta kalung baja tersebut.


Sean yang masih bingung pun hanya mengangguk saja.


Di raihnya kalung tersebut dan diserahkan kepada sang jenderal.


Mario menerima nya dengan tangan gemetar. Sebuah kalung baja dengan bandul sebuah logo institusi tempatnya mengabdi. Ia kemudian membalik bandul pipih tersebut. Dan.......


.


.


.


.


.


.


.


Duuuuuuuaaaaaarrrrrr......!!!


Bak tersambar petir di siang bolong...! Sebuah gambar lili putih dengan inisial S&M di bawahnya terpampang nyata disana.


Ia masih sangat ingat dengan kalung seperti itu. Benda yang sama seperti yang ia kalung kan ke leher wanita hamil yang dulu di tinggalkan nya sebelum bertugas ke negara konflik.


Sebuah kalung yang seolah menjadi saksi betapa mereka sangat saling menyayangi. Saling menjaga perasaan mereka meskipun jarak ribuan kilometer membentang memisahkan keduanya.


Tapi bukankah sang pemilik kalung sudah pergi untuk selama lamanya? meninggalkan dirinya dan membawa serta sang buah hati menghadap Sang Maha Kuasa..? Tapi kenapa kalung ini ada disini ? di kota ini ? di depan sebuah toko milik......................


Aleta??


Mario sesak. Ada apa ini sebenarnya??


...----------------...


***Selamat pagi....


up 05:16


yuk ... dukungan dulu 🥰🥰🥰🥰***


mampir juga di karya author yang lain 🥰🥰

__ADS_1



__ADS_2