Istri Kedua Tuan Leon

Istri Kedua Tuan Leon
182


__ADS_3

Hari terus berganti, bulan pun ikut berganti,


kehidupan anak manusia di bumi pun juga terus berjalan seperti yang seharusnya. Kian hari, kandungan Aleta pun kian membesar. Tanggal perkiraan kelahiran sang calon penerus pun juga makin dekat saja.


Sebagai seorang wanita yang hamil tua, wanita itupun mulai merasakan malas dan mudah lelah seperti yang lazim terjadi pada seorang ibu hamil yang mendekati tanggal perkiraan kelahiran.


Hal itupun tentu membuat Leon sebagai suami siaga sekaligus penanam benih yang kini terus bertumbuh besar di perut wanita cantik itupun makin protektif pada sang istri.


Aleta yang memang sudah beristirahat dari dunia hiburan semenjak di nyatakan hamil itu kini seolah sudah tak di izinkan bepergian keluar rumah jika tak penting penting amat. Meskipun ada Wanda yang siap menjaga Aleta dua puluh empat jam, nyatanya hal itu tak membuat Leon sepenuhnya percaya. Aleta hanya boleh pergi pergi jika ada Leon di sampingnya, selebihnya, Leon tidak mengizinkan...!


Berbeda dengan Leon dan Aleta, berbeda pula dengan Bayu dan Wanda.


Kurang lebih sembilan bulan sudah masa pendekatan yang Bayu lakukan sejak pertama kali ia bertemu Wanda pasca kepulangan Aleta dari rumah sakit. Kini, kian hari hubungan mereka kian mendapatkan perkembangan. Keduanya sudah cukup dekat saat ini. Mereka beberapa kali kerap saling berbalas pesan. Bahkan kini Bayu mulai berani mengajak Wanda untuk pergi keluar jika wanita itu sudah selesai jam tugasnya. Atau pergi berdua dengan alasan tugas dari Leon. Mengingat pria berjambang lebat itu juga cukup mendukung hubungan antara bodyguard istrinya dan asisten pribadi nya tersebut.


Dan malam ini,


di sebuah kamar mewah milik sepasang suami istri yang saling mencintai tersebut.


Wanita dengan perut yang kian terlihat membesar itu nampak tiduran di atas ranjangnya dengan perut sang suami sebagai bantalnya. Dalam kondisi tubuh tak berbusana, Aleta nampak begitu usil menyentil beberapa kali benda tegak menantang di hadapannya. Leon yang rebahan nampak mendengus kesal di buatnya.


Nafsunya sudah di ubun ubun. Tapi sejak tadi Aleta tak kunjung memulai aksi panasnya. Ia justru terlihat kegirangan bermain main dengan sang jagoan yang sudah begitu ingin menuju sarang ternyaman nya.


Leon melongok ke arah sang istri lagi.


"Aleta...! kamu ngapain??!" tanya Leon tak habis pikir.


Aleta tak merubah posisinya. Di tatapnya benda besar dan panjang itu. Jari jemarinya nampak bermain main di sana. Menyentil, sesekali menggerakkan jari telunjuk dan tengahnya seolah seperti dua kaki yang berjalan naik turun mendaki batang kekar itu.


"Aleta..!" ucap Leon lagi.


Aleta terkekeh.


"apasih? orang aku cuma pengen main main doang..!" ucap Aleta santai.


"yaudah, buruan kalau gitu..!" ucap Leon lagi.


"sabar dong..!" jawab Aleta kamudian.


Wanita itu lantas mengubah posisi tubuhnya. Leon membuka kedua belah pahanya, meminta Aleta untuk duduk di sana dan bersiap dengan posisinya.


Aleta bersimpuh di antara belah kaki sang suami. Di sentuh nya benda panjang itu dengan lembut lalu mulai menggerakkan tangannya naik dan turun.


Naik lagi, turun lagi,


naik lagi,


..


..


..


buuuuuggghhhh.......


Aleta menjatuhkan tubuhnya.


Leon reflek menatap sang istri yang kini kembali tiduran di samping kakinya.

__ADS_1


"kamu kenapa?" tanya Leon lagi.


"maleeeesss....!!" ucap Aleta lagi.


"Astaga, Aleta...!!" ucap Leon lagi.


Entahlah, akhir akhir ini Aleta memang sangat malas. Lebih malas dari saat awal awal kehamilannya. Ia jadi lebih mudah lelah, gampang emosi dan seolah tak pernah memiliki semangat.


Leon menghela nafas panjang. Ia pun bangkit dari posisinya yang rebahan.


"kamu situ gih...!" ucap Leon meminta berpindah posisi.


Aleta pun hanya menurut. Wanita itu merebahkan dirinya di atas kasur dengan bantal sebagai sandaran Kepalanya. Leon yang sudah tak berbusana pun mendekatkan wajahnya pada perut buncit yang sesekali nampak bergerak gerak akibat pergerakan kaki dan tangan dari si mungil di dalam sana.


Di kecup nya perut itu lembut.


"sehat sehat anak papa" ucapnya lembut membuat Aleta tersenyum mendengarnya.


Leon mendongak. Ia tersenyum ke arah sang istri.


"boleh jenguk dedek bayi?" tanya Leon lagi.


Aleta mengangguk.


Pria berjambang itupun kembali memulai aksinya. Dan malam pun berlanjut dengan adegan panas yang di lakukan oleh si ibu hamil dan sang suami tercinta nya.


...****************...


Sementara di tempat terpisah,


Di luar gerbang istana megah pak jenderal.


"makasih ya, makan malamnya.." ucap wanita berambut sebahu yang nampak anggun dengan dress hitam panjang tanpa lengan tersebut.


Sang pria berkacamata itu nampak menyunggingkan senyuman termanisnya.


"sama sama. Makasih juga udah mau nemenin aku malam ini. Sebagai satu satunya temen aku" ucap Bayu.


Wanda terkekeh.


"kayak kamu nggak punya temen lain aja..!" ucap Wanda.


Bayu tersenyum. Dijatuhkannya kepalanya ke sandaran kursi kemudi itu.


"ada sih, beberapa. Temen kerja. Teman bisnis. Tapi teman yang deket banget gitu nggak ada." ucap Bayu.


"sahabat pasti punya dong. Temen deket. Yang bisa di ajak curhat, walaupun cuma satu.." ucap Wanda.


Bayu menoleh ke arah wanita itu, tersenyum, lalu menggeleng kan kepalanya.


"aku itu nggak bisa bergaul. Lebih suka kerja, kalau libur ya di rumah. Keluar lebih suka sendiri dari pada ama banyak orang. Jarang curhat sama orang karena nggak bisa ngomong kalau mau curhat kata katanya nggak keluar. Jarang nyapa, jarang ngobrol, nggak bisa basa basi sama orang lain. Orang kalau nggak kenal aku pasti mikir aku sombong. Padahal ya cuma karena nggak bisa terbuka aja kalau sama orang.." ucap Bayu.


Wanda tersenyum,


"introver..!" ucap Wanda.


"mungkin.." jawab Bayu.

__ADS_1


Wanda tersenyum lagi.


"terus kenapa mau ngajak aku keluar kalau kamu susah deket sama orang?" tanya Wanda lagi.


Bayu tersenyum.


"karena aku pengen deket sama kamu" ucapnya begitu jujur tanpa ada yang di tutup tutupi.


Wanda terdiam.


"umurku udah matang. Bukan waktunya lagi untuk PDKT dan gombal gombalan kayak ABG jaman sekarang. Jujur, aku mendekati kamu karena aku tertarik sama kamu. Aku memang nggak bisa gampang deket sama orang, tapi saat lihat kamu, aku pengen bisa deketin kamu." ucap Bayu membuat suasana tiba tiba hening.


Wanda diam tak bergerak.


"itu juga alasan nya, kenapa aku butuh waktu lama melakukan pendekatan sama kamu. Aku ingin kita mengenal lebih jauh satu sama lain. Sembilan bulan kita dekat, aku mulai yakin bahwa keputusan ku mendekati kamu bukanlah sesuatu yang salah. Aku merasa nyaman sama kamu" ucap Bayu.


Wanda masih diam. Bayu menegakkan posisi duduknya. Di raihnya tangan berkulit sawo matang itu dan di remasnya lembut


"Wanda, aku sayang sama kamu..." ucap Bayu menggantung namun berhasil membuat Wanda diam dengan jantung berdegup kencang.


"will you marry me?" tanyanya lagi.


Wanda masih tak bergerak.


"maaf, aku nggak bisa romantis. Aku cuma bisa bilang kayak gini di mobil. Nggak ada persiapan apa apa pula..!" ucap Bayu lagi


Wanda tersenyum manis.


"tapi aku mau kok" ucap wanita itu kemudian membuat Bayu mendongak ke arah nya.


"aku mau jadi istri kamu. Aku juga butuh teman untuk mengobati luka ku. Aku butuh teman hidup. Dan aku mau itu kamu.." ucap Wanda.


Bayu tersenyum. Ingin rasanya ia melompat saat itu juga namun ia tahan.


"ini beneran?" tanya Bayu.


Wanda mengangguk.


"tapi, pekerjaan ku kayak gini. Aku bukan wanita feminim yang bisa tiap hari di rumah mengerjakan tugas tugas nya sebagai ibu rumah tangga"


"aku seorang prajurit. Aku seorang abdi negara. Apa kamu mau menerima aku dan pekerjaan ku?" tanya Wanda.


Bayu tersenyum.


"kalau aku sudah memilih kamu. Sudah mencoba mengenal kamu berbulan bulan lamanya, itu artinya aku memang sudah siap akan hal itu. Aku menerima kamu dengan segala hal yang melekat dalam diri kamu. Apapun itu.." ucap laki laki berkacamata tersebut membuat Wanda tersenyum lebar.


Kedua anak manusia itu nampak bahagia. Mereka saling menguatkan genggaman tangan mereka seolah ingin menunjukkan betapa keduanya sangat saling berbahagia. Perjuangan Bayu tak sia sia. Wanda menerima cintanya. Kini mereka resmi menjadi pasangan kekasih.


Bukan hanya kekasih, tapi calon suami istri. Bayu tidak mencari pacar. Ia mencari istri. Dan Wanda yang memang sempat gagal dalam berumah tangga pun memutuskan untuk bersedia membuka hatinya lagi. Menerima Bayu sebagai penawar atas sakit hatinya dulu dan bersedia untuk menjadikannya pasangan hidup.


...----------------...


up 18:11


mungkin besok adalah episode terakhir.


Jadi sebelum end, yuk, kasih dukungan sebanyak-banyaknya...

__ADS_1


🥰🥰🥰🥰🥰


__ADS_2