Istri Kedua Tuan Leon

Istri Kedua Tuan Leon
144


__ADS_3

Acara ijab qobul selesai. Para tamu undangan tak begitu banyak itu pun satu persatu sudah pergi meninggalkan kediaman sang jenderal.


Rumah itu kembali seperti sedia kala,


Kini, di dalam kamar sang jenderal, Sarah nampak sibuk membantu suami tercinta nya mengenakan seragam kebanggaan nya.


Ya, hari ini Mario tetap bekerja. Ada beberapa agenda yang akan ia kerjakan hari ini sebagai seorang pemimpin prajurit.


Seragam sudah terpakai dengan sangat rapi. Laki laki itu kemudian berjalan menuruni tangga bersama sang istri.


Mario tersenyum, dilihatnya di sana, diruang tamu, Ahsa dan Alka sedang berada di ruang tamu dengan baju yang masih sama seperti yang keduanya kenakan saat acara ijab qobul tadi. Alka nampak berada di atas sofa single sambil sibuk dengan ponselnya. Sedangkan si kecil Ahsa terlihat berada di samping sang kakak, melihat aksi Alka yang sibuk main game itu sambil memangku sebuah toples kaca berisi camilan.


Sedangkan Aleta dan Leon. Sepasang suami istri itu tengah berada di dalam kamar mereka. Katanya sih mau ganti baju..


Kedua bocah itu nampak begitu asyik sendiri, hingga,


"woooooooaaaaaaaaahhhhh......!!!" ucap Ahsa dengan mulut yang terbuka lebar dan sorot mata penuh kekaguman saat menyadari kedatangan sang jenderal.


"kak....kakek kita..!!" ucap Ahsa sambil menggoyang goyangkan tubuh Alka seolah meminta sang kakak untuk melihat sosok pria paruh baya berbadan tegap berotot itu.


Alka pun menoleh.


"wuuuuiiiihhh.....!!" ucap Alka tak kalah kagum dengan sosok prajurit beratribut pangkat yang cukup banyak itu.


Sarah dan Mario yang mendapati raut wajah yang begitu penuh kekaguman itu hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya. Kedua bocah itu benar benar lucu. Sebegitu kagumnya mereka dengan sosok ayah dari wanita yang kini menjadi ibu mereka itu.


Sarah dan Mario sampai di ujung tangga. Ahsa meletakkan toples berisi camilan di pangkuannya dan berlari mendekati sang kakek dan neneknya itu.


"Ahsa, kamu mau ngapain?" tanya Alka yang kemudian mengikuti langkah adiknya. Ia takut adik kecilnya itu bertingkah tak sopan di rumah baru mereka tersebut.


"kakek," ucap Ahsa yang sudah berdiri di hadapan Mario.


"ya..." jawab Mario.


"kakek mau kerja ya?" tanya Ahsa.


"iya, kamu di rumah ya, sama mama papa sama nenek" ucap Mario.


"iya, kek" ucap Ahsa sambil terus menatap kagum ke arah sang kakek.


Alka yang juga berdiri di samping Ahsa nampak memperhatikan berbagai atribut yang tertempel di seragam berwarna hijau itu.


"kalian ini pada liatin apa sih?" tanya Mario tak habis pikir pada kedua bocah itu. Sebegitu kagumnya mereka pada seragam yang ia gunakan ini?


"kakek keren. Kayak tentara beneran..!" ucap Ahsa polos.


"kan emang tentara beneran, Ahsa. Kamu gimana sih?" tanya Alka.


"oh iya, kan kakek emang tentara ya. Beda sama pak Mamat tetangga kita dulu itu ya kak, kemana man pake kaos tentara, tapi bukan tentara, mana kaosnya sobek, perutnya gendut, suka ngutang lagi di warung. Tentara kok ngutang..!" ucap Ahsa begitu polos membuat Sarah tak bisa menyembunyikan tawanya.

__ADS_1


"itu kan kaos di kasih sama sodaranya yang jadi tentara, Sa. Pak Mamat itu bukan tentara. Orang dia tukang ngangkat galon kok" ucap Alka.


"oh iya. Kalau kakek beneran tentara kan. Bukan tukang galon kan?" tanya Ahsa polos.


Mario terkekeh.


"bukan..! kamu mau ikut kakek kerja biar tahu kalau kakek tentara?" tanya Mario.


"mau, kek...!!" ucap Ahsa berbinar.


"ya udah, kapan kapan kakek ajak kalian ya. Tapi nggak hari ini, kakek sibuk hari ini. Kakek pulang malam. Kalian dirumah, sama nenek, sama papa mama, nggak boleh nakal, ya .." ucap Mario.


Ahsa menegakkan posisi tubuhnya. Lalu mengangkat tangannya dan memberi hormat namun sayang, salah tangan. Ia hormat dengan tangan kirinya.


"siap pak jenderal..!!!" ucap Ahsa lantang.


"salah..! tangannya salah, Ahsa...!" ucap Alka membenarkan. Ahsa pun dengan cepat memperbaiki posisi hormatnya sambil nyengir kuda.


Mario tertawa. Entahlah, bocah ini benar benar lucu. Andai ia tak terpisah dengan Aleta kecil dulu. Mungkin tingkah Aleta dulu juga sama seperti Ahsa saat ini. Begitu ceria, polos dan menggemaskan.


"udah, kakek mau berangkat. Salim dulu..!" ucap Mario sambil mengarahkan tangan kekarnya ke arah dua bocah itu.


Keduanya pun meraih punggung tangan sang jenderal dan menciumnya secara bergantian.


Setelah Ahsa dan Alka, Sarah pun juga melakukan hal yang sama.


"kakek berangkat ya, assalamualaikum..." ucap sang jenderal.


Baru saja Mario hendak melangkah kan kaki, tiba tiba.


"aku anterin ya kek.." ucap Ahsa.


Mario terkekeh lagi.


"mau kakek gendong nggak?" tanya Mario.


Ahsa pun berbinar.


"mauuuu....!!!!" ucap bocah itu sambil meloncat loncat.


Mario pun dengan semangat menggendong tubuh mungil itu ke samping dengan satu tangannya. Membuat si kecil Ahsa begitu bahagia dibuatnya.


Alka hanya tersenyum.


"kamu mau juga?" tanya Mario pada cucu laki lakinya itu.


"enggak ah kek, ntar kakek capek.." ucap Alka.


"kami ngeremehin kakek?" ucap pria itu kemudian dengan cepat berjongkok. Meminta Alka untuk naik ke punggung nya. Alka pun ragu ragu naik ke punggung pria berbadan tegap itu. Bahkan lebih tegap dari tubuh Leon.

__ADS_1


"pegangan,ya.." ucap Mario pada Alka.


"kalau nggak kuat bilang aja ya kek.." ucap Alka khawatir.


Mario hanya tersenyum.


Kedua bocah itu pun tertawa bahagia saat Mario mulai mengayunkan kakinya keluar dari rumah tersebut. Mario nampak bahagia, begitu pula Alka dan Ahsa. Sarah hanya terkekeh melihat tingkah suaminya dan dua cucu baru mereka itu. Kedua bocah itu sepertinya akan bisa menjadi penghibur baru untuk pasangan suami istri tersebut. Tingkah polos dan lucu kedua bocah itu selalu bisa membuat Sarah dan Mario tersenyum bahagia.


"dah, turun.." ucap Mario saat sudah sampai di samping mobil pribadinya dengan Sean yang sudah siap berdiri di samping kendaraan roda empat itu.


Alka dan Ahsa pun turun.


"kakek hati hati ya jadi tentara nya.." ucap Ahsa.


"iya.." jawab Mario.


"dadaa, kakek.." ucap Ahsa manja.


Sean membukakan pintu. Sang jenderal pun masuk ke dalam mobilnya di susul sang ajudan kemudian.


Mobil itupun melaju pergi. Ahsa dan Alka terus melambaikan tangannya melepas kepergian sang kakek.


Di dalam mobil, Mario sesekali tersenyum sendiri. Bocah bocah yang menggemaskan, pikir Mario.


Sean melirik melalui kaca spion.


"anak anak tuan Leon memang lucu lucu ya, jenderal?" tanya Sean.


Mario tersenyum.


"aku seperti melihat Aleta kecil dalam diri bocah itu." ucap Mario sambil tersenyum.


Sean tak menjawab.


"oh ya, Sean. Kau masih memantau rumah sakit itu?" tanya Mario.


"masih, jenderal" ucap Sean.


"bagus, nanti sebelum pulang kita kesana dulu. Aku ingin menemui wanita itu." ucap Mario.


"siap, jenderal" jawab Sean.


Mobil pun terus melaju menembus padatnya jalan raya.


...----------------...


***Selamat siang


up 11:08

__ADS_1


yuk...dukungan dulu***....


__ADS_2