Istri Kedua Tuan Leon

Istri Kedua Tuan Leon
104


__ADS_3

"paaaakk.....saya bukan copeet...!!" ucap Alka menangis ketakutan.


"udah ..!diem kamu....!!" ucap salah seorang bapak bapak yang kini menyeretnya menuju kantor polisi yang letaknya berdekatan dengan taman rekreasi tempat dimana Alka dan keluarga barunya tengah jalan jalan hari ini.


Mereka pun sampai di di kantor aparat kepolisian.


"ada apa ini?" tanya seorang polisi yang bertugas disana.


"ini pak, ada copet...!" ucap salah seorang bapak bapak.


"saya bukan copet pak....!!" ucap Alka makin takut. Sebuah tangan pria dewasa masih mencengkeram lengannya seolah tak mengizinkan bocah itu untuk kabur.


"diam kamu....!!" ucap salah seorang bapak lainnya.


Alka menangis ketakutan. Tak lama berselang, seorang wanita cantik berambut panjang dengan penampilan casual yang merupakan korban pencopetan itu nampak mendatangi kantor polisi di temani salah seorang bapak bapak yang tadi juga ikut dalam aksi penyeretan Alka



Ya ....itu Aleta....!


Ia yang hari ini tengah mengisi waktu kosongnya dengan berjalan jalan seorang diri itu ternyata justru menjadi korban pencopetan saat tengah berada di tempat rekreasi keluarga tersebut. Seorang bocah berhoodie abu abu secara tiba tiba menarik dompet yang mencuat dari dalam tasnya lalu berlari entah kemana membawa dompet biru miliknya.


Aleta yang berteriak meminta tolong pun akhirnya mendapatkan perhatian dari sejumlah orang yang berada di sana. Para bapak bapak itu dengan segera mengejar copet yang naasnya ciri cirinya hampir sama dengan Alka, baik dari postur maupun pakaian yang di kenakan. Sedangkan Aleta sendiri tidak sempat melihat wajah si copet.


"ini mbak copetnya...!" ucap seorang bapak bapak di sana.


Alka menangis ketakutan. Aleta mendekati bocah itu. Alka menatap sendu ke arah Aleta membuat wanita itu merasa iba. Diamatinya wajah bocah sepuluh tahun itu.


Ini bukan ya copetnya tadi? pikir Aleta.


"ini dompetnya mbak...tapi udah kosong...!" ucap seorang bapak bapak sambil menyerahkan dompet birunya yang sudah tak ada uangnya itu.


Aleta menerimanya, dilihatnya di sana dompet itu memang sudah tidak ada isinya.


"bener kamu yang nyopet? mana isinya...?" tanya pak polisi.


Aleta masih diam tak bergerak. Ia sangsi, benarkah bocah ini yang mencopet nya tadi?


"saya nggak nyopet pak...! sumpah demi Allah...saya rela mati di sambar petir sekarang juga kalau saya nyopet....!!" ucap Alka bersumpah membuat Aleta iba.


Aleta berjongkok di hadapan bocah yang kini nampak menangis tersedu sedu itu. Disentuhnya lembut pundak bocah laki laki tersebut.


"nama kamu siapa?" tanya Aleta


Alka masih sesenggukan.


"saya .................."


"ada apa ini?"



Suara tegas nan dingin itu berhasil menyita perhatian semua yang berada disana.

__ADS_1


Seorang pria dewasa berparas tampan dengan jambang lebat menghiasi wajah putihnya nampak masuk dan berdiri di ruangan itu sambil menggendong seorang gadis kecil.


Ya.....itu Leon...!


Ia yang mendengar teriakan minta tolong dari Alka itu buru buru mengejar sang putra saat melihat bocah yang baru saja di angkat nya jadi anak itu diseret oleh sejumlah pria dewasa.


Leon menatap semua yang berada di ruangan itu dengan sorot mata tajam khas dirinya.


Aleta membuka mulutnya tanpa mengeluarkan suara.


"papaaaa.....!!" ucap Alka sambil menangis lalu berlari dan menabrakkan tubuhnya pada kaki kokoh Leon. Ia sesenggukan disana, seolah meminta perlindungan dari laki laki yang sudah berjanji akan merawat dan melindungi ia dan adiknya itu.


Aleta bangkit. Leon menatap datar wanita yang kini berdiri di hadapan nya itu.


"mohon maaf....jadi begini pak....anak ini diduga melakukan aksi pencopetan. Bapak bapak ini tadi membawa bocah ini ke kantor kami, sambil membawa bukti sebuah dompet yang di temukan tepat di bawah kursi yang diduduki bocah ini..." ucap seorang polisi disana.


"benar pak....mbak ini yang jadi korban nya...benar kan mbak, anak ini orangnya?" tanya seorang bapak bapak disana pada Aleta membuat Leon pun seketika menatap tajam ke arah Aleta.


Wanita itu gelagapan. Ia tak bermaksud menuduh Alka pencopet. Ia memang kecopetan, tapi ia sendiri tak tau siapa yang mencopet nya. Dan kini setelah mengetahui Alka adalah putra Leon, Aleta pun jadi yakin, bukan Alka lah pelakunya.


"eeemm....engg.....enggak ..ja...jadi gini................."


"kau menuduh putraku penjahat?" tanya Leon dingin memotong ucapan Aleta.


"apasih?nggak gitu...!" ucap Aleta pada Leon yang langsung menyimpulkan sepihak tanpa mau mendengarkan penjelasan nya dulu.


"kalau bukan begitu...kenapa kau membawanya ke tempat ini...?! apa kau pikir hal seperti ini tidak membuat putraku ketakutan?!" tanya Leon tak terima.


"aku cuma..........."


"cuma apa?! berapa uang mu yang hilang...! biar ku ganti dua kali lipat...! jangan kau pikir aku tidak bisa memberikan materi yang cukup pada putraku...! aku bisa memberikan dia segalanya tanpa perlu susah payah jadi pencopet....!!" ucal Leon kesal.


Aleta nampak kesal. Leon menurunkan Ahsa dari gendongan nya.


"aku nggak nuduh.... tapi aku tadi emang kecopetan...aku................."


plaaaakkk......


Aleta terdiam seketika. Leon mengeluarkan semua isi di dompetnya, meraih tangan Aleta dan meletakkan semua uang yang ia ambil dari dompet tebalnya itu di telapak tangan wanita itu.


"ambil..! dan berhenti mengusik anakku...! sebagai seorang wanita yang sudah berkeluarga sekaligus seorang ibu, kau masih sangat perlu belajar untuk menjaga sikap pada seorang anak kecil....!" ucap Leon kesal.


Aleta mengernyitkan dahinya.


Apa maksudnya...?


"Alka... Ahsa ...kita pulang .. " ucap Leon. Kedua bocah itu pun mengangguk. Leon dan kedua buah hatinya itu lantas pergi meninggalkan tempat tersebut.


"tunggu.....!!!" ucap Aleta sambil berlari mengejar keluarga kecil itu dengan segepok uang di tangannya.


Leon dan kedua anaknya tak peduli. Mereka terus berjalan meninggalkan kantor polisi. Aleta berlari mengejar nya, dan......


seeeeetttt.....

__ADS_1


Aleta menarik lengan Leon dari belakang membuat pria itu menghentikan langkahnya dan berbalik badan.


"apalagi?! kurang uang nya?!" tanya Leon kesal.


Aleta yang berdiri di hadapan Leon itu nampak menarik nafas panjang dan menipiskan bibirnya. Ia menatap kesal pria itu lalu berkata....


"bisa nggak....kalau ada apa itu nanya dulu...! duduk...ngomong baik baik....biar nggak salah paham mulu....!!"


Leon tak menjawab.


"saya emang kecopetan...! yang nyopet...tinggi nya, bajunya ....sama kayak anak bapak....! ya mana saya tau kalau ternyata bukan anak bapak pencopetnya...! saya belum kenalan ama tukang copetnya....!" ucap Aleta ngegas.


"sekarang tanya aja ama anak bapak...siapa yang bawa dia ke kantor polisi...saya ngapa ngapain dia nggak di kantor polisi....?! jangan bisanya marah marah mulu...!" ucap Aleta lagi.


Wanita itu kemudian meraih tangan Leon, lalu menyerahkan lembaran lembaran rupiah itu ke tangan pria yang dulu pernah menjadi suaminya.


"nih....saya balikin....saya nggak butuh...!" ucap Aleta kesal lalu berbalik badan dan bergegas pergi meninggalkan Leon yang terdiam. Namun baru selangkah ia mengayunkan kakinya,wanita itu berbalik badan.


"dan satu lagi....jangan sebut saya ibuk ibuk...!!saya belum punya anak dan saya belum pernah menikah.....!" ucap Aleta kesal lalu berbalik badan lagi. Selangkah mengayunkan kakinya, ia berbalik badan lagi. Di tatapnya pria itu dari atas sampai bawah, lalu berkata.....


"kecuali sama situ...!!" ucap nya kesal kemudian berbalik badan lagi dan kembali berjalan sambil ngomel ngomel tak jelas meninggalkan tempat tersebut.


Leon tak bergerak. Ia mengamati punggung wanita yang makin bergerak menjauh dari pandangan matanya.


Laki laki itu diam...


.


diam....


.


diam....


.


Lalu......


"ciiiihh......!" ucap Leon berdecih sambil tertawa ringan.


Entahlah...lucu saja. Wanita itu marah marah padanya namun justru terlihat lucu di mata Leon.


Jadi dia belum menikah, dan belum punya anak.


Leon tak bisa menyembunyikan tawanya. Ia senyum senyum sendiri mendengar pernyataan Aleta yang seolah ingin menegaskan pada laki laki itu bahwa hingga saat ini rupanya wanita itu masih sendiri.


...----------------...


***SELAMAT PAGI...


UP 05:32


YUK DUKUNGAN DULU....🥰🥰🥰🥰🥰***

__ADS_1


__ADS_2