Istri Kedua Tuan Leon

Istri Kedua Tuan Leon
109


__ADS_3

........


Sebuah mobil mewah nampak berhenti tepat di depan sebuah PH ternama di kota itu.


Seorang pria berkacamata nampak turun dari kursi kemudi nya. Ia lantas menuju kursi belakang kendaraan roda empat tersebut dan membukakan pintu untuk sang tuan yang nampak sudah sangat rapi dan gagah dengan setelan jas nya.


Leon turun dari mobilnya, ia mengayunkan kaki nya memasuki tempat dimana ia mengais pundi pundi rupiah itu dengan langkah tegap. Sorot matanya nampak datar menatap lurus kedepan, menambah kesan gagah dan berwibawa begitu terpancar jelas dari dalam dirinya.


"selamat pagi tuan...." ucap para karyawan saat Leon lewat di depan mereka. Leon hanya tersenyum simpul. Begitu pun Bayu yang berjalan dibelakang nya.


Laki laki tersebut terus melangkah memasuki lobby bangunan bertingkat itu, hingga...


Leon menghentikan langkahnya. Matanya menyipit menatap ke arah sesosok wanita cantik yang kini nampak duduk di sofa tunggu sambil memainkan ponselnya.


Itu Aleta....!


Wanita itu benar benar datang ke tempat ini untuk menemui nya.


Leon mengangkat dagunya. Wajah datar dan tenang itu seketika berubah. Tangan kekar itu tergerak mengusap jambang lebat yang menumbuhi rahang tegasnya. Diam diam ia mengulum senyum saat melihat wanita yang kini belum menyadari keberadaan nya itu nampak asyik dengan ponselnya sambil sesekali senyum senyum sendiri.


"tuan...." ucap Bayu yang berada di belakangnya membuat Leon menoleh ke arah pria itu.


"ada apa tuan?" tanya Bayu.


"oh....tidak ada apa apa" ucap Leon sambil tersenyum simpul.


"kau duluan saja ...nanti aku menyusul..." ucap Leon lagi pada asistennya itu.


"oh..baik tuan..." ucap Bayu sambil mengangguk.


Pria berkacamata itu pun lantas pergi meninggalkan sang tuan untuk terlebih dahulu naik ke lantai dimana meja kerjanya berada.


Leon mengayunkan kakinya, mendekati wanita cantik yang masih sibuk dengan benda pipihnya itu. Lalu....


"eeehhhhmmmm...."


suara deheman itu berhasil membuat wanita itu mendongak.


"hai.... selamat pagi..." ucap pria itu lembut dengan suara bariton khas dirinya.


Deeeeggghhhh.....


Dua pasang netra itu saling bertemu. Wajah tampan Leon yang nampak tersenyum lembut kini terpampang nyata di depan wajah cantik Aleta yang nampak melongo melihat kedatangan laki laki mantan suaminya lima tahun yang lalu itu.


Waktu seolah berhenti berputar untuk sementara waktu. Dua anak manusia dengan kisah rumah tangga yang dramatis dulunya itu kini kembali bertemu di dalam sebuah bangunan yang dulunya juga sempat beberapa kali mereka datangi.


"apa kabar?" tanya Leon lagi membuat Aleta yang masih melongo dengan mulut terbuka itupun gelagapan.


"aaa...oo.....emmm....heeemm...." ucap Aleta bingung lalu tersenyum kaku di akhir kalimat nya.


Wanita itu buru buru bangkit.


"baik..." jawab Aleta sambil mengulurkan tangannya. Padahal Leon tidak mengajaknya berjabat tangan🙈


krik...krik.....krik...krik....


bunyi jangkrik...


Leon menatap tangan yang kini terjulur ke arahnya itu lalu tersenyum simpul.


Menyadari kesalahannya, Aleta buru buru menarik kembali tangannya saat Leon sudah menggerakkan tangannya Leon menyambut uluran tangan wanita itu.


Leon tersenyum lebar sambil membuang muka dan mengarahkan pandangannya ke segala arah. Aleta jadi salah tingkah sendiri. Dia jadi terlihat sangat bodoh saat ini.


"udah lama nunggunya?" tanya Leon lagi.


"aaa...tadi....eh...maksudnya....lumayan...." ucap Aleta dengan dada yang makin berdebar hebat.


Leon hanya mengangguk sambil tersenyum.


"kita bicara di ruangan saya ya..." ucap Leon.


Aleta mengangguk.


Kedua anak manusia itupun lantas berjalan menuju lift. Leon berjalan terlebih dulu disusul Aleta yang nampak berkali kali menarik nafas dan membuangnya guna menetralkan degup jantungnya agar tidak semakin terlihat bodoh di mata Leon.

__ADS_1


tingg....


Pintu lift terbuka....


Keduanya masuk ke dalam kotak besi yang kebetulan hanya di isi oleh dua manusia itu saja.


Aleta berdiri di pojokan. Sedangkan Leon di sampingnya agak kedepan.


Leon tak henti mengulum senyum, apalagi dilihatnya dari pantulan pintu lift, kini Aleta nampak mengelus elus dadanya sambil menarik dan membuang nafas secara terus menerus. Mencoba menetralkan ekspresi nya yang sejak tadi terlihat gugup.


Leon benat benar terhibur dengan aksi mantan istrinya itu. Andai tak harus jaga image, ia pasti sudah tertawa terbahak bahak saat ini juga.


tiingg....


pintu lift terbuka...


Sepasang manusia yang sama sekali tak berbincang sepanjang di dalam lift itu pun kini keluar dari dalam kotak besi itu. Leon melangkah kan kakinya menuju ruangan pribadinya, tak lupa Aleta pun juga mengikuti nya dari belakang.


Wanita itu kembali mengedarkan pandangannya. Dilihatnya disana seorang wanita yang duduk di meja sekretaris,Tami. Masih sama dengan wanita yang dulu. Namun bedanya, penampilan nya kini terlihat lebih sopan dan tak terlalu terbuka seperti yang dulu.


ceklek.....


pintu ruangan terbuka. Leon mengangkat satu tangannya pertanda meminta Aleta untuk masuk terlebih dahulu.


Aleta pun menurut. Wanita itupun masuk ke dalam ruangan luas itu disusul Leon di belakang nya.


Aleta diam tak bergerak. Kembali ke kantor ini seolah seperti kembali ke masa lalu nya. Ruangan ini juga tak banyak berubah. Tempat dimana ia pernah beberapa kali menemani suami yang dulu ia cintai itu bekerja. Ia bahkan sempat ketiduran dan menahan lapar di sofa panjang itu. Ruangan itu juga pernah jadi saksi peraduan panas yang mereka lakukan.


Aleta memejamkan matanya sambil berucap istighfar dalam hatinya.


Astaga....pikiran apa ini? ia tak boleh memikirkan hal semacam itu. Ingat, Leon sudah punya anak, dia sudah menikah...! batin Aleta.


"eeehhhhmmmm....."


suara deheman kembali Leon perdengarkan.


Aleta lantas menoleh ke arah pria yang kini sudah duduk di kursi kerjanya itu sambil tersenyum ke arah Aleta ..


"silahkan duduk...." ucap Leon.


Aleta menurut. Ia pun lantas mendudukkan tubuhnya di kursi yang berada di depan meja kerja Leon.


Aleta hanya mengangguk lalu menunduk.


"aku juga memang sedikit telat pagi ini. Semalam aku tidak tidur. Anakku sama sekali tidak mau memejamkan matanya. Sekalinya tidur, ia malah mengigau sepanjang malam,kadang teriak, kadang menangis.... seperti nya ia benar benar sangat terpukul..." ucap Leon memulai dramanya. Mimik wajah sedih mulai ia perlihatkan membuat Aleta mengernyitkan dahinya.


"ampe segitunya?" tanya Aleta sangsi.


Leon mengangguk.


"putraku memang sangat sensitif orangnya...ia tidak bisa diperlakukan seperti ini...aku benar benar sedih...dia sangat menderita..." ucap Leon membuat Aleta tak enak hati. Padahal saat ini Alka sedang menikmati berbagai fasilitas yang Leon sediakan di rumahnya. Tak ada kesedihan apalagi mental yang terganggu...! semua aman terkendali.


"sebenarnya kemarin itu cuma salah paham...saya kecopetan, baju sama postur tubuhnya sama kayak anak ....tuan.... tapi saya nggak liat mukanya...dikejarlah sama bapak bapak disana, eh dapetnya anak tuan ... saya mana tau kalau ternyata mereka salah tangkap...." ucap Aleta.


"kalian benar benar tega ...bisa bisanya menuduh anak sepuluh tahun yang polos sebagai seorang pencopet...!" ucap Leon lagi seolah tak habis fikir.


"bukan saya....!! kenapa jadi kesannya saya yang jahat sih....? lagian situ punya anak di biarin kelayapan sendiri?! makanya kalau kemana mana ajak dong istrinya...biar ada yang jagain...! saya juga korban...! saya nggak tau kalau bapak bapak yang niatnya nolongin saya itu ternyata salah tangkap..! kalau mau protes ya harusnya tuan protesnya sama mereka bukan ama saya...!" ucap Aleta mulai kesal.


Leon nampak begitu sedih. Ia mengusap wajahnya kasar membuat Aleta lama lama jadi tak enak sendiri.


"ya udah deh gini aja....kita ke rumah tuan sekarang, kita temui anak tuan...saya bakal minta maaf sama dia...!" ucap Aleta mencoba mencari jalan keluar.


"kau gila...? dia bisa histeris melihat mu...!" ucap Leon tak setuju.


"lu kira gue dedemit... histeris...?!!" tanya Aleta mulai kesal.


Leon setengah mati menahan tawanya. Ia terus memasang mode sedih dan terpukulnya.


Aleta nampak begitu kesal.


"ya udah sekarang gimana? gue harus ngapain?!" tanya Aleta dengan suara mulai meninggi saking kesalnya selalu disalahkan.


"aku tidak tau...!"


"ck.....ah...ribet banget sih...! lagian istrinya disuruh ngapain....? suruh dong dia hibur anaknya...! punya istri jangan disuruh ongkang ongkang kaki doang...! kerja...biar ada gunanya...!!" ucap Aleta sewot.

__ADS_1


"kenapa sekarang kau berisik sekali...! apa bapakmu itu selalu memberi mu makan granat sampai sampai suaramu jadi sekencang ini sekarang...?!"


"nggak usah bawa bawa bapak gue....! dia lagi push up di tempat kerjanya...!"


"kau sangat berisik Aleta...! aku meminta mu kesini untuk minta maaf bukan untuk marah marah...! suara mu sudah seperti bom atom..! makan apa kau pagi ini...?!!"


"gue nyemilin bubuk mesiu...! puas lo...?!!" tanya Aleta kesal.


"terserah kau saja....aku pusing mendengar suara cemprengmu...!" ucap Leon kemudian meraih sebuah map merah berisi sebuah perjanjian yang sudah Tami siapkan pagi ini.


"ini surat perjanjian....kalau kau tidak mau kasus ini kubawa ke jalur hukum...maka kau harus menandatangani perjanjian ini...kau harus bersedia membantuku memulihkan mental anakku... bagaimana caranya nanti akan aku pikirkan.... aku akan mencari cara yang efektif nantinya..."ucap Leon sambil menyodorkan map ditangan nya.


Aleta membacanya dengan teliti. Leon menyodorkan pulpennya.


Aleta pun dengan segera meraih pulpen itu dan segera menandatangani surat perjanjian tersebut biar cepat kelar pikirnya.


Wanita itupun menyerahkan map tersebut pada Leon. Leon pun menerimanya dengan senang hati.


"terimakasih kasih sudah mau bekerja sama..." ucap Leon sambil tersenyum dan mengulurkan tangannya.


Aleta menatap tangan itu. Dengan ragu ragu ia mengangkat satu lengannya dan menyambut uluran tangan mantan suaminya itu.


"ada satu hal yang harus kau tau....aku tidak punya istri...aku pernah punya dua istri lima tahun yang lalu...istri pertama ku ku talak karena pengkhianatan nya, dan istri keduaku ku talak... karena dia ingin mencari kebebasan nya...."


"istri kedua ku itu namanya Aleta...kalau kau kenal dengan istri keduaku...katakan padanya, aku masih menanti dia di tempat yang sama...dengan perasaan yang sama...namun dengan Leon yang berbeda..." ucap laki-laki itu sambil menatap intens ke arah Aleta.


Wanita itu terdiam tak bergerak. Kedua netra itu kembali saling pandang dengan tangan yang masih saling menjabat erat.


Jadi Leon belum menikah selama lima tahun ini?tapi kenapa ia bisa punya dua anak? pikir Aleta.


Aleta masih sibuk dengan pikirannya. Lalu....


"are you okay...." ucap Leon begitu tulus.


seeeeetttt......


Aleta reflek menarik tangannya. Wanita itu kembali di buat salah tingkah oleh perlakuan Leon.


"i....ini udah selesai kan? ka..kalau udah saya mau pulang..." ucap Aleta.


Leon tersenyum sambil mengangguk.


"terima kasih sudah mau membantu ku dan anak angkatku" ucap Leon lagi.


Aleta hanya tersenyum kaku lalu bergegas pergi meninggalkan tempat itu.


Leon tersenyum lebar. Ia menjatuhkan tubuhnya di sandaran kursi kerjanya. Di hirup nya telapak tangan miliknya yang baru saja ia gunakan untuk menjabat tangan Aleta itu.


Leon memutar kursi kerjanya. Tangannya serasa begitu wangi memabukkan. Membuatnya serasa ingin terbang melayang saat itu juga.


Sedangkan diluar ruangan,


Aleta melangkah menuju lift sambil kembali mencoba menetralkan degup jantungnya. Wanita itu nampak sesekali menarik nafas panjang dan mengeluarkan nya.


Aleta yang kini sudah sampai di dalam lift itu nampak menggerakkan kedua telapak tangannya yang saling meremas itu ke arah bawah hidungnya.


Tiba tiba....


Eh.....kok telapak tangan kanannya wanginya beda...?


Di hirup nya lagi telapak tangan kanannya itu.


Wangi tuan Leon......


aaaaaaaaaakkkkkhhh 😍😍


Wanita itu diam diam mengulum senyum. Dihirupnya berkali kali aroma telapak tangannya itu sambil menggeliat manja di dalam lift yang kini hanya di tempati nya seorang diri itu. Wanita itu seolah tengah menghirup aroma terwangi yang ada di dunia. Membuat nya serasa ingin terbang melayang ke atas awan.


❤️❤️❤️




...----------------...

__ADS_1


***Up 06:02


yuk... dukungan dulu 🥰🥰🥰***


__ADS_2