
Malam makin larut. Sebuah mobil mewah nampak memasuki area halaman salah satu rumah mewah milik Leonardo Alfindo Ganada.
Wanita yang baru saja bertemu dengan pemuda pemuas naffsu nya itu nampak keluar dari dalam kendaraan bernilai fantastis itu. Dengan penampilan glamor sama seperti saat ia keluar dari rumah itu, Mayang berjalan menjauh dari mobilnya dan bergegas masuk ke dalam istana megah milik suaminya.
Namun tiba tiba, fokus matanya tertuju pada sebuah kendaraan mewah yang terparkir tak jauh dari mobilnya. Sebuah mobil sport mahal yang ia kenali adalah salah satu mobil milik Leon.
Laki laki itu ada disini?
Ia pulang?
Mayang berbinar.,..!
Dengan segera ia berlari menuju pintu utama rumah mewah itu. Wajahnya nampak bahagia, setelah berbulan bulan tak pulang akhirnya kini Leon menginjak kan kakinya lagi di istana nya itu.
cekleek.....
pintu rumah dibuka tanpa permisi.
"ma...! mama....!!" ucap Mayang tergesa gesa.
Renata datang dari ruang tengah dengan sorot mata bahagia.
"ma.....mas Leon pulang...?" tanya Mayang.
Renata tersenyum sambil mengangguk.
"dia lagi kacau....udah samperin sana cepetan....hibur dia..." ucap Renata tak kalah berbinar.
Mayang mengangguk. Dengan segera ia pun mengayunkan kaki menapaki anak tangga menuju lantai dua kediaman mewahnya.
Wanita itupun segera menuju kamar pribadi nya.
ceklekk.....
pintu terbuka.....
Mayang masuk ke dalam kamar itu. Dilihatnya disana Leon nampak duduk diam di tepi ranjang. Matanya menatap lurus ke depan tanpa suara.Gurat kesedihan terlihat jelas dari wajahnya, seolah menyimpan luka yang teramat sangat pedih nan pilu.
Mayang mencoba menyembunyikan raut bahagianya. Ia tau saat ini Leon pasti sangat rapuh lantaran di tinggal pergi wanita itu. Ini saatnya untuk dia menunjukkan rasa cinta dan perhatian nya untuk Leon. Ia harus terlihat bersedih saat melihat laki laki itu hancur. Meskipun dalam hatinya ia bersorak kegirangan.
Mayang melangkah tenang mendekati Leon yang kacau. Ia duduk di samping pria itu. Di tatap nya lembut wajah sang pria. Tangan lentiknya itu tergerak menyentuh pundak Leon yang lemah.
"mas...." ucap Mayang selembut mungkin.
Leon tak bergerak.
"kamu kenapa?" tanya Mayang seolah ingin memberi perhatian.
Leon tak langsung menjawab. Ia diam sejenak, menatap nanar kearah depan seolah membayangkan sesuatu.
"dia pergi meninggalkan ku..." ucap Leon pedih.
Mayang diam diam mengulum senyum.
__ADS_1
"ya....aku sudah mendengarnya....aku turut prihatin mas..... ternyata dia bermain dengan banyak pria di belakang mu...." ucap Mayang.
Leon masih memasang mode sedih.
"padahal aku sangat berharap padanya...." ucap Leon
Mayang mengangkat dagunya.
"Tuhan sudah baik menunjukkan siapa dia yang sebenarnya mas....kamu masih beruntung... Tuhan membuka kedoknya sebelum kamu tersesat lebih jauh lagi." ucap Mayang.
Leon menunduk.
"aku tidak punya siapa siapa lagi" ucap Leon.
"siapa bilang....? kamu masih punya aku mas..! aku istrimu...dari dulu sampai sekarang aku masih setia sama kamu...! aku nunggu kamu dari dulu, sayang...." ucap Mayang seolah ingin menunjukkan bahwa ia lah wanita setia itu. Wanita yang masih bertahan di sisi Leon meskipun ia sama sekali tak pernah dianggap oleh pria itu.
Leon menoleh ke arah Mayang.
"apa kau akan mengkhianati ku lagi seperti dulu?" tanya Leon.
"aku sangat takut sakit hati lagi, Mayang" ucap Leon
Mayang tersenyum manis.
"hal itu adalah sebuah kebodohan yang masih aku sesali bahkan sampai saat ini mas...."
"aku bodoh karena aku dulu mengkhianati mu demi laki laki lain. Padahal kamu sudah sangat sempurna untuk ku...tapi aku malah berkhianat..."
"aku minta maaf mas...aku salah...aku janji aku nggak akan pernah melakukan nya lagi...kita bisa mulai semua dari awal mas....lupain wanita murahan itu. Dia nggak pantas buat kamu...dia anak seorang pelaacur, sudah pasti ia akan meneruskan jejak ibunya..."
"kau mau memulai semua nya dari awal denganku?" tanya Leon.
Mayang mengangguk bahagia.
"meskipun aku sudah pernah mengabaikan mu sekian lama?"
Mayang mengangguk lagi.
"kenapa?" tanya Leon.
"karena aku sayang kamu mas....aku sudah menunggu selama bertahun tahun untuk hari ini. Aku nggak pernah berhubungan dengan laki laki manapun selama pernikahan kita. Aku menjaga cintaku cuma buat kamu mas...berharap suatu saat kamu akan mau memaafkan aku dan memulai semua nya dari awal dengan ku" ucap Mayang.
Leon tersenyum...
"aku akan mencobanya sekarang. Kita mulai dari awal..." ucap Leon.
Mayang berbinar.
"benar mas?"tanya Mayang.
Leon mengangguk.
"apa kau mau?"
__ADS_1
Mayang mengangguk bahagia.
"tentu saja aku mau mas...ini hal yang paling aku tunggu tunggu sejak lama...." ucap Mayang.
Wanita itu kemudian memeluk laki laki berbadan tegap itu sangat erat seolah ingin menunjukkan betapa ia sangat mencintai laki laki itu.
Tak sia sia usahanya dan mertuanya membayar mahal sekelompok preman untuk mencari tau latar belakang Aleta. Menggoda Fathur untuk membantu menjebak Aleta serta membayar para anak buah Leon untuk berkhianat pada pria itu.
Semua sukses. Mayang mendapatkan laki laki itu akhirnya. Ia lah pemenangnya...! Aleta kalah...! wanita itu kalah dari Mayang sang istri pertama...!
Leon hanya diam tak bereaksi.
"aku akan membuat kamu bahagia mas....aku janji..." ucapnya sambil terus memeluk erat wanita itu.
Cukup lama Mayang melakukan nya. Sedangkan Leon hanya diam tak beraksi sama sekali.
Mayang melepaskan pelukannya. Berdekatan dengan laki laki tampan itu seolah kembali membangkitkan nafffsu birahi nya yang tinggi. Ia lantas menangkup wajah berjambang itu, mendekatkan wajahnya dan berniat untuk mencium bibir pria yang sudah sangat lama ia rindukan itu.
Alih alih membiarkan Mayang melakukan nya, laki laki itu justru menghindar, menjauhkan wajahnya dari Mayang yang sepertinya mulai agresif itu.
"kenapa mas?" tanya Mayang sedikit kesal.
"maaf, aku belum siap....aku hanya ingin tidur satu ranjang saja denganmu malam ini, temani aku...tapi jangan meminta lebih...aku masih belum siap, Mayang...." ucap Leon.
Mayang menghela nafas panjang.Kesal sebenarnya, tapi ya sudah lah, yang penting Leon sudah mau pulang dan menemuinya. Itu sudah suatu kemajuan yang sangat luar biasa bukan?
Mayang mencoba tersenyum.
"ya udah ....aku ngerti....aku temenin kamu tidur ya...." ucap Mayang.
Leon hanya mengangguk.
Sepasang suami istri itupun naik ke atas ranjang. Mereka berbaring di atas kasur empuk itu dan mengenakan satu selimut yang sama untuk keduanya.
Mayang yang terlihat sangat bahagia itupun meringsut, memeluk laki laki itu dengan erat dan mulai memejamkan matanya.
Leon menatap wanita itu. Tangannya tergerak mengusap lembut pucuk kepala wanita tiga puluh lima tahun tersebut.
namun......
Wajah sendu itu mendadak hilang tak berbekas. Berganti dengan seringai tajam mengerikan yang penuh dendam dan amarah.
Di lihatnya wajah dengan mata terpejam itu sambil terus di usap lembut di pucuk kepalanya.
"*kau masih menjaga cinta mu hanya untukku? tidak berhubungan dengan laki laki lain selain aku? dasar wanita ular...." batin Leon berucap
"baiklah sayang....kita mulai permainan kita...kita lihat, bagaimana caramu mengakhiri drama menjijikkan yang kau buat sendiri....jika kau bisa bersandiwara dengan begitu apik....maka aku juga bisa, kita lihat, siapa yang akan bertepuk tangan setelah ini...." batin pria itu lagi*.
...----------------...
****Selamat pagi...
up 06:21
__ADS_1
yuk.... dukungan dulu 🥰🥰🥰🥰🥰****