
"Aleta....!!!"
Suara itu berhasil membuat Sarah menghentikan ucapannya. Ketiga wanita beda usai itu menoleh ke arah pintu dimana seorang laki laki gagah dengan jambang yang cukup lebat nampak berdiri di depan pintu dengan nafas terengah engah.
Aleta mengusap air matanya, ia lantas bangkit dan mendekati Leon yang berdiri disana.
"sayang....." ucap Aleta.
"kamu kenapa?"tanya Aleta.
Leon menatap wajah sang istri yang terlihat habis menangis
"Mayang dan mama kesini?kamu diapain sama mereka? kamu nggak apa apa kan?"tanya Leon terlihat panik.
Aleta tersenyum,
"iya....tadi mereka kesini,mereka ngata ngatain aku ..tapi ya udah....abis itu mereka pergi?" ucap Aleta
"dan kau menangis?"tanya Leon sambil menyentuh setitik air mata di bawah kelopak mata Aleta.
"enggak....aku tadi nangis cuma gara gara denger cerita ibuk aja..."ucap Aleta.
"aku kira terjadi sesuatu yang buruk padamu sayang...." ucap Leon.
Aleta tersenyum, ia lantas meraih pinggang Leon dan memeluk nya erat.
"maaf ya ...aku bikin kamu khawatir...."ucap Aleta.
Leon hanya tersenyum.Ia lantas menoleh ke arah sofa ruang tunggu, dimana ada dua wanita paruh baya disana, yaitu Sarah dan Ayu.
Ayu nampak tersenyum ke arah Leon. Sedangkan pria itu hanya menatap Ayu dengan sorot mata datar.
"Aleta....." ucap Leon sambil kembali menatap wajah istrinya.
"ya....."jawab Aleta.
"apa kau lupa apa yang pernah ku katakan padamu dulu sebelum aku memberikan toko ini untukmu?"tanya Leon.
Aleta mengernyitkan dahinya.
"maksudnya ..?"tanya nya tak paham.
"aku melarang mu berhubungan dengan orang orang penghuni wisma tempat tinggal mu dulu Aleta....!" ucap Leon kini dengan sorot mata mulai menajam.
Aleta menoleh ke arah Ayu. Wanita itu terlihat tak enak.
"sayang nggak gitu.....dia udah kayak ibu aku sendiri sayang....jangan gitu dong...." ucap Aleta.
"tapi aku tidak suka..!" ucap Leon.
Aleta jadi tak enak hati. Suaminya tak suka Ayu ada disini, laki laki itu bahkan mengucapkannya secara terang terangan saat Ayu masih berada di tempat itu.
Ayu dan Sarah saling pandang.
Aleta mencoba mengalihkan pembicaraan.
__ADS_1
"eemmm....sayang ... kita ke lantai atas aja yuk....aku pengen berduaan sama kamu...." ucap Aleta dalam mode merayu.
Leon menoleh, Aleta mulai memasang wajah menggemaskan nya.
Laki laki itupun akhirnya luluh juga. Ia pun mengangguk mengiyakan ucapan sang istri dan dengan segera bergegas menuju lantai dua bersama Aleta.
Seperginya sepasang suami istri itu....
"aku pulang aja ya Sar....." ucap Ayu.
Sarah yang masih terbawa suasana atas v
cerita kehidupan nya dulu itu pun mengangguk.
"makasih Yu....kamu udah bantu belain Aleta tadi di depan mertua dan madunya Aleta..Aku minta maaf ya, sikap Leon kurang pantas sama kamu..." ucap Sarah.
"tuan Leon memang orangnya begitu, aku nggak apa apa kok..." ucap Ayu.
"kamu jangan kapok ya main ke sini..." ucap Sarah.
"iya ...ya udah, aku pulang ya...." ucap Ayu.
Sarah mengangguk. Sepasang sahabat itu lantas berpelukan, mereka kemudian berpisah. Ayu bergegas pergi meninggalkan tempat itu dan segera berjalan menyusuri trotoar. Ia berhenti di bawah pohon palem yang cukup rindang untuk mencari taxi.Namun....
Ayu menyipitkan matanya,
Fokus matanya tertuju pada sebuah mobil mewah di seberang jalan sana. Sang pengemudi mobil nampak berbincang dengan sejumlah pria yang mengelilingi mobil itu.
Ayu makin memicingkan matanya. Mobil itu seperti mobil yang di kendarai Renata tadi saat berulah di toko bunga Aleta. Tapi sedang apa dia?dan siapa pria pria yang mengerubungi mobil mewahnya itu? pikir Ayu.
tiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiinnnnnnnnn..........
ciiiiiiiitttttttt......
"anjeee*nnkk....!!!" pekik Ayu. Sebuah mobil tiba tiba melintas dan hampir saja menabrak dirinya.
Ayu murka. Dengan segera ia mendekati mobil itu. Jiwa bar bar nya sebagai seorang wanita penghuni wisma plus plus pun bergejolak. Di tendangnya ban mobil mewah itu dan segera mengeluarkan berbagai makian dan sumpah serapah untuk sang pengemudi disana.
"whoooii....!bab* kau ya...! mata mu kau taruh mana...! bisa nggak bawa mobil...??! kalau nggak bisa bawa mobil bawa grobak aja....!!" ucap Ayu kesal.
Kaca pintu mobil terbuka. Seorang pria berperut buncit nampak tersenyum di balik kaca mobil itu.
"maaf mbak.....nggak sengaja...saya buru buru....!" ucap pria itu.
"aaaahhh....!! banyak ba*ot lu....! pergi lu....!bikin gue emosi aja lu siang siang....!" ucap Ayu.
"sekali lagi maaf mbak....saya benar benar nggak sengaja...." ucap pria itu lagi.
"ya udah pergi sono...!!" ucap Ayu masih dalam mode marah marah.
"iya mbak ...iya ...sekali lagi maaf mbak..." ucap pria itu kemudian berlalu pergi meninggalkan tempat tersebut.
Ayu kembali mengarahkan pandangannya ke seberang jalan tempat dimana mobil Renata tadi berada. Dan.....
"aaaaaaaaaakkkkkhhhhhhhh......sial...! kemana tuh tadi nenek lampir...?!!" ucap Ayu kesal. Mobil Renata sudah tak ada di sana. Entah kemana perginya. Ayu tak henti henti mengumpat. Ia kehilangan jejak Renata padahal ia sudah sangat gatal ingin tau apa yang Renata lakukan di dekat toko milik Aleta itu.
__ADS_1
...****************...
Sementara itu di lantai dua toko bunga milik Aleta...
Di atas sebuah sofa panjang menghadap televisi, wanita cantik berambut panjang itu nampak bersandar manja di dada bidang suami tercinta nya. Jari jari tangannya yang lentik nampak bergerak,masuk ke dalam kemeja putih yang tiga kancing atasnya terbuka itu. Aleta nampak menggerak gerakkan telapak tangan nya,mengusap usap lembut dada berbulu tipis itu sambil sesekali memainkan tombol kecil berwarna coklat yang terlihat imut di matanya.
"apa kau terluka?" tanya Leon sambil mengusap usap lembut pucuk kepala Aleta.
Istri cantiknya itu tersenyum.
"aku nggak apa apa, sayang...ada mbak Ayu sama ibuk yang belain aku..." ucap Aleta.
"syukurlah....mereka tidak sampai melukai mu...." ucap Leon pada istri tersayangnya itu.
"kau harus bisa jaga diri jika tidak sedang disampingku, Aleta..."ucap Leon.
"iya....sesuai apa yang kamu perintahkan...." ucap Aleta lembut.
"dan aku juga tidak suka kau dekat dekat dengan jalaang tua itu...." ucap Leon lagi.
"siapa?mbak Ayu?"tanya Leon.
"entah siapa namanya....aku tidak mau dia membawa pengaruh buruk untukmu...." ucap Leon.
"tapi dia baik sayang...."
"sebaik apapun dia...dia tetaplah seorang jaaalang....aku tidak mau....kau berhubungan dengan orang orang semacam itu lagi...!" ucap Leon.
Aleta diam tak menjawab lagi. Akan lebih baik jika ia mengiyakan saja ucapan pria itu. Dari pada berkepanjangan, pikirnya.
"ya udah ..maaf ya...."ucap Aleta lembut.
Leon tersenyum.Ia kembali mengecup kening sang istri lembut sebagai tanda cinta.
"Aleta...."ucap Leon lagi.
"ya ... " jawab Aleta.
"selain ibumu dan jaalang itu, apa anak buahku juga datang membantumu?" tanya Leon.
Aleta diam sejenak. Ia lalu mendongak ke arah pria berjambang itu, lalu dengan gerakan pelan ia menggeleng kan kepalanya polos.
Leon diam. Raut wajahnya berubah tak terbaca.
"kemana perginya para anak buahnya itu?" batin Leon.
...----------------...
****Selamat sore....
up 16:55
__ADS_1
yukk.... dukungan dulu 🥰😘😘😘****