
‼️Bab ini bisa di skip aja karena tidak pada tempatnya‼️
.
.
.
Hari terus berlanjut, setelah kepulangan pak jenderal dan ibu Sarah dari rumah sakit. Kini tinggal ada Leon dan Aleta yang berada di dalam ruangan rawat inap tempat Aleta di rawat tersebut.
hoooooeeeeekkkk.....!!
Hoooooeeeeekkkk.....!!
Suara itu terdengar sangat jelas dari kamar mandi. Wanita itu kembali mengeluarkan semua isi perutnya. Leon nampak memijit mijit pundak sang istri, seolah ingin membantu wanita itu menuntaskan penderitaan nya dan kembali ke ranjang untuk beristirahat.
Baru saja sesuap nasi masuk ke dalam perut Aleta, wanita itu kini sudah memuntahkan nya lagi seolah menolak asupan makanan yang masuk ke dalam tubuhnya.
Wanita itu lemas. Tenaganya seolah habis, membuat Leon jadi iba melihatnya.
Aleta memutar kran wastafel. Membasuh mulutnya yang kotor.
"udah yuk, kita balik ke kamar lagi" ucap Leon begitu sabar.
Aleta hanya mengangguk. Leon membantu wanita itu untuk kembali ke ranjangnya dan istirahat di sana. Memang untuk beberapa hari ke depan Aleta harus di rawat dulu di rumah sakit guna memulihkan kondisinya. Kandungan nya bisa di katakan lemah, membuatnya harus banyak banyak beristirahat hingga beberapa bulan ke depan.
Aleta merebahkan tubuhnya di atas ranjang,
"makan lagi ya..." ucap Leon.
"nggak usah, aku nggak lapar" ucap Aleta.
"tapi dari kemarin kamu belum makan, sayang" ucap Leon.
"aku mual terus kalau makan"
__ADS_1
"dikit aja ya. Atau kamu mau di beliin yang lain?" tanya Leon.
Aleta nampak berfikir sejenak.
"buah aja kali ya..." ucap Aleta.
"buah apa?" tanya Leon lagi.
"apa aja yang penting seger.." ucap Aleta. Leon hanya tersenyum. Di usapnya lembut pucuk kepala wanita cantik itu.
"tapi makan nasi juga dong, biar ada isinya perutnya.." ucap Leon.
"nggak mau. Jijik itu bauk banget...!" ucap Aleta sambil kembali menghisap minyak kayu putih yang kini ada di genggaman nya.
Leon menghela nafas panjang. Di usapnya kembali pucuk kepala sang istri dengan lembutnya.
"sabar ya, cuma beberapa bulan aja kok. Mungkin ini kemauan calon anak kita" ucap Leon.
Aleta tersenyum lembut.
"ya udah, kamu tunggu sini bentar, biar aku terlfon Bayu buat beliin kamu buah buahan. Sekalian bawa Ahsa sama Alka ke sini, mereka pasti juga pengen tahu kondisi kamu.." ucap Leon
Aleta hanya mengangguk. Leon pun kemudian keluar dari ruangan itu. Lalu menghubungi Bayu untuk membawa kedua putra putrinya ke rumah sakit serta membelikan buah buahan untuk Aleta.
...****************...
Sementara di tempat lain,
Di sebuah rumah sederhana di pinggiran kota,
Seorang wanita di atas kursi roda nampak duduk termenung di teras rumahnya. Sorot matanya kosong, menatap lurus ke depan dengan raut wajah datar tak ber ekspresi.
Seorang wanita tua dengan keranjang kue di tangan nampak memasuki area rumah. Dengan peluh yang membasahi wajah hingga lehernya, wanita dengan rambut mulai memutih itu pun meletakkan keranjang yang berada di tangannya. Di dudukkan nya tubuh ringkih nya di atas sebuah dipan kayu di teras rumah tersebut. Tak jauh dari tempat wanita cacat, putrinya itu berada.
"ini sudah sore, kamu nggak mandi?" tanya wanita itu, Rinjani, pada putrinya, Mayang.
__ADS_1
Mayang tak menjawab.
"mau sampai kapan kamu meratapi nasib kamu? sudahlah, ini adalah jalan Tuhan. Caranya menegur mu atas semua dosa dosa dan kesalahan mu di masa lalu"
"jangan terus terusan melamun di atas kursi roda mu..! bantu mama mu ini..! mama sudah tua ,Mayang..!saat nya kamu bangkit, belajar hidup mandiri. Mau jadi apa kau nanti kalau se waktu waktu Tuhan memanggil mama..?!"
"biarkan mantan suamimu bahagia dengan istri barunya. Kau, terima saja nasibmu sekarang. Meratapi kekalahan mu hanya akan membuatmu menjadi wanita pendendam. Semua terjadi juga tak luput dari kesalahan mu sendiri..!" ucap Rinjani mencoba menyadarkan putrinya itu.
Memang, sejak bertemu Sean dan Aleta di rumah sakit beberapa bulan yang lalu, hingga saat ini Mayang seolah tak berhenti melamun dan meratapi nasibnya. Ia seolah merasa kalah. Di kalahkan oleh wanita rendahan yang dulu selalu ia hina hina.
Kini, keadaan nya dan Aleta seolah berbalik. Mayang terpuruk, jatuh ke lubang yang paling dalam, sedangkan Aleta..
Tuhan seolah mengangkat wanita itu ke kasta tertinggi. Ia dan ibunya kini menjadi ratu dan putri kesayangan seorang jenderal berpengaruh di kota ini. Kehidupan nya mewah, kemana mana di kawal. Di jaga. Popularitas juga berada dalam genggaman Aleta. Suami tampan, mapan dan kaya raya juga berhasil ia miliki. Sungguh, sesuatu yang sama sekali tak pernah ia bayangkan sebelumnya.
Mayang meneteskan air matanya.
Rinjani sang ibu bangkit sambil membawa keranjang nya.
"masuklah, lalu mandi. Ini sudah sore..!" ucap Rinjani.
Wanita tua itu lantas masuk ke dalam rumahnya. Menuju ke dapur, meletakkan keranjang nya di sana dan mengambil air kemudian menenggak nya guna menghilangkan dahaganya.
Tiba tiba.......
braaaaaakkkk......!!!
Suara benda jatuh atau mungkin benturan terdengar dari ruang tamu rumah sederhana itu. Rinjani ter lonjak kaget. Ia kemudian setengah berlari menuju sumber suara. Dan......
"Mayang...!!!!!"
...----------------...
Selamat sore,
maaf telat, maklum, akhir musim banyak nge blank nya 😁😁😁
__ADS_1
yuk, dukungan dulu..☺️☺️☺️