
Siang menjelang....
Di sebuah rumah produksi milik Leonardo Alfindo Ganada....
Pria yang kini hanya memiliki satu orang istri itu nampak sibuk dengan laptop di hadapannya. Perlahan Leon mencoba untuk bangkit. Ia kembali menata hidupnya pasca ditinggal pergi oleh wanita yang paling ia sayangi bahkan hingga saat ini.
Pekerjaan yang semula terbengkalai perlahan mulai di tata nya kembali. Ia kembali bangkit dan menjelma menjadi sosok Leonardo Alfindo Ganada sang produser profesional dengan segala ketegasan yang ia punya. Ia berusaha menghibur dirinya. Melupakan masalahnya, dan menyibukkan diri dengan bekerja bekerja dan bekerja. Leon sang profesional sudah kembali. Tapi tidak dengan Leon sang penjudi.
Ia bertekad untuk mengubur hobi nya yang satu itu dalam dalam. Ia akan berusaha menjadi pria yang lebih baik. Seperti yang Aleta harapnya sejak dulu.
...
Siang makin terasa panas.
Tak terasa waktu makan siang sebentar lagi akan tiba. Leon masih sibuk dengan laptopnya, tiba tiba....
tok....tok....tok.....
pintu ruangan itu di ketuk dari luar
"masuk...." ucap Leon.
Ceklek....
pintu terbuka.
Seorang wanita berpenampilan seksi nampak masuk ke dalam ruangan itu. Itu adalah Tami, sekretaris pribadi nya.
"permisi tuan, ada nyonya Mayang di luar...." ucap Tami sopan.
Leon diam diam mengangkat satu sudut bibirnya. Ia kemudian mengangkat kepalanya lalu menoleh ke arah sang sekretaris.
"suruh dia masuk" ucap Leon.
"baik tuan" jawab Tami.
Wanita itupun bergegas pergi meninggalkan ruangan itu. Ia kembali menemui Mayang guna mempersilahkan istri pertama Leon itu untuk masuk ke dalam ruangan pria tiga puluh lima tahun tersebut.
Tak butuh waktu lama, seorang wanita berpenampilan anggun nampak memasuki ruangan itu sambil membawa sebuah kantong plastik berisi makanan yang baru saja ia beli dari sebuah restoran saat perjalanan menuju kantor ini.
"hai sayang...." ucap wanita itu manis dan sumringah.
Leon tersenyum simpul.
"hai...kau datang....?" ucap Leon.
"iya dong... sesuai permintaan kamu...aku datang bawain makan siang buat kamu" ucap Mayang bangga.
Leon tersenyum lagi
"thanks baby....." ucap Leon.
Mayang tersenyum.
Laki laki itu lantas menegakkan posisi duduknya.
"sebenarnya aku sangat lapar....tapi pekerjaan ku masih sangat banyak..."ucap Leon sambil mengangkat kedua tangannya seolah menunjukkan betapa menumpuknya pekerjaan yang harus ia kerjakan saat ini.
Mayang nampak berfikir.
"jadi?" tanya wanita itu tak paham.
Leon menoleh,
"bisa kau suapi aku?" tanya Leon.
Mayang tersenyum bahagia.
"tentu.... kenapa nggak...?" ucap Mayang sumringah. Ia lantas membuka kantong plastik yang semula ia bawa itu dan mengeluarkan sebuah bocmx makanan dari dalam nya.
Sementara Leon, ia meraih gagang telepon yang berada di atas meja lalu memencet beberapa tombol di sana.
tuuuttt..... tuuuutt.....
"halo tuan" ucap seorang pria dari seberang sana, Fathur.
__ADS_1
"ke ruangan ku sekarang, bawa laporan hasil meeting kemarin" ucap Leon singkat.
"baik tuan" jawab Fathur.
Leon meletakkan kembali gagang telepon itu ke tempat nya.
Leon kembali menoleh ke arah istri yang tak disukai nya itu,lalu menepuk nepuk paha nya pertanda meminta Mayang untuk naik ke atasnya.
Wanita itupun menurut.
Ia naik ke atas paha pria itu, duduk dalam posisi menyamping dan mulai menyuapi pria itu dengan telaten nya.
Saat Mayang tengah sibuk dengan aktifitas nya....
tok....tok....tok.....
pintu ruangan itu di ketuk dari luar
"masuk...." ucap Leon.
Ceklek....
pintu terbuka.
Fathur masuk ke dalam ruangan Leon sambil membawa sebuah map berwarna merah di tangan nya.
.
.
.
Degggghh......
Mata pemuda itu langsung menajam manakala ia melihat sesosok wanita yang kini nampak duduk manja di pangkuan seorang pria sambil menyuapinya dengan telaten.
Seketika itu juga dada Fathur bergemuruh. Ada rasa tak suka dalam dirinya melihat interaksi antara sepasang suami dan istri itu. Pantas saja Mayang mengabaikan pesannya sejak semalam, wanita itu pasti tengah asyik bermesraan dengan laki laki itu sampai sampai ia lupa padanya, pikir Fathur.
"Fathur.... kemarilah...." ucap Leon.
Fathur nampak mengepalkan sebelah tangannya. Pria itu berjalan mendekati sepasang suami istri itu dengan dada yang terasa begitu bergemuruh.
"duduklah...." ucap Leon.
Fathur dengan raut wajah kesal pun menurut. Ia duduk di kursi depan meja Leon, menyaksikan adegan gila sepasang suami istri itu yang terlihat begitu menjijikkan di mata Fathur.
Leon menggerakkan satu tangannya menyentuh pundak Mayang dan mengusapnya lembut.
Mayang nampak tersenyum bahagia. Fathur makin panas.
"bacakan hasil nya....aku ingin dengar...." ucap Leon lalu kembali menerima suapan manja dari istrinya yang begitu agresif ini.
"kau suka....?"tanya Mayang manja.
Leon hanya tersenyum. Fathur makin terbakar. Mayang bahkan sama sekali tak menoleh ke arahnya. Ia terlalu fokus pada laki laki itu. Fathur sebenarnya juga tau posisinya. Ia hanyalah pemuas bagi seorang Mayang. Namun melihat kedekatan wanita itu dengan bos nya,entahlah...ia merasa panas...!
Mayang berjanji, akan mencintainya dan Leon jika ia berhasil mendapatkan laki laki itu, tapi lihatlah sekarang. Baru sehari ia mendapat kan Leon, Fathur sudah dilupakan...!
Fathur benar benar kesal. Ia yang membantu Mayang mendapatkan Leon, tapi ia juga yang menanggung sakit hati atas keberhasilan nya itu.
Bodoh kan dia??
Adegan pun terus berlanjut. Mau tak mau Fathur harus tetap berada di tempat itu. Membacakan hasil meeting untuk Leon sambil setengah mati menahan cemburu melihat kemesraan antara Leon dan Mayang.
Satu jam kemudian.....
Adegan makan siang selesai. Fathur juga sudah keluar kembali ke meja nya.
"mas.....aku pulang dulu ya ..." ucap Mayang.
Leon tersenyum.
"iya .."jawab nya.
"kau mau langsung pulang?" tanya Leon.
__ADS_1
"iya lah ..aku juga harus menyiapkan keperluan mu saat pulang kerja nanti kan?" ucap Mayang begitu manis
Leon mengangkat satu sudut bibirnya.
Mayang mendekat.
"aku pulang ya...." ucap wanita itu sambil merentangkan tangannya seolah ingin memeluk pria itu namun lagi lagi dan lagi, Leon menolak.
Mayang menghela nafas panjang,
"ya udah....aku pulang..." ucap Mayang akhirnya.
Wanita itupun lantas keluar dari ruangan itu diikuti sebuah senyuman smirk yang terbentuk dari bibir Leon.
Wanita itupun melangkah dengan bahagia. Ia menuju lift disana,lalu masuk ke dalam nya.
Pintu kotak besi itupun mulai bergerak menutup,namun tiba tiba....
seeeeetttt......
Sebuah tangan terselip diantara dua belah pintu besi itu, membuat pintu yang hendak tertutup kini kembali terbuka lebar.
Mayang melotot. Fathur datang, ia masuk kedalam lift yang sama dengan nya, membuatnya kini hanya berdua dengan laki laki itu.
"kau? ngapain kamu menemui ku disini...?!" tanya Mayang tak suka.
Alih alih menjawab, Fathur justru mendorong tubuh wanita itu hingga terbentur ke pojokan lift.
"pantas saja kau mengacuhkan pesanku semalam...! rupa nya kau sedang asyik bersama suamimu..!" ucap Fathur tak suka.
Mayang mengernyitkan dahinya. Fathur berjalan mendekati wanita itu dengan sorot mata mengerikan.
"memangnya salah? dia suamiku...!!" ucap Mayang jumawa
Fathur tertawa sinis.
"suami...!suami yang kau tipu habis habisan...!suami yang kau paksa mencintaimu padahal dalam hatinya sudah ada wanita lain" ucap Fathur lantang.
"jaga bicaramu boy..kau lancang...!" ucap Mayang.
"apa aku salah...? kau tidak akan berada di posisimu saat ini jika bukan karena bantuanku...! kau meminta ku memata matai Aleta, meminta semua data tentang wanita itu,asal usulnya,bahkan kau memintaku memasukkan pil KB ke tas Aleta...! semua adalah ide mu dan aku membantumu...!" ucap Fathur.
"dan sekarang...baru sehari kau mendapatkan laki laki itu, kau sudah mengabaikan ku? kau bahkan bermesraan dengan suamimu di depan mataku...!" ucap Fathur.
"kau ini kenapa? bukankah kita sepakat...kita akan tetap berhubungan walaupun aku sudah mendapatkan Leon... kita akan berhubungan secara sembunyi sembunyi bukan? jika di hadapan Leon...ya aku istrinya...." ucap Mayang merasa tak bersalah.
Memang begitu kesepakatan nya, tapi entahlah, Fathur tak suka dengan apa yang baru saja dilihatnya.
Laki laki itu lantas mengangguk.
"ya....aku tau... tapi sayangnya melihatmu bermesraan dengan laki laki itu berhasil membuat birahiku naik...." ucap Fathur sambil menarik tubuh Mayang dan menempelkan nya ke tubuhnya.Membuat raga dua manusia itu kini saling menyentuh tanpa jarak.
"kau gila....! ini kantor...!kita bisa ketahuan...!" ucap Mayang
"aku tidak peduli...! aku mau kau...!!" ucap Fathur dingin.
Pintu lift terbuka saat sudah sampai di lantai tiga. Dengan cepat ia menyeret wanita itu keluar lift dan menuju sebuah ruangan yang biasa di gunakan untuk meeting karyawan.
Fathur dan Mayang pun masuk. Laki laki yang sudah di kuasai hawa naffsu itupun langsung memulai aksinya. Mendorong tubuh molek itu hingga terbentur ke dinding. Ia dengan cepat ia membalik tubuh Mayang hingga kini posisi wanita itu berdiri membelakanginya. Ia lantas meminta wanita itu sedikit membungkuk kan badannya lalu mengangkat dress mini itu hingga ke perut.
Fathur pun mulai mengeluarkan senjatanya yang sudah mengeras. Tanpa aba aba dan basa basi, sebuah penyatuan pun mereka lakukan di dalam ruangan sepi itu. Fathur dan Mayang pun kembali melakukan dosa mereka. Tak peduli dimana, toh nyatanya keduanya juga sama sama dalam tekanan birahi tinggi. Mayang kesal lantaran hasrat nya untuk menjamah tubuh Leon tak tersalurkan, sedangkan Fathur kesal, saat melihat adegan mesra antara Mayang dan Leon yang terjadi di depan matanya. Aksi gila kedua anak manusia itupun terjadi. Tanpa mereka sadari, sebuah kamera pengawas merekam jelas adegan terlarang itu. Sebuah adegan yang ternyata kini terpampang nyata di layar laptop Leon.
Mantan suami Aleta itu tersenyum angkuh. Ia yang memang sengaja memancing kecemburuan Fathur itu nyatanya sudah mengintai pergerakan dua manusia itu dari rekaman cctv di depan ruangan nya, hingga ke lift dan berakhir di ruang meeting. Bukan hanya melihat adegan menjijikkan mereka, namun juga mendengar pembicaraan yang terjadi antara dua manusia itu.
Leon mengangkat dagunya.
"pasangan yang sangat serasi...aku makin bersemangat untuk mengantar kalian ke neraka..." ucap pria itu.
...----------------...
***Efek g bisa tidur...
up 00:30
yuk ... dukungan dulu 🥰🥰🥰🥰***
__ADS_1