Istri Kedua Tuan Leon

Istri Kedua Tuan Leon
171


__ADS_3

Hari demi hari terus berganti,


Di sebuah kamar rawat inap dengan fasilitas kelas rendah.


Seorang wanita empat puluh tahun yang kian hari terlihat makin kurus kini nampak mendudukkan tubuhnya di sandaran ranjang tempatnya terbaring. Setelah masuk rumah sakit kurang lebih seminggu yang lalu dan mendapatkan perawatan setelah di bantu oleh seorang pria berkacamata yang tidak dikenal, perlahan kondisi Mayang mulai membaik. Wanita itu sudah mulai sadar dari pingsannya setelah tertidur panjang kurang lebih empat hari lamanya.


Sore ini, di dalam kamar kelas ekonomi yang di isi oleh tiga orang pasien dalam satu kamar, Mayang nampak kembali melamun. Kegiatan yang selalu ia lakukan hampir tiap harinya setelah kehancuran keluarga nya. Wanita itu seolah tak memiliki semangat hidup lagi. Tak ada kegiatan lain yang ia lakukan selain diam dan diam meratapi kehidupan nya yang seolah kian hari kian hancur saja.


Rinjani datang dari luar ruangan. Wanita itu baru saja selesai dengan ibadah Ashar nya. Ya, semenjak jatuh miskin, Rinjani memang menjadi lebih religius. Ia lebih rajin mendekatkan diri pada Sang Maha Pencipta. Berkali kali ia mengajak putri semata wayangnya untuk ikut bersama nya untuk sama sama lebih mendekatkan diri pada Tuhan. Namun sayang, sepertinya hati Mayang masih terlalu keras untuk di sentuh.


Rinjani masuk ke dalam ruangan kelas ekonomi itu. Di dekatinya kamar sang putri yang berada di baris paling ujung ruangan itu.


Terlihat disana, Mayang nampak melamun dengan sorot mata menatap lurus ke depan ke arah dinding putih yang kosong.


Rinjani menatap ke arah nakas di samping ranjang. Jatah makanan untuk pasien dari rumah sakit masih utuh tak tersentuh.


Rinjani menghela nafas panjang.


"mau sampai kapan kamu begini terus, Mayang?"


"terus meratapi nasibmu dan tidak punya semangat untuk bangkit" ucap Rinjani sambil kini mendudukkan tubuhnya di lantai dingin lantaran tak ada kursi yang tersedia di sana.


"apa selamanya kamu akan menyalahkan orang orang di masa lalumu? apa selamanya kamu akan menyalahkan Tuhan yang kamu anggap tidak adil padamu? apa selamanya kamu akan seperti ini? melamun, tidak mau berusaha untuk sembuh dan bangkit."


"apa kamu tidak mau melihat ibumu yang sudah tua ini? apa kamu tidak mau melihat ibumu yang sudah mulai lemah ini?" tanya Rinjani nampak pedih sambil menatap lurus ke depan.


"mama sudah tua. Mungkin umur mama juga tidak akan lama lagi. Mau jadi apa kamu nantinya kalau tiba tiba mama pergi dan kamu masih seperti ini?"


"susah payah mama berjuang menghabiskan seluruh harta kita hanya untuk kesembuhan mu. Tapi kamu malah seperti ini." ucap Rinjani antara pedih dan kecewa.


Ia seolah lelah dengan sikap Mayang yang seolah tak mampu bangkit menata hatinya. Wanita yang kian hari kian terlihat renta itu merasa seolah tengah berjuang seorang diri. Sedangkan yang di perjuangkan seperti nya acuh acuh saja.

__ADS_1


Rinjani mengusap lelehan air matanya. Sedangkan Mayang yang berada di atas ranjang hanya diam tak bergerak. Entah apa yang wanita itu rasakan dan pikirkan saat ini.


...****************...


Sementara itu di ruangan lain di dalam bangunan yang sama.


Di dalam sebuah kamar mandi ruang rawat inap dengan fasilitas vvip.


Leon nampak berkali kali mengusap wajahnya kasar. Mengusap jenggot tebalnya sambil matanya sesekali melirik ke arah wanita yang kini mulai menanggalkan pakaiannya satu demi satu.


Aleta yang sudah tak berbusana itu kini menoleh ke arah sang suami yang nampak sekuat tenaga menahan sesuatu yang sudah mulai bergejolak di sana.


"ngapain?" tanya Aleta.


Leon tak menjawab. Ia menatap ke arah sebuah gundukan menggoda yang terapit dua belah kaki di bawah sana.


Leon mengangkat kedua alisnya bersamaan secara singkat, seolah menunjuk benda itu dan mengatakan 'aku menginginkan nya'.


Aleta nyengir.


"ck..! aku nggak akan kasar..!" ucap Leon.


"ini rumah sakit...! di luar ada anak anak. Ada papa sama ibuk juga..! nggak usah aneh aneh..!" ucap Aleta pelan namun sambil melotot.


Satu lagi perubahan dalam diri Aleta semenjak hamil. Wanita itu jadi lebih sensitif. Gampang uring uringan, dan seolah kurang memiliki gairah dalam hal berhubungan selayaknya suami istri.


Entahlah, Aleta seolah enggan berdekatan dengan Leon. Selain lantaran takut terjadi sesuatu dengan kandungannya yang masih berusia dini, ia juga seolah kehilangan naffsu nya. Hari hari nya hanya di habiskan dengan rebahan di atas kasur sambil main ponsel.


Wanita itu juga masih takut air. Ia selalu mual dan tak jarang muntah jika melihat air yang bergelombang. Itulah sebabnya kini Aleta jadi jarang mandi. Seminggu Aleta di rumah sakit, baru dua kali ia mandi. Itupun juga mandi kilat sambil sekuat tenaga menahan mual. Beruntung, ruangan tempatnya di rawat adalah ruangan yang ber AC. Sehingga tidak membuat tubuh Aleta terlalu lembab.


Aleta mulai mendekati shower.

__ADS_1


"hoeeeekk....!"


Aleta mual lagi, namun ia tahan. Padahal kran air belum di nyalakan.


Leon mengikuti langkah istrinya dari belakang. Biasanya Leon memang selalu menemani Aleta ke kamar mandi sambil memegangi infus wanita itu. Tapi kini, Aleta sudah tidak di infus lantaran besok sudah di izinkan pulang. Tapi entah mengapa Leon masih saja mengikuti kemana istrinya itu pergi.


"ngapain ikut..?!" tanya Aleta.


"aku mandiin..!!" ucap Leon.


"nggak usah, kan tadi katanya cuma nganter baju ganti..?! baju ganti nya kan udah di taruh di situ, ya udah sana keluar..!" ucap Aleta mulai jengkel.


"Aleta..." ucap Leon.


"seminggu loh, sayang.." ucap Leon.


"apasih? kamu nggak tahu istri kamu lagi hamil apa? udah sana...!" ucap Aleta.


"aku mandiin.." ucap Leon lagi.


"astaga, sayang. Udah sana dong..! aku mau... hoooeeekkk... mau mandi..!" ucap Aleta setengah menahan mual.


Leon berdecak kesal. Ia pun akhirnya hanya bisa pasrah. Pria itu berbalik badan setelah meremas gemas satu bongkahan sintal milik Aleta. Ia kemudian pergi meninggalkan tempat tersebut. Keluar kamar mandi meninggalkan wanita cantik yang kini kembali terdengar ber hoooeeekk ria di dalam kamar mandi sana.




...----------------...


Selamat malam

__ADS_1


up 19:19


yuk, dukungan dulu 🥰😘😘


__ADS_2