Istri Kedua Tuan Leon

Istri Kedua Tuan Leon
36


__ADS_3

Sementara itu,


beberapa jam kemudian di tempat terpisah....


Disebuah toko bunga berlantai dua yang menjadi tempat usaha Aleta dan ibunya .


Aleta nampak tersenyum membaca sebuah pesan yang dikirim oleh suaminya kurang lebih setengah jam yang lalu...


"makin hari rasanya kau makin pintar saja menggoda ku Aleta...aku jadi tidak sabar untuk pulang.."tulis Leon.


"persiapkan dirimu,setengah jam lagi aku sudah akan berdiri di hadapan mu"tulis Leon lagi.


Aleta tersenyum simpul.Sepertinya inisiatif nya mengirimkan bunga dan makan siang untuk Leon disambut baik oleh pria itu.Buktinya laki laki itu mengirim pesan ini, membuat Aleta juga diam diam ikut mengulum senyum.


Entahlah, kian hari perasaan Aleta pada Leon makin terbentuk.Apapun yang wanita itu inginkan selalu dituruti oleh Leon,membuat Aleta serasa bak seorang ratu di kehidupan pria berjambang itu.Mespkipun tak bisa dipungkiri,sikap Leon masihlah begitu dingin dan kaku,tapi itu tak begitu jadi masalah untuk Aleta.Yang penting Leon tak seperti dulu yang suka main tangan dan sering mengatai nya sebagai anak jaaalang.


Aleta masih sibuk dengan ponselnya sambil menjaga bunga bunga itu.Sedangkan Sarah,kini sedang berada di dapur toko tersebut untuk makan siang,biasa..jam makan siang.


Ketika Aleta masih fokus pada benda pipih miliknya,tiba tiba.......


"eeeehhhhmmmmmm.....senyum senyum sendiri,pasti lagi chat an sama pacar..."


suara itu berhasil membuat Aleta tersadar.Ia segera mendongak dan menoleh ke arah sumber suara.



Dilihatnya di sana,seorang pria berjaket kulit,berusia kurang lebih sama dengan Leon nampak berdiri menatapnya sambil membawa setangkai bunga mawar merah yang ia ambil dari barisan bunga bunga indah dagangan Aleta.


Aleta menyipitkan matanya.Sepertinya itu adalah laki laki pembeli pertamanya kemarin.Ya...ia masih ingat wajahnya.Tapi.....namanya kemarin siapa ya?lupa...!


"Sean...yang kemarin datang kesini" ucap pria itu seolah mengetahui apa yang Aleta pikirkan.Membuat Aleta membuka mulutnya.Ya...ia ingat sekarang..!


"oh iya ... maaf....saya sedikit lupa..."ucap Aleta.


Sean meletakkan kembali bunga mawar di tangannya lalu mendekati Aleta.


"masih muda udah pelupa..."ucap Sean sambil mendekati wanita cantik itu.Diam diam Sean memperhatikan wanita itu,fokus matanya langsung tertuju pada sebuah tanda merah keunguan di leher Aleta,membuatnya jadi gagal fokus.


"mas mau cari apa?"tanya Aleta ramah.


"dua belas tangkai bunga lili putih..."ucap Sean.


Aleta diam sejenak.Bunga yang sama seperti yang kemarin laki laki itu pesan,pikirnya.


"oh....oke....tunggu ya.... saya bikinin buketnya dulu.."ucap Aleta.


Sean hanya mengangguk.


"silahkan tunggu di dalam mas..."ucap Aleta mempersilahkan.


"oke..."jawab Sean.


Laki laki itupun masuk ke dalam toko, duduk di sofa tunggu menunggu Aleta membuatkan buket bunga lili putih untuk dirinya.


Sean merebahkan tubuhnya di sandaran sofa sambil mengamati pergerakan Aleta yang sibuk merangkai dua belas lili putih pesanannya.


"ini toko punya kamu sendiri Al?"tanya Sean mencobanya mencari topik pembicaraan dan mencairkan suasana.


"iya mas... alhamdulilah....."ucap Aleta.


Laki laki itu mengangguk.


"trus kamu sendiri,selain jaga toko kuliah juga?"tanya Sean lagi.

__ADS_1


Aleta tersenyum.


"saya nggak kuliah mas... cuma lulusan SMA..."ucap Aleta membuat Sean diam.


Cuma lulusan SMA tapi bisa punya toko bunga sebesar ini??mungkin bisnis keluarga,pikirnya.


Sean coba tak ambil pusing.Toh bukan urusannya juga.


"kamu jualan bunga di toko sebesar ini sendiri?"tanya Sean lagi.


"sama ibuk mas..."ucap Aleta sambil terus sibuk dengan buket bunganya.


"oh .....kirain sendiri..."ucapnya lagi.Aleta hanya tersenyum.Tak lama,buket pun jadi.Aleta mendekati Sean,diserahkannya buket bunga lili putih berjumlah dua belas tangkai tersebut.


"ini mas...udah jadi..."ucap Aleta.


Sean pun menerimanya.Ia lantas merogoh sakunya, mengeluarkan dompet tebalnya lalu mengambil beberapa lembar uang kertas berwarna merah disana.


"mas nya kayaknya suka banget ya sama bunga lili...dua hari berturut-turut beli bunga lili terus...."ucap Aleta.Sen hanya tersenyum.


"bukan buat saya..."ucapnya.


"oh....buat pacar....atau istri?"tanya Aleta lagi.


"saya nggak punya pacar....nggak punya istri juga.....mungkin kamu mau jadi istri saya...?"ucap Sean membuat Aleta nyengir seketika.


Keduanya lantas tertawa.


"mas bisa aja bercandanya..."ucap Aleta.


Sean hanya tertawa.


"ini uangnya .. kembaliannya ambil aja..."ucap Sean.


"nggak apa apa,saya memberikan lebih buat kamu karena saya suka sama buket buatan kamu..."ucap Sean.


Aleta tersenyum.


"makasih banyak ya mas...."ucap Aleta.


Sean hanya tersenyum.


"kalau begitu saya permisi ya...."ucap Sean.


"iya mas silahkan..."jawab Aleta.


Sean pun melangkah pergi meninggalkan tempat itu.Saat baru saja hendak membuka pintu toko...


Sorot matanya bertemu dengan sorot tajam milik seorang pria berjambang yang baru saja memasuki tempat tersebut.


Ya....itu Leon...!


Laki laki itu menatap tak suka ke arah Sean yang kembali datang ke toko itu dengan dalih membeli bunga.


Sean yang merasa tak mengenal Leon pun hanya tersenyum ramah,lalu berlalu pergi meninggalkan tempat tersebut.


Aleta mendekati suaminya.


"sayang udah pulang?"tanya Aleta lembut.Di raihnya punggung tangan pria itu dan menciumnya sebagai tanda hormat.


Ibu Sarah datang dari dapur.Melihat keberadaan sang menantu,wanita itu langsung memilih untuk keluar,menunggu di luar toko saja,tak mau mengganggu kegiatan sepasang suami istri itu.


"dia datang lagi?"tanya Leon dingin pada Aleta.

__ADS_1


"siapa?"tanya Aleta.


"laki laki itu"jawab Leon.


"dia beli bunga lagi.."ucap Aleta santai.


Leon memalingkan wajahnya,


"bulsyit..!dia pasti kesini ingin menemuimu...!dia ingin mencari perhatianmu...!"ucap Leon sambil berjalan menuju sofa lalu mendudukkan tubuhnya disana.


Aleta mengikuti langkah suaminya itu dari belakang lalu ikut duduk disana, disamping Leon.


"apa sih sayang...?jangan suka suudzon.."ucap Aleta.


Leon tak menjawab.Ia terlihat masih kesal.


"udah lah... nggak usah dipikirin...."ucap Aleta


Leon menoleh ke arah Aleta.


"aku tidak suka penghianatan Aleta,kau tau itu kan?"tanya Leon dengan mode tegas.


"iya sayang....aku tau..! jangan berfikir yang aneh aneh terus lah....dia cuma pelanggan..."ucap Aleta lembut mencoba meyakinkan suaminya.


"udah ah...jangan bahas itu..!oh ya....tadi makanan yang aku kirim abis nggak?"tanya Aleta mengalihkan pembicaraan.


Leon tersenyum.Lalu mengangguk.Tangannya kemudian tergerak membelai rambut sang istri.


"mulai besok,aku mau kau setiap hari mengirimkan ku bunga dan makan siang seperti tadi...."ucap Leon.


Aleta menegakkan tubuhnya.


"siap tuan sayang...!!"ucap Aleta menggemaskan sambil memberi hormat bal seorang prajurit.


Leon tersenyum.Di raihnya tubuh sang istri,lalu memasukkannya dalam dekapan


.........


Sementara itu di dalam sebuah mobil mewah di depan toko bunga tersebut.


Sean tengah bersiap untuk melajukan kendaraannya.Tiba tiba.....


tingg ....


1pesan masuk.


Diraih nya ponsel yang kini berada di sakunya itu.


Sebuah pesan dari seseorang yang sangat ia kenal masuk ke ponselnya


"*sudah kau belikan bunganya?"tulis pesan itu.


"sudah,jendral..."jawab Sean


"segeralah pulang..."tulis pesan itu lagi.


"siap,jendral*..!"


...----------------...


****Selamat pagi....


up 06:17

__ADS_1


yuk...dukung dulu 🥰😘😘****


__ADS_2