Istri Kedua Tuan Leon

Istri Kedua Tuan Leon
80


__ADS_3

Hari kembali berganti.....


Saat sore hari perlahan mulai menguasai bumi...


Sebuah mobil mewah nampak berjalan menyusuri jalanan yang begitu ramai dipenuhi para manusia manusia yang baru saja selesai dengan aktifitas bekerja mereka. Hari ini si wanita cantik yang perlahan mulai bisa menemukan kebahagiaan nya itu sudah di izinkan untuk pulang dari rumah sakit tempat nya dirawat.


Dengan Sean sebagai supir, dan Mario, Sarah serta Aleta yang duduk di kursi belakang, mobil berharga fantastis berwarna hitam itu melaju meninggalkan rumah sakit dan berjalan tenang menembus padatnya jalanan ibu kota.


Sepanjang perjalanan, Mario yang kini duduk di tengah tengah antara dua wanita itu tak lepas menggenggam tangan istri tercintanya itu, sedangkan satu tangan lainnya merengkuh pundak Aleta yang kini nampak bersandar manja di pundak sang jenderal sambil memainkan ponselnya.


Mobil terus melaju pelan, hingga sebuah lampu lalu lintas berwarna merah menghentikan laju kendaraan roda empat tersebut.


Mobil berhenti bersama beberapa kendaraan lain yang juga nampak berhenti disana sambil menunggu lampu berubah warna menjadi hijau. Aleta menegakkan posisi tubuhnya. Ia menyandarkan kepalanya di kaca mobil sambil menatap lurus ke luar jendela.


Mulutnya berucap lirih, suara merdu nan pelan terlantun dari bibirnya menyanyikan sebuah lagu di iringi ketukan ringan dari jari telunjuknya pada kaca mobil milik sang papa.


Ketika Aleta tengah sibuk dengan aktivitas nya, tiba tiba,


Netra lentik Aleta terfokus pada sebuah mobil yang tiba tiba berhenti tepat di samping mobilnya. Pintu kemudi yang tak tertutup kacanya memperlihatkan sesosok pria tampan berjambang cukup lebat dengan kacamata hitam membingkai netra tajamnya.


Aleta berhenti bersenandung. Kepalanya terangkat. Matanya kini menatap sosok pria yang sangat dikenalinya itu. Untuk sesaat Aleta tak bergerak. Dadanya bergetar dan terasa sesak. Matanya mengembun melihat sosok laki laki yang perlahan mulai bisa menguasai hatinya namun secara tiba tiba seolah menamparnya dengan perlakuan kasar yang begitu menyakitkan.


Mata itu mengembun. Ia memiringkan kepalanya. Tangannya tergerak menyentuh kaca mobilnya yang nampak hitam dari luar itu, membuat Leon tak menyadari siapa sosok di balik kaca mobil yang tertutup tersebut.


Andai perlakuan Leon tak sebegitu kasar dan brutal padanya, mungkin saat ini mereka masih berbahagia bersama. Aleta masih akan berada di sisi pria itu dan menjadi istri yang patuh untuknya. Namun nyatanya tabiat Leon yang temperamental berhasil membuat Aleta menciut. Ia terlalu takut untuk tetap bertahan dengan pria bengis itu. Sudah terlalu banyak luka yang ia terima serta darah dan air mata yang menetes. Aleta takut, ia trauma dengan pria itu.


Setitik air mata Aleta menetes. Ingin rasanya ia turun dan mendekati Leon namun rasa takut yang Leon buat terlalu menyakitkan bagi Aleta.


Aleta sesenggukan, Mario, Sarah dan Sean pun menoleh ke arah sang wanita yang belum sepenuhnya bisa berdiri kokoh itu.

__ADS_1


"nak...." ucap Mario.


Aleta tak menjawab.


Mario menatap ke arah luar jendela. Dilihatnya sosok laki laki yang merupakan menantunya itu tengah berada di dalam kemudi mobil miliknya.


Mario mendekap sang putri.


"nggak usah dilihat sayang...." ucap sang jenderal sambil mengarahkan wajah Aleta masuk dalam dekapannya.


Aleta sesenggukan lagi. Mario mengusap lembut kepala sang putri yang menangis. Namun matanya tak lepas dari sosok Leon yang sama sekali tak menoleh ke arah mobil di sampingnya itu.


Andai Aleta tak mengenal Leon, mungkin anaknya ini tak akan jadi seperti ini. Fisik dan batinnya terluka akibat ulah pria itu. Mario makin yakin untuk membawa Aleta secepatnya pergi dari negara ini.


Lampu lalu lintas pun berubah hijau, barisan kendaraan yang sedari tadi berhenti itupun mulai bergerak maju, tak terkecuali mobil milik Leon dan sang jenderal.


Mobil Mario segera melaju menuju kediaman sang jenderal, sedangkan Leon kini tengah berada dalam perjalanan pulang setelah selesai menjalankan serentetan aktifitas perkantoran nya yang kian hari kian terbengkalai itu.


Leon melangkah menuju kamarnya. Diletakkannya jas itu di atas ranjang lalu duduk di tepian tempat tidur empuk tersebut.


Netra tajam itu beredar. Semenjak kepergian Aleta, tak ada lagi tawa yang tercipta di kamar ini. Tak ada lagi suara petikan gitar dan senandung lirih nan merdu milik wanita cantik itu.


Hanya sepi dan sunyi yang Leon rasakan setiap ia menginjakkan kakinya di ruangan itu.


Leon menghela nafas panjang. Ia lantas merogoh saku celananya. Mengambil sebuah benda pipih yang terasa bergetar di dalam sana.


Dilihatnya layar benda canggih tersebut. Sebuah panggilan masuk dari seseorang bernama "Bayu" di sana.


Leon mengusap tombol hijau itu, lalu menempelkan nya di telinganya

__ADS_1


"halo..." ucap Leon.


"halo tuan...saya Bayu, yang tadi ketemu sama tuan di restoran" ucap seorang pria dari seberang sana.


"ya.. bagaimana...?" tanya Leon.


"saya sudah dapat rekaman cctv yang anda minta tuan....dari sepuluh titik berbeda di sekitar toko bunga..." ucap Bayu.


"saya juga berhasil mencari tahu tentang wanita yang anda cari, sesuai perintah anda yang meminta saya untuk mengikuti wanita malam berambut pirang itu..." ucap Bayu yang ternyata seorang mata mata yang di sewa khusus dengan bayaran sangat tinggi oleh Leon.


Leon mengangkat dagunya.


"kita bertemu satu jam dari sekarang di tempat kita bertemu tadi siang... jelaskan semua padaku di sana..." ucap Leon.


"baik tuan.." jawab Bayu.


Leon pun mematikan sambungan telepon nya sepihak. Netra nya kembali menajam menatap lurus ke depan.


"aku akan memecahkan teka teki ini Aleta, jika memang kau wanita yang pantas untuk ku pertahankan, maka aku akan segera datang menjemput mu kembali ke istana ku setelah ku bereskan kutu kutu disekitar ku..." Ucap Leon mengerikan.


...----------------...


***Selamat siang...


maaf telat...


pertama bangunnya kesiangan 🤣... abis itu agak siangan mau nulis tiba tiba anak lagi sekolah di antar pulang sm gurunya, ternyata nggak enak badan, panas 🥺....akhirnya baru bisa nulis setelah anak tidur+ minum obat...😊


yuk.....dukungan dulu....

__ADS_1


mampir kesini juga buat pembaca baru***...



__ADS_2