Istri Kedua Tuan Leon

Istri Kedua Tuan Leon
107


__ADS_3

Malam menjelang....


Wanita cantik berambut panjang itu kini tengah berada di pinggir kolam renang rumah megahnya. Sambil menjulurkan kakinya ke dalam kolam,wanita itu nampak asyik memainkan gitar di tangannya sambil sesekali bersenandung merdu.


"eeeeehhmmm....!!"


suara itu berhasil membuat Aleta menghentikan pergerakan nya. Seorang pria paruh baya berbadan tegap nampak mendekati wanita cantik itu lalu duduk bersila di sampingnya.


"papa" ucap Aleta.


Mario tersenyum.


"udah malem....nggak tidur?" tanya Mario.


Aleta menghela nafas panjang.


"belum ngantuk..." ucapnya.


Mario mengarahkan pandangannya ke arah depan.


"tadi....ibu kamu bilang, katanya tadi siang kamu pulang pulang uring uringan....muka nya di tekuk...trus ngomel ngomel....." ucap Mario.


"kenapa?" tanyanya lagi.


Aleta diam. Aleta sudah bisa menebak ini sebenarnya. Ibunya pasti mengadu pada papanya. Aleta memang anak emas di rumah ini. Kedua orang tuanya seolah tak pernah mengizinkan kebahagiaan hilang walau cuma sedetik saja dari kehidupan wanita cantik itu.


"tadi siang waktu mau pergi papa kan udah bilang...nggak usah keluar keluar kalau nggak ada Sean...nggak ada yang jagain kamu...Bimo itu itu cuma supir....bukan ajudan seperti Sean..." ucap Mario.


Aleta masih tak menjawab.


"kamu kenapa? katanya mau jalan jalan sendiri....kok pulang pulang malah cemberut..?" tanya Mario.


"enggak ....tadi Aleta kecopetan pa...makanya bad mood sampai rumah..." ucap Aleta


"oh ya?trus apa yang hilang?" tanya Mario lagi.


"nggak ada....cuma uang beberapa aja....yang lain masih aman kok..." ucap Aleta.


Mario hanya mengangguk. Tangannya tergerak mengusap pucuk kepala sang putri.


"nak....." ucap pak jenderal.


Aleta menoleh.


"sudah lima tahun kamu sendiri, usia kamu makin hari juga makin matang dan dewasa ...apa kamu nggak punya niat untuk mencari suami...?" tanya Mario.

__ADS_1


Aleta diam tak menjawab. Ia hanya menatap datar wajah laki laki yang kini menjadi garda terdepan untuk melindungi dirinya dan sang ibu ini.


"apa kamu masih belum bisa melupakan mantan suamimu?" tanya Mario lagi.


Aleta masih diam.


"papa ngomong apa sih?udahlah pa...nggak usah dibahas....nggak penting..." ucap Aleta.


"tapi usia kamu kian hari kian bertambah, sayang. Kamu perlu seseorang sebagai pendamping hidup kamu...yang bisa melindungi kamu saat papa nggak ada di samping kamu....nggak selamanya kamu bisa bergantung terus menerus sama Sean...." ucap Mario.


Aleta hanya menunduk.


"papa juga udah tua....papa pengen punya cucu..." ucap Mario lagi.


"paaaaa.....udah ah... jangan ngomongin itu lagi..."ucap Aleta merengek sambil memeluk papanya.


"kamu berhak bahagia, sayang..." ucap Mario sambil mengecup lembut pucuk kepala Aleta.


"apa kamu mau...papa carikan jodoh buat kamu...anak buah papa banyak loh yang seusia kamu belum menikah...." ucap Mario.


Aleta menjauhkan tubuhnya dari sang jenderal.


"ih papa apaan sih....kayak orang orang jaman dulu aja main jodoh jodohan....!iya....nanti Aleta nikah...tapi nanti kalau Aleta udah siap...dan nemu yang cocok..." ucap wanita itu.


"aku masih pengen sendiri aja pa....belum pengen mikir yang kayak gituan dulu...." ucap wanita itu lagi.


"papa tenang aja....yang penting papa doain aja, semoga aku bisa bertemu orang yang tepat, diwaktu yang tepat..." ucap Aleta sambil menatap wajah sang papa.


Mario tersenyum.


"amin...." jawab pak jenderal. Mario menggerakkan tangannya mengusap pucuk kepala Aleta. Keduanya lantas berbincang bincang ringan di pinggir kolam itu sambil diselingi candaan candaan santai.


...****************...


22:30


Aleta masuk kedalam kamarnya. Lampu lampu dirumah itu sudah dimatikan pertanda para penghuni rumah sudah bersiap untuk tidur dan beristirahat.


Aleta merebahkan tubuhnya di atas ranjang dan mulai menyelimuti tubuhnya dengan selimut tebal yang berada di sana. Hingga.....


drrrrttt..... drrrrttt......


ponsel yang sejak tadi ia tinggal di atas nakas bergetar.


Aleta meraih benda pipih itu lalu membukanya. Aleta mengernyitkan dahinya.

__ADS_1


Lala.....


memanggil......


Lala adalah teman kerja Aleta di konter hp tempat ia bekerja dulu. Mereka masih sempat berkomunikasi saat Aleta di luar negeri. Lala mendapatkan nomor hp Aleta dari Ayu dulunya. Mereka yang memang cukup dekat pun mulai sering menjalin komunikasi, hingga saat Aleta sukses menjadi penyanyi dan pulang ke negaranya, ia mengangkat Lala menjadi managernya. Lala jugalah satu lagi orang yang selalu mengikuti kemanapun Aleta pergi selain Sean. Namun tiga hari terakhir Lala izin, ayahnya sedang sakit sehingga ia tak bisa menemani aktivitas Aleta beberapa hari ini.


Dengan segera ia mengusap tombol hijau di layar ponselnya, menerima panggilan dari wanita seusianya itu lalu menempelkan benda tersebut ke telinga nya.


"hal............"


"Kemana aja sih?! di telponin dari tadi nggak diangkat angkat...!" ucap Lala memotong ucapan Aleta membuat wanita itu terjingkat kaget.


"apasih La....ngomel mulu malem malem...!" ucap Aleta kesal.


"eh Aleta lo tau nggak...tadi ada orang yang nelfonin gue...lo tau siapa? Leonardo....produser terkenal itu...! dia bilang katanya dia merasa dirugikan...artis gue...yaitu eluu....katanya bikin ulah...nuduh anaknya si Leonardo itu sebagai copet tadi siang...dan katanya ampe sekarang anaknya trauma... ketakutan... kena mental dan nggak mau makan tau nggak lo...!" ucap wanita berbadan subur dan berkacamata itu.


"dia nuntut lo buat datang ke PH nya besok dan minta maaf...kalau nggak dia bakal bawa kasus ini ke polisi...! dia udah punya bukti rekaman cctv di daerah itu saat anaknya di seret ke kantor polisi dan lo maki maki dia katanya...!" ucap Lala menggebu gebu membuat Aleta melotot sambil membuka mulutnya.


"haahhh?!!" ucap Aleta.


"hahh hehhh hahh hehh...! gimana ini....! lu apain anak orang ampe kena mental nggak mau makan...?! ada ada aja lu baru gue tinggal beberapa hari udah kelayapan kemana mana...!" ucap Lala yang memang mulutnya tak bisa di rem mirip seperti Ayu.


Aleta menggaruk garuk kepala belakang nya. Astaga....pergi sendiri sekali doang kok jadi ribet kemana mana gini sih??


"gue nggak tau...!" ucap Aleta.


"nggak tau gimana? orang tuh lakik marah marah ama gue katanya anaknya dari sore nangis mulu....!!" ucap Lala ikut panik. Kalo Aleta kena kasus kan ia juga yang ikut ribet...!


Aleta mendengus kesal.


"ya udah deh...lo kasih nomornya ke gue...biar gue ngomong ama dia..." ucap Aleta.


"ya udah bentar...!" ucap Lala kemudian mematikan sambungan telepon nya.


Aleta menipiskan bibirnya. Dalam hatinya mengumpat hebat. Bukankah tadi siang ia sudah mengatakan pada Leon bahwa ini hanya salah paham. Ia tak tau jika anak Leon bukanlah pencopet yang mengambil dompetnya. Tapi kenapa sekarang laki laki itu justru mengancam akan mempolisikan dirinya...?!


Benar benar menyebalkan...!!


...---------------...


...-...


***Up 10:15


yuk.... dukungan dulu....

__ADS_1


yang 1 masih di review saat bab ini di up... padahal udah dari pagi🙈🙈***


__ADS_2